Krieeet...
Suara derit pintu terdengar, dua orang yang awalnya terlihat berseteru kini beralih menatap pintu yang terbuka. Seorang wanita yang mereka tunggu-tunggu telah tiba, Qing 'Er datang bersama Putri Ningshuang melangkah maju mendekat ke hadapan kaisar.
"Salam kakak, apa kamu mencari kakak ipar? Aku dan kakak ipar baru saja berjalan-jalan di sekitar istana," ucap Ning.
Kaisar Yuan Shi menatap sinis Jenderal Ji kemudian beranjak dan beralih menatap Qing 'Er dengan dingin. Pria itu berjalan ke arah Qing 'Er kemudian meraih tangannya. "Tidak pantas seorang Ratu Dinasti memakai pakaian yang sungguh terbuka ini, apa kamu ingin menggoda seluruh pria istana sehingga berani mengenakan pakaian ini ke luar?"
Qing 'Er mengerutkan alisnya kemudian menoleh tajam ke arah Yuan Shi. "Pahit lidah, ucapanmu sungguh menyakiti hatiku. Aku berdandan bukan untuk orang lain melainkan untuk diriku sendiri," katanya dengan penuh kekesalan.
Baru saja ia melihat Yuan Shi dengan perasaan baik namun seketika kesan yang dibangun tadi pagi langsung hancur tidak bersisa. Pria itu masih saja seenaknya dan tidak mengerti Qing 'Er. "Aku masih ada urusan," ujar Liu Qing sembari melepaskan genggaman Yuan Shi.
"Kakak, bukannya kamu mencari Kak Qing?" tanya Putri Ning pada sang kakak.
Yuan Shi menghela napas panjang kemudian kembali meraih tangan Qing 'Er dan langsung membawanya menuju istana dingin tanpa kata. Sedangkan Ji dan Ning terpaku di dalam perpustakaan kekaisaran melihat pasangan yang jauh dari kata harmonis itu.
"Kamu tidak bisa menikmati perayaan istana, tetaplah di istana dingin dan jangan ke luar sampai aku menemuimu!" pinta Yuan Shi.
Qing 'Er hanya diam dan tidak protes sampai Yuan Shi mengantar ia masuk ke dalam kamarnya di istana dingin. "Ketakutanmu itu sangat menyulitkanku," ucap Liu Qing.
Langkah Yuan Shi terhenti, ia menoleh ke arah Qing 'Er di belakangnya. "Apa maksudmu?"
"Kamu takut pada ibu suri, ibu suri takut aku membelot dan kemudian mencuri hati rakyat serta kembali menguasai istana sebagai Ratu Dinasti. Lingkaran setan ini, tidak akan pernah berhenti sampai kamu sendiri yang memutusnya!
Tidak akan ada seorang pun yang bisa menolongmu jika kamu saja tidak dapat menolong dirimu sendiri. Yuan Shi, apakah kamu akan selalu menjadi kaisar boneka mereka?" pertanyaan Liu Qing membuat Yuan Shi membelalak, dia bingung sejak kapan Qing 'Er tahu soal urusan istana dalam.
"Tidak perlu bingung, aku adalah Ratu Dinasti sekaligus permaisuri kaisar. Sekalipun aku selama ini hanya diam dan dianggap tidak berguna namun aku selalu memperhatikan semuanya." Qing 'Er berjalan mendekat ke arah Yuan Shi.
"Apa kamu yakin hanya akan berdiam diri seperti ini? Jika kamu mau, aku bisa membantumu karena aku penuh dengan ide brilian!" bisik Qing 'Er ke telinga Yuan Shi sembari menyeringai.
"Aku tidak mengerti apa yang dimaksud permaisuri, coba jelaskan apa yang kamu tahu tentang keadaan istana?" Yuan Shi menoleh menatap istrinya tajam, hanya berjarak beberapa inchi saja wajah mereka hampir bersentuhan. Namun keempat bola mata mereka itu secara terang-terangan menunjukan arti tersirat.
Qing 'Er tertawa kecil kemudian mengabaikan Yuan Shi dan berjalan menuju tempat tidurnya. Ia harus segera menunjukan sifat dominannya pada pria itu demi mendapatkan yang ia mau. Qing 'Er sadar, Yuan Shi hanyalah alat Klan Wu untuk memenuhi ambisi mereka, jika tidak diberantas sampai ke akar maka kejayaan Qing 'Er tidak akan pernah ia dapatkan. Sebelum itu, ia harus bisa mengambil hati Yuan Shi dan membuat perjanjian dengan pria itu, memberi harapan dan kekuatan sehingga kaisar tidak lagi takut terhadap ancaman Klan Wu ke depannya.
Jiwa Qing 'Er kini adalah jiwa masa depan yang dipenuhi ide brilian yang dapat membantu Yuan Shi memerkuat takhta. Namun, hanya butuh dukungan kaisar dia baru dapat berdiri sepenuhnya. Tapi, jika Yuan Shi saja tidak mampu membela diri bagaimana ia bisa bergantung pada pria itu?
