Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi

Disituasi yang menegangkan, Qing 'Er tetap berdiam diri di belakang Kak Liu Bai. Dia memperhatikan para bandit yang kini mulai mencoba meraih tangannya, ia adalah Su Mian jiwa masa depan yang ahli dalam bela diri. Tidak mungkin mundur sampai musuh tergeletak tidak berdaya. Qing 'Er segera memunggungi Liu Bai, memberi aba-aba pada pria itu. "Kak Liu Bai, tetaplah dalam posisi seperti ini! Aku tidak akan meninggalkanmu!" seru Liu Qing dengan tegas.

"Qing 'Er, ini sangat berbahaya! Kamu bahkan tidak tahu caranya memegang pedang!" kata Liu Bai.

"Oh benarkah? Bukankah seperti ini?" Liu Qing segera menendang perut salah seorang bandit kemudian menarik pedang dari pinggang pria itu dan menusukannya tepat pada dada sang bandit yang kini tergeletak bersimpuh darah. Liu Bai terdiam dan mematung melihat Qing 'Er, namun seketika ia kembali fokus pada serangan bandit di depannya. Liu Qing juga dengan mudah membaca gerak-gerik serangan lawannya, sehingga ia tidak kesulitan untuk melumpuhkan mereka satu persatu apalagi menurutnya para bandit ini hanyalah penjahat kampungan yang beraninya berkoloni.

Setelah semuanya terkapar lemas dan tak berdaya, Liu Qing membanting pedangnya ke salah satu tubuh bandit tadi. Membersihkan darah di tangannya dengan pakaian bandit di tanah, Liu Bai yang berkeringat dingin hanya menatap Liu Qing sembari terlihat kehausan. Adiknya itu nampak tidak takut saat melihat darah, padahal dulu saat Qing 'Er kecil ia amat sangat takut apabila melihat darah. "Adik, apa kamu terluka?"

Liu Qing menggeleng. "Tidak sama sekali, apa kakak terluka? Kamu terlihat lelah, mari kita membeli minum dulu!"

Liu Bai masih mematung saat Liu Qing sudah berjalan mendahuluinya ke depan dengan santai sembari menautkan tangannya ke belakang dan bersiul riang, Liu Qing terlihat begitu ceria setelah membunuh para bandit yang merajalela di pasar tadi. Entah akan menimbulkan masalah apalagi baginya jika orang tahu bahwa seorang permaisuri membunuh penjahat rendahan di gang kumuh.

Dari kejauhan, di atas atap terlihat seorang pria berdiri menunggu waktu yang tepat untuk membantu. Namun, hal tidak terduga tadi juga membuatnya terkejut. Jenderal Ji yang melihat kekuatan Liu Qing nampak begitu heran dan tidak percaya sebab setahu dirinya, Liu Qing tidak pernah meninggalkan istana dan Ji sama sekali tidak pernah melihat wanita itu berlatih pedang atau senjata lainnya. Namun, hari ini pandangannya berubah tentang gadis itu, yang Ji lihat sungguh Liu Qing yang berbeda dari sebelumnya, bahkan cara wanita itu memegang pedang terlihat seperti seorang profesional.

Setelahnya, Ji segera pergi ke istana dan melaporkannya pada kaisar sebab mengikuti Liu Qing adalah perintah yang ia lakukan atas permintaan Kaisar Yuan Shi. Jenderal Ji secara lengkap memberitahu Yuan Shi mengenai kejadian yang ia lihat tadi siang, setelah mendengar hal itu kaisar bahkan langsung mengerahkan beberapa pasukan untuk mengawalnya pergi ke rumah ayah mertuanya. 

Padahal, waktu yang dijanjikan Yuan Shi masih tersisa beberapa hari lagi sampai ia menjemput kembali permaisurinya. Mendengar kejanggalan yang muncul dari permaisurinya membuat Yuan Shi merasa khawatir, ia takut bahwa diam-diam wanita itu merencanakan pemberontakan bersama keluarganya sehingga ia akan segera membawa Qing 'Er pulang ke istana.

Bahkan sebelum Liu Qing dan Liu Bai sampai, Yuan Shi telah lebih dulu tiba di kediaman perdana menteri. Yuan Shi kini dipenuhi rasa curiga mengenai kehebatan berpedang yang secara tiba-tiba Liu Qing miliki.

"Hormat pada kaisar!" Ucap Liu Qing dan Liu Bai memberi salam secara bersamaan. Ibunda Qing 'Er langsung menghampiri gadis itu saat melihat darah berceceran di pakaian anak bungsunya dan juga anak sulungnya, Liu Bai.

"Liu Bai, Ibu sudah mengatakan untuk berhati-hati!" ujar Ibundanya.

"Liu Bai salah dan pantas mendapat hukuman!" Liu Bai bersimpuh dan memohon ampun di hadapan kaisar.

"Membahayakan nyawa Permaisuri, seharusnya diberikan hukuman gantung. Tapi, karena kamu adalah kakak dari permaisuri jadi aku akan memberi keringanan, asingkan dia ke Perbatasan Barat dan biarkan dia mengabdi pada masyarakat di sana!" Titah Kaisar.

"Kaisar kami mohon, jangan asingkan anak kami!" Pinta Perdana Menteri yang kini ikut bersimpuh di depannya.

"Ucapan kaisar adalah titah! Siapapun tidak boleh bernegosiasi dengan hal yang telah disampaikan!" ujar penasihat kerajaan.

