"Assalmu'alaikum" salam mereka berlima saat masuk ke dalam rumah
"Wa'alaikumsalam" jawab Yumi, Kay, Sri, Sherina, Iren, Ani, flo dan Fre
Mereka sedang duduk di ruang keluarga, menemani 10 kembara kembar super aktif yamg kini berusia 5 tahun. Et, tunggu dulu... di antara mereka bersepuluh, ada dua anak yang anteng. Yaitu anak pertama dari Flo dan Rio, Adicandra dan anak pertama Ar dan Ani, Haidar.
Ketika ke delapan bocah berlarian dan saling ganggu. Kedua anak itu, malah asyik dengan legonya sendiri dan yang satunya asyik dengan gambarannya.
"Loh, kenapa Kira di gendong bang?" tanya Yumi pada Syahid
Syahid menurunkan Kira di sofa dengan pelan, Kay langsung menghampiri Kira.
"Kakimu kenapa sayang? kenapa sampai di balut perban?" tanya Kay panik
"Kira ga apa-apa bun, tadi ada sedikit insiden." jawab Kira menenangkan ibunya
Namun, yang namanya seorang ibu. Melihat anaknya terluka, tentu saja merasa khawatir adalah hal yang lumrah bukan?
"Insiden apa? Memang di sekolah terjadi apa? Gempa?" tanya Sri
"Ishh,,, ga gitu juga atuh. Tadi saat jam istirahat, kami diminta ijin oleh pak Sugeng dan membawa kami ke rumah sakit untuk menengok salah satu siswi yang memiliki masalah dengan hal ghaib. Momoy Sriiii.... bukan sekolah terjadi gempa." jawab Maya, kini kelima anak itu sangat senang memanggil Sri dengan panggilan Momoy alias mommy Gemoy.
"Kan cuma nebak, salah mulu." ucap Sri, kelima cucunya yang baru datang pun tertawa melihat Sri merajuk.
"Onty Kira kenapa?" tanya Adicandra datar, namun tersirat rasa cemas di matanya.
"Hanya tergores pecahan gelas sedikit" jawab Kira tersenyum
"Apa itu di balut oleh oma Nala?" tanya nya lagi
"Ya, tadi onty menemui oma Nala terlebih dahulu." jawab Kira lagi, Adicandra pun bernafas lega. Terlihat sedikit senyuman di bibir tipisnya, hal itu membuat Adicandra semakin tampan.
"MasyaAllah, ganteng banget sih kamu. Nanti gedenya pasti banyak yang ngejar-ngejar kaya om Syahid dan om Sahin." celetuk Kira
"Iya, jadi kamu ga perlu khawatir. Tadinya onty Maya mau membelitkan perban satu tubuh penuh, tapi di larang sama oma Nala. Sangat menyedihkan memang..." ucap Maya sembari menggelengkan kepalanya.
"Kalau sampe onty Maya melakukan hal itu pada onty Kira, itu artinya onty Maya patut di pertanyakan kejiwannya." ucap Haidar dengan nada juteknya.
"Pfftt"
"Hmp"
Yang lain langsung menutup mulut menahan tawa mereka agar tidak pecah.
"Kamu ya... bener-bener. Sini kamu!!" Haidar langsung lari, menghindari Maya. Saat tertangkap, Maya pun menggelitik Haidar. Sampai terdengar tawa renyah dari mulutnya, sehingga membuat ke delapan bocil yang tengah main kejar-kejaran mengalihkan tatapannya.
"Serang onty Mayaaaaa" teriak Yas
Maya pun akhirnya di serbu oleh 8 bocil, sehingga membuatnya gelagapan.
"TIDAAAAKKK.... TOLOOONG" teriak Maya, yang akhirnya terdengar kembali tawa di ruangan itu.
.
.
Kini semua keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga seperti biasa, kegiatan yang akan di lakukan setelah makan malam. Rumah keluarga Zandra kini benar-benar sangat ramai. karena semua tinggal dan berkumpul di sana.
Kecuali Nala, ia masih di rumah sakit karena masih ada jadwal operasi.
"Jadi ada kejadian mistis apa siang tadi?" tanya Yumi, tadi tidak jadi cerita karena si kembara kembar sepuluh malah mengajak bermain.
"Apa kejadian itu yang membuat kaki Kira terluka?" tanya Afwa, di angguki istrinya. Sedangkan Kira hanya menyengir
"Itu, tidak sengaja ayah" ucap Kira
"Jadi?" tanya Aarav
"Tadi kami di minta oleh Pak Sugeng untuk membantu Dena, salah satu murid di sekolah yang tidak sadarkan diri setelah menghilang tiga hari di gunung, obu" jawab Sahin
"Menghilang? di gunung mana?" tanya Sri
"Gunung Lawu" jawab Syahid
"Gunung Lawu itu, bukannya terkenal dengan cerita Pasar Hantu itu?" tanya Alice, twin prince dan twin princess mengangguk bersamaan.
