Qing 'Er mendengus pelan, kemudian berdiri dan menatap Yuan Shi dengan wajah yang acuh tak acuh. Wanita itu melipat tangannya di dada sembari berdiri di samping kaisar, sedangkan Yuan Shi memperhatikan Qing 'Er di sampingnya dengan tatapan yang sendu.
Keduanya berdiam diri tanpa suara, Qing 'Er juga memutuskan untuk diam dan tidak menjawab pertanyaan Yuan Shi sebelumnya. Rasa yang berkecamuk masih meliputi relung hatinya, perasaan menyesal dan bersalah atas hilangnya pengendalian diri membuat dia kesal terhadap dirinya sendiri. Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi, masih dengan tangan terlipat di depan dadanya yang membusung serta satu kaki ia biarkan agak maju untuk menopang bobot tubuhnya.
"Kenapa setelah sampai di sini kamu menjadi begitu angkuh dan dingin? Sungguh berbeda dari orang yang begitu menggairahkan di dalam kereta." Yuan Shi menoleh ke arah Qing 'Er kemudian merangkulkan tangannya ke pinggang wanita itu.
Su Mian tahu, bahwa pemilik asli tubuh tidak pernah menyukai berada di dekat Yuan Shi. Namun misi yang mengharuskan ia melakukannya membuat posisinya menjadi serba salah. Di satu sisi, dia tidak ingin peduli tentang perasaan siapapun dan bagaimana tanggapannya. Su Mian hanya ingin menyelesaikan segala misinya dengan cepat dan tepat, sehingga ia bisa kembali ke masa depan dengan segera. Namun, mengabaikan perasaan pemilik tubuh juga menyiksanya. Bagaimanapun segala tindakannya kini bertolak belakang dengan keinginan sang pemilik tubuh.
"Bersiaplah, malam ini akan ada pesta penyambutan untuk kita. Berdandanlah dengan menawan dan jadilah pusat perhatian, kamu pantas mendapatkannya." Yuan Shi menepuk tangannya tiga kali, kemudian para pelayan Beiming membawakan sejumlah hadiah terbaik untuk dikenakan Qing 'Er di pesta nanti malam.
Qing 'Er hanya menatap beberapa barang itu dengan datar, kemudian tersenyum halus ke arah Yuan Shi. "Terimakasih atas perhatian kaisar!"
"Kalau begitu aku akan pergi karena masih ada hal yang harus kulakukan lagi," ucap Yuan Shi.
"Baiklah," jawab Qing 'Er dengan anggukan. Setelah Yuan Shi pergi Qing 'Er menghela napas panjang kemudian duduk di tempat tidur. Pelayan Chun yang mengerti raut wajah majikannya datang menghampiri dan mencoba menghibur wanita ini.
"Yang Mulia, hadiah yang diberikan kaisar sangat banyak dan berharga. Apa kamu tidak ingin mencobanya?" tanya Pelayan Chun.
Qing 'Er menggeleng dengan malas. "Lain kali saja, aku merasa tidak enak badan."
"Apa yang mulia sedang sakit? Lalu bagaimana dengan acara malam ini?" tanya Pelayan Chun.
"Apa kamu ingin aku memaksakan diri untuk datang? Aku tidak akan kesana, dan perihal di dalam kereta kuda apa kamu mendengar sesuatu yang aneh?" tanya Qing 'Er dengan ragu.
"Uh--, itu tentu saja tidak Yang Mulia!" jawab Pelayan Chun berbohong. "Apa ada hal yang mengganggu Yang Mulia Ratu?" lanjutnya.
Qing 'Er menggeleng kemudian memberi isyarat pada pelayannya untuk pergi meninggalkannya seorang diri. Tidak berselang lama, Nemo sang sistem menemani Qing 'Er duduk di sampingnya. "Berhentilah mengkhawatirkan orang lain, tugasmu hanya menyelesaikan misi dan setelahnya kita kembali ke masa depan."
"Aku tahu, tapi bukankah terlalu jahat menggunakan tubuh ini untuk kepentingan pribadi?" Qing 'Er mendengus pelan kemudian menyandarkan tubuhnya di tiang tempat tidur.
Nemo tidak menjawab kekhawatiran dari sang nona karena ia tidak tahu pasti bagaimana perasaan Su Mian. Menjalankan misi tanpa memikirkan keinginan pemilik tubuh memang di luar rencana mereka dan entah apakah ini semua bertujuan agar mereka kembali ke masa depan atau ada alasan besar lain di dalamnya, hanya sistem pusatlah yang tahu.
