Setelah selesai mengurus administrasi, mereka semua berniat untuk mengurus ke lima jenazah dan memakamkan di area dekat dengan mansion. Lebih tepatnya di tanah milik keluarga Zandra, dimana orang-orang terdekat mereka di makamkan.
Di sana juga ada makam mbah Priuk , ibunda Yumi dan nek Ipah, alasan utama kelima jenazah itu di makamkan di sana adalah dimana saat putra Citra tumbuh besar. Maka mereka akan memberitahukan kebenarannya dan agar lebih dekat untuk berziarah.
Semua proses berjalan lancar, kini mereka sedang ada di tanah pemakaman. Melihat jenazahnya sendiri di makamkan, rasanya sangatlah aneh. Citra hanya menatap nanar pada 5 gundukan tanah yang ada di hadapannya, ia belum merasa tenang. Sebelum hak asuh putranya, benar-benar jatuh di tangan keluarga Zandra.
Ita, Maya, Kira, Syahid dan Sahin pun ikut memakamkan tubuh Citra dan yang lainnya. Untung psikis mereka baik-baik saja, hanya memang emosinya perlu lebih di kendalikan lagi. Mereka cukup shock dengan apa yang mereka saksikan, penganiayaan, penyiksaan yang berujung maut dan juga hal tidak senonoh yang mereka lihat.
Kini, mereka pun di hadapkan dengan kematian orang-orang terdekat arwah yang mereka tolong. Bukan hanya satu, melainkan empat sekaligus. Anggota keluarga Zandra yang lain pun cukup terkejut, banyaknya kasus yang mereka tangani. Baru kali ini, mereka menemukan kasus dimana anggota keluarga meninggal di waktu berdekatan.
"Allaahummaghfir lahu, allaahumma tsabit-hu."
(Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah teguhkanlah dia (untuk menjawab pertanyaan malaikat)
"AAMIIN"
"Kita segera kembali pulang, hari semakin gelap." titah Aarav, mereka pun mengiyakan dan melangkah pulang dengan berjalan kaki.
'Bagaimana perasaanmu?' tanya Mei-Mei
'Menurutmu?' tanya Citra balik
'Campur aduk' Citra pun mengiyakan jawaban Mei-Mei
'Sejak kapan kamu berada di keluarga Zandra?' tanya Citra
'Kapan ya? Pertama kali aku bertemu dengan Sherina dan itu di hutan, sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu sepertinya.' jawab Mei-Mei setelah mengingat-ngingat kembali pertemuannya dengan Sherina
'Wooo... sudah lama ternyata, tapi kenapa kamu masih berkeliaran? Apa kamu tidak ingin berpulang dengan damai?' tanya Citra lagi
'Antara ingin dan tak ingin' jawab Mei-Mei
'Hmm?' Citra mengernyitkan dahinya bingung
'Ingin, karena terkadang aku merasa lelah dengan apa yang sedang terjadi padaku. Tak ingin, karena aku tak ingin meninggalkan keluarga luar biasa ini. Kamu pasti merasakannya juga bukan?' jawab Mei-Mei, seraya menatap punggung keluarga Zandra yang kini ada di depan mereka.
'Kamu benar, mereka bukanlah keluarga biasa. Aku pun ingin sekali bisa berkumpul dengan putraku, tapi waktuku sudah habis. Aku bersyukur, putra ku kini berada di tangan yang tepat. Aku bisa pergi dengan tenang sekarang, setelah semua masalah selesai besok.' ucap Citra
Mei-Mei menoleh dan menatap Citra, Citra pun ikut menoleh dan tersenyum menatap Mei-Mei.
'Putramu pasti akan baik-baik saja, percayalah.' ucap Mei-Mei, Citra pun mengangguk tersenyum
.
.
"Makan malam dulu kalian, setelahnya shalat dan langsung tidur ya. Kalian pasti sangat lelah hari ini." titah Yumi pada kelima cucunya.
Maya, Kira, Ita, Syahid dan Sahin pun mengangguk, mereka langsung berjalan dengan lunglai ke kamar masing-masing. Setelah selesai semuanya, Kira dan Maya malah keluar dari kamar mereka.
"Mau kemana kalian?" tanya Kay, saat berpapasan
"Ke kamar teh Ita" jawab mereka serempak, dan langsung berpamitan pada Kay.
Kay hanya menggelengkan kepalanya, entah kenapa mereka benar-benar tak bisa di pisahkan dari adik Iren tersebut. Pernah, Ita pergi ikut Karyawisata saat SMP. Rencananya 5 hari, namun Ita harus kembali pulang di hari ke dua. Di karenakan Kira dan Maya yang langsung demam, karena tidak mau di tinggal oleh Ita.
