Yuan Shi menggendong Qing 'Er di pelukannya, wanita itu kemudian terbangun dan langsung mengerutkan alisnya kepada Yuan Shi sembari memicing tajam ke arah kaisar. Yuan Shi tersenyum halus kemudian menurunkan Qing 'Er, Raja Beiming sudah menunggu di depan gerbang lalu memberi salam pada kaisar dan ratu. Qing 'Er menghela napas panjang berjalan di belakang Yuan Shi. Sedangkan Wu Zetian dengan geram langsung ikut berjalan sejajar dengan Yuan Shi seolah ingin menunjukan keberadaannya.
"Salam, kaisar dan ratu!" ucap Raja Beiming.
"Sangat disayangkan, perjalanan kami kemari terkendala oleh para pembunuh bayaran." keluh Yuan Shi yang membuat Raja Beiming membelalak.
"Yang Mulia Kaisar apakah ada ciri khusus mengenai para pembunuh bayaran ini? Beraninya mereka melakukan tindak kejahatan pada kaisar terlebih di wilayah Beiming." Raja Beiming nampak geram dan mengerutkan dahinya kuat, ia segera memanggil jenderal kepercayaannya untuk menyelidiki langsung mengenai hal ini.
"Kami akan menyelidikinya di sepanjang jalan yang telah kaisar lewati, mencari bukti dan akan memberikan pembalasan yang berat!" lanjut Raja Beiming.
"Baik, beruntungnya ratuku baik-baik saja!" Yuan Shi menoleh ke arah Qing 'Er di belakangnya, menyambut tangannya dan meminta Qing 'Er berdiri di samping dirinya.
Qing 'Er berjalan dengan aura yang kuat, menatap Yuan Shi dan tersenyum tipis. Wajahnya kembali melembut, sedangkan Wu Zetian berusaha mencari perhatian Raja Beiming yang sejak tadi tidak mengindahkannya. "Raja Beiming, aku juga turut hadir kesini untuk membantu."
"Betapa beruntungnya Beiming kedatangan Selir cerdik kesayangan kaisar," Raja Beiming memberi hormat pada Wu Zetian yang menyeringai bangga atas pujiannya.
Kaisar Yuan Shi dan Qing 'Er kemudian dipersilahkan masuk ke dalam istana. Merekapun menempati kamar yang berbeda, Qing 'Er berjalan dengan Pelayan Chun dan Nemo di bahunya sembari menoleh ke sekitar Istana Beiming. "Istananya sangat indah," ucap Nemo.
Qing 'Er hanya terdiam sampai ia masuk ke dalam kamar dan duduk di sebuah kursi menghadap langsung ke jendela yang di luarnya terdapat kolam ikan dan bebungaan. Pelayan Chun langsung pergi ke luar menyiapkan air hangat untuk mandi Qing 'Er yang merasa kelelahan.
"Kenapa Nona sejak tadi diam saja?" tanya Nemo.
Qing 'Er menghela napas panjang kemudian menekan kepalanya kuat. Ia merasa menyesal karena telah hilang kendali di hadapan Yuan Shi. Sekarang perasaannya cukup campur aduk, dia tidak ingin menjadi orang ketiga di antara hubungan pemilik tubuh dan Yuan Shi, lagipula terlalu naif jika mengatakan ia melakukan itu hanya karena sebuah misi yang padahal faktanya ia memang sedikit tertarik pada Yuan Shi.
"Nona!"
"Nona Su!"
"Nona Su Mian!" pekik Nemo ke telinga Qing 'Er dengan keras.
"Ini memalukan," ucap Qing 'Er. "Di hadapannya pengendalian diri yang selalu kubanggakan jadi berantakan," lanjutnya bergumam sendiri.
"Sudahlah tidak perlu disesali, lagipula karena kamu melakukannya pemulihan diriku naik menjadi tujuh puluh persen!" Nemo melompat kegirangan.
Qing 'Er menoleh tajam ke arah Nemo. "Dasar sistem sialan, hanya menjadikanku alat pemulihan dirimu aku tidak akan membawamu pulang!"
Qing 'Er berlari mengejar Nemo ke luar kamar, saat ia sedang membungkuk untuk berusaha mendapatkan Nemo, Dia malah menabrak seseorang yang sedang lewat di depan kamarnya. "Aw!"
"Yang Mulia, kamu baik-baik saja?" tanya pria di depannya.
