Pandangan Yuan Shi menjadi lebih tajam dari sebelumnya, ia melingkarkan tangannya ke pinggang Qing 'Er dengan erat. Di sisi lain, Wu Zetian menatap keduanya dengan penuh amarah yang membuncah.
"Aku dengar kaisar akan pergi ke Beiming, aku harap aku juga dapat menemani kaisar kesana. Jika kaisar mengizinkan, ini akan jadi perjalanan pertamaku ke luar kota bersama kaisar." Qing 'Er menyentuh lembut dada Yuan Shi dan membuat Wu Zetian geram serta menghentakan tangan pada meja bundar di depannya.
Ia pergi melenggang tanpa suara, hanya kekesalan yang ia rasakan dan dia berjanji pada dirinya akan memberi perhitungan terhadap Qing 'Er yang berani mempermalukannya di depan umum.
Yuan Shi memfokuskan lagi pandangannya pada Qing 'Er, ia menyeringai penuh arti kemudian menyelipkan beberapa helai rambut Qing 'Er ke belakang telinga wanita itu. "Sungguh menarik, aku akan bermalam di sini nanti. Sekarang pergilah membersihkan diri karena pakaianmu masih bau asap serta bergantilah dengan pakaian terbaik dan wewangian yang lembut!"
"Kaisar Yuan Shi tidak perlu mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja tidur sendiri." jawab Qing 'Er sembari tersenyum getir.
"Kita akan membahas perjalanan ke Beiming nanti malam, aku kembali menyelesaikan tugas dulu. Tunggu aku malam ini," ucap Yuan Shi sembari mengelus lembut pipi wanita itu.
Tidak lama, Yuan Shi beranjak dan pergi dari istana dingin menuju perpustakaan kekaisaran. Ia menghela napas panjang dan raut wajahnya terlihat tidak senang.
Setelah membujuk Yuan Shi, Qing 'Er membersihkan tubuhnya dan berendam di sana untuk menenangkan diri. "Nemo, kamu sungguh keterlaluan!"
Nemo secara tiba-tiba muncul kemudian menemani Qing 'Er berendam. "Sepertinya dia mulai terkena rayuan mautmu. Kamu harus bersiap karena menurut sejarah, Kaisar Yuan Shi adalah yang paling gila di ranjang!"
Qing 'Er mengerutkan alisnya kemudian menoleh ke arah Nemo. "Ini semua karenamu bertindak impulsif dan membuatnya terpancing, sekarang aku harus bagaimana?"
"Memangnya kenapa? Tubuh ini adalah tubuh istrinya, kamu tinggal menikmatinya saja ’kan?" tanya Nemo tanpa rasa bersalah.
"Kenapa aku bisa terjebak dengan sistem berotak kotor sepertimu? Nasibku, aku merasa seperti orang ke tiga di antara mereka." Qing 'Er membuat raut wajah sedih. Dia merasa gugup dan salah tingkah, apalagi membayangkan tidur bersama Yuan Shi pikirannya menjadi semakin kacau.
Sayang sekali dia tidak bisa meminum arak, semua hal buruk seolah menimpa bersamaan ke arah dirinya. Qing 'Er memutuskan untuk menghabiskan sisa waktunya di kolam pemandian sampai matahari terbenam nanti.
Di sisi lain Yuan Shi sedang berbincang dengan kaki tangannya, Xiao Yan. Dia merencanakan penyerangan terhadap dirinya sendiri nanti di saat bermalam dengan permasuri. Ini semua Yuan Shi lakukan untuk menguji kesetiaan Qing 'Er, meminta orang suruhannya untuk menyerang mereka berdua.
Setelah matahari tenggelam, Yuan Shi mulai bersiap untuk pergi ke istana dingin. Sembari menautkan tangannya ke belakang, kaisar disambut hangat oleh para pelayan yang telah menghiasi istana dingin dengan berbagai lilin menghiasi taman di luar istana. Yuan Shi baru saja melihat Qing 'Er ke luar dari pemandian, memasuki kamarnya untuk mengenakan pakaian.
Kaisar segera memasuki istana dingin, tidak lama Kasim Huo memberitahu pelayan permaisuri bahwa kaisar akan masuk. "Kaisar datang menemui permaisuri!"
Pintu kamar terbuka, kedua sejoli itu akhirnya ditinggalkan berdua di dalam kamar. Qing 'Er masih sibuk mengenakan pakaiannya di balik tirai transparan yang tersekat antara dirinya dan Yuan Shi. Tidak sadar kaisar menelan salivanya sendiri ketika menatap punggung mulus Sang Permaisuri.
