Bab 10 - Menikmati kembang api

Krieeet...

Suara derit pintu terdengar, dua orang yang awalnya terlihat berseteru kini beralih menatap pintu yang terbuka. Seorang wanita yang mereka tunggu-tunggu telah tiba, Qing 'Er datang bersama Putri Ningshuang melangkah maju mendekat ke hadapan kaisar.

"Salam kakak, apa kamu mencari kakak ipar? Aku dan kakak ipar baru saja berjalan-jalan di sekitar istana," ucap Ning.

Kaisar Yuan Shi menatap sinis Jenderal Ji kemudian beranjak dan beralih menatap Qing 'Er dengan dingin. Pria itu berjalan ke arah Qing 'Er kemudian meraih tangannya. "Tidak pantas seorang Ratu Dinasti memakai pakaian yang sungguh terbuka ini, apa kamu ingin menggoda seluruh pria istana sehingga berani mengenakan pakaian ini ke luar?"

Qing 'Er mengerutkan alisnya kemudian menoleh tajam ke arah Yuan Shi. "Pahit lidah, ucapanmu sungguh menyakiti hatiku. Aku berdandan bukan untuk orang lain melainkan untuk diriku sendiri," katanya dengan penuh kekesalan.

Baru saja ia melihat Yuan Shi dengan perasaan baik namun seketika kesan yang dibangun tadi pagi langsung hancur tidak bersisa. Pria itu masih saja seenaknya dan tidak mengerti Qing 'Er. "Aku masih ada urusan," ujar Liu Qing sembari melepaskan genggaman Yuan Shi.

"Kakak, bukannya kamu mencari Kak Qing?" tanya Putri Ning pada sang kakak.

Yuan Shi menghela napas panjang kemudian kembali meraih tangan Qing 'Er dan langsung membawanya menuju istana dingin tanpa kata. Sedangkan Ji dan Ning terpaku di dalam perpustakaan kekaisaran melihat pasangan yang jauh dari kata harmonis itu.

"Kamu tidak bisa menikmati perayaan istana, tetaplah di istana dingin dan jangan ke luar sampai aku menemuimu!" pinta Yuan Shi.

Qing 'Er hanya diam dan tidak protes sampai Yuan Shi mengantar ia masuk ke dalam kamarnya di istana dingin. "Ketakutanmu itu sangat menyulitkanku," ucap Liu Qing.

Langkah Yuan Shi terhenti, ia menoleh ke arah Qing 'Er di belakangnya. "Apa maksudmu?"

"Kamu takut pada ibu suri, ibu suri takut aku membelot dan kemudian mencuri hati rakyat serta kembali menguasai istana sebagai Ratu Dinasti. Lingkaran setan ini, tidak akan pernah berhenti sampai kamu sendiri yang memutusnya!

Tidak akan ada seorang pun yang bisa menolongmu jika kamu saja tidak dapat menolong dirimu sendiri. Yuan Shi, apakah kamu akan selalu menjadi kaisar boneka mereka?" pertanyaan Liu Qing membuat Yuan Shi membelalak, dia bingung sejak kapan Qing 'Er tahu soal urusan istana dalam.

"Tidak perlu bingung, aku adalah Ratu Dinasti sekaligus permaisuri kaisar. Sekalipun aku selama ini hanya diam dan dianggap tidak berguna namun aku selalu memperhatikan semuanya." Qing 'Er berjalan mendekat ke arah Yuan Shi.

"Apa kamu yakin hanya akan berdiam diri seperti ini? Jika kamu mau, aku bisa membantumu karena aku penuh dengan ide brilian!" bisik Qing 'Er ke telinga Yuan Shi sembari menyeringai.

"Aku tidak mengerti apa yang dimaksud permaisuri, coba jelaskan apa yang kamu tahu tentang keadaan istana?" Yuan Shi menoleh menatap istrinya tajam, hanya berjarak beberapa inchi saja wajah mereka hampir bersentuhan. Namun keempat bola mata mereka itu secara terang-terangan menunjukan arti tersirat.

Qing 'Er tertawa kecil kemudian mengabaikan Yuan Shi dan berjalan menuju tempat tidurnya. Ia harus segera menunjukan sifat dominannya pada pria itu demi mendapatkan yang ia mau. Qing 'Er sadar, Yuan Shi hanyalah alat Klan Wu untuk memenuhi ambisi mereka, jika tidak diberantas sampai ke akar maka kejayaan Qing 'Er tidak akan pernah ia dapatkan. Sebelum itu, ia harus bisa mengambil hati Yuan Shi dan membuat perjanjian dengan pria itu, memberi harapan dan kekuatan sehingga kaisar tidak lagi takut terhadap ancaman Klan Wu ke depannya.

Jiwa Qing 'Er kini adalah jiwa masa depan yang dipenuhi ide brilian yang dapat membantu Yuan Shi memerkuat takhta. Namun, hanya butuh dukungan kaisar dia baru dapat berdiri sepenuhnya. Tapi, jika Yuan Shi saja tidak mampu membela diri bagaimana ia bisa bergantung pada pria itu?

