BRAK
"Kodok loncat" ucap Kira terkejut, seraya berjingkat mundur.
Ita yang sudah hilang kesabarannya langsung menggebrak meja. Hal ini, tentu saja membuat mereka terkejut bukan main. Selain terkejut karena suara keras yang tiba-tiba, mereka juga terkejut dengan apa yang sudah di lakukan oleh Ita. Ita terkenal lembut, sabar dan juga baik hati, tak pernah sekalipun melihatnya semarah ini.
"Jangan pernah berani-beraninya anda membawa nama keluarga Zandra di sini, mereka sudah mendidik kami dengan sangat baik." ucap Ita dengan suara penuh penekanan. Ita tak terima, bila keluarga yang sudah menerima keluarganya dengan baik di jelek-jelekkan.
"Anda itu hanya guru baru di sini, jadi jangan pernah so tau dengan kami. PEMB*NUH" lanjut Ita dengan tatapan nyalang pada Irwan
GLEK
"Begitulah yang di rasakan istri pertamamu, saat ia di siksa olehmu. Tanpa tau apa salahnya, tanpa tau apa yang sudah ia perbuat. Namun, anda... anda tega menghabisinya, kalian tega memb*nuh istri pertamamu dan menyembunyikan jenazahnya, DASAR IBLIS, PRIA B*JINGAN" Ita menunjuk-nunjuk wajah Irwan dan berteriak di akhir kalimat. Air mata Ita luruh begitu saja, Maya dan Kira langsung menariknya ke dalam pelukan mereka.
Nafas Ita yang tidak beraturan dan terasa getaran di tubuhnya, karena menahan rasa amarah. Melihat Ita murka, membuat ke empat bersaudara itu memilih meredakan amarah mereka.
DEG
Bukan hanya Irwan yang terkejut, pak Sugeng juga demikian. Wajah Irwan langsung memucat, jantungnya terasa berdetak dengan cepat.
'Bagaimana bisa mereka mengetahuinya?' gumam Irwan dalam hati, Syahid dan Sahin tersenyum smirk.
"Apa maksud kalian? Pembunuh? Menghabisi istrinya? Mereka? Apa ini sebenarnya yang terjadi pak Irwan?" tanya pak Sugeng memberondong pada Irwan
"Jangan asal bicara kalian? Apa buktinya bila aku sudah melakukan apa yang kalian tuduhkan? Justru kalian yang akan saya laporkan, karena kalian sudah melakukan tindak kekerasan tanpa alasan dan juga menuduh tanpa bukti." ucap Irwan, ia masih mengelak. Ia yakin, bila mereka hanya asal ucap tanpa da bukti nyata.
'Tolong putraku, aku mohon. Dia dalam bahaya' ucap istri pertama Irwan, ia bisa merasakannya.
"Pak Sugeng, bolehkah saya meminta alamat rumah TUAN IRWAN YANG TERHORMAT INI? Ini urgent pak." Pak Sugeng yang sudah tau apa kemampuan mereka pun, lebih percaya pada mereka.
Pak Sugeng mengangguk dan langsung membuka laptopnya, ia pun membuka CV milik Irwan dan membacakan alamat rumah Irwan.
Irwan masih terlihat santai, ia sangat yakin bila tak ada satu bukti pun mengenai kejahatannya.
Syahid mengambil ponselnya dari saku, ia menekan salah satu nama di ponselnya.
"Assalamu'alaikum paman"
'Wa'alaikum salam, ada apa twin? Tumben menghubungi paman Yanto?'
"Paman, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Namun, tolong paman bawa anak buah paman ke alamat xxx no. x sekarang. Ada seorang bayi berusia 9 bulan di sana, dan ia hendak di sakiti oleh seorang wanita yang ada di rumah itu."
'Baik, nanti jelaskan semuanya pada paman.'
"Ya, sekarang paman. Kami akan menyusul paman."
DEG DEG DEG
Percakapan itu pun telah usai, wajah Irwan semakin pucat.
Syahid kembali menghubungi ayah Abi, ayah Afwa dan juga papa Afwi. Ia meminta mereka untuk segera datang ke sekolah sekarang juga, walau heran. Mereka bertiga mengiyakan, permintaan Syahid.
Semakin pucatlah wajah Irwan kini, apalagi ia mendengar nama-nama legend di sebut dan di mintai datang. Pak Sugeng, semakin yakin bila ini bukanlah masalah sederhana. Apalagi sampai membuat seorang Ita lepas kendali, Ita pun sampai mengeluarkan kata-kata kasar pada Irwan.
Kini Irwan ketar ketir, ingin ia melarikan diri. Tapi, itu tidak mungkin bisa ia lakukan. Karena di depan pintu kepala sekolah, sudah ada 2 orang kemanan yang menunggu di sana. Agar tak ada siapapun yang menguping pembicaraan mereka.
