Hari bergantim kini mereka tengah berkumpul di tengah lapangan, karena ada pengumuman mengenai Darmawisata yang akan di laksanakan 2 minggu lagi.
"Jadi, saya minta paling lambat 3 hari ke depan, kalian semua sudah mengumpulkan surat ijin dari orangtua. Dan apabila ada yang tidak akan mengikuti kegiatan darmawisata ini, saya minta tuliskan alasannya." ucap pak Sugeng
"Saya rasa, takkan ada alasan karena tak ada biaya. Sebab, pemilik sekolah memberikan keringanan dengan men donatur kan sebagian rejekinya untuk para murid yang kurang mampu. Baik itu masalah transport, penginapan dan juga uang jajan, untuk kalian. Semua di tanggung oleh pemilik yayasan, jadi... bapak harap semua ikut serta dalam kegiatan Darmawisata ini." lanjutnya lagi
Tentu saja hal tersebut menjadi angin segar untuk para murid penerima beasiswa, mereka benar-benar merasa bersyukur masuk ke dalam sekolah ini. Karena pemilik yayasan, benar-benar mensejahterakan semua orang yang bersangkutan dengan sekolah. Mau itu, para guru, para murid, security, termasuk pekerja kasar di lingkungan sekolah, tanpa terkecuali.
Sebenarnya yang membuat semua terkendali adalah, karena mereka memiliki kepala sekolah yang sangat jujur. Sehingga mereka bisa merasakan hal yang sama dengan yang lainnya.
"Dan karena alasan yang tidak bisa di sebutkan, acara Darmawisata kita tidak akan mengambil ke Kalimantan. Dan alasan lainnya adalah karena voting lebih banyak memilih Surabaya untuk menjadi tempat acara Darmawisata
sekolah kita. Sekian pengumuman ini bapak sampaikan. Jangan lupa, mengumpulkan surat ijin orangtua kalian."
.
.
"Apa kalian sudah bilang pada bunda?" tanya Sahin pada Kira, Maya dan Ita
Mereka menjawabnya dengan gelengan kepala.
"Aku takut akan di larang oleh bunda, seperti oma Nala yang cemas kemarin. Kamu sendiri bagaimana? Sudah bilang pada ibu Alice?" jawab Maya seraya balik bertanya
"Belum, entah bagaimana akan mengatakannya. Apalagi kami merupakan korban dari kejadian di Kalimantan." jawab Sahin
"Tapikan, tujuan kita jadinya ke Surabaya. Apa masih tak dapat ijin?" tanya Ita
"Lebih tepatnya, bukan karena Kalimantan nya. Hanya saja, karena kejadian saat itu. Membuat keluarga besar cukup trauma melepaskan kita, untuk pergi tanpa pengawasan." jawab Syahid
Mereka menghembuskan nafas dengan kompak, mereka sekarang sedang duduk di kelas. Para guru sedang mengadakan rapat, sehingga semua kelas hanya di berikan tugas.
Sedangkan untuk mereka, jangan di tanya. Sebelum guru memberiakn tugas, tentunya mereka sudah menyelesaikannya terlebih dahulu.
"Mmm... sebenarnya, sejak kemarin aku penasaran. Memang ada apa di Kalimantan? Apa aku boleh tau?" tanya Ita penasaran
Maya dan Kira kembali menghembuskan nafasnya.
"Singkat cerita, ibu Alice adalah korban dari makhluk jahat yang di sebut dengan Kuyang. Teteh tau kuyang kan?" jawab Kira, lanjut bertanya pada Ita.
"Mmm... kuyang teh, yang itu bukan? sosok yang berkeliaran hanya kepala dan organ dalamnya saja?" tanya Ita berbisik, dan di angguki oleh mereka berempat.
"Astaghfirullah, ternyata ada kejadian mengerikan seperti itu pada ibu Alice?" mereka berempat kembali menganggukkan kepalanya, Ita pun menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya tak menyangka.
"Saat itu ibu Alice tengah mengandung Syahid dan Sahin, dan usia kandungan ibu ALice saat itu masih 8 bulan. Sehingga mereka ini, harus di lahirkan secara prematur." ucap Maya seraya menunjuk twin prince, membuat mereka berdua menatap malas Maya.
"Kejadiannya sangat mengerikan teh, karena kuyang itu sudah hampir menghisap habis darah ibu Alice dan si kembar ini juga hampir menjadi korban. Kalau seandainya ayah Abi, teman-temannya, para warga dan ayah kembar tidak datang tepat waktu, entah apa yang akan terjadi pada ibu Alice." lanjut Kira dengan memeluk tubuhnya sendiri, karena merasa merinding.
Ita sampai memelototkan kedua bola matanya, saking terkejutnya mendengar cerita mengerikan itu.
"Ya Allah... semenyeramkan itu?" tanya Ita, Maya dan Kira pun mengangguk lagi
"Aku tak bisa membayangkan, bagaimana ibu Alice saat itu. Pasti ibu Alice sangat ketakutan, apalagi ia juga harus melindungi kedua putranya." ucap Ita dengan wajah antara sedih dan ngeri.
