Bab 16 - Pembunuh bayaran

Pandangan Yuan Shi menjadi lebih tajam dari sebelumnya, ia melingkarkan tangannya ke pinggang Qing 'Er dengan erat. Di sisi lain, Wu Zetian menatap keduanya dengan penuh amarah yang membuncah.

"Aku dengar kaisar akan pergi ke Beiming, aku harap aku juga dapat menemani kaisar kesana. Jika kaisar mengizinkan, ini akan jadi perjalanan pertamaku ke luar kota bersama kaisar." Qing 'Er menyentuh lembut dada Yuan Shi dan membuat Wu Zetian geram serta menghentakan tangan pada meja bundar di depannya.

Ia pergi melenggang tanpa suara, hanya kekesalan yang ia rasakan dan dia berjanji pada dirinya akan memberi perhitungan terhadap Qing 'Er yang berani mempermalukannya di depan umum.

Yuan Shi memfokuskan lagi pandangannya pada Qing 'Er, ia menyeringai penuh arti kemudian menyelipkan beberapa helai rambut Qing 'Er ke belakang telinga wanita itu. "Sungguh menarik, aku akan bermalam di sini nanti. Sekarang pergilah membersihkan diri karena pakaianmu masih bau asap serta bergantilah dengan pakaian terbaik dan wewangian yang lembut!"

"Kaisar Yuan Shi tidak perlu mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja tidur sendiri." jawab Qing 'Er sembari tersenyum getir.

"Kita akan membahas perjalanan ke Beiming nanti malam, aku kembali menyelesaikan tugas dulu. Tunggu aku malam ini," ucap Yuan Shi sembari mengelus lembut pipi wanita itu.

Tidak lama, Yuan Shi beranjak dan pergi dari istana dingin menuju perpustakaan kekaisaran. Ia menghela napas panjang dan raut wajahnya terlihat tidak senang.

Setelah membujuk Yuan Shi, Qing 'Er membersihkan tubuhnya dan berendam di sana untuk menenangkan diri. "Nemo, kamu sungguh keterlaluan!"

Nemo secara tiba-tiba muncul kemudian menemani Qing 'Er berendam. "Sepertinya dia mulai terkena rayuan mautmu. Kamu harus bersiap karena menurut sejarah, Kaisar Yuan Shi adalah yang paling gila di ranjang!"

Qing 'Er mengerutkan alisnya kemudian menoleh ke arah Nemo. "Ini semua karenamu bertindak impulsif dan membuatnya terpancing, sekarang aku harus bagaimana?"

"Memangnya kenapa? Tubuh ini adalah tubuh istrinya, kamu tinggal menikmatinya saja ’kan?" tanya Nemo tanpa rasa bersalah.

"Kenapa aku bisa terjebak dengan sistem berotak kotor sepertimu? Nasibku, aku merasa seperti orang ke tiga di antara mereka." Qing 'Er membuat raut wajah sedih. Dia merasa gugup dan salah tingkah, apalagi membayangkan tidur bersama Yuan Shi pikirannya menjadi semakin kacau.

Sayang sekali dia tidak bisa meminum arak, semua hal buruk seolah menimpa bersamaan ke arah dirinya. Qing 'Er memutuskan untuk menghabiskan sisa waktunya di kolam pemandian sampai matahari terbenam nanti.

Di sisi lain Yuan Shi sedang berbincang dengan kaki tangannya, Xiao Yan. Dia merencanakan penyerangan terhadap dirinya sendiri nanti di saat bermalam dengan permasuri. Ini semua Yuan Shi lakukan untuk menguji kesetiaan Qing 'Er, meminta orang suruhannya untuk menyerang mereka berdua.

Setelah matahari tenggelam, Yuan Shi mulai bersiap untuk pergi ke istana dingin. Sembari menautkan tangannya ke belakang, kaisar disambut hangat oleh para pelayan yang telah menghiasi istana dingin dengan berbagai lilin menghiasi taman di luar istana. Yuan Shi baru saja melihat Qing 'Er ke luar dari pemandian, memasuki kamarnya untuk mengenakan pakaian.

Kaisar segera memasuki istana dingin, tidak lama Kasim Huo memberitahu pelayan permaisuri bahwa kaisar akan masuk. "Kaisar datang menemui permaisuri!"

Pintu kamar terbuka, kedua sejoli itu akhirnya ditinggalkan berdua di dalam kamar. Qing 'Er masih sibuk mengenakan pakaiannya di balik tirai transparan yang tersekat antara dirinya dan Yuan Shi. Tidak sadar kaisar menelan salivanya sendiri ketika menatap punggung mulus Sang Permaisuri.

