Bab 19 - Kerajaan Beiming

Yuan Shi menggendong Qing 'Er di pelukannya, wanita itu kemudian terbangun dan langsung mengerutkan alisnya kepada Yuan Shi sembari memicing tajam ke arah kaisar. Yuan Shi tersenyum halus kemudian menurunkan Qing 'Er, Raja Beiming sudah menunggu di depan gerbang lalu memberi salam pada kaisar dan ratu. Qing 'Er menghela napas panjang berjalan di belakang Yuan Shi. Sedangkan Wu Zetian dengan geram langsung ikut berjalan sejajar dengan Yuan Shi seolah ingin menunjukan keberadaannya.

"Salam, kaisar dan ratu!" ucap Raja Beiming.

"Sangat disayangkan, perjalanan kami kemari terkendala oleh para pembunuh bayaran." keluh Yuan Shi yang membuat Raja Beiming membelalak.

"Yang Mulia Kaisar apakah ada ciri khusus mengenai para pembunuh bayaran ini? Beraninya mereka melakukan tindak kejahatan pada kaisar terlebih di wilayah Beiming." Raja Beiming nampak geram dan mengerutkan dahinya kuat, ia segera memanggil jenderal kepercayaannya untuk menyelidiki langsung mengenai hal ini.

"Kami akan menyelidikinya di sepanjang jalan yang telah kaisar lewati, mencari bukti dan akan memberikan pembalasan yang berat!" lanjut Raja Beiming.

"Baik, beruntungnya ratuku baik-baik saja!" Yuan Shi menoleh ke arah Qing 'Er di belakangnya, menyambut tangannya dan meminta Qing 'Er berdiri di samping dirinya.

Qing 'Er berjalan dengan aura yang kuat, menatap Yuan Shi dan tersenyum tipis. Wajahnya kembali melembut, sedangkan Wu Zetian berusaha mencari perhatian Raja Beiming yang sejak tadi tidak mengindahkannya. "Raja Beiming, aku juga turut hadir kesini untuk membantu."

"Betapa beruntungnya Beiming kedatangan Selir cerdik kesayangan kaisar," Raja Beiming memberi hormat pada Wu Zetian yang menyeringai bangga atas pujiannya.

Kaisar Yuan Shi dan Qing 'Er kemudian dipersilahkan masuk ke dalam istana. Merekapun menempati kamar yang berbeda, Qing 'Er berjalan dengan Pelayan Chun dan Nemo di bahunya sembari menoleh ke sekitar Istana Beiming. "Istananya sangat indah," ucap Nemo.

Qing 'Er hanya terdiam sampai ia masuk ke dalam kamar dan duduk di sebuah kursi menghadap langsung ke jendela yang di luarnya terdapat kolam ikan dan bebungaan. Pelayan Chun langsung pergi ke luar menyiapkan air hangat untuk mandi Qing 'Er yang merasa kelelahan.

"Kenapa Nona sejak tadi diam saja?" tanya Nemo.

Qing 'Er menghela napas panjang kemudian menekan kepalanya kuat. Ia merasa menyesal karena telah hilang kendali di hadapan Yuan Shi. Sekarang perasaannya cukup campur aduk, dia tidak ingin menjadi orang ketiga di antara hubungan pemilik tubuh dan Yuan Shi, lagipula terlalu naif jika mengatakan ia melakukan itu hanya karena sebuah misi yang padahal faktanya ia memang sedikit tertarik pada Yuan Shi.

"Nona!"

"Nona Su!"

"Nona Su Mian!" pekik Nemo ke telinga Qing 'Er dengan keras.

"Ini memalukan," ucap Qing 'Er. "Di hadapannya pengendalian diri yang selalu kubanggakan jadi berantakan," lanjutnya bergumam sendiri.

"Sudahlah tidak perlu disesali, lagipula karena kamu melakukannya pemulihan diriku naik menjadi tujuh puluh persen!" Nemo melompat kegirangan.

Qing 'Er menoleh tajam ke arah Nemo. "Dasar sistem sialan, hanya menjadikanku alat pemulihan dirimu aku tidak akan membawamu pulang!"

Qing 'Er berlari mengejar Nemo ke luar kamar, saat ia sedang membungkuk untuk berusaha mendapatkan Nemo, Dia malah menabrak seseorang yang sedang lewat di depan kamarnya. "Aw!"

"Yang Mulia, kamu baik-baik saja?" tanya pria di depannya.

