Tak terasa lusa adalah keberangkatan mereka ke Surabaya, hari ini Ita, Kira, Maya, Syahid dan Sahin. Rencananya akan ke mall, untuk membeli beberapa keperluan selama di sana.
"Jam berapa kita ke mall nya?" tanya Kira, Ita yang sedang membaca buku pun melihat ke arah jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB
"Habis dzuhur aja ya, ga papa kan? Apa mau habis Ashar?" jawab Ita, seraya memberi pilihan pada twin princess
Seperti biasa, mereka lebih senang berkumpul di kamar Ita. Namun twin prince, tidak ikut bergabung saat ini. Mereka di minta untuk ikut ke perusahaan oleh Rendra, untuk mulai terjun sedikit-sedikit. Tetapi, nanti saat ke mall, mereka minta untuk di kabari 1 jam sebelumnya. Agar mereka segera pulang dan menjemput mereka bertiga.
"Habis Dzuhur aja deh teh, bis Ashar mah kesorean. Gak puas nanti keliling sama mainnya" jawab Maya yang sedang anteng bermain dengan balita gembul, berusia 9 bulan. Terdengar suara bayi itu mengoceh tak jelas, di sana pun ada Citra sang ibu dan juga Mei-Mei.
Citra belum bisa kembali, karena masalah hak asuh belum selesai. Di karenakan, saat mereka pergi ke lapas. Ternyata Irwan mengalami depresi berat, yang di sebabkan shock terhadap kenyataan yang ada. Sang ayah meninggal dunia, istri kesayangan ternyata seorang j*lang, di susul kabar sang ibu yang pergi menyusul sang ayah dan terakhir penyesalan besar terhadap Citra.
Karena wali bayi yang masih ada adalah Irwan, jadi mereka harus menunggu pengobatan Irwan sampai sembuh. Ini merupakan angin segar bagi Citra, walaupun ia tak selalu bisa menyentuh sang bayi. Namun, ia masih bisa melihat tumbuh kembang putranya sementara waktu.
"Ututu... anak tiapa ini teh yang demesin? Anak mama Citra, iya? MasyaAllah, ganteng kamu Bima. Kakak jadi gemessss.." ucap Maya seraya menggesekkan wajahnya ke perut Bima, sehingga terdengar suara tawa dari bayi kecil tersebut.
Citra yang duduk di sebelah mereka, hanya tersenyum melihatnya.
'Berharap saja, suamimu gak sembuh-sembuh. Jadi kamu bisa lama di dunia ini' celetuk Mei-Mei
'Ishhh... ga gitu konsepnya Katemi, tapi aku berharap gitu sih. hihihi' jawab Citra, mereka pun tertawa cekikikan. Ita dan Kira yang mendengarnya, menggelengkan kepala.
Bukannya Kira dan Ita tidak mau ikut bermain dengan bayi gemoy tersebut, hanya saja mereka kalah hom pim pah. Sehingga kini, Maya lah yang berkuasa atas Bima.
Bruk Bruk Bruk
Terdengar suara gedoran di pintu
"ONTY ITAAAAAAA, BUKA PINTUNYAAAAA!!!! YAS MAU MAIN SAMA BABY GEMOOOYYY"
"IYAAAA.... ANIN DUGAAAA"
"Juga Anin, bukan duga. Ngomong dulu yang bener" protes Haidir putra Ar dan Ani
"Bilalin, tenapa Ai tuka tilik tih. Potes potes tulus, tama Anin" ucap Anin tak terima di tegur
"Sudah sudah, Haidir kenapa selalu mengganggu Anin" tegur Kiran anak Flo dan Rio
"Suruh siapa masih cadel" ucap Haidir lagi
"Huwaaaaa....." Anin pun berteriak dan menangis
Terdengar perdebatan di depan pintu Ita, Ita menghembuskan nafasnya pelan. Memang selalu seperti ini, di antara kembara kembar
sepuluh. Hanya Anin yang bicaranya masih cadel, dan itu selalu menjadi bahan olokan saudara prianya.
"Biang Rusuh tiba" ucap Kira cekikikan
Ita membuka pintunya, baru juga di buka. Anin langsung menabrakkan tubuhnya dan memeluk kaki Ita. Ita membungkukkan tubuhnya dan mengangkat tubuh Anin ke dalam aisannya.
"Kenapa nangis hmm?" tanya Ita dengan lembut, ia pun mengusap pipi Anin yang basah dan merapikan rambut Anin yang berantakan.
"Ai natal oti, bilan Anin tadel tulus." adunya pada Ita
"Haidir sayang" panggil Ita dengan tatapan di buat galak
"Iyaaaa, maaf ya Anin" ucap Haidir
Anin yang sedang memeluk leher Ita pun, menoleh dan mengangguk.
