Disituasi yang menegangkan, Qing 'Er tetap berdiam diri di belakang Kak Liu Bai. Dia memperhatikan para bandit yang kini mulai mencoba meraih tangannya, ia adalah Su Mian jiwa masa depan yang ahli dalam bela diri. Tidak mungkin mundur sampai musuh tergeletak tidak berdaya. Qing 'Er segera memunggungi Liu Bai, memberi aba-aba pada pria itu. "Kak Liu Bai, tetaplah dalam posisi seperti ini! Aku tidak akan meninggalkanmu!" seru Liu Qing dengan tegas.
"Qing 'Er, ini sangat berbahaya! Kamu bahkan tidak tahu caranya memegang pedang!" kata Liu Bai.
"Oh benarkah? Bukankah seperti ini?" Liu Qing segera menendang perut salah seorang bandit kemudian menarik pedang dari pinggang pria itu dan menusukannya tepat pada dada sang bandit yang kini tergeletak bersimpuh darah. Liu Bai terdiam dan mematung melihat Qing 'Er, namun seketika ia kembali fokus pada serangan bandit di depannya. Liu Qing juga dengan mudah membaca gerak-gerik serangan lawannya, sehingga ia tidak kesulitan untuk melumpuhkan mereka satu persatu apalagi menurutnya para bandit ini hanyalah penjahat kampungan yang beraninya berkoloni.
Setelah semuanya terkapar lemas dan tak berdaya, Liu Qing membanting pedangnya ke salah satu tubuh bandit tadi. Membersihkan darah di tangannya dengan pakaian bandit di tanah, Liu Bai yang berkeringat dingin hanya menatap Liu Qing sembari terlihat kehausan. Adiknya itu nampak tidak takut saat melihat darah, padahal dulu saat Qing 'Er kecil ia amat sangat takut apabila melihat darah. "Adik, apa kamu terluka?"
Liu Qing menggeleng. "Tidak sama sekali, apa kakak terluka? Kamu terlihat lelah, mari kita membeli minum dulu!"
Liu Bai masih mematung saat Liu Qing sudah berjalan mendahuluinya ke depan dengan santai sembari menautkan tangannya ke belakang dan bersiul riang, Liu Qing terlihat begitu ceria setelah membunuh para bandit yang merajalela di pasar tadi. Entah akan menimbulkan masalah apalagi baginya jika orang tahu bahwa seorang permaisuri membunuh penjahat rendahan di gang kumuh.
Dari kejauhan, di atas atap terlihat seorang pria berdiri menunggu waktu yang tepat untuk membantu. Namun, hal tidak terduga tadi juga membuatnya terkejut. Jenderal Ji yang melihat kekuatan Liu Qing nampak begitu heran dan tidak percaya sebab setahu dirinya, Liu Qing tidak pernah meninggalkan istana dan Ji sama sekali tidak pernah melihat wanita itu berlatih pedang atau senjata lainnya. Namun, hari ini pandangannya berubah tentang gadis itu, yang Ji lihat sungguh Liu Qing yang berbeda dari sebelumnya, bahkan cara wanita itu memegang pedang terlihat seperti seorang profesional.
Setelahnya, Ji segera pergi ke istana dan melaporkannya pada kaisar sebab mengikuti Liu Qing adalah perintah yang ia lakukan atas permintaan Kaisar Yuan Shi. Jenderal Ji secara lengkap memberitahu Yuan Shi mengenai kejadian yang ia lihat tadi siang, setelah mendengar hal itu kaisar bahkan langsung mengerahkan beberapa pasukan untuk mengawalnya pergi ke rumah ayah mertuanya.
Padahal, waktu yang dijanjikan Yuan Shi masih tersisa beberapa hari lagi sampai ia menjemput kembali permaisurinya. Mendengar kejanggalan yang muncul dari permaisurinya membuat Yuan Shi merasa khawatir, ia takut bahwa diam-diam wanita itu merencanakan pemberontakan bersama keluarganya sehingga ia akan segera membawa Qing 'Er pulang ke istana.
Bahkan sebelum Liu Qing dan Liu Bai sampai, Yuan Shi telah lebih dulu tiba di kediaman perdana menteri. Yuan Shi kini dipenuhi rasa curiga mengenai kehebatan berpedang yang secara tiba-tiba Liu Qing miliki.
"Hormat pada kaisar!" Ucap Liu Qing dan Liu Bai memberi salam secara bersamaan. Ibunda Qing 'Er langsung menghampiri gadis itu saat melihat darah berceceran di pakaian anak bungsunya dan juga anak sulungnya, Liu Bai.
"Liu Bai, Ibu sudah mengatakan untuk berhati-hati!" ujar Ibundanya.
"Liu Bai salah dan pantas mendapat hukuman!" Liu Bai bersimpuh dan memohon ampun di hadapan kaisar.
"Membahayakan nyawa Permaisuri, seharusnya diberikan hukuman gantung. Tapi, karena kamu adalah kakak dari permaisuri jadi aku akan memberi keringanan, asingkan dia ke Perbatasan Barat dan biarkan dia mengabdi pada masyarakat di sana!" Titah Kaisar.
"Kaisar kami mohon, jangan asingkan anak kami!" Pinta Perdana Menteri yang kini ikut bersimpuh di depannya.
"Ucapan kaisar adalah titah! Siapapun tidak boleh bernegosiasi dengan hal yang telah disampaikan!" ujar penasihat kerajaan.