'Sial sial sial... bagaimana mereka bisa tau, bila ada bayi di sana. Dan bagaimana mereka juga tau bila ada istri keduaku di sana?' Iwan menggerutu dalam hatinya
"Kenapa? anda mulai takut sekarang?" tanya Sahin dengan senyuman meremehkan
"Bersiaplah membusuk di penjara dengan ISTRI KEDUAMU, rasakan penyesalan anda di balik jeruji. Karena anda lebih mempercayai ISTRI KEDUA anda di banding ISTRI PERTAMA anda TUAN IRWAN." lanjut Kira dengan penuh penekanan dan menatap
tajam padanya
Setelah menunggu 15 menit, ketiga pria legend itu pun tiba. Oh, tidak... bukan hanya ketiga pria itu. Ternyata Aarav, Rendra, Al, Za, Ar, Rio dan Saga juga ikut hadir, karena saat Syahid menghubungi Afwa. Mereka sedang berkumpul, untuk mengadakan rapat pemegang saham.
Kini rapat itu pun akhirnya di tunda, lebih tepatnya di undur menjadi besok. Karena pemegang saham terbesar, serentak meninggalkan perusahaan. Dan tentunya, terjadi kehebohan di sekolah. Karena pria-pria Zandra datang ke sekolah, teriak histeris para siswi terdengar.
Walau usia Aarav dan Rendra tidaklah muda, namun pesona yang mereka miliki masih mampu menarik perhatian para gadis. Terutama cabe-cabean, wkwkwk
Tubuh Irwan semakin bergetar, melihat pria-pria itu kini ada di hadapannya.
'Habislah aku' ucap Irwan pelan
"Ada apa ini nak?" tanya Abi
Belum Syahid menjawab, ponselnya kembali bergetar. Ponselnya menerima panggilan dari pamannya Yanto.
"Sebentar yah" ucapnya
"Assalamu'alaikum paman, bagaimana? Apa paman sudah di rumah itu?" tanya Syahid, ia pun sengaja me loudspeaker panggilan tersebut.
'Ya, kami sudah berada di depan rumah yang kamu sebutkan tadi. Namun pintunya terkunci'
"Paman, sebaiknya paman dobrak pintu itu sekarang."
'Tapi kami...' belum selesai Yanto menjawab, ia mendengar suara tangisan bayi di dalam.
Tanpa bicara lagi, Yanto dan anak buahnya langsung mendobrak pintu.
Semakin jelas, suara tangisan bayi tersebut dan juga suara jeritan seorang wanita. Yanto dan anak buahnya bergegas mencari asal suara tersebut, apa yang di lakukan Yanto. Terdengar semua, di ruangan kepala sekolah.
Irwan semakin tak karuan, ia hendak melarikan diri. Namun, Afwa dan Afwi langsung menangkap dan menahannya. Ia pun menyerahkan Irwan pada keamanan yang sejak tadi menunggu di luar.
"Masuk, salah satu dari kalian pegangi dia." titah Afwa dengan suara tak kalah dingin dengan Syahid
"Siap tuan" jawab mereka
Terdengar suara dobrakan pintu lagi, mereka juga terdengar saat para polisi itu mengucapkan keterkejutan mereka. Karena kini di kamar yang mereka tuju, terlihat seperti kapal pecah. Kaca jendela yang sudah pecah dan terberai dimana-mana pecahannya.
'Cepat, ambil bayi itu' terdengar teriakan Yanto di sana, ia yang berbicara menggunakan earphone. Sehingga bisa bergerak leluasa, tanpa memegang ponselnya.
'Bantu aku menangkap wanita itu, hentikan kegilaannya.' titahnya ladi pada anak buahnya yang lain.
Yanto mengatakan hal itu, karena kini wanita yang menjadi istri kedua Irwan. Tengah memegang pisau dan hendak menusukkan pada lehernya sendiri, lebih tepatnya adalah wanita itu tengah menahan tangannya yang bergerak sendiri. Namun, di mata Yanto dan anggotanya tentu lain bukan? Tangan itu di gerakan oleh roh istri pertama Irwan.
"Paman , kami akan segera ke sana. Tolong mintai anak buah paman yang lain, untuk menyisir semua ruangan di rumah itu. Ada CCTV tersembunyi, kumpulkan semuanya dan ambil memori yang ada di kamera tersebut." pinta Syahid
'Baik' Yanto langsung melakukan apa yang di minta oleh Syahid, ia pun mengakhiri panggilan tersebut.
BRUGH
...****************...
......Happy Reading
all💞💞......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
hahaa dikira ga bakalan ada yg tau x yah makanya anteng² Bae
eh ga tau nya ke gep dong.
selamat menikmati dibalik teralis besi alias jerusi besi
2024-12-29
1
cookie_23
kemarin kek nya Adit yang di season 3 guru psikopat, sekarang irwan besok siapa lagi...gurunya edann
2024-12-14
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
lagi2 di sekolah ada seorang guru pembunuh.. haah miris
2024-01-26
3