"Qing 'Er," ucap Yuan Shi.
"Hmm?" tanya Qing 'Er.
Yuan Shi berjalan melewati tirai yang memisahkan mereka berdua, mendekat ke arah Qing 'Er yang masih sibuk memakai pakaiannya. Kaisar kini telah berdiam diri di belakang Qing 'Er, menenggelamkan wajahnya ke tengkuk leher wanita itu dan mulai mengecupnya lembut beberapa kali. Tangannya melingkar ke pinggang sang istri, namun dalam sekejap Qing 'Er berbalik dan mendorong Yuan Shi sampai terpojok ke dinding.
Sebuah pisau berkilau berada tepat di urat nadi bagian lehernya, sekali saja tersayat maka bisa melumpuhkan bagian vitalnya. "Qing 'Er!" seru Yuan Shi dengan penuh amarah dalam matanya.
"Kaisar ingin menjebakku? Aku tidak sebodoh itu, apa kamu tahu benda apa ini?" Qing 'Er mengeluarkan giok yang pernah Yuan Shi berikan pada Xiao Yan di tangan kirinya.
Yuan Shi mengerutkan alis dan memicing tajam. "Dimana Xiao Yan?"
"Akhirnya kamu mengakuinya juga, tadi sore pria itu nekat menerobos masuk ke istanaku. Tapi tenang saja, dia masih hidup." ucap Qing 'Er sembari mengelus dada kaisar.
Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan tajam kemudian menahan tangannya yang memegang pisau dan menurunkannya ke bawah, membalikan keadaan lalu memojokan Qing 'Er ke dinding. Keduanya kini saling menatap tajam, Qing 'Er merasa kesal karena ia melakukan semua misi demi membantu Yuan Shi, namun pria di depannya ini sama sekali tidak memercayainya sedikitpun.
"Permaisuri ingin membunuhku?" tanya Yuan Shi.
"Tidak, sampai saat aku tahu bahwa kamu ingin mengujiku dengan mengirim pembunuh bayaran palsu hanya untuk melihat reaksiku!" tatapan amarah Qing 'Er sedikit membuat Yuan Shi merasa bersalah.
"Ini hanya salah paham, lepaskan Xiao Yan!" pinta Yuan shi. "Aku hanya ingin mengujimu, tidak berarti aku akan melukaimu. Aku meminta maaf padamu secara khusus, apapun permintaanmu akan aku kabulkan!" lanjutnya.
Qing 'Er tertawa kecil. "Apa para pembunuh di luaran juga adalah bedebah bayaranmu untuk mengujiku?"
"Apa?" tanya Yuan Shi keheranan, dia hanya meminta Xiao Yan untuk bersandiwara menjadi pembunuh bayaran dan tidak meminta segerombolan orang karena ini hanyalah misi rahasia yang dilakukan dirinya dengan Xiao Yan.
Brak..brak..
Sekonyong-konyong para pembunuh bayaran memasuki kamar Qing 'Er dan mengepung kedua orang itu. Kaisar dan Qing 'Er saling membelakangi. "Kamu nampak terkejut, apakah mereka bukan suruhanmu?" tanya Qing 'Er sembari menyeringai ke arah Yuan Shi.
"Tentu saja bukan! Aku tidak akan membayar pembunuh bayaran untuk menyakitimu!" Yuan Shi kemudian menendang salah seorang pembunuh bayaran yang kini mengeluarkan pisau.
Qing 'Er dengan cepat berlari dan menyerang pria di depannya menyayat leher salah seorang pembunuh bayaran dengan kecepatan kilat. Membuat pria itu langsung terkapar di belakang Qing 'Er. Mata Yuan Shi membulat sempurna menatap Qing 'Er, ia mengerutkan alis sembari kembali menendang pembunuh bayaran di belakangnya dengan santai namun cukup membuat pria itu terhempas ke belakang.
Tidak lama, Xiao Yan dan prajurit lain datang membantu Yuan Shi dan Qing 'Er. Sayangnya, sisa para pembunuh bayaran berhasil kabur sebelum tertangkap Xiao Yan. Yuan Shi berjalan mendekat ke arah satu orang pembunuh bayaran yang sudah mati terbunuh oleh permaisurinya. Ia terdiam dengan raut wajah yang dingin, seolah diliputi kebencian yang mengerikan. "Ibu suri!" geramnya sembari memicing tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-08-17
1