Qing 'Er berdecak kagum melihat hasil karyanya sendiri, merombak beberapa pakaian menjadi lebih mencolok dan indah. Qing 'Er memilih pakaian berwarna merah dengan beberapa perhiasan emas di sekitarnya, menunjukan kaki jenjangnya yang menawan. Pelayan Chun tertegun membuka mulutnya melihat betapa cantiknya sang permaisuri dengan gaya yang begitu berbeda. Terlihat sangat elegan namun seksi dan tidak berlebihan. Qing 'Er berjalan lenggak-lenggok seperti seorang model di dalam kamar sembari memuji kecantikan dirinya sendiri di dalam hati.
Beberapa menit setelahnya, Qing 'Er ke luar menemui penjaga istana dingin yang berjaga ketat di depan pintu masuk istana. Baru beberapa langkah, dirinya sudah di hadang dengan dua tombak kokoh yang menyilang satu sama lain, sekalipun penampilannya kali ini sangat membuat semua orang terkejut tetap saja tidak membuahkan hasil apapun. "Ratu Dinasti ingin lewat, apa kalian tidak tahu aturan?" tanya Qing 'Er.
"Ini titah kaisar, permaisuri tidak dapat meninggalkan istana dingin tanpa persetujuan Yang Mulia Kaisar," kata penjaga istana.
Qing 'Er menghela napas panjang, ia merasa kesal dan memutar bola matanya sembari mundur dan berjalan masuk ke istana tanpa ada niatan menerobos ke luar. "Sialan, Yuan Shi benar-benar mengurungku bak burung di dalam sangkar!"
Qing 'Er mengibaskan pakaiannya kemudian berjalan ke arah tembok istana dingin. Pelayan Chun begitu khawatir saat melihat ratunya langsung melangkah lompat beberapa kali sampai berada di atas tembok istana. "Aduh, Ratu Qing tolong berhati-hatilah! Jika sampai ada orang yang melihat atau ibu suri melihat hal ini kamu pasti akan berada dalam masalah!"
"Siapa itu ibu suri? Aku tidak peduli!" jawab Qing 'Er.
Saat melewati istana dingin, Yuan Shi dan beberapa pengawal begitu terkejut ketika melihat Qing 'Er berdiri di atas tembok besar istana dingin. "Kaisar, lihatlah permaisuri berdiri di atas tembok istananya!" ucap penasihat kerajaan.
Yuan Shi menggeleng dan mengerutkan alisnya, dia berpikir mungkin hal ini dilakukan Qing 'Er untuk memrotes dirinya. Pria itu mendekat dan berdiri di bawah Qing 'Er yang masih tidak mau turun dari atas sana. "Permasuri, apa yang sebenarnya kamu lakukan? Apa kamu tidak tahu bahwa hal ini sangat berbahaya? Cepatlah turun! Aku akan menangkapmu."
Ucapan kaisar membuat semua orang senang, nada penuh kelembutan serta perhatian menimbulkan harapan pada semua orang agar hubungan kedua sejoli ini dapat membaik. "Tidak perlu, aku akan turun sendiri!" kata Qing 'Er penuh percaya diri.
Namun seketika pijakannya menjadi tidak seimbang dan juga pandangannya kabur, Qing 'Er menjadi tidak bisa menyeimbangi tubuhnya sehingga ia tergelincir dan jatuh. Untungnya, Yuan Shi masih bersiap di bawah dan menangkap permaisurinya dengan mudah. Pria itu menatap datar Qing 'Er yang kini masih memejamkan matanya, Qing 'Er membuka matanya satu persatu dan melihat dirinya berada di pelukan Yuan Shi.
"Aku tahu kamu marah padaku, tapi jangan pernah lagi berniat melukai dirimu sendiri. Atau aku akan merasa sedih, kenapa kamu sangat ingin keluar dari kediamanmu sampai harus memanjat ke tembok yang tinggi ini?" Yuan Shi masih memeluk Qing 'Er dengan erat sembari menunggu jawabannya.
Dia kemudian memperhatikan pakaian yang Qing 'Er kenakan, mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu dan berbisik. "Pakaian ini? Kamu berani memakainya di tempat umum seperti ini, aku tidak akan memberimu ampun!" kecam Yuan Shi.
"Kaisar mengurung hamba dan tidak mengizinkan hamba keluar satu langkahpun. Hal apa lagi yang bisa hamba lakukan? Sedangkan, hamba sangat ingin melihat acara yang dirayakan kaisar. Apa hamba tidak pantas menikmati acaranya?" Qing 'Er dengan sengaja mengeraskan nada bicaranya agar semua orang tahu betapa kejinya kaisar mereka.
