"Kamu sebenarnya kenapa sih Mei? Sejak tadi aku pusing melihat mu terbang ke sana dan ke sini. Sudah seperti Syahrini saja, maju mundur, kanan kiri cantik." gerutu Sherina, ia benar-benar merasa kesal saat ini. Tambah lagi dengan salah satu anak lelakinya yang tidak mau diam saat di pakaikan baju.
Eh, aku melupakan sesuatu nampaknya...
The Power Ranger yang saat itu hamil berbarengan, mereka juga melahirkan di hari yang sama. Dari setiap pasangan, melahirkan bayi kembar yang kini berusia 5 tahun.
Anak dari pasangan Al dan Sherina, memiliki anak kembar sejodoh.
* Abyasa Putra Zandra (Pintar)
* Anindita Putri Zandra ( Cantik)
Dari pasangan Za dan Iren, mereka di karuniai bayi kembar perempuan
* Anisa Karima Putri Zandra ( Ramah dan Murah Hati)
* Amira Kamila Putri Zandra ( putri yang sempurna) bayi perempuan yang sempat terjadi ketegangan saat di lahirkan , karena lehernya yang terlilit ari-ari.
Dari pasangan Flo dan Rio, mereka di karuniai bayi kembar sejodoh sama seperti Al dan Serina
* Adicandra Putra Zandra ( Rembulan yang indah)
* Adikirana Putri Zandra ( Memiliki Sinar Cantik)
Dari pasangan Ar dan Ani, mereka di karuniai bayi kembar laki-laki
* Haidar Putra Zandra ( anak laki-laki yang tampan)
* Haidir Putra Zandra ( anak laki-laki yang pemberani)
Dan dari pasangan terakhir, yaitu Fre dan Saga. Mereka di karunia bayi kembar sejodoh
* Kama Putra Zandra
* Kalila Putri Zandra
yang memiliki arti sangat di cintai
Kalau kalian tanya kenapa Anak Rio dan Saga memakai marga Zandra? Karena mereka sudah masuk menjadi putra angkat keluarga Zandra, dan itu sudah sah secara hukum bila nama mereka di sematkan nama Zandra di belakangnya.
"Ayolah abang Yas, diam dulu sebentar ok. Ibu susah memakaikan bajunya bila abang terus berontak seperti ini, lihat adik Anin sudah cantik dengan bajunya. Masa nanti saat ayah pulang, jagoannya masih telanjang seperti tuyul saja." ucap Sherina pada sang putra
"Tuyul?" tanya Yas terdiam, sehingga membuat Sherina mudah memakaikan bajunya. Sedangkan Anin anteng dengan dotnya dan berbaring di samping ibu dan abangnya.
"Iya, Yas taukan tuyul itu apa?" tanya Sherina balik, seraya sibuk memakaikan celana.
"Tau, anak kecil botak yang selalu berlarian dari rumah ke rumah dengan menembus tembok dan keluar membawa uang di tangannya." jawab Yas dengan gamblang, membuat Sherina dan Mei Ling terdiam.
'Emang abang pernah lihat?'tanya Mei, ia menghentikan kegiatannya yang terbang kesana kemari. Ia kini duduk sila seraya melayang di hadapan Yas, karena penasaran dengan jawaban si pria kecil yang tampan.
"Pernah dong, iyakan dek?" jawab Yas, seraya bertanya pada Anin. Anin pun mengangguk, namun tidak mengucapkan sepatah katapun karena tidak mau melepaskan dot dari mulutnya.
'Kapan kalian melihat makhluk pelontos dan licik itu?' tanya Mei lagi
"Mmmm... waktu kita berlibur ke kampung halaman aunty Iren, malah kami bersepuluh sempat mengejarnya." jawab Yas
Sherina dan Mei Ling membulatkan kedua matanya, mereka saling bertatapan. Itu kan sudah lama, 3 tahun yang lalu. Berarti saat usia mereka 2 tahun, dan ingatan mereka sangat tajam ternyata untuk mengingat kejadian di usia 2 tahun.
"Tadi kalian bilang, 'kami bersepuluh?' Jadi, saat ibu dan yang lainnya sibuk mencari kalian. Kalian sedang mengejar makhluk botak itu?" tanya Sherina
"Iya" jawab Yas seraya menganggukan kepalanya.