Saat Qing 'Er menormalkan posisinya, ia menatap wajah pria yang nampak tidak asing di matanya. Keduanya saling bertukar tatap, dalam kejauhan Wu Zetian melihat interaksi mereka berdua dan memunculkan sebuah ide gila untuk menjebak Qing 'Er.

"Yang Mulia, apa perlu ku antar berkeliling?" tanya Yun Shan.

"Tidak perlu," jawab Qing 'Er dengan jelas.

"Ini bukan kali pertamanya kita bertemu, benarkan?" tanya Yun Shan.

"Aku tidak ingat, tapi seingatku ini pertama kalinya aku berkunjung ke Beiming." Qing 'Er berjalan lebih dulu mendahului Yun Shan.

"Nona, dia pria yang kamu temui di rumah hiburan!" ujar Nemo.

Qing 'Er terdiam dan menghentikan langkahnya. "Sepertinya, dia memiliki kesan yang buruk terhadapku."

Yun Shan berjalan di belakang Qing 'Er sembari menautkan tangannya ke belakang. Rambut putihnya terbawa angin lembut dari arah taman membuat pria itu semakin bersinar. "Ratu Liu Qing sungguh jauh dari rumor yang dikatakan orang-orang."

Qing 'Er tertawa kecil, mencoba bersikap normal agar tidak menimbulkan kecurigaan. "Rumor di luaran memang seperti api yang sedang melahap diriku, tapi hanya orang yang kebal api yang tidak akan memercayainya. Pangeran Beiming nampak sangat berwawasan luas, mungkin lain kali harus lebih bisa digunakan untuk kepentingan Beiming ketimbang memikirkan rumor orang lain."

Yun Shan menunduk sembari tersenyum. "Seperti harapanku, Ratu Liu Qing penuh dengan kepercayaan diri dan aku yakin rumor di luaran tidak benar adanya."

"Ratuku kamu di sini," ujar Yuan Shi yang muncul dari arah belakang keduanya.

Qing 'er langsung memalingkan wajahnya dari Yuan Shi, kemudian berbalik dan mendekat ke arah pria itu. "Pangeran Beiming ingin berbicara dengan kaisar, aku akan istirahat dulu."

Yun Shan membelalak karena ia sama sekali tidak ada hal yang ingin dibicarakan dengan kaisar. Namun Yuan Shi dengan wajah tanpa ekspresi berjalan mendekati Yun Shan dan berdiri di sampingnya.

"Salam pada kaisar," kata Yun Shan.

"Ini kali keduanya kamu bertemu dengan ratuku," tatapan tajam mematikan dilayangkan Yuan Shi pada Pangeran Beiming.

"Ratu mengatakan ini kali pertamanya bertemu diriku," jawab Yun Shan sembari menyeringai.

"Begitu? Yang terpenting, jangan membuatnya tidak nyaman selama berada di Beiming!" pinta Yuan Shi.

Yun Shan mengangguk. "Tentu saja, Yang Mulia!"

Yuan Shi berbalik dan melenggang pergi meninggalkan Yun Shan yang kini sedang mengerutkan alis dan menggenggam erat kepalan tangannya. Yuan Shi berjalan memasuki kamar Qing 'Er dan melihat wanita itu sedang duduk menatap ke luar jendela. Hiasan kamar Istana Beiming dipenuhi dengan gambaran rerumputan hijau dan lukisan air terjun yang menjadi ciri khas negeri mereka.

Pemandangan di luar kamar Qing 'Er memang sangat menakjubkan, namun suhu udara di sana juga terbilang rendah sehingga akan sangat dingin jika terus menerus membiarkan udara masuk ke dalam kamar. "Qing 'Er, segera tutup jendelamu!"

"Yuan Shi, sesuai perjanjian kita selama aku bisa membantumu maka kamu harus mengembalikan hakku sebagai ratu!" Qing 'Er berdiri dan menatap Yuan Shi dengan mengintimidasi, dia melakukan itu agar jiwanya tetap teguh mengenai tujuannya datang ke Dinasti Xia.

"Aku pasti akan memberikan semuanya kembali padamu," Yuan Shi berjalan mendekat ke arah Qing 'Er kemudian menyentuh lembut pipi wanita itu.

Qing 'Er memalingkan wajahnya dari Yuan Shi. "Mari selesaikan misi ini dengan cepat!"

"Misi apa yang harus diselesaikan Qing 'Er?" Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan datar dan menunggu jawaban wanita itu.

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sehat

2023-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!