"Nona fokus saja pada misi kita untuk saat ini, setelah mencapai keberhasilan misi dan kembali ke masa depan bagaimanapun pemilik asli tubuh akan bereaksi itu sudah di luar tugas kita, sekalipun dia meninggalkan istana dan juga kaisar itu bukan lagi hak kita untuk ikut campur yang terpenting kita pulang dengan selamat ke masa depan." Nemo meyakinkan Su Mian yang kini menatapnya.
Su Mian mengelus lembut makhluk kecil itu kemudian tersenyum. "Kamu benar, mari selesaikan misi kita dengan cepat!"
Di sisi lain, Wu Zetian sedang menyusun rencana jahat untuk menjebak Qing 'Er. Terlebih Pelayan Chun sudah memberi kabar pada kaisar bahwa Qing 'Er tidak dapat datang ke acara penyambutan dikarenakan sakit. Yuan Shi meminta Raja Beiming untuk membawakan tabib terbaik istana, kebetulan sekali Pangeran Beiming adalah seorang ahli pengobatan yang paling dipercayai masyarakat Beiming sehingga pria itulah yang nanti akan memeriksa keadaan Qing 'Er.
Wu Zetian meminta seorang pelayan bayaran untuk menaruh sebuah dupa harum yang dapat merangsang tubuh ke kamar Qing 'Er. Saat Liu Qing terlelap dan istirahat, dupa harum itu digeletakan ke dalam kamar di bagian paling tersembunyi di sana.
Qing 'Er yang sedang tertidur sudah lebih dulu menyiapkan beberapa botol berisi air panas untuk membuat suhu tubuhnya naik dan ia sembunyikan di balik selimut tebal yang kini ia pakai. Agar saat Yuan Shi datang menemuinya, ia benar-benar terlihat seperti orang sakit.
Benar saja, tidak berselang lama Yuan Shi kembali dan menemui Qing 'Er untuk melihat keadaanya yang kini sedang terbaring di tempat tidur. Yuan Shi duduk di samping Qing 'Er kemudian meraih tangan wanita itu. "Baru saja kutinggal pergi sebentar sudah sakit begini, beristirahatlah dengan nyaman. Aku harus menghadiri acara yang dibuat meriah untuk kita, tabib terbaik akan segera datang memeriksamu."
Tatapan sendu Yuan Shi mengeluarkan aura lembut dan nyaman, Qing 'Er membuka sedikit kelopak matanya dan melihat Yuan Shi yang kini hendak mengecup keningnya. Qing 'Er menelan ludahnya sendiri ketika melihat leher jenjang pria itu, ia memejamkan matanya kuat dan berusaha tidak bergerak sedikitpun.
Setelah Yuan Shi pergi, Qing 'Er langsung merubah posisinya menjadi duduk dan bersandar ke tempat tidur. "Ah panas sekali," katanya sembari menyibakkan tangannya beberapa kali.
Tidak lama suara pintu terbuka lagi, kali ini yang datang adalah Pangeran Beiming, Yun Shan dengan membawakan ramuan obat yang telah ia buat sebelumnya kemudian mendekat ke arah Permaisuri Qing 'Er. Pria itu duduk di depan Liu Qing dan menatapnya kemudian memberi hormat. "Salam Yang Mulia Ratu, mungkin anda mengalami mabuk perjalanan sehingga jatuh sakit secara tiba-tiba seperti ini. Apa boleh kuperiksa?"
Qing 'Er mengangguk, kemudian Yun Shan meletakkan telapak tangannya ke arah dahi Qing 'Er yang masih panas akibat botol air sebelumnya. " Yang Mulia demam," ucapnya mengikuti sandiwara Qing 'Er.
Sebagai ahli pengobatan terbaik di Beiming tentu trik kecil ini tidak dapat membohonginya. Yun Shan masih dengan sabar mengikuti permainan Qing 'Er karena ia ingin tahu tujuan dari semua ini. Tidak lama Yun Shan merasa menghirup sesuatu yang asing dari dalam ruangan.
"Yang Mulia, tolong tutup pernapasanmu dengan ini!" Yun Shan memberikan sehelai kain ke arah Qing 'Er dengan panik sembari berjalan mencari aroma yang mengganggunya.
Yun Shan berjalan ke arah pojokan ruangan, tepat sekali di balik sekat peta Beiming terdapat satu dupa yang sudah dicampur racun perangsang tubuh. Pria yang kebal racun itupun kemudian menyingkirkannya dengan segera.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus Semangat
2023-08-18
0