"Yuan Shi!" geram Liu Qing yang membuat semua orang membelalak padanya. "Kamu beraninya mengasingkan Kak Liu Bai! Apa yang telah ia lakukan? Apa kamu tahu apa yang sudah kami alami?"

Liu Qing mendekat ke arah Yuan Shi dan menatap mata pria itu dengan tajam. "Ini tidak terlihat seperti kamu mengkhawatirkanku tapi lebih terlihat seperti kamu sedang mengancam keluargaku!" lanjutnya.

"Permaisuri harap jaga bicaramu pada kaisar! Siapapun tidak akan lepas dari hukuman apabila sudah menyakiti dan menghina kaisar," kata penasihat kerajaan.

"Diam kamu! Aku bahkan tidak mengajakmu berbicara, beraninya dengan lancang menyela pembicaraan Ratu Dinasti Xia!" Liu Qing beralih menatap tajam penasihat.

Perdana Menteri berdiri dan menghampiri Liu Qing, pria paruh baya itu memegang bahu Qing 'Er agak keras. "Liu Qing sadarlah siapa yang sedang kamu maki? Dia adalah kaisar negeri ini! Kamu tidak sepantasnya berkata seperti itu!"

"Bukankah ucapanku adalah fakta? Yuan Shi terlihat takut terhadap keluarga kita sampai ia harus menikahiku untuk membuatmu diam!" Liu Qing tetap bersikeras melawan Yuan Shi yang akan mengasingkan kakaknya.

"Bawa Permaisuri kembali ke istana! Mulai saat ini permaisuri dilarang menemui keluarganya di luar maupun di dalam istana. Hanya bisa melihat ibunda dan ayahnya satu tahun sekali setiap festival lentera diadakan." Yuan Shi berjalan keluar pergi mendahului Liu Qing, sedangkan wanita itu dikawal paksa oleh para pengawal untuk masuk ke kereta kuda.

Ayah dan ibunya nampak menangisi kepergian Qing 'Er juga nasib Liu Bai yang harus tinggal di pengasingan. Namun mereka sama sekali tidak dapat melawan titah kaisar, sebagaimana mengingat bahwa status kaisar dinasti adalah hal yang lebih tinggi dari nyawa mereka sendiri. Hanya Liu Qing yang berani melawan kaisar sebebas tadi.

"Yuan Shi!" Liu Qing sangat geram dan ingin sekali mencabik-cabik Yuan Shi dengan kukunya yang setajam cakar harimau namun kedua tangannya dipegang erat oleh pengawal, dibawa seolah penjahat yang telah melakukan pelanggaran. Qing 'Er akhirnya menaiki kereta kuda yang sama dengan Yuan Shi.

"Jangan kira karena kita teman masa kecil kamu tidak lagi menaruh hormat padaku, di mana rasa hormatmu padaku? Bukankah kamu dulu selalu menjadi wanita yang ramah, patuh dan selalu menyenangi aku? Kenapa kamu begitu cepat berubah bertindak seperti harimau kertas yang selalu menunjukan taringnya seperti ini?" Yuan Shi memicing tajam ke arah Liu Qing, aura dingin pria itu bahkan bisa membunuh serangga di sekitarnya.

Kedua tatapan mereka saling bertukar tajam dan di dalam sana terlihat juga kobaran api kebencian dari keduanya. Terlebih lagi Liu Qing, kini ia benar-benar muak dengan sikap Yuan Shi yang seenaknya tanpa mau mendengar penjelasannya sedikitpun.

"Urungkan titahmu pada kakakku!" pinta Liu Qing. "Apa kamu tidak bisa melihat betapa sedihnya ibuku saat melihat anaknya diasingkan? Cukup Qing 'Er yang kamu ambil dari mereka, jangan Kak Liu Bai!" lanjut Qing 'Er.

"Apakah itu perintah dari permaisuriku? Aku tidak peduli pada perasaan siapapun. Jika aku mudah goyah pada keputusanku, aku tidak akan bertahan selama ini menjadi kaisar!" Yuan Shi menyeringai halus.

Qing 'Er ikut menyeringai. "Semakin kamu menunjukan kekuatanmu semakin kamu terlihat pecundang di mataku. Kamu takut, kami memberontak benar begitu?"

"Bagaimana jika iya? Apakah aku bisa tenang saat mendengar permaisuriku diam-diam ahli dalam berpedang? Membunuh para bandit jalanan dengan kedua tangannya sendiri?" Yuan Shi menekan rahang Liu Qing keras.

Sepersekian detik Qing 'Er menyadari bahwa Ji telah mengawasinya tadi siang. Tangannya mengepal dan tidak dapat lagi menahan kekesalannya, ia melepaskan diri dari Yuan Shi dan memutuskan untuk menjauhinya.

"Katakan, sejak kapan kamu mempelajarinya?" tanya Yuan Shi penuh kecurigaan.

"Aku tidak belajar darimanapun, itu hanya naluri tubuhku! Sekalipun kamu tidak percaya dan memutuskan mencari guru yang kamu kira telah mengajarkanku teknik berpedang ke ujung dunia, tetap tidak akan kamu temukan!" Liu Qing sama sekali tidak melihat ke arah Yuan Shi, ia tetap membelakangi pria itu dan memejamkan matanya kesal.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

dasar kaisar pecundang.

2023-12-27

4

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

dasar kaisar pengecut iiiih pingin ku bejeg" rasanya

2023-09-12

3

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus Semangat

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!