Tanpa ada rasa kesal atau keberatan sama sekali, Ita pun meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu. Dengan di bantu oleh Afwa, akhirnya Ita di ijinkan untuk pulang. Kira dan Maya yang melihat oabtnya sudah pulang, demamnya langsung turun saat itu juga.
"Haahhh... apa yang terjadi bila seandainya Ita menikah dan mendapatkan pria di luar keluarga Zandra? Semoga jodoh Ita, antara Syahid dan Sahin." ucap Kay terkikik geli, karena harapannya sendiri. Namun ia tetap meng Aamiin kan, harapan tersebut.
tok tok
"Masuk"
"Teh, Kira dan Maya bobo sini ya" pinta Kira
"Boleh, sini." jawab Ita tersenyum, seraya menepuk sisi kanan kiri ranjangnya. Kira dan Maya langsung berhambur naik ke atas ranjang.
Karena Kira dan Maya lebih sering tidur bersama Ita, maka Kay meminta Afwa untuk mengganti ukuran ranjangnya. Terkadang mereka juga tidak hanya tidur bertiga, Syahid dan Sahin juga biasanya akan ikut tidur dengan mereka.
tok tok
"Masuk"
"Teh..." ucap Sahin, seraya melongokkan kepalanya ke dalam. Ita tertawa kecil, melihatnya.
"Sini" Syahid dan Sahin juga masuk dan naik ke atas ranjang, posisi mereka berada di ujung kanan dan kiri. Di sebelah Kira dan Maya, baru juga di bilangin... mereka udah datang aja.
Karena lelah, mereka berlima pun langsung terlelap. Tanpa ada diskusi ataupun canda tawa, seperti biasanya.
ceklek
Masuklah Afwa dan Kay, di susul Alice dan Abi. Mereka tersenyum melihat pemandangan ini, terlihat sangat manis. Mereka berempat kembali keluar dan menutup pintu.
"Sebaiknya kalian beri pengertian pada Syahid dan Sahin, mereka sudah besar. Tidak baik bila harus satu kamar dengan Ita, karena bagaimana pun mereka bukanlah muhrim. Meski tidak berdekatan, tapi sebaiknya beritahukan saja." ucap Afwa pada Abi dan Alice
Alice dan Abi mengangguk, mereka juga berpikir seperti itu.
"Semoga Ita berjodoh dengan salah satu anakmu, Lis" celetuk Kay
Alice terkejut dan memelototkan kedua bola matanya, namun tak lama ia pun mengangguk setuju.
"Aamiin" jawab Alice, Abi hanya menghembuskan nafasnya pelan.
Siapa pun jodoh kedua putranya, yang penting memiliki hati tulus dan perilaku yang baik. Satu keyakinan, Agama yang baik dan juga menyayangi kedua putranya.
.
.
Hari pun berlalu, kini mereka sudah ada di sekolah. banyak siswa siswi yang memperhatikan, karena insiden kemarin. Tambah lagi saat melihat twin prince menghajar guru mereka, dan sekarang guru tersebut pun tak masuk sekolah.
Namun, mereka tak peduli dengan apa yang ada di pikiran semua orang. Mereka pun melanjutkan langkah mereka, untuk masuk ke dalam kelas.
"Hai" sapa Dena
"Hai, Den" jawab Kira, Maya dan Ita
"Aku dengar kemarin kalian mengahajar pak Irwan, apa benar?" tanya Dena antusias
Syahid dan Sahin hanya mengangguk.
"Waahh... keren, kenapa aku ga lihat ya. Setidaknya aku bisa jadi kompor, buat manasin suasana." celetuk Dena tertawa
"Konyol, ga waras lo" ucap Maya
"Hahahaha..." Dena tertawa renyah
"Biar seru May, tapi kemarin aku lihat para pria keluarga Zandra datang. Kereeeennn..... walau usia kakek buyutmu sudah di atas 50 tahun, tapi beliau masih gagah dan juga tampan. Pantesan keturunannya juga kece badai, gilllaaaaa" lanjutnya, setelah puas tertawa
"Pastinyaaa" ucap Maya dan Kira serempak
Mereka pun kembali melangkah dan masuk ke kelas masing-masing.
Ada tatapan iri pada Dena, karena bisa masuk ke dalam lingkaran tersebut.
...****************...
......Happy Reading
all💞💞......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
aamiin deh yah.
2024-12-29
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
😃😊🥰🥰🥰
2024-01-26
1
Berdo'a saja
saat Miftah memperhatikan Ita syahid jutek tuh. kayaknya emang calon jodoh nya syahid
2024-01-18
2