"Jangan membodohiku, apakah aku harus percaya pada permaisuri yang diam-diam berlatih pedang yang mungkin saja akan digunakan untuk menusukku dari belakang?" Yuan Shi berbalik dan menatap Qing 'Er yang sedang duduk santai menyilangkan kaki sembari memperhatikan suaminya.

"Benar juga jika itu aku, aku juga tidak akan percaya pada diriku. Tapi, jika diberi kesempatan seperti ini apa aku akan menolak? Bukankah ini sebuah win-win solution?" pertanyaan Qing 'Er membuat Yuan Shi keheranan terlebih wanita itu menggunakan istilah asing yang bahkan tidak ia mengerti.

"Aku akan memberikanmu bantuan militer milik ayah dan jenderal yang setia padanya, aku berjanji tidak akan memberontak karena yang aku inginkan hanyalah kekuasaanku sebagai Ratu Dinasti dan sebagai permaisurimu." Berkolusi dengan Yuan Shi secara terbuka akan membuat diri Qing 'Er mencapai misi secara cepat, dengan begitu jika sekali saja Yuan Shi menyetujui maka kekuasaan miliknya akan ia dapatkan kembali.

Tapi beda hal jika Yuan Shi memilih untuk tidak memercayainya dan menjadikan Qing 'Er sahabatnya ini sebagai musuh. Mungkin selamanya ia tetap tidak akan mendapatkan kejayaan itu. Yuan Shi pun tertawa dan berjalan mendekat ke arah Qing 'Er, ia mendongakan wajah Qing 'Er agar menatapnya. "Buat aku percaya bahwa kamu melatih tanganmu dengan pedang bukan untuk memberontak tapi untuk mendukungku sebagai kaisar sekaligus suamimu!"

"Kamu ingin aku bagaimana?" Qing 'Er menyentuh lembut dan mengelus tangan Yuan Shi yang sedang memegang dagunya.

"Untuk saat ini, aku hanya ingin kamu mematuhi perintahku. Tetaplah di istana dingin sampai acara selesai, jangan ke luar sebelum aku yang menjemputmu." Yuan Shi melepaskan tangannya kemudian melenggang pergi dari kamar Qing 'Er dan menutup pintu di belakangnya.

Qing 'Er mendengus kasar. "Sial, sia-sia aku menyampaikan maksudku dan berniat membantunya, terlebih aku sudah mencoba menggodanya. Yuan Shi keparat!" Qing 'Er menekan dahinya keras.

"Kerja bagus nona!" sistem Nemo tiba-tiba saja muncul dan mengejutkan Liu Qing.

"Astaga! Apa kamu ingin aku mati? Jantungku hampir saja lepas dari tempatnya!" keluh Qing 'Er.

"Kamu sungguh hiperbola! Tapi selamat karena Nona Su sudah berhasil sedikit meyakinkan hati kaisar loh!" Nemo melompat ke bahu Qing 'Er.

"Dia percaya? Bukankah tadi masih kulihat dia begitu berpendirian dan sangat dingin?" Qing 'Er menggeleng.

"Hanya sedikit, tapi Nona bisa mencobanya lagi. Berusahalah lebih keras agar kita bisa segera kembali!" pinta Nemo.

"Terserahlah, hari ini aku merasa pusing dan butuh arak untuk menenangkan pikiran. Kamu jangan berani mengganggu waktuku!" Qing 'Er beranjak kemudian mencari Pelayan Chun dan meminta satu pakaian prajurit yang bersih untuk digunakan oleh dirinya.

Setelah mendapatkan yang ia minta, Qing 'Er segera memakainya dan menyamar sebagai pria. Pelayan Chun yang membantu pun terkejut ketika melihat betapa beda penampilan ratunya. "Ratu, apa kamu yakin? Bagaimana jika kaisar mencari ratu? Hamba harus menjawab apa?"

"Katakan saja aku lelah dan tidur serta tidak bisa diganggu. Pelayan Chun, aku serahkan istana dingin padamu dan aku pasti akan kembali sebelum tengah malam. Sampai jumpa!" Qing 'Er segera melompat ke tembok istana dingin dan secepatnya berhasil kabur dari sana.

Langit sudah mulai gelap, perayaan akan segera dimulai dan kesempatan bagus baginya untuk menikmati pertunjukan. Qing 'Er segera melompat dari atap ke atap istana utama untuk melihat kembang api tanda acara di mulai. Ia membaringkan tubuhnya di atas atap kemudian menikmati indahnya pemandangan itu. Dia sangat merindukan masa depan, dimana ada ayam goreng, kentang goreng, burger dan juga makanan enak lainnya. Apalagi kembang api semacam ini yang sangatlah gampang ia temukan di masanya.

Tapi Qing 'Er seketika merasakan sedih di bagian hatinya. Ia menekan keras bagian dadanya, "Hei Qing'Er! Apa kamu sedang sedih? Berhentilah bersedih, aku janji akan membawamu pada kejayaan yang kamu impikan!" ucap Su Mian pada jiwa pemilik asli tubuh yang entah ada di mana.

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ceria

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!