"Jadi, kenapa ia bisa tidak sadarkan diri dan menghilang di sana?" tanya Kay
"Jadi siswi yang bernama Dena itu adalah salah satu anggota komunitas pendaki gunung, saat di sana ia...." Maya menceritakan kejadiannya, di sambung oleh Kira yang sempat masuk dan melihat awal kejadiannya. Juga makhluk yang sempat mereka lawan di ruangan Dena, sehingga membuat kaki Kira terluka.
"Apa kata oma Nala? Kakimu tidak sampai di jahit kan?" tanya Bianca
"Tidak oma, hanya tergores sedikit saja." jawab Kira tersenyum, Bianca pun menghembuskan nafas lega
"Syukurlah, besok tidak usah sekolah dulu. Biarkan luka kakimu lebih baik terlebih dahulu." ucap Rendra
Tuhkan, ini yang membuatnya bila terluka tak pernah bilang. Karena ia takkan di perbolehkan untuk masuk sekolah, tapi ia juga tidak mau di sembuhkan dengan tenaga dalam milik keluarganya yang lain. Ia sedang menikmati jadi anak manja, pada Syahid dan Sahin.
Supaya di gendong, biar bikin iri para fans nya🤣🤣🤣
"Tapi opa, Kira ingin sekolah." protes Kira
"Kakimu masih terluka sayang, bagaimana kamu berjalan?"
"Biar Syahid dan Sahin yang menggendong Kira bergantian opa" jawab Syahid dan di setujui oleh Sahin. Rendra pun kalah, ia tak bisa melarang bila twin prince sudah berbicara.
"Baiklah, bila itu sudah jadi keputusan kalian. Tapi, kenapa tidak di obati Yum? " ucap Rendra, seraya bertanya.
Kira pun tersenyum senang, lalu menggeleng. Yumi tersenyum paham, ada-ada saja memang mereka ini.
"Seneng lo!!" ucap Maya
"Iya dong, daripada di rumah. Cundilian, nanti kalo aku kangen sama kamu gimana, sayang?" jawab Kira
"Huwek" anggota keluarga di ruangan itu pun tertawa.
"Kembara Kembar 10, ayo masuk kamar. Sudah waktunya untuk tiduuurrr." ajak Sherina
"Tapi kami masih mau main bu" ucap Kalila
"Eit, besok kan masih bisa di lanjut sayang. Liat jam, udah jam 9.15 menit. Artinya Kalila dan yang lain sudah lebih 15 menit dari jam seharusnya buat bobo." ucap Flo lembut, Kalila mengerucutkan bibirnya
"Duuuhh.. cantik banget sih, anak siapa ya ini?" tanya Flo gemas, sereya menjawil hidun Kalila pelan
"Anaknya mommy Fre sama daddy Saga, bunda" jawab Kalila tersenyum, karena senang di panggil cantik
"MasyaAllah, pantesan cantik. Yuk kita bobo sekarang" puji Flo lagi, Kalila pun akhirnya mengangguk dan mengikuti para mama ke kamarnya masing-masing.
Di susul oleh Syahid, Sahin, Kira , Maya dan Ita. Namun, si badung Yas berbalik dan berlari ke arah kedua obunya, oma dan opa nya.
"Selamat malam, Yas tidur dulu ya." ucapnya seraya mencium pipi Aarav, Bianca, Rendra, Yumi, Afwa, Afwi, Kay dan Sri. Begitupun dengan yang lainnya, mereka bergantian mencium tetua.
"Selamat malam sayang" ucap mereka
Kini ruang keluarga benar-benar telah sepi, saat para bocil masuk ke kamarnya.
"Ternyata kita sudah tua, dad" ucap Bianca, Aarav tersenyum dan merangkul Bianca dari samping
"Tapi mommy dan Daddy, tetap cantik dan juga tampan." ucap Yumi
"Benar oma dan opa masih terlihat lebih muda daru usianya." sambung Kay dan di angguki yang lainnya
"Sudah malam, ayo kita lekas mengistirahatkan tubuhnya. Karena esok akan kembali sibuk dengan para bocil." ajak Rendra
Mereka pun bangun dari duduknya dan melangkah masuk ke kamar masing-masing.
...****************...
Kalo mau tanya, apa itu obu?
Oma dan Opa Buyut, aku singkat 🤭
...Happy Reading all💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
Masya Allah banget ya .
membayangkannya aja begitu harmonis dan sangat bahagia
dari cucu, cicit, buyut ke canggah
turun temurun
2024-12-29
1
Nur Kotimah
Alhamdulillah juga , Oma Bianca juga masih ada umur .
2024-07-08
1
Nur Kotimah
Alhamdulillah Daddy aarav masih ada umur.
2024-07-08
1