"Kenapa ibu tidak menceritakannya pada kedua orangtua ibu?" tanya Sahin
'Bagaimana aku bisa menceritakan pada mereka, sedangkan aku benar-benar di kurung bagai burung dalam sangkar. Mereka benar-benar b*adab, b*jingan, hati mereka benar-benar sudah di rasuki iblis. Selama aku hamil, aku diam tidak menceritakan KDRT yang di lakukan suamiku. Karena aku masih berbaik sangka, bila kelak saat putraku lahir. Ia akan berubah menjadi lebih baik dan mencintai putranya. Namun, ternyata aku salah. Dia malah kembali pulang, dengan membawa g*ndiknya'
"Lalu, bagaimana ibu bisa keluar saat itu? Dan apa yang terjadi, sampai ibu bisa..." pertanyaan Ita tidak di teruskan, namun dapat di pahami.
'Saat itu, dewi fortuna sedang memihakku walau hanya sebentar. Aku melihat ada pria lain masuk ke dalam rumah, saat Irwan sudah berangkat kerja seperti biasa. Dan hal yang paling menjijikkan adalah, aku juga melihat j*lang itu berset*buh dengan pria yang datang ke rumah di kamar tamu. Aku melihat pintu depan tidak tertutup dengan rapat, aku langsung mengambil putraku yang saat itu sudah berusia 8 bulan keluar dari rumah itu. Dengan tubuh penuh luka, aku menitipkan putraku pada tetanggaku. Tetanggaku yang melihat aku memang berantakan, mengiyakan apa yang aku pinta. Aku pun berniat ke sekolah, untuk mencari Irwan dan mengatakan apa yang kulihat. Namun, tetanggaku memintaku untuk membenahi diriku. Aku pun menurutinya, aku mengganti pakaian dengan baju yang ia beri.'
'Kalian pasti berpikir, kenapa aku tidak melarikan diri ke rumah orangtuaku? Aku pun tidak tau, kenapa aku sebodoh itu. Saat itu, aku hanya berharap bila aku mengatakan kebenarannya, Irwan akan berubah. Terlalu naif bukan? Aku hanya seorang wanita, yang ingin mendapatkan pengakuan dan juga kasih sayang dari suaminya.'
'Aku ke sekolah menemui Irwan, dan saat itulah kita bertemu. Saat aku mencari dan menemuinya, wajahnya langsung berubah merah karena menahan amarah. Mungkin dalam pikirannya, bagaimana aku bisa keluar dari neraka itu? Dengan menahan amarah ia mengajak ku kembali ke neraka itu, bodoh bukan aku? Ya, aku memang bodoh. Di perjalanan aku mengatakan bila istri kesayangannya membawa pria lain masuk dan melakukan hubungan suami istri, namun sayang seribu sayang. Ucapanku tidak ia percaya, ia malah menamparku di dalam mobil. Ia menyeretku saat kami sampai di rumah bagai neraka tersebut, hahaha'
'Kalian tau, ternyata j*lang itu melihat aku saat keluar rumah. Maka saat aku pulang, pria yang sudah menikmati tubuh j*langnya sudah tidak ada. Di sana aku kembali di tampar, di teriaki di tendang, di banting. Karena apa? Karena wanita licik itu, memutar balikan fakta. Dia mengatakan, bila akulah yang sudah membawa pria itu masuk ke dalam rumah dan bersenggama dengan pria itu. AAAAAARRRRRGGGHHHTT' sosok itu berteriak marah, sehingga membuat kaca di kelas mereka berlima retak. Sehingga mengejutkan para murid yang sedang ulangan dan juga Irwan.
Namun, Syahid langsung menenangkan kembali sosok itu.
'Aku tewas saat itu juga, jasadku mereka sembunyikan di gudang dengan memasukkan tubuhku ke dalam koper.'
Entah sudah seperti apa ekpresi mereka berlima, sedih, marah, benci, sakit hati menjadi satu.
'Setelah kematianku, pria itu mengatakan bila aku melarikan diri dengan pria lain dan aku menitipkan anakku pada tetangga, pada kedua orangtua kami. B*jingan memang, namun kedua orangtuaku tidak percaya bila aku putrinya sampai hati melakukan hal itu. Dan tetangga yang aku titipkan anakku pun di usir oleh pasangan l*knat itu, dengan tuduhan tidak berdasar. Sampai sekarang kedua orangtua kami, tidak mengetahui bila b*jingan itu sudah menikah lagi dan memiliki istri lain. Karena saat kedua orangtua kami datang, j*lang itu bersembunyi.'
"Mereka benar-benar jahat, iblis pun kalah oleh mereka." ucap Maya
'Tanpa sepengetahuan mereka, saat seminggu setelah b*jingan itu membawa j*lang itu masuk. Aku memesan banyak kamera CCTV dan aku memasangnya di beberapa tempat, di ruang tamu, dapur, kamar, dan juga kamar tamu. Tetapi, karena saat itu aku tidak di beri kesempatan untuk bicara. Jadi, semua bukti belum bisa di temukan. Tolong bantu aku, beritahukan semua kejahatan mereka, bongkar semuanya. Sekarang, aku mohon pada kalian. Anakku dalam bahaya, j*lang itu ingin menghabisi anakku.'