"Jika Qing 'Er ingin melihat persiapan acara, Qing 'Er dapat menikmatinya sesuka hati tidak perlu menaiki tembok dan mengendap-endap keluar. Mintalah pelayan istana untuk memberi kabar padaku maka aku akan menemuimu dan membawamu berkeliling." Yuan Shi menatap Qing 'Er tanpa ekspresi.
"Sekarang kaisar sudah tahu keinginan hamba, apakah boleh ikut bersama kaisar berkeliling?" dengan nada menggoda Qing 'Er dengan sengaja menjahili Yuan Shi sembari mengelus lembut pundak pria itu dan menatapnya dengan nakal.
Melihat hal itu membuat kaki Yuan Shi bergemetar. Bagaimanapun, dia adalah pria normal melihat Qing 'Er dengan begitu menawan dan berusaha menggoda dirinya rasanya ia ingin segera menerkam permaisurinya tersebut. "Tentu, aku akan sangat senang ditemani oleh permaisuriku yang cantik," Yuan Shi menurunkan Qing 'Er dari pelukannya membuat semua orang tersenyum bahagia.
Keduanya berjalan beriringan dan berkeliling melihat persiapan yang dilakukan oleh para pelayan untuk acara ulang tahun kekaisaran malam ini. "Qing 'Er pasti merasa bosan di dalam istana, malam ini aku akan menemani Qing 'Er beristirahat." Yuan Shi menyeringai penuh arti pada istrinya.
"Tidak perlu, hamba tahu kaisar sibuk. Setelah ini, hamba pasti jauh merasa lebih baik." Qing 'Er memalingkan wajahnya kemudian mencibir Yuan Shi dengan gerakan bibir tanpa suara.
Yuan Shi tertawa kecil melihat reaksi permaisurinya, entah mengapa ia lebih suka Qing 'Er yang sekarang ketimbang Qing 'Er yang hanya patuh pada perintahnya. Yuan Shi lebih bisa melihat kehidupan di mata Qing 'Er, tidak seperti sebelumnya wanita itu selalu dipenuhi dengan tatapan kosong dan tidak bahagia. Yuan Shi menautkan tangannya pada Qing 'Er, membuat wanita itu tersentak kaget dan menatap Yuan Shi yang kini tersenyum manis.
Semua pelayan yang melihat Qing 'Er dan Yuan Shi jalan beriringan terlihat bersorak gembira. "Bukankah itu pemandangan yang langka? Lihatlah kaisar yang dipenuhi pandangan penuh cinta pada permaisuri! Ugh, sangat romantis." ucap salah seorang pelayan.
Pelayan pribadi Wu Zetian yang kebetulan melewati taman melihat kebersamaan Qing 'Er dan Yuan Shi. Ia segera melaporkan pada Wu Zetian yang sudah beberapa lama ini tidak pernah mendapatkan perhatian kakak kaisarnya.
"Nona, nona!" pelayan pribadinya berlari tergesa-gesa.
"Ada apa?" tanya Wu Zetian dengan dingin.
"Ratu Liu Qing dan kaisar terlihat begitu mesra mengelilingi istana utama!" info pelayan pribadinya.
Mata Wu Zetian membulat sempurna memperlihatkan sebuah kemarahan yang begitu menakutkan. Ia menghentakan tangannya ke meja dan bersumpah serapah. "Ratu keparat! Bisa-bisanya merebut perhatian kakak kaisar dariku!" keluhnya.
Wu Zetian segera keluar dari istananya untuk menemui Yuan Shi. Dalam perjalanannya ia selalu bersikap anggun dan tidak menunjukan emosi apapun, namun dalam hatinya ia ingin segera memberi perhitungan pada Qing 'Er. Tepat berada di istana utama di mana perayaan akan diselenggarakan di sana, Wu Zetian melihat Yuan Shi yang menatap Qing 'Er tanpa berkedip. "Kakak Yuan Shi bahkan belum menemani hamba berkeliling, tapi begitu beruntungnya ratu sudah bisa ditemani kakak Yuan Shi melihat persiapan acara lebih dulu."
"Ah Selir Wu datang tanpa memberi penghormatan pada kaisar, tapi tidak mengapa itu wajar karena kamu adalah kesayangannya. Kalau begitu, sebaiknya Kakak Yuan Shi tersayang ini menemani adik kesayanganmu untuk berkeliling juga. Jika tidak, aku khawatir dia akan berubah menjadi iblis galak!" kata Qing 'Er balik menyindir kemudian berjalan menjauh dengan cepat melepaskan pegangan tangan Yuan Shi dan lalu melambaikan tangannya pada mereka.
Yuan Shi masih dibuat terkesima oleh Qing 'Er sampai dia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari wanita itu dan masih diam memaku melihat tingkah permaisurinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus berkarya
2023-08-17
0