"Qing 'Er," ucap Yuan Shi.

"Hmm?" tanya Qing 'Er.

Yuan Shi berjalan melewati tirai yang memisahkan mereka berdua, mendekat ke arah Qing 'Er yang masih sibuk memakai pakaiannya. Kaisar kini telah berdiam diri di belakang Qing 'Er, menenggelamkan wajahnya ke tengkuk leher wanita itu dan mulai mengecupnya lembut beberapa kali. Tangannya melingkar ke pinggang sang istri, namun dalam sekejap Qing 'Er berbalik dan mendorong Yuan Shi sampai terpojok ke dinding.

Sebuah pisau berkilau berada tepat di urat nadi bagian lehernya, sekali saja tersayat maka bisa melumpuhkan bagian vitalnya. "Qing 'Er!" seru Yuan Shi dengan penuh amarah dalam matanya.

"Kaisar ingin menjebakku? Aku tidak sebodoh itu, apa kamu tahu benda apa ini?" Qing 'Er mengeluarkan giok yang pernah Yuan Shi berikan pada Xiao Yan di tangan kirinya.

Yuan Shi mengerutkan alis dan memicing tajam. "Dimana Xiao Yan?"

"Akhirnya kamu mengakuinya juga, tadi sore pria itu nekat menerobos masuk ke istanaku. Tapi tenang saja, dia masih hidup." ucap Qing 'Er sembari mengelus dada kaisar.

Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan tajam kemudian menahan tangannya yang memegang pisau dan menurunkannya ke bawah, membalikan keadaan lalu memojokan Qing 'Er ke dinding. Keduanya kini saling menatap tajam, Qing 'Er merasa kesal karena ia melakukan semua misi demi membantu Yuan Shi, namun pria di depannya ini sama sekali tidak memercayainya sedikitpun.

"Permaisuri ingin membunuhku?" tanya Yuan Shi.

"Tidak, sampai saat aku tahu bahwa kamu ingin mengujiku dengan mengirim pembunuh bayaran palsu hanya untuk melihat reaksiku!" tatapan amarah Qing 'Er sedikit membuat Yuan Shi merasa bersalah.

"Ini hanya salah paham, lepaskan Xiao Yan!" pinta Yuan shi. "Aku hanya ingin mengujimu, tidak berarti aku akan melukaimu. Aku meminta maaf padamu secara khusus, apapun permintaanmu akan aku kabulkan!" lanjutnya.

Qing 'Er tertawa kecil. "Apa para pembunuh di luaran juga adalah bedebah bayaranmu untuk mengujiku?"

"Apa?" tanya Yuan Shi keheranan, dia hanya meminta Xiao Yan untuk bersandiwara menjadi pembunuh bayaran dan tidak meminta segerombolan orang karena ini hanyalah misi rahasia yang dilakukan dirinya dengan Xiao Yan.

Brak..brak..

Sekonyong-konyong para pembunuh bayaran memasuki kamar Qing 'Er dan mengepung kedua orang itu. Kaisar dan Qing 'Er saling membelakangi. "Kamu nampak terkejut, apakah mereka bukan suruhanmu?" tanya Qing 'Er sembari menyeringai ke arah Yuan Shi.

"Tentu saja bukan! Aku tidak akan membayar pembunuh bayaran untuk menyakitimu!" Yuan Shi kemudian menendang salah seorang pembunuh bayaran yang kini mengeluarkan pisau.

Qing 'Er dengan cepat berlari dan menyerang pria di depannya menyayat leher salah seorang pembunuh bayaran dengan kecepatan kilat. Membuat pria itu langsung terkapar di belakang Qing 'Er. Mata Yuan Shi membulat sempurna menatap Qing 'Er, ia mengerutkan alis sembari kembali menendang pembunuh bayaran di belakangnya dengan santai namun cukup membuat pria itu terhempas ke belakang.

Tidak lama, Xiao Yan dan prajurit lain datang membantu Yuan Shi dan Qing 'Er. Sayangnya, sisa para pembunuh bayaran berhasil kabur sebelum tertangkap Xiao Yan. Yuan Shi berjalan mendekat ke arah satu orang pembunuh bayaran yang sudah mati terbunuh oleh permaisurinya. Ia terdiam dengan raut wajah yang dingin, seolah diliputi kebencian yang mengerikan. "Ibu suri!" geramnya sembari memicing tajam.

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sabar

2023-08-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!