Bab 18 - Bola bubuk mesiu

Di dalam genggaman tangan Liu Qing kini sudah terdapat bola bubuk mesiu, demi mengalihkan perhatian para pembunuh dan Jenderal Ji akhirnya Qing 'Er lari tidak terlalu jauh ke dalam hutan. Semua para pembunuh bayaran mengikutinya dan langsung mengepungnya. Hal itu ia lakukan karena butuh bantuan Nemo sang sistem untuk membuat jebakan.

Setelah terkepung oleh pembunuh bayaran rasanya seperti deja vu bagi Su Mian, ia tertawa kecil. Kali ini tentunya ia akan menang, dibanding para bandar narkoba bersenjata laras panjang dengan para pembunuh bayaran berpedang. Ia yakin bisa lebih baik dan lebih cepat memusnahkan orang-orang ini, ketimbang sebelumnya.

Jenderal Ji ikut berlari mengejar Qing 'Er, setelah sampai di sana dia melihat Qing 'Er yang nampak santai juga tersenyum halus ke arah para pembunuh. Kemudian ia melihat Qing 'Er melompat ke arahnya seolah menjauhkan diri dari jebakan yang telah dibuat. Jenderal Ji termenung namun dengan sigap menangkap Qing 'Er hingga keduanya terjatuh dan berguling bersama.

"Nemo, sekarang!" pinta Qing 'Er di dalam hatinya.

Nemo melemparkan korek api tepat ke atas tumpukan bola bubuk mesiu di tengah para pembunuh bayaran. Ledakan dahsyat pun tak terelakan lagi, Qing 'Er dan Ji saling melindungi dan bersembunyi di balik pepohonan.

Di sisi lain, Xiao Yan dan Pelayan Chun sudah melaporkannya pada Kaisar Yuan Shi. Mereka kemudian bergegas menunggangi kuda meninggalkan Wu Zetian di tengah perjalanan. Dalam beberapa puluh meter Yuan Shi mendengar ledakan dahsyat dari arah Qing 'Er berada. Pria itu terdiam dan terlihat cemas setengah mati memikirkan permaisurinya, dia berjanji jika sesuatu hal terjadi pada Qing 'Er maka dia akan membunuh ibu suri dengan tangannya sendiri.

Sesampainya di tempat kejadian, Yuan Shi melihat mayat para pembunuh bayaran berceceran sedangkan pemandangan lain membuatnya terdiam seribu bahasa. Jenderal Ji memeluk Qing 'Er dengan erat dan khawatir, rasanya kaki Yuan Shi terasa lemas tidak berdaya. Bukan karena cemburu, melainkan karena merasa telah gagal menjaga permaisurinya sendiri. Walaupun Qing 'Er baik-baik saja, Yuan Shi tetap merasa tidak pantas bersamanya.

Yuan Shi mematung dan tidak berniat menginterupsi aksi keduanya, namun ketika Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi ia hanya dapat tersenyum getir pada permaisurinya. Yuan Shi berbalik dan hendak memberikan waktu untuk kedua orang tersebut, namun saat ia melangkah sebuah tangan melingkar di pinggangnya. "Kamu datang," ucap Qing 'Er lirih.

Yuan Shi berbalik dan langsung memeluk Qing 'Er disaksikan Ji, Pelayan Chun dan Xiao Yan. Jantungnya berdebar kencang kemudian menatap wajah nan cantik itu dengan seksama. Melihat kembali cerminan seseorang di dalamnya. "Syukurlah kamu selamat," katanya dan kembali memeluk.

Setelah pelukan yang cukup lama, Qing 'Er hampir kehabisan napas hingga ia memukul bahu Yuan Shi beberapa kali agar mau melepaskan pelukannya. Yuan Shi tertawa kecil, kemudian mengelus lembut pucuk rambut sang istri. "Mari lanjutkan perjalanan, sisanya biar prajurit Beiming yang membereskan!"

Qing 'Er mengangguk, kemudian dirinya dan Yuan Shi menaiki kereta kuda bersama. Kali ini, Xiao Yan yang menjadi kusir dan Pelayan Chun menemani di sampingnya. Sedangkan Ji, menunggangi kudanya dan mengikat beberapa kuda lain di belakangnya bak seorang penggembala.