Mereka semua pun masuk, mengikuti Ita sebagai induknya. Saat masuk, mereka melihat Bima yang tengah duduk dan memainkan mainnya. Mereka bertujuh langsung berhamburan mengelilingi bayi gembul tersebut, Anin pun minta di turunkan. Sedangkan seperti biasa, Haidar dan Adicandra memilih duduk di dekat rak buku. Yang mana kursi berbentuk kasur kecil yang menempel dekat jendela, mereka pun memilih buku yang hendak mereka baca.
Ita pun kini ikut duduk di sebelah Adicandra.
"Kalian tidak bergabung dengan mereka?" tanya Ita
"Tidak, mereka semua berisik. Anak kecil" jawab Haidar
Ita pun mengangguk dan ikut membaca buku, Kira yang mendengar dan melihatnya hanya memicingkan mata.
'Kamu pikir, kamu bukan anak-anak?' gumamnya pelan
"Baby gemoy, main sama abang Yas yuk."
"Nooo... main sama kak Mira aja ya de."
"Enak aja, baby gemoy maunya sama kak Kalila."
Maya yang ada di sana, di buat pusing dengan perebutan pangeran embul ini. Mei-Mei dan Citra yang melihatnya pun cekikikan
"Ga usah pada rebutan juga sih, lagian Bima nya juga ga kemana-manakan." ucap Maya seraya menutup telinganya
"Pokonya baby embul harus sama abang Kama"
"Indaaaa boyeh, tama Anin."
"Eh.. eh.. ko malah jadi bernatem. Mainnya bareng-bareng ya sayaang, lagian kan baby Embul nya juga lagi anteng. Jangan di pake rebutan, nanti malah nangis. Terus malah di boboin sama obu loh" tegur Ita, dengan suara khasnya
"IYA ONTY" jawab mereka serentak
Kira dan Maya menghembuskan nafas malas.
"Giliran teh Ita yang ngomong, pada nurut loh." gerutu Maya, namun ke delapan anak itu tak peduli dengan ucapan Maya.
"Onty" panggil Haidar
"Kenapa sayang?" tanya Ita
"Buku yang isinya mengenai planet mana?" tanyanya
"Buku Astronomi?" tanya Ita lagi, Haidar mengangguk semangat.
Ita pun bangun, ia berjalan ke arah belakang rak buku. Ternyata di sana masih ada 4 rak buku yang berjajar, Ita mengambil buku yang ada di rak ke dua paling atas. Lalu kembali ke tempat semula dan memberikan buku itu pada Haidar. Haidar menerimanya dengan mata berbinar dan senyuman lebar.
"Apa ada buku yang ingin di baca bang Candra?" tanya Ita, pada Adicandra
"Tidak onty, Candra masih mau menyelesaikan yang ini." jawab Adicandra, seraya mengangkat buku yang sedang ia pegang.
Mau heran, itu tidak mungkin. Keturunan Zandra, merupakan anak-anak genius. Di usia 3 tahun, mereka sudah bisa membaca dengan lancar. Dan kini di usia 5 tahun, Adicandra sedang membaca buku mengenai anatomi dan fisiologi. Buku yang sebenarnya sangat berat, untuk anak seusia Adicandra. Tetapi, Ita melihatnya tidak ada kesulitan sama sekali.
Ita saja bisa paham isi buku itu di saat ia masih kelas 3 SMP, benar-benar di luar nalar.
Di kamar Ita sekarang sudah benar-benar seperti kapal pecah, ke delapan anak yang tadi mengelilingi Bima si gemoy. Kini terkapar tak berdaya, karena lelah dan mengantuk. Posis tidur yang berantakan, membuat Ita, Kira dan Maya saling pandang dan menghembuskan nafasnya pelan.
Begitu juga dengan Haidar dan Adicandra yang tertidur di kasur kecil tersebut, Ita pun memindahkan Bima ke atas ranjang, tak lupa ia menyimpan guling dan bantal di setiap sisi Bima. Maya dan Kira membenarkan posisi ke delapan anak yang tertidur di atas karpet tebal.
Citra tersenyum haru melihat begitu besarnya perhatian dan kasih sayang yang di berikan mereka semua pada putranya.
'Aku benar-benar bersyukur bisa di pertemukan dengan keluarga ini, Terimakasih' ucapnya tulus, Mei-Mei mengusap pelan bahu Citra
...****************...
Oke, sekali ininaku kasih double yaaaa. Jangan lupa di senggol 💃
......Happy Reading
all💞💞......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
gemesh
2024-12-29
1
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
astaghfirullah... ngakak aku dengar do'a nya 🤣tp ku aminkan ya maak, 🤭🤭🤭
2024-05-23
2
Alejandra
Diantara kembara kembar 10 ini, aku langsung jatuh cinta pada Abiyasa walaupun dia sedikit nakal dan usil...
2024-03-03
2