"Alhamdulillah, kalian berdua baik-baik saja. Allah masih sayang pada kalian dan juga ibu Alice." lanjutnya lagi, Syahid dan Sahin pun tersenyum dan mengiyakan.
"Hai" sapa Dena
Mereka berlima yang tengah asyik berbincang pun mengalihkan pandangan mereka dan terdiam menatap dingin pada Dena, hanya Ita yang tersenyum ramah.
"Hai juga, kamubsudah masuk sekolah ternyata. Apa kamu sudah benar-benar sehat?" tanya Ita
"Ya, Alhamdulillah. Berkat bantuan kalian, terimakasih" jawab Dena, tulus mengucapkan kata itu
"Ahh.. aku tidak membantu apapun, mereka yang sudah menolongmu." ucap Ita
"Tapi, bila kamu tidak ikut. Tentunya, mereka juga tidak akan mau menolongku keluar dari kegelapan, bila tanpa adanya kamu." balas Dena
"Sekali lagi, aku ucapkan terimakasih. Dan ini, ada titipan dari ibu untuk kalian. Mungkin tidak seenak makanan di toko kue yang terkenal, tapi ibu membuatkan ini khusus untuk kalian." Dena menyodorkan 2 papper bag cukup besar pada Ita, Ita pun menerimanya dengan senang hati.
"MasyaAllah, padahal tante tidak perlu sampai serepot ini." ucap Ita tersenyum
"Tapi, tolong sampaikan terimakasih kami pada tante Murni. Kami menerimanya dengan senang hati, dari wanginya saja aku sudah yakin bila ini pasti enak." lanjut Ita
"Mmm.. pasti akan aku sampaikan. Itu ada Brownies, Rainbow cake, beberapa cupcake dan juga muffin. Ku dengar keponakan kalian sangat banyak, jadi ibu sengaja membuat banyak." ucap Dena
Maya dan Kira yang medengar ada kue kesukaannya, langsung merebut papper bag itu. Sampai Ita terkejut dan hampir saja terjengkang ke belakang, bila seandainya Syahid tak menahan tubuh Ita.
"MAYA, KIRA" tegur Syahid agak keras
"Maaf teh" ucap mereka berdua, merasa bersalah. Ita pun tersenyum
"Ga papa. Tapi lain kali, kalau mau jangan main tarik seperti tadi ya. Teteh terkejut tadi, untuk jantung teteh buatan Allah." ucap Ita mengingatkan
"Iya teh, sekali lagi maaf ya" ucap mereka berdua dengan menjewer telinga mereka masing-masing, Ita pun menjadi merasa bersalah. Karena dirinya, Syahid sampai membentak Kira dan Maya.
"Sudah sudah, tidak apa-apa kok. Syahid, minta maaf juga ya sama twin princess karena sudah membentak mereka." pinta Ita
"Maafkan aku" ucap Syahid
"Iya, kami juga minta maaf karena hampir mencelakai teh Ita." jawab Maya dan Kira
Dena yang menyaksikan hal itu pun merasa takjub, semenurut itu mereka berempat pada Ita. Dan ia juga sangat menyukai cara Ita, saat menegur mereka bertiga.
"Aku menyukai kalian, apa aku boleh berteman dengan kalian?" tanya Dena penuh harap
Ita tersenyum, namun tidak berani menjawab. Karena ia tak mau membuat twin prince dan twin princess tak nyaman. Namun, karena Syahid dan Sahin mendengar Dena tulus. Menatap Maya dan Kira, lalu menganggukkan kepalanya.
Syahid dan Sahin tak mendengar niat jahat dari hati Dena, Dena memamg benar-benar murni ingin berteman dengan mereka.
Alasan mereka tidak mau berteman dengan yang lain adalah karena murid di kelas dan murid di sekolah, hanya mau berteman dengan niat mendekati twin prince atau memanfaatkan mereka.
"Boleh" jawab Maya dan Kira, Dena pun senang bukan main mendengar jawaban itu.
"Terimakasih" ucap Dena
"Duduklah" ucap Ita
Tentu saja Dena mengikutinya dengan senang hati, ada tatapan iri dari teman sekelas mereka berlima pada Dena. Karena dengan mudahnya, dia bisa masuk ke dalam kelompok Zandra's tersebut.
Kira dan Maya yang awalnya masih memasang tembok, akhirnya tembok itu pun runtuh. Setelah melihat Dena bersikap dan berbicara apa adanya, Dena yang memang bawel dan juga ceria. Tentu saja, membuat Maya dan Kira merasa cocok.
Terjadilah pembahasan seru di meja mereka, terkadang terdengar suara tawa Maya, Kira dan Ita di sana. Karena mendengar lelucon dari Dena, yang kadang di balas oleh Syahid dan Sahin seperlunya.
...****************...
...Happy Reading all💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
ya ampun malah di ingatkan lagi hantu itu,
lgsg konek di pikiranku ini iiihhhhh
2024-12-29
1
Pisces97
syahid ❤️ ita
Sahid ❤️dena
kira??
mira?? 🤭
2024-05-12
1
Oi Min
gmn nnti reaksi Dena klo Miftah senior incaran nya menyukai Ita???
2024-02-12
1