"MASUK" ucap pak Irwan mengejutkan mereka semua,
Syahid dan Sahin yang sudah tak bisa menahan kesabarannya, begitu melihat sosok Irwan yang arrogant berdiri di depan kelas. Langsung saja berdiri dan berjalan cepat menghampiri Irwan, tanpa babibu. Mereka berdua langsung menerjang dan menghajar Irwan, dengan penuh amarah.
Kira, Maya dan Ita langsung berteriak melihat gerakan implusif saudara mereka. Begitu juga dengan teman-teman sekelasnya, mereka langsung berhamburan keluar dan mencoba memisahkan mereka bertiga. Salah satu siswa melaporkan hal tersebut pada kepala sekolah
"Apa yang kalian lakukan, hah?!" teriak Irwan
"Pemb*nuh" ucap Syahid dingin
DEG
Semua orang kembali terkejut dengan ucapan yang di lontarkan Syahid, untuk gurunya. Tak lama, pak Sugeng pun datang. Ia terkejut dengan kondisi mereka bertiga yang berantakan, karena Irwan yang merasa dirinya tidak bersalah. Jadi, ia pun merasa berhak membalas pukulan Syahid dan Sahin.
"Ada apa ini?" tanya pak Sugeng, ia melihat dada Syahid dan Sahin yang naik turun. Ujung bibir mereka pecah, karena terkena tinju Irwan.
"Irwan?" tanya pak Sugeng
"Aku tidak tau, tiba-tiba kedua murid ini menerjang dan memukulku." jawab Irwan yang tak kalah bonyoknya
"Syahid, Sahin.. kenapa kalian melakukan kekerasa ini?" tanya pak Sugeng
"Kita bicarakan di ruangan bapak, ini bukan masalah yang sederhana pak" potong Ita, bukan tidak sopan. Namun, bagaimana pun masalah pak Irwan bisa memperburuk nama sekolah. Bila seandainya, para murid dan guru lain mendengar.
Pak Sugeng menyetujuinya, sedangkan Irwan mulai ketar ketir. Ia merasa bila kejahatannya, telah di ketahui oleh kelima murid tersebut.
Mata Syahid, Sahin, Maya dan Kira, terus menatap penuh amarah pada Irwan. Ita? Bukan tidak marah, hanya saja ia harus menahannya. Ia harus bisa menahan, kemarahan twin prince dan twin princess.
Kini ke tujuh orang tersebut sudah berada di ruang pak Sugeng.
"Baiklah, bisa kalian ceritakan? Apa yang sebenarnya terjadi dan Syahid, Sahin kenapa kalian memukul pak Irwan?" tanya pak Sugeng
"Saya tadi sedang mengawasi ulangan, lalu saat sudah selesai. Saya memanggil mereka yang sudah selesai lebih dulu, untuk masuk ke dalam kelas. Namun, tiba-tiba mereka menerjang dan menghajarku." jawab pak Irwan menggebu-gebu, rasanya ia tak terima karena harus di pukuli oleh anak bau kencur.
"Cih" terdengar decihan dari bibir Syahid, membuat pak Sugeng menghela nafas. Ia tau bagaimana sifat murid-muridnya yang kini di hadapannya, mereka tidak akan marah dan lepas kendali seperti ini. Bila tidak ada sebabnya...
"Syahid?" panggil pak Sugeng dengan nada bertanya
"Bagaimana rasanya di pukul tanpa tau kesalahan apa yang anda perbuat?" tanya Syahid
"Memang apa salahku pada kalian? Aku tidak pernah menyinggung kalian sama sekali, jangan mentang-mentang kalian cicit pemilik sekolah ini. kalian jadi bisa seenaknya menghajar orang tak bersalah, apalagi seorang pendidik. Apa ini yang di ajarkan kedua orangtuamu? Begini ajaran keluargamu?" jawab Irwan dengan setengah berteriak
BRAK
...****************...
......Happy Reading
all💞💞
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
Irwan yg bego , TLL,
Lo itu sebenarnya cuman di manfaatkan si JLG itu ,
wes ga papa bentar LG keadilan dan kebenaran akan terungkap
2024-12-29
1
Eli Elieboy Eboy
𝚖𝚞𝚕𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚘𝚔 𝚕𝚎𝚖𝚎𝚜 𝚢𝚊
2024-07-14
1
Pisces97
sudah salah malah gk sadar diri
istri sendiri yang tau apa² disiksa lebih parah matinya bukan dimakamkan malah dimasukan ke. koper gak ada rasa bersalahnya sama sekali...
hati sja masih ada baiknya hanya menyesatkan bukan melakukan kejahatan 😌
2024-05-12
2