"Ck ck... selesai, saatnya tidur siang." ucap Sherin, saat ia menyelesaikan tugas memakaikan bajunya. Terlihat Yas yang sudah menguap, Sherina memberikan susu dalam gelas. Di antara mereka berdua, Anin yang masih meminum susu menggunakan dot. Namun, bila hanya dalam kamar dan rumah saja. Anin paham arti rasa malu, ia tak mau minum susu menggunakan dot bila ia tidak berada di kawasannya.
'Anak kalian berlima memang beda dari yang lain, anak orang akan menangis bila melihat penampakan. Namun tidak untuk mereka, mereka malah mengejarnya. Hahahaha' ucap Mei Ling
"Ck, kalau mereka takut dengan makhluk tersebut. Maka mereka juga tidak akan dekat dengamu Mei" jawab Sherina seraya membenarkan selimut anak-anak.
'Ahhh... kamu benar, kadang aku lupa bila aku sudah bukan manusia.' ucap Mei Ling menurunkan kedua bahunya
"Apa kamu benar-benar tidak mengingat apapun, mengenai kematianmu?" tanya Sherina, dan di jawab gelengan kepala oleh Mei.
"Sudahlah, tak usah di ingat-ingat juga. Nanti kamu malah harus pergi meninggalkan kami lagi." lanjutnya
'Cieeee.... kayanya ga mau banget kehilangan aku. Pasti takut kehilangan dan merasakan rindu yang teramat sangat yaaaaaa' ucap Me Ling
"Dih.. PeDe banget embaknya, aku cuma ga mau aja kehilangan salah satu baby sitter terbaik. Nanti ga ada yang jaga dan ajak main anak-anak dong, kalau kamu pergi." canda Sherina
'Wahhh.. Sher, ucapan kamu ngena banget di hati aku. Sakiiittt' ucap Mei Ling berakting memegang dadanya yang kesakitan.
"Uluh uluh... deudeuh teuing, becanda atuh sayang. Ya pastilah aku bakal kehilangan kamu Mei." ucap Sherina dengan tatapan seriusnya, Mei Ling pun terdiam karena merasa terharu
'Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi di depan sana, tapi bila seandainya aku pergi nanti. Tolong, tanam bunga Primrose di dekat taman bunga Krisan milik aunty Maria ya.' ucap Mei Ling, mata Sherina berkaca-kaca.
"Aku tak mau bila harus kehilangan kamu, tetapi bila Tuhan berkehendak lain. Aku akan mengatakan hal ini pada oma Yumi nanti, ahhh... ko jadi mellow sih" ucap Sherian seraya mengusap air matanya yang sempat menetes, Mei tersenyum.
(Bunga Primrose melambangkan cinta abadi)
Bagi Mei Ling, cintanya abadi untuk keluarga Zandra yang sudah menerima kehadirannya untuk masuk dan bergabung ke dalam lingkaran keluarga hangat ini.
.
.
tok tok
"Masuk" terdengar suara serak dari dalam ruangan.
Kepala sekolah dan kelima anggota keluarga Zandra pun masuk, Ita mencium tangan kedua orangtua Dena dan di ikuti oleh twin prince dan twin princess.
"Bagaimana kondisi nak Dena, bu?" tanya kepala sekolah
Twin prince dan twin princess merasakan aura gelap di ruangan ini dan mereka juga melihat ada asap hitam yang mengelilingi tubuh Dena yang kini masih belum sadarkan diri, sedangkan Ita hanya merasakan namun tak dapat melihatnya.
"Masih sama pak, kami tidak tau harus bagaimana lagi?" jawab sang ibunda Dena
Saat mereka tengah berbincang, terdengar erangan kecil dari mulut Dena. Sehingga membuat para orang dewasa di ruangan itu, mengalihkan pandangan mereka.
Sang ibu dan ayah langsung berlari dan menahan kedua tangan Dena, agar tak mencekik lehernya sendiri. Walaupun ia tidak sadarkan diri, namun sudah beberapa kali Dena ingin menyakiti dirinya sendiri.
Setelah beberapa saat, Dena pun kembali tenang. Ada keringat yan membanjiri keningnya, ibunya Dena pun kembali bernafas lega.
"Maaf pak, beginilah kondisinya. Aahh... maaf silahkan duduk. Kalian, siapa bisa datang bersama bapak kepala sekolah?" tanya sang Ayah
...****************...
...Happy Reading all💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
utututuutu udah dong jangan melow² an
jadi keinget persahabatan antara yum² dan mar² nih .
🥺🥺🥺
2024-12-29
1
Nadja 🎀
waw 👀
2024-11-11
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Waah kayana itu penghuni gunung yg nempel
2024-01-25
1