"Untuk lebih jelasnya, sebaiknya kita lihat rekaman CCtv saja pak. Dan juga agar mempersingkat waktu." jawab Syahid, pak Muji pun setuju.
Karena penasaran, pak Muji berjalan lebih dulu ke ruang pengendali CCtv. Tepatnya ada di samping ruang kepala sekolah, di susul Syahid dan yang lain. Termasuk guru yang bermasalah dengan si kembar, ia penasaran dengan kebenarannya.
Sedangkan Puja, si tersangka pemfitnahan. Masih terdiam mematung duduk di dalam kelas, kini tubuhnya bergetar hebat dan ketakutan.
Cemas, takut, dan juga menyesal yang bergabung menjadi satu.
"Bagaimana ini?" gumamnya
.
tok tok
"Selamat siang" ucap pak Muji pada petugas ruangan tersebut.
"Selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya pak Rian
"Begini pak Rian, saya ingin melihat rekaman CCtv di kelas 8A. Karena di kelas tersebut ada satu kejadian yang membuat beberapa murid dan juga guru berdebat, saya ingin melihat bagaimana kejadian sebenarnya." jawab pak Muji
"Begitu, mari silahkan pak. Kapan kejadiannya?" pak Rian langsung mengoperasikan keyboardnya dan memperbesar rekaman di kelas 8A, di sana terlihat Puja yang masih diam terduduk id tempatnya.
"Saat pergantian pelajaran pak" jawab Sahin
Pak Rian memundurkan waktunya, itu artinya di jam 09.30. Setelah mendapatkan yang di inginkan, pak Rian mem play rekaman tersebut.
Di sana sangat jelas, bila Puja menjatuhkan dirinya sendiri dari kursi. Tak lama, terlihat pintu terbuka dan masuklah Kira dan Maya. Di sana terpampang jelas bagaimana kejadian dimana guru itu tiba-tiba masuk dan juga mereka mendengar teriak dan bentakan dari guru tersebut. Mereka juga melihat, bagaimana cara Kira dan Maya menghadapi guru tersebut, mereka juga mendengar ucapan demi ucapan yang di ucapakan oleh Kira dan Maya.
Berbagai ekspresi yang ada di ruangan tersebut.
Pak Rian yang tak percaya, melihat kelakuan siswi tersebut dan juga ucapan yang di lontarkan oleh seorang pendidik. Ia juga merasa kagum dengan cicit pemilik sekolah ini, yang menghadapi guru yang kini berdiri di sampingnya dengan tenang. Walau, terlihat sangat jelas bila di setiap ucapannya ada penekanan juga kemarahan. Tetapi, mereka masih menahan diri agar tidak sampai lepas kontrol.
Namun, Pak Muji juga merasa marah dan juga malu, marah karena ternyata salah satu gurunya sudah berbuat semena-mena dan sembarangan menacaci maki murid yang tidak bersalah. Malu, karena mendengar ucapan yang di ucapkan oleh Kira dan Maya.
Bu Sri yang malu, menyesal dan cemas karena takut di pecat.
Masalah itu pun sebenarnya sudah selesai, dengan permintaan maaf dari bu Sri dan Puja. Mereka juga sudah mendapat teguran keras dan hukuman yang setimpal. Hal ini pun di ketahui oleh keluarga besar Zandra, dan tentu saja mereka murka. Hampir saja Alice mengamuk dan memporak porandakan sekolah, bila seandainya tidak di tahan oleh Yumi.
Abi juga merasakan hal yang sama, namun ia masih bisa mengendalikan diri. Dan berusaha menenangkan Alice, mendengar kedua putranya bisa mengatasi masalah dengan kepala dingin. Abi merasa bangga pada mereka, juga pada Kira dan Maya.
Alasan Puja melakukan hal tersebut, hanya karena rasa cemburu. Melihat Kira dan Maya dengan mudahnya berbaur dengan banyak murid dan juga merupakan murid pintar, baik di kelas maupun di sekolah. Walau Maya dan Kira sudah memaafkan mereka, namun tak membuatnya melupakan kejadian itu. Sehingga membuat Kira dan Maya merubah sifatnya, menjadi dingin seperti kedua saudaranya.
Walau keluarga Zandra sudah memberikan pengertian pada Kira dan Maya, namun ternyata rasa sakit di tuduh tak bisa hilang.
FLASHBACK OFF
"Maaf"
Melihat kegugupan pada siswa tersebut, membuat Ita bertanya padanya untuk mencairkan suasana.
"Ada apa?" tanya Ita
Kini mereka ada di taman, tempat di mana nenek kakek dan kedua orangtuanya beristirahat di sekolah.
