"Yeee... Kira mah gini-gini juga, selalu tau berita terkini kelesss." jawab Kira seraya berdesis, sehingga membuat Sahin malas untuk kembali bertanya.
"Dih... males bangeeett" gerutu Maya, namun tak di pedulikan oleh Kira
"Emang dia hilangnya di gunung mana?" tanya Ita
"Gunung Lawu" jawab Kira
(Gunung Lawu berada di daerah perbatasan antara Karanganyar-JAWA TENGAH dengan Magetan-JAWA TIMUR)
"Bukannya gunung itu memang terkenal cukup angker kan?" tanya Sahin
Kira mengangguk....
"Aaaahhh.... Pasar Hantu" ucap mereka serentak
"Maaf"
Saat mereka tengah asyik berbincang, tiba-tiba ada seorang siswa yang datang mendekat dan menginterupsi. Sehingga membuat twin prince dan twin princess, langsung menatap datar dan dingin pada siswa itu.
GLek
Ita menghembuskan nafasnya pelan, beginilah mereka berempat. Mereka hanya akan bersikap ramah pada orang-orang terdekat saja, namun akan bersikap dingin bila di depan orang lain.
Termasuk Maya dan Kira...
Maya dan Kira padahal dulu sangatlah ramah dengan siapa pun, namun karena saat SMP ada kejadian tidak mengenakan. Akhirnya membuat mereka berdua berubah 180°, sifat ramahnya hilang dan selalu menjaga jarak dengan siapapun. Di antara semua keluarga, Maya dan Kira merupakan twin yang tidak bisa mendengar isi hati orang, sehingga mereka tidak tau bagaimana sifat sebenarnya orang-orang yang ada di sekitarnya.
Flashback
Dulu, Maya dan Kira mau berteman dengan siapa saja. Mereka berdua, merupakan orang kaya yang di sukai banyak orang karena ramah dan juga baik hati. Dan sampai suatu hari, dimana mereka sedang berada di pelajaran olahraga. Maya dan Kira berniat masuk ke kelas, karena minumannya tertinggal di kelas. Sedangkan teman lainnya sudah pindah tempat ke lapangan, namun baru sampai depan pintu. Mereka berdua mendengar ada suara benda jatuh, mereka pun bergegas membuka pintu dan masuk ke dalam kelas.
Di dalam sana, mereka melihat ada seseorang yang jatuh dari atas kursi. Dia adalah salah satu siswi yang sangat pendiam di kelasnya, karena merasa kasihan. Maya dan Kira mendekat, hendak membantunya untuk bangun.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Kira
"Ko kamu bisa terjatuh?" tanya Maya
Namun, saat mereka tengah membantu siswi tersebut. Tiba-tiba dia menangis terisak, sampai mengeluarkan suara yang cukup kencang. Sontak saja membuat Maya dan Kira terkejut, mereka pun hendak bertanya. Tetapi, pertanyaannya kembali tertelan saat siswi itu tiba-tiba berbicara di luar fakta.
"Kenapa kalian sangat jahat padaku? Padahal kan aku tak pernah mengganggu kalian?" ucap siswi itu
"Hah? Kamu ini bi...
"MAYA, KIRA" teriak seorang guru di belakang mereka
Kira dan Maya langsung berbalik karena terkejut, guru itu langsung melangkah mendekat ke arah mereka bertiga.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN? JADI SEPERTI INI YA KELAKUAN KALIAN DI BELAKANG KAMI, SEPERTI PREMAN SAJA." kembali guru itu berbicara dengan nada tinggi, sehingga mengundang orang-orang yang ada di luar kelas. Sedangkan siswi yang terjatuh tadi, menyembunyikan senyuman dengan cara menundukkan kepalanya.
Maya dan Kira bukanlah anak bodoh, namun mereka masih diam tak mengucapkan apapun.
"Keluarga kaya dan juga Budiman, tak menjamin memiliki keturunan yang juga memiliki sifat sama. Contohnya seperti kalian, yang tega mencelakai teman sekelas kalian sendiri." tuduh guru tersebut
"Atas dasar apa, ibu menuduh kami yang sudah mencelakai DIA?" tanya Maya dengan suara dingin dan muka datarnya, begitu juga dengan Kira. Tak ada rasa hormat maupun wajah ramahnya.
Kini di luar kelasnya, sudah banyak siswa dan siswi yang menonton perdebatan itu.
"Ibu ada bukti? Apa ibu melihat sendiri, saat DIA terjatuh tadi? Apa ibu melihat kami yang melakukan kejahatan yang ibu tuduhkan tadi?" tanya Kira tak kalah dingin, sembari menunjuk wajah siswi yang tadi.
