Sedangkan ayahnya Irwan, ia menatap nanar pada putranya. Sungguh ia sangat terpukul, ternyata ia sudah membesarkan seorang monster. Dan ia sudah menumbalkan menantu kesayangannya.
'Ampuni hamba ya Allah, karena telah gagal mendidik putra kami.'
Pria itu pun akhirnya tumbang.
"Innalilallahi wa inna illaihi rajiun, beliau meninggal dunia komandan." ucap anak buah Yanto
DEG
"Tidak, ayah... Ayah bangun yah, maafkan aku yah. AYAH... AYAH... MAAFKAN IRWAN YAH." Irwan terus menggoyangkan tubuh sang ayah, berharap bila sang ayah akan kembali bangun.
"Tangkap kedua orang itu, bawa mereka." titah Yanto, Irwan terus berteriak. Sedangkan Mona hanya terdiam seribu bahasa
"Paman, jenazahnya ada di gudang. Sebaiknya segera eksekusi dan makamkan bu Citra dengan layak." ucap Syahid dengan suara bergetar, tanpa perintah. Dua anak buah Yanto langsung melangkah mencari gudang ke belakang.
Saat membuka gudang, tercium bau yang sangat menyengat, mereka menahan nafas bahkan hampir muntah karena saking baunya. Setelah menemukannya, mereka membawa keluar koper itu, lewat jalan samping rumah.
Walau bagaimana pun, hal ini terlalu berat untuk mereka berlima. Ita, Maya dan Kira pun akhirnya ikut jatuh tak sadarkan diri. Afwa, Afwi dan Abi langsung mengangkat mereka dan membawa mereka keluar dari rumah tersebut, untuk memasukkan mereka ke dalam mobil.
"Kita bawa ke rumah sakit, aku takut terjadi apa-apa pada psikis mereka." ucap Afwa, di angguki Afwi dan Abi
Rendra dan Aarav memeluk Syahid dan Sahin, tubuh mereka bergetar karena menahan suara tangisan mereka. Bayi Citra pun di serahkan pada Saga. Rio, Al, Za dan Ar mereka langsung menghempaskan tubuh mereka di sofa. Sedangkan Saga tengah sibuk menimang batita polos, yang tak tau apa-apa tersebut.
Kejahatan yang sangat Keji dan juga sangat sangat jahat, benar-benar kacau.
Flashback
Batin seorang ibu dan anak, memang tidak bisa di sepelekan. Saat Syahid yang lainnya masih berdebat di ruang pak Sugeng, Citra merasakan bila putranya tengah menangis dan dalam bahaya. Akhirnya ia pun menghilang dan pergi ke rumah dimana ada putra dan madunya.
Sesampainya ia di sana, ia pun terbang ke arah kamar. Ternyata benar, Citra yang melihat putranya hendak di habisi dengan cara di tusuk. Naluri ke ibuannya, berubah menjadi angkara murka. Auranya berubah, semua barang yang ada di kamar tersebut melayang dan tentu hal tersebut mengejutkan Mona.
Mona yang tadinya berdiri di sisi ranjang dekat sang bayi, hendak menghujamkan pisau itu pada bayi tak berdosa. Memundurkan tubuhnya, akibat saking terkejutnya dengan apa yang ia saksikan saat ini.
Matanya menatap ke sekeliling, tubuhnya mulai bergetar.
"KAMU MEMANG TAK PANTAS DI SEBUT MANUSIA, AAAAAAAAAA" teriak Citra, suaranya menggema ke seluruh ruangan dan
PRAAANG
Kaca jendela pun pecah, Mona semakin terkejut saat ia melihat sosok yang sudah ia dan suaminya habisi sebulan lalu.
"Ba bagaimana bi bisa..." ucapan Mona tergagap dan bergetar
Tubuh Citra yang sudah di kelilingi aura gelap, melayang mendekati Mona dengan gerakan slow motion.
GLEK
Tubuh Mona yang bergetar, memundurkan langkahnya. Dengan rasa takut yang luar biasa, ia terus menatap sosok itu.
"TI TIDAK, JANGAN MENDEKAT" teriak Mona, ia mengibas-ngibaskan pisau yang ia pegang ke depan.
Citra mendekat dan memegang tangan Mona yang memegang pisau, dan ia arahkan tangan tersebut ke leher Mona. Dengan susah payah dan sekuat tenaga, Mona menahan laju pisau tersebut. Dan saat itu, datanglah Yanto dan anak buahnya mendobrak pintu.
