BRUGH
Tubuh Irwan kini, benar-benar terasa lemas bagai tak bertulang. Ia benar-benar tidak tau bila rumahnya di pasangi CCTV, habislah... ia benar-habis saat ini. Semua kejahatannya akan segera terbongkar.
"Obu, opa, ayah, papa, kakak dan pak Sugeng, sebaiknya kita langsung ke rumah tersebut. Semua jawaban ada di sana, kita akan lihat sejahat apa pria ini." ucap Syahid seraya menunjuk Irwan.
Saat Syahid berbalik arah pada para pria Zandra, mereka pun terkejut dengan kondisi Syahid, begitu juga dengan kondisi Sahin. Tambah lagi mata Maya, Kira dan Ita yang terlihat bengkak karena sudah menangis.
Sejak tadi mereka tidak memperhatikan kondisi anak, cucu dan cicitnya.
Mengetatlah rahang para pria tampan itu, ingin rasanya mereka menghajar pria yang bernama Irwan. Namun sayang, Maya dan Kira menahan mereka.
"CUKUP, sebaiknya kita segera ke sana. Obu, opa, ayah, papa dan kakak, jangan lagi ada kekerasan. Cukup Syahid dan Sahin, yang sudah memukuli pria itu tadi." ucap Kira
Mereka hanya bisa mendengus kesal, kini Irwan di seret oleh dua orang petugas keamanan. Semuanya menjadi tontonan para murid dan juga guru, kembali terdengar teriakan para siswi.
'Ada apa itu? Kenapa guru baru itu di seret?'
'Berani buat onar kali sama keluarga besar Zandra?'
'Bodo amat lah, yang penting mata gue segeran liat yang bening'
'*Sa ae lo, tapi bener yang lo bilang.'
'Gila ya, ga ceweknya ga cowoknya. Turunan Zandra no mines..'
'Asli eta mah euy*...'
"Anak-anak jaman sekarang, benar-benar menakutkan" ucap Aarav, mereka pun setuju
Skip
Sesampainya di rumah milik Irwan, mereka langsung masuk dan.... Ternyata di sana sudah ada orangtua Irwan dan juga orang tua istri pertama Irwan, dan di lantai terlihat seorang wanita yang kini tengah terduduk lemas. Sudah di pastikan bila wanita itu adalah istri kedua Irwan, istri parasit nya.
Bayi Irwan, ada di dalam gendongan ibu dari istri pertama Irwan. Masih terlihat sesenggukan pada bayi malang tersebut, dan tentunya keluarga Zandra juga melihat roh ibu dari bayi tersebut. Dengan tatapan antara marah dan juga sakit hati juga rindu pada sang putra..
"Katakan Irwan" ucap ayah Irwan dengan penuh rasa marah di setiap kata-katanya. Ia benar-benar tak menyangka bila ada wanita lain di rumah ini, rumah pemberiannya untuk Citra menantunya. Ia semakin yakin, bila apa yang di ceritakan Irwan merupakan sebuah kebohongan.
Irwan hanya diam menunduk, ia tak berani melihat wajah marah sang ayah.
"Maaf, saya memotong pembicaraan kalian. Biarkan saya yang menjawabnya, karena pak Irwan saat ini pasti kehilangan kemampuannya untuk berbicara atau bisa di bilang ia takkan berani membuka suara." ucap Sahin
Ayah Irwan pun mengalihkan tatapannya, ia terkejut dengan keberadaan keluarga Zandra di sini. Tadi, ia tidak melihat jelas, karena tertutup oleh pak Sugeng, petugas keamanan dan juga Irwan.
"Tu tuan Zandra" ucap ayah Irwan dan mertuanya
Mereka hanya menjawabnya dengan anggukan, tanpa senyuman. Sepertinya memang turun menurun sifat dingin tersebut.
"Wanita itu adalah istri kedua pak Irwan, yang ia nikahi secara sirih. Saat dimana istri pertamanya, tengah berjuang melahirkan sang putra."
Terkejutlah orangtua irwan dan juga orangtua Citra, ayah Citra langsung bangun dan menghampiri Irwan.
PLAK
"Tega-teganya kamu menyakiti putriku sampai sejauh ini."
PLAK
"Kamu benar-benar tak pantas di sebut pria, putriku berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan putra kalian. Tapi ini balasan yang kamu berikan IRWAN" ucapnya dengan menggebu-gebu
"Tahan tuan, itu belum seberapa dari seberapa kejamnya menantu anda." ucap Sahin, membuat ayah Citra langsung terdiam. Kedua orangtua Irwan sungguh malu bukan main, dengan kelakuan putranya. Mereka memilih diam, saat melihat besannya melampiaskan amarahnya.
"Paman, apa paman sudah mendapatkan kamera CCTV yang Syahid ucapkan?" Yanto mengangguk, ia pun langsung mengeluarkan beberapa memory card yang ada dalam kamera tersebut pada Sahin.