Qing 'Er menatap Yuan Shi yang memalingkan wajah darinya. Ia tahu, Yuan Shi sedang menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat menjaga pemilik asli tubuh. "Jangan merasa bersalah, aku baik-baik saja!"

"Maafkan aku, berada di sampingku hanya akan membahayakan dirimu saja. Seharusnya, sejak awal aku tidak membuatmu menanggung resiko ini." kata Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan lekat.

Qing 'Er tertawa kecil. "Sudah kubilang aku memiliki banyak siasat yang jarang dimiliki siapapun, kaisar tidak perlu khawatir."

"Perihal ledakan tadi, adakah yang ingin kamu jelaskan padaku?" tanya Yuan Shi pada Qing 'Er.

"Kaisar, aku sangat lelah. Apakah harus langsung diinterogasi seperti ini?" Qing 'Er menatap Yuan Shi dan semakin mendekat ke arahnya.

Pria itu mendengus pelan kemudian menutup matanya sejenak kemudian kembali menatap Qing 'Er. Qing 'Er secara lembut berinisiatif mengecup bibir Yuan Shi yang manis. Memberikan sedikit sengatan listrik pada diri Yuan Shi yang kini mulai menekankan tangannya pada leher Qing 'Er.

Dengan irama kereta kuda yang beriringan, aktivitas keduanya sangat samar terdengar. Yuan Shi menaikan tubuh Qing 'Er kepangkuannya dan menelusuri setiap jengkal tubuh Sang Permaisuri dengan sentuhan lembut menggelitik. Mata Qing 'Er kini sepenuhnya milik Su Mian, kedua bola mata berwarna merah mendominasi pemilik asli tubuh. Yuan Shi membuka matanya melihat betapa indahnya bola mata merah menyala yang ada di depannya kini, ia membuka tali pakaiannya dengan cepat sembari terus menerobos masuk ke dalam tatapan Qing 'Er.

Su Mian mulai mendominasi kegiatan mereka yang menguras tenaga, suara terengah-engah keduanya terdengar samar di telinga orang-orang di luar. Membuat pipi Xiao Yan dan Pelayan Chun memerah bak tomat matang, sedangkan Ji hanya bisa menghela napas panjang kemudian melaju cepat dengan kudanya menjauh beberapa meter sampai suara itu tidak terdengar lagi ke telinganya.

Setelah cukup lama memadu kasih, Qing 'Er tersenyum puas sembari menyatukan keningnya dengan Yuan Shi. Tersenyum lembut pada pria itu, lalu merapikan pakaiannya dan membantu Yuan Shi mengikat tali pakaiannya juga. Yuan Shi dengan mata yang berbinar dan pipi kemerahan memeluk erat Qing 'Er dan enggan melepasnya, dia merasa ikatan ini mungkin tidak akan pernah ia lepaskan sampai kapanpun.

Perasaan lengkap yang dibawa Qing 'Er pada dirinya cukup untuk membuat pria itu teguh dalam rencana pembalasan dendamnya terhadap Klan Wu. Cepat atau lambat, ia pasti akan memusnahkan seluruh keturunan Klan Wu dan tetuanya. Yuan Shi menatap Qing 'Er yang nampak kelelahan, pria itu kemudian memintanya bersandar ke bahu kekar miliknya. "Beristirahatlah!"

"Aku mengantuk, kamu harus membangunkanku jika sudah sampai di Beiming!" pinta Qing 'Er.

"Tentu saja, beristirahatlah!" jawab Yuan Shi yang kini merangkul Qing 'Er yang berlaih duduk di sampingnya. Membiarkan wanita itu bersandar di bahunya selama mungkin.

Perjalanan ke Beiming cukup melelahkan, kereta kuda Wu Zetian pasti sudah lebih dulu sampai di sana. Selang beberapa lama pula, akhirnya mereka semua pun sampai di Beiming dan terdengar sorak gembira rakyat Beiming yang menyambut kedatangan kaisar. Yuan Shi yang masih enggan turun karena sedang memperhatikan Qing 'Er yang tertidur meminta orang di luar untuk tidak berisik dengan memberi isyarat pada Xiao Yan.

Dari kejauhan Yun Shan yang tidak lain Pangeran Beiming hanya memperhatikan sebuah energi luar dari kereta kuda milik Yuan Shi dengan raut wajah yang datar dan tidak mengenakan. "Dia ingin mengacaukan dunia," gumam pria itu.

Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!