"A Anu Ta, twin prince dan twin princess di minta menghadap kepala sekolah." jawab siswa tersebut
"Ada apa?" tanya Maya dingin
"I itu, aku tidak tau. Aku hanya di minta untuk menyampaikannya pada kalian. Kalau begitu, aku permisi." jawab siswa tersebut, seraya pergi meninggalkan mereka berlima dengan seribu langkah.
"Gila gila... hanya dengan tatapan mereka saja, aku serasa akan menjadi es batu. Menakutkan." gumam siswa tersebut saat sudah jauh dari taman tersebut.
"So?" tanya Ita
Maya dan Kira menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Datangilah, aku yakin bila ini ada hubungannya dengan siswi yang bernama DENA." jawab Kira dan di angguki Maya, Syahid dan Sahin
"Ya sudah, sana" titah Ita
"Ck, kakak juga harus ikut." ucap Maya, seraya menarik tangan Ita dan menyeretnya dengan pelan
"Selaluuuu saja" ucap Ita, Syahid dan Sahin yang ada di belakang tersenyum.
tok tok
"Masuk" ucap kepala sekolah
"Assalamu'alaikum, selamat siang pak" salam Ita
"Wa'alaikum salam, kalian sudah di sini. Masuk masuk..." jawab pak kepala sekolah
Ita, Maya, Kira, Syahid dan Sahin masuk ke dalam, tak lupa mereka memncium punggung tangan kepala sekolah.
"Duduklah" pinta kepala sekolah, ia merasa bangga dengan kelima muridnya ini. Mereka selalu menjunjung tinggi adab kesopanan pada yang lebih tua, cara keluarga Zandra mendidik penerusnya sungguh sangat baik dan berhasil.
"Ada apa bapak memanggil kami?" tanya Kira
Kepala sekolah menghembuskan nafasnya pelan, cicit dari seorang Aarav benar-benar menuruni sifat dingin dan to the point dari dirinya.
"Bapak ingin meminta tolong pada kalian, ini mengenai Dena. Salah satu anggota komunitas pendaki gunung, pagi tadi ia di temukan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dan sampai saat ini ia belum juga siuman dan tubuhnya juga terus demam, padahal dokter sudah memeriksa dan hasilnya nihil. Tak ada masalah sama sekali dengan kondisi tubuhnya, bahkan ia juga sudah di berikan obat penurun panas. Tetapi, semuanya tak ada pengaruh sama sekali" jawab pak Sugeng sang kepala sekolah
"Lalu? Apa yang harus kami lakukan pak?" tanya Ita
"Bapak minta tolong pada kalian, tolong lihat siswi tersebut dan kenapa hal ini bisa terjadi padanya? Jujur, bapak tidak tega melihat ibunya terus-terusan menangis. Melihat kondisi putrinya yang belum sadarkan diri hingga saat ini." pinta pak Sugeng
Ita hanya diam tak berbicara lagi, sedangkan 4 orang bersamanya menghembuskan nafasnya pelan.
Mereka berempat menatap Ita, Ita tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah pak, kami akan membantu." ucap Sahin
"Kapan kami harus ke sana?" tanya Syahid
"Sekarang, kalian akan bapak beri ijin untuk pulang terlebih dahulu. Kalian langsung saja ke Rumah Sakit xxx, ia ada di ruangan Anggrek. Ahhh... tidak tidak, biar bapak ikut dengan kalian saja. Agar bapak bisa menjelaskan, bila kalian bisa membantu." jawab pak Sugeng lega
"Dengan kak Ita kan pak?" tanya Kira
"Tentu saja, kalian berlima." jawab kepala sekolah cepat, ia tau bila mereka berlima tidak bisa di pisahkan.
Apalagi Kira dan Maya, sama sekali tidak mau jauh dengan Ita. Sifat Ita yang lembut dan juga penyayang, membuat mereka semua merasa nyaman berada di dekatnya. Bukan hanya keluarga Zandra yang merasa nyaman dengan kehadiran Ita, namun semua orang yang mengenal Ita.
Entah magnet apa yang di miliki Ita, sehingga bisa menarik orang-orang untuk cepat menyukai dan menyayanginya.
Kini, kepala sekolah dan ke lima murid nya tengah di perjalanan untuk ke rumah sakit. Semoga apa yang di harapkan oleh kepala sekolah dan kedua orangtua Dena, terkabulkan.
...****************...
Jangan lupa senggolannya guys😘😘
......Happy Reading
all💞💞💞......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
sekarang Ita yg lagi jadi trending topik nih .
kemana² twins girl maunya Ama Ita
2024-12-29
1
Fitriana Muflihatul Afidah
Ita itu siapa yaa...lupa saya.
2024-03-29
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Udah komen belum yaa 🤔 ko lupa..
2024-01-25
1