Saat Qing 'Er menormalkan posisinya, ia menatap wajah pria yang nampak tidak asing di matanya. Keduanya saling bertukar tatap, dalam kejauhan Wu Zetian melihat interaksi mereka berdua dan memunculkan sebuah ide gila untuk menjebak Qing 'Er.
"Yang Mulia, apa perlu ku antar berkeliling?" tanya Yun Shan.
"Tidak perlu," jawab Qing 'Er dengan jelas.
"Ini bukan kali pertamanya kita bertemu, benarkan?" tanya Yun Shan.
"Aku tidak ingat, tapi seingatku ini pertama kalinya aku berkunjung ke Beiming." Qing 'Er berjalan lebih dulu mendahului Yun Shan.
"Nona, dia pria yang kamu temui di rumah hiburan!" ujar Nemo.
Qing 'Er terdiam dan menghentikan langkahnya. "Sepertinya, dia memiliki kesan yang buruk terhadapku."
Yun Shan berjalan di belakang Qing 'Er sembari menautkan tangannya ke belakang. Rambut putihnya terbawa angin lembut dari arah taman membuat pria itu semakin bersinar. "Ratu Liu Qing sungguh jauh dari rumor yang dikatakan orang-orang."
Qing 'Er tertawa kecil, mencoba bersikap normal agar tidak menimbulkan kecurigaan. "Rumor di luaran memang seperti api yang sedang melahap diriku, tapi hanya orang yang kebal api yang tidak akan memercayainya. Pangeran Beiming nampak sangat berwawasan luas, mungkin lain kali harus lebih bisa digunakan untuk kepentingan Beiming ketimbang memikirkan rumor orang lain."
Yun Shan menunduk sembari tersenyum. "Seperti harapanku, Ratu Liu Qing penuh dengan kepercayaan diri dan aku yakin rumor di luaran tidak benar adanya."
"Ratuku kamu di sini," ujar Yuan Shi yang muncul dari arah belakang keduanya.
Qing 'er langsung memalingkan wajahnya dari Yuan Shi, kemudian berbalik dan mendekat ke arah pria itu. "Pangeran Beiming ingin berbicara dengan kaisar, aku akan istirahat dulu."
Yun Shan membelalak karena ia sama sekali tidak ada hal yang ingin dibicarakan dengan kaisar. Namun Yuan Shi dengan wajah tanpa ekspresi berjalan mendekati Yun Shan dan berdiri di sampingnya.
"Salam pada kaisar," kata Yun Shan.
"Ini kali keduanya kamu bertemu dengan ratuku," tatapan tajam mematikan dilayangkan Yuan Shi pada Pangeran Beiming.
"Ratu mengatakan ini kali pertamanya bertemu diriku," jawab Yun Shan sembari menyeringai.
"Begitu? Yang terpenting, jangan membuatnya tidak nyaman selama berada di Beiming!" pinta Yuan Shi.
Yun Shan mengangguk. "Tentu saja, Yang Mulia!"
Yuan Shi berbalik dan melenggang pergi meninggalkan Yun Shan yang kini sedang mengerutkan alis dan menggenggam erat kepalan tangannya. Yuan Shi berjalan memasuki kamar Qing 'Er dan melihat wanita itu sedang duduk menatap ke luar jendela. Hiasan kamar Istana Beiming dipenuhi dengan gambaran rerumputan hijau dan lukisan air terjun yang menjadi ciri khas negeri mereka.
Pemandangan di luar kamar Qing 'Er memang sangat menakjubkan, namun suhu udara di sana juga terbilang rendah sehingga akan sangat dingin jika terus menerus membiarkan udara masuk ke dalam kamar. "Qing 'Er, segera tutup jendelamu!"
"Yuan Shi, sesuai perjanjian kita selama aku bisa membantumu maka kamu harus mengembalikan hakku sebagai ratu!" Qing 'Er berdiri dan menatap Yuan Shi dengan mengintimidasi, dia melakukan itu agar jiwanya tetap teguh mengenai tujuannya datang ke Dinasti Xia.
"Aku pasti akan memberikan semuanya kembali padamu," Yuan Shi berjalan mendekat ke arah Qing 'Er kemudian menyentuh lembut pipi wanita itu.
Qing 'Er memalingkan wajahnya dari Yuan Shi. "Mari selesaikan misi ini dengan cepat!"
"Misi apa yang harus diselesaikan Qing 'Er?" Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan datar dan menunggu jawaban wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus sehat
2023-08-18
0