"Yuan Shi!" geram Liu Qing yang membuat semua orang membelalak padanya. "Kamu beraninya mengasingkan Kak Liu Bai! Apa yang telah ia lakukan? Apa kamu tahu apa yang sudah kami alami?"
Liu Qing mendekat ke arah Yuan Shi dan menatap mata pria itu dengan tajam. "Ini tidak terlihat seperti kamu mengkhawatirkanku tapi lebih terlihat seperti kamu sedang mengancam keluargaku!" lanjutnya.
"Permaisuri harap jaga bicaramu pada kaisar! Siapapun tidak akan lepas dari hukuman apabila sudah menyakiti dan menghina kaisar," kata penasihat kerajaan.
"Diam kamu! Aku bahkan tidak mengajakmu berbicara, beraninya dengan lancang menyela pembicaraan Ratu Dinasti Xia!" Liu Qing beralih menatap tajam penasihat.
Perdana Menteri berdiri dan menghampiri Liu Qing, pria paruh baya itu memegang bahu Qing 'Er agak keras. "Liu Qing sadarlah siapa yang sedang kamu maki? Dia adalah kaisar negeri ini! Kamu tidak sepantasnya berkata seperti itu!"
"Bukankah ucapanku adalah fakta? Yuan Shi terlihat takut terhadap keluarga kita sampai ia harus menikahiku untuk membuatmu diam!" Liu Qing tetap bersikeras melawan Yuan Shi yang akan mengasingkan kakaknya.
"Bawa Permaisuri kembali ke istana! Mulai saat ini permaisuri dilarang menemui keluarganya di luar maupun di dalam istana. Hanya bisa melihat ibunda dan ayahnya satu tahun sekali setiap festival lentera diadakan." Yuan Shi berjalan keluar pergi mendahului Liu Qing, sedangkan wanita itu dikawal paksa oleh para pengawal untuk masuk ke kereta kuda.
Ayah dan ibunya nampak menangisi kepergian Qing 'Er juga nasib Liu Bai yang harus tinggal di pengasingan. Namun mereka sama sekali tidak dapat melawan titah kaisar, sebagaimana mengingat bahwa status kaisar dinasti adalah hal yang lebih tinggi dari nyawa mereka sendiri. Hanya Liu Qing yang berani melawan kaisar sebebas tadi.
"Yuan Shi!" Liu Qing sangat geram dan ingin sekali mencabik-cabik Yuan Shi dengan kukunya yang setajam cakar harimau namun kedua tangannya dipegang erat oleh pengawal, dibawa seolah penjahat yang telah melakukan pelanggaran. Qing 'Er akhirnya menaiki kereta kuda yang sama dengan Yuan Shi.
"Jangan kira karena kita teman masa kecil kamu tidak lagi menaruh hormat padaku, di mana rasa hormatmu padaku? Bukankah kamu dulu selalu menjadi wanita yang ramah, patuh dan selalu menyenangi aku? Kenapa kamu begitu cepat berubah bertindak seperti harimau kertas yang selalu menunjukan taringnya seperti ini?" Yuan Shi memicing tajam ke arah Liu Qing, aura dingin pria itu bahkan bisa membunuh serangga di sekitarnya.
Kedua tatapan mereka saling bertukar tajam dan di dalam sana terlihat juga kobaran api kebencian dari keduanya. Terlebih lagi Liu Qing, kini ia benar-benar muak dengan sikap Yuan Shi yang seenaknya tanpa mau mendengar penjelasannya sedikitpun.
"Urungkan titahmu pada kakakku!" pinta Liu Qing. "Apa kamu tidak bisa melihat betapa sedihnya ibuku saat melihat anaknya diasingkan? Cukup Qing 'Er yang kamu ambil dari mereka, jangan Kak Liu Bai!" lanjut Qing 'Er.
"Apakah itu perintah dari permaisuriku? Aku tidak peduli pada perasaan siapapun. Jika aku mudah goyah pada keputusanku, aku tidak akan bertahan selama ini menjadi kaisar!" Yuan Shi menyeringai halus.
Qing 'Er ikut menyeringai. "Semakin kamu menunjukan kekuatanmu semakin kamu terlihat pecundang di mataku. Kamu takut, kami memberontak benar begitu?"
"Bagaimana jika iya? Apakah aku bisa tenang saat mendengar permaisuriku diam-diam ahli dalam berpedang? Membunuh para bandit jalanan dengan kedua tangannya sendiri?" Yuan Shi menekan rahang Liu Qing keras.
Sepersekian detik Qing 'Er menyadari bahwa Ji telah mengawasinya tadi siang. Tangannya mengepal dan tidak dapat lagi menahan kekesalannya, ia melepaskan diri dari Yuan Shi dan memutuskan untuk menjauhinya.
"Katakan, sejak kapan kamu mempelajarinya?" tanya Yuan Shi penuh kecurigaan.
"Aku tidak belajar darimanapun, itu hanya naluri tubuhku! Sekalipun kamu tidak percaya dan memutuskan mencari guru yang kamu kira telah mengajarkanku teknik berpedang ke ujung dunia, tetap tidak akan kamu temukan!" Liu Qing sama sekali tidak melihat ke arah Yuan Shi, ia tetap membelakangi pria itu dan memejamkan matanya kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
dasar kaisar pecundang.
2023-12-27
4
Wanda Wanda i
dasar kaisar pengecut iiiih pingin ku bejeg" rasanya
2023-09-12
3
fifid dwi ariani
trus Semangat
2023-08-17
0