"Apa di sini ada laptop" tanya Sahin
Ayah Irwan mengangguk, ia pun meminta sang istri untuk mengambilkannya. Tak lama, istrinya kembali dengan membawa laptop milik Irwan.
Sahin menerima laptop tersebut dan mulai mengoperasikannya, ia mengambil salah satu memory card dan memasukannya pada laptop. Sahin membuka sebuah vidio di sana, muncullah cuplikan-cuplikan dimana Citra di siksa di ruang tamu. Semua orang terbelalak melihat kekejaman Irwan dan istri keduanya, terutama orangtua Citra juga orangtua Irwan.
Tubuh ibunya Citra bergetar hebat, hampir saja ia menjatuhkan cucunya. Seandainya Afwi tidak segera menangkap bayi tersebut, sudah pasti bayi tersebut akan terjatuh ke lantai.
Berganti ke memory lainnya, di dapur juga tak kalah kejamnya. Citra di siram oleh air panas dengan sengaja oleh istri kedua Irwan, terlihat sangat jelas bila wanita s*ndal itu tertawa dan juga menginjak tangan Citra. Juga masih banyak vidio-vidio kekerasan lainnya di ruangan tersebut.
Istri sirih Irwan memucat dan mulai ketakutan, begitu pun dengan Irwan. Mereka berdua tidak akan bisa lari dari hukum, bahkan hukuman seumur hidup dan yang paling parahnya adalah HUKUMAN MATI.
Berlanjut pada memory di kamar tamu, dimana j*lang itu tengah bermain dengan pria lain. Tentunya Syahid, Sahin, Kira, Maya dan Ita langsung memalingkan wajah mereka. Sedangkan Irwan bukan main terkejutnya, karena wanita yang ia bela habisa-habisan ternyata berkhianat di belakangnya. Terlihat bukan hanya 1 pria, melainkan berganti-ganti.
Tubuh Irwan bergetar, ia benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat. Jadi, selama ini ia mencintai dan menikahi seorang j*lang? Apa yang di ucapkan Citra ternyata benar, ia sudah salah mempercayai orang. Ia sudah salah menyiksa orang, kini ia benar-benar merasa seperti hilang akal.
Ingin rasanya ia memb*nuh wanita yang kini tengah menunuduk tak jauh darinya, kedua tangannya mengepal dengan sangat kencang.
Pak Sugeng benar-benar tak percaya dengan apa yang ia saksikan, bila ternyata ia memperkerjakan seorang psikopat. Yang tega menyiksa istri sahnya, istri yang sudah melahirkan seorang putra untuk Irwan.
Sahin kembali mengganti memory card yang lain, rasanya berat ia meng klik play. Sudah pasti ini adalah vidio dimana Citra menghembuskan nafas terakhirnya. Vidio memperlihatkan gambar kamar utama, di sana pun terlihat Irwan yang menyeret Citra dengan menjambak rambutnya masuk ke dalam kamar. Sedangkan istri sirihnya tengah duduk santai di atas ranjang dengan menyedekapkan kedua tangannya di depan perutnya.
Citra memohon-mohon untuk di lepaskan, namun Irwan seperti kerasukan setan. Pria itu menggampar Citra sampai ia terpelanting ke belakang, Istri sirih Irwan bangun dari duduknya. Ia melangkah mendekati Citra dan membisikan sesuatu, lalu ia menjambak rambut Citra sampai kepalanya menengadah ke atas.
Irwan pun mendekati Citra, Citra yang sudah kadung sakit. Ia benar-benar tak sanggup menahan semuanya, ia akhirnya memberanikan diri meludahi wajah Irwan. Irwan yang masih di kuasai amarah, pun langsung mengangkat tubuh Citra dan membantingnya ke lantai. Sampai akhirnya Citra menghembuskan nafas terakhir, terlihat kepanikan Irwan dan Mona istri sirihnya. Mona mengambil koper besar yang ada di kolong kasur, lalu ia memrintahkan Irwan untuk memasukkan tubuh Citra ke dalam koper tersebut.
"TIDAAAAAKKKKKK" ibu dari Citra berteriak histeris dan langsung tak sadarkan diri, begitu juga dengan ibu dari Irwan.
Ayah Citra memegang dadanya, tubuhnya terhuyung ke belakang. Yanto yang berada tepat di belakangnya, langsung menahan tubuh tersebut. Ia pun meminta bantuan pada anak buahnya untuk memanggil beberapa ambulance, karena ketiga orang ini sudah tak sadarkan diri.
Sedangkan ayahnya Irwan, ia menatap nanar pada putranya.
...****************...
Maaf bila terlalu sadis yaaaa....
Jangan lupa senggolannya.... 🥰🥰
...Happy Reading all💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
ga tau mo ngoment apa Thor
istighfar aja yah
2024-12-29
1
Pisces97
tapi ada Thor dikehidupan nyata seperti yang dilakukan Irwan mungkin lebih sadis ...
kisah yang tidak terungkap...
2024-05-12
2
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Mantul 👍👍🫶 keren pisan mak
2024-01-26
1