Sehingga membuat guru, siswi yang memfitnah mereka berdua dan juga orang-orang yang ada di luar kelasnya merasakan perubahan suasana tersebut. Terasa sangat mencekam dan juga sangat dingin.
"I ibu memang tidak melihatnya, tapi ibu mendengar yang ia ucapkan." jawab guru tersebut
Maya dan Kira langsung tersenyum sinis
"Dan ANDA PERCAYA BEGITU SAJA?" tanya Kira dengan penuh penekanan
"Ck ck ck... Apa saat dulu anda mendapat gelar seorang guru, anda di beritahu mengenai TUGAS SEORANG GURUKAH? Saya rasa, itu adalah pengetahuan dasar bukan? Tapi, akan saya ingatkan kembali mengenai hal tersebut. Tugas utama seorang guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik." terang Maya
"Seharusnya, sebelum anda meneriaki dan menuduh kami sebagai orang yang mencelakai DIA. Anda mencari tahu terlebih dahulu, mengajak orang yang di anggap korban dan pelaku untuk duduk bersama. Tanyakan pada keduanya dengan baik bagaimana kronologi kejadian, dengarkan jawaban mereka, dan tatap mata juga wajah mereka saat mereka berbicara." lanjut Kira
"Karena hal itu yang di AJARKAN oleh KELUARGA KAMI, bila kami terlibat pertengkaran." sela Maya
Guru itu terdiam, ia merasa tertampar dengan keras dengan ucapan kedua siswinya.
"Bila masih ragu dengan jawaban keduanya, anda kan bisa mencari bukti dengan melihat rekaman CCtv. Dari situ, anda sebagai guru bisa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah." ucap Syahid yang baru saja masuk, di susul oleh Sahin.
DEG
Siswi yang tadi menuduh Kira dan Maya, langsung pucat. Kenapa ia bisa sebodoh ini? Kenapa ia bisa lupa dengan letak CCtv di kelas ini?
Syahid dan Sahin saling tatap dan tersenyum smirk, saat mendengar isi hati gadis di belakang saudarinya.
Mereka yang sejak tadi menunggu kedua saudarinya di lapang, akhirnya menyusul ke kelas karena Maya dan Kira tidak kembali ke lapang. Mereka berdua terkejut, saat melihat di depan kelasnya sudah banyak orang. Syahid dan Sahin pun mempercepat langkahnya, mereka khawatir terjadi sesuatu pada kedua saudarinya.
Saat sampai di depan kelas, ia merasakan kemarahan di dalam kelas. dan mereka juga mendengar ucapan Maya dan Kira yang saling bersahutan.
GLEK
Guru itu susah payah menelan salivanya, saat kini sudah ada 4 muridnya berdiri di hadapannya. Apalagi, 4 murid di hadapannya bukanlah anak-anak biasa. Tambah lagi ia sudah melakukan banyak kesalahan, pertama meneriaki, kedua menuduh dan ketiga mengatai mereka.
'Bener tuh, main bentak-bentak aja.'
'Mana main tuduh lagi'
'Itu lagi, yang mitnah jahat banget. Luarnya aja keliatan polos, pendiem.. taunya menghanyutkan.'
'Bijak dong bu'
Dan banyak lagi protesan-protesan para murid di luar, sehingga membuat siswi yang menjatuhkan dirinya dan juga guru tersebut terdiam karena malu.
"Ada apa ini? Kenapa kalian semua di sini? Bukankah masih jam pelajaran? Masuk kalian ke kelas masing-masing" ucap seorang guru yang baru saja datang.
'*HUUUUU.... pak Muji mah ga asyik.'
'Penasaran pak, gimana endingnya*.'
"BUBAR BUBAR" teriak guru tersebut, para murid pun membubarkan diri seraya menggerutu.
"Ada apa ini bu Sri?" namun pertanyaannya tidak di jawab, ia pun berbalik dan menatap kelima muridnya.
"Ada apa ini nak Syahid, Sahin, Maya, Kira, Puja?" tanya pak Muji kembali, ia bingung dengan mereka. Tambah lagi melihat wajah pucat nya Puja.
"Untuk lebih jelasnya, sebaiknya kita lihat rekaman CCtv saja pak dan juga agar mempersingkat waktu." jawab Syahid, pak Muji pun setuju.
...****************...
......Happy Reading
all💞......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
astaghfirullah baru p2 udah di bikin greget sama tuh bocah sama guru nya juga
2024-12-29
1
mary dice
siswi pendiam tiba-tiba menfitnah ??? ada bakwan dibalik batu nih🤔
2025-01-08
1
Sisca Audriantie
🌷🌷🌷🌷
2024-12-26
1