"Jangan membodohiku, apakah aku harus percaya pada permaisuri yang diam-diam berlatih pedang yang mungkin saja akan digunakan untuk menusukku dari belakang?" Yuan Shi berbalik dan menatap Qing 'Er yang sedang duduk santai menyilangkan kaki sembari memperhatikan suaminya.
"Benar juga jika itu aku, aku juga tidak akan percaya pada diriku. Tapi, jika diberi kesempatan seperti ini apa aku akan menolak? Bukankah ini sebuah win-win solution?" pertanyaan Qing 'Er membuat Yuan Shi keheranan terlebih wanita itu menggunakan istilah asing yang bahkan tidak ia mengerti.
"Aku akan memberikanmu bantuan militer milik ayah dan jenderal yang setia padanya, aku berjanji tidak akan memberontak karena yang aku inginkan hanyalah kekuasaanku sebagai Ratu Dinasti dan sebagai permaisurimu." Berkolusi dengan Yuan Shi secara terbuka akan membuat diri Qing 'Er mencapai misi secara cepat, dengan begitu jika sekali saja Yuan Shi menyetujui maka kekuasaan miliknya akan ia dapatkan kembali.
Tapi beda hal jika Yuan Shi memilih untuk tidak memercayainya dan menjadikan Qing 'Er sahabatnya ini sebagai musuh. Mungkin selamanya ia tetap tidak akan mendapatkan kejayaan itu. Yuan Shi pun tertawa dan berjalan mendekat ke arah Qing 'Er, ia mendongakan wajah Qing 'Er agar menatapnya. "Buat aku percaya bahwa kamu melatih tanganmu dengan pedang bukan untuk memberontak tapi untuk mendukungku sebagai kaisar sekaligus suamimu!"
"Kamu ingin aku bagaimana?" Qing 'Er menyentuh lembut dan mengelus tangan Yuan Shi yang sedang memegang dagunya.
"Untuk saat ini, aku hanya ingin kamu mematuhi perintahku. Tetaplah di istana dingin sampai acara selesai, jangan ke luar sebelum aku yang menjemputmu." Yuan Shi melepaskan tangannya kemudian melenggang pergi dari kamar Qing 'Er dan menutup pintu di belakangnya.
Qing 'Er mendengus kasar. "Sial, sia-sia aku menyampaikan maksudku dan berniat membantunya, terlebih aku sudah mencoba menggodanya. Yuan Shi keparat!" Qing 'Er menekan dahinya keras.
"Kerja bagus nona!" sistem Nemo tiba-tiba saja muncul dan mengejutkan Liu Qing.
"Astaga! Apa kamu ingin aku mati? Jantungku hampir saja lepas dari tempatnya!" keluh Qing 'Er.
"Kamu sungguh hiperbola! Tapi selamat karena Nona Su sudah berhasil sedikit meyakinkan hati kaisar loh!" Nemo melompat ke bahu Qing 'Er.
"Dia percaya? Bukankah tadi masih kulihat dia begitu berpendirian dan sangat dingin?" Qing 'Er menggeleng.
"Hanya sedikit, tapi Nona bisa mencobanya lagi. Berusahalah lebih keras agar kita bisa segera kembali!" pinta Nemo.
"Terserahlah, hari ini aku merasa pusing dan butuh arak untuk menenangkan pikiran. Kamu jangan berani mengganggu waktuku!" Qing 'Er beranjak kemudian mencari Pelayan Chun dan meminta satu pakaian prajurit yang bersih untuk digunakan oleh dirinya.
Setelah mendapatkan yang ia minta, Qing 'Er segera memakainya dan menyamar sebagai pria. Pelayan Chun yang membantu pun terkejut ketika melihat betapa beda penampilan ratunya. "Ratu, apa kamu yakin? Bagaimana jika kaisar mencari ratu? Hamba harus menjawab apa?"
"Katakan saja aku lelah dan tidur serta tidak bisa diganggu. Pelayan Chun, aku serahkan istana dingin padamu dan aku pasti akan kembali sebelum tengah malam. Sampai jumpa!" Qing 'Er segera melompat ke tembok istana dingin dan secepatnya berhasil kabur dari sana.
Langit sudah mulai gelap, perayaan akan segera dimulai dan kesempatan bagus baginya untuk menikmati pertunjukan. Qing 'Er segera melompat dari atap ke atap istana utama untuk melihat kembang api tanda acara di mulai. Ia membaringkan tubuhnya di atas atap kemudian menikmati indahnya pemandangan itu. Dia sangat merindukan masa depan, dimana ada ayam goreng, kentang goreng, burger dan juga makanan enak lainnya. Apalagi kembang api semacam ini yang sangatlah gampang ia temukan di masanya.
Tapi Qing 'Er seketika merasakan sedih di bagian hatinya. Ia menekan keras bagian dadanya, "Hei Qing'Er! Apa kamu sedang sedih? Berhentilah bersedih, aku janji akan membawamu pada kejayaan yang kamu impikan!" ucap Su Mian pada jiwa pemilik asli tubuh yang entah ada di mana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus ceria
2023-08-17
0