FLASHBACK OFF
"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Al pada arwah Citra yang kini tengah menatap sendu pada putranya. Bayinya yang belum genap 1 tahun, kini tenang berada dalam gendongan Saga.
'Kalaupun aku meminta hidup kembali, itu tidak mungkin bukan?' jawab Citra tanpa mengalihkan tatapannya
Para papa muda itu menghembuskan nafasnya pelan, mereka paham apa yang di rasakan oleh Citra. Belum puas mengasuh putranya, namun hak tersebut terenggut dengan sangat kejam oleh suaminya sendiri.
'Sebenarnya, ingin sekali aku menghabisi 2 makhluk jejadian itu. Tetapi, bila aku melakukan hal itu. Itu sama artinya dengan aku juga seorang monster bukan? Aku takut jiwaku musnah, sedangkan aku masih ingin mengawasi putraku. Biarkan hukum yang mengadili mereka, aku yakin apa yang di rasakan oleh pria kejam itu lebih sakit dari yang aku rasakan. Setelah tau istri kebanggannya ternyata mengkhianatinya, ia pun harus di tinggal pergi oleh sang ayah.' lanjutnya Citra dengan tatapan sendu, namun ada kepuasan pada dirinya
Kedua mertuanya sangatlah baik, hanya saja mereka lebih sibuk di luar kota. Sehingga mereka tidak tau apa yang sudah terjadi di sini, sampai ia harus meregang nyawa dengan sadis.
"Kamu benar, syukurlah kamu tidak di kuasai oleh kemarahan yang ada dalam hatimu." ucap Ar
'Aku harus bersyukur, karena polisi itu datang tepat waktu. Telat sedikit saja, aku sudah menghabisi wanita itu.' jawab Citra
"Apa kamu ingin bertemu dengan kedua orang tuamu untuk terakhir kalinya?" tanya Za
'Bisakah?' tanya Citra penuh harap
"Akan kami bantu" ucap Al
'Aku merasa bahagia bila itu bisa di lakukan, aku ingin memohon ampun dan juga menitipkan putraku pada mereka.' ucap Citra dengan wajah berbinar
"Sebaiknya kita segera menyusul ke rumah sakit, kita lihat bagaimana kondisi kedua orang tua dan ibu mertuamu. " ajak Za
'Ya, aku tidak bisa membayangkan bagaimana terpukulnya ibu mertuaku nanti. Saat ia tahu, bila suaminya telah tiada.' ucap Citra kembali sedih
Mereka pun akhirnya keluar dari rumah itu dan menyusul ke rumah sakit, dengan putra Citra yang masih pulas di gendongan Saga.
"Aku rasa sebaiknya kau pulang saja Ga, dan bawa bayi gembul itu ke rumah." titah Rio, Citra yang ikut masuk ke dalam mobil langsung menoleh kesal pada Rio
"Bila putramu di bawa ke rumah sakit, aku takutnya dia akan terkena virus yang ada." ucap Rio lagi, Citra mengendurkan wajahnya.
'Kamu benar' jawab Citra setuju
"Lagian, kamu kenapa ikut naik mobil? Bukankah menghilang atau terbang lebih cepat sampai?" tanya Za heran dengan hantu satu ini.
'Ck, jarang-jarang aku bisa duduk manis di kelilingi pria tampan seperti ini. Semasa hidup, aku hanya di kurung di rumah. Minimal, manfaatkan kesempatan yang ada.' jawab Citra dengan menaik turunkan alisnya, dan jangan lupakan senyumannya.
"Hantu genit" celetuk Ar seraya memutar malas bola matanya
'Waktuku hanya sebentar, kenapa kalian pelit sekali. Lagian aku tidak meminta kalian untuk menikahiku kan?' protes Citra
"Dih, ogah. Istriku lebih cantik." celetuk Za lagi
'Haish.. lagipula itu tidak akan mungkin Satria Baja Hitam.' ucap Citra kesal
...****************...
...Happy Reading all💞💞
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
nyesel pun percuma.
noh makan istri ke 2 yg disayang²i nyatanya suka celap celup ihhh
2024-12-29
1
Eli Elieboy Eboy
𝚢𝚎 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚗𝚐𝚎𝚕𝚊𝚠𝚊𝚔 𝚙𝚞𝚕𝚊𝚔 𝟸 𝚗𝚎
𝚢𝚐 𝟷 𝚖𝚊𝚗𝚞𝚜𝚒𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝟷 𝚕𝚐 𝚑𝚊𝚗𝚝𝚞
2024-07-15
1
Oi Min
ck......nangis o Irwan.....nyesel......nyesel o sampe kwe mati......rasakno
2024-02-12
1