Bab 8 - Mengelilingi istana utama

Qing 'Er berdecak kagum melihat hasil karyanya sendiri, merombak beberapa pakaian menjadi lebih mencolok dan indah. Qing 'Er memilih pakaian berwarna merah dengan beberapa perhiasan emas di sekitarnya, menunjukan kaki jenjangnya yang menawan. Pelayan Chun tertegun membuka mulutnya melihat betapa cantiknya sang permaisuri dengan gaya yang begitu berbeda. Terlihat sangat elegan namun seksi dan tidak berlebihan. Qing 'Er berjalan lenggak-lenggok seperti seorang model di dalam kamar sembari memuji kecantikan dirinya sendiri di dalam hati.

Beberapa menit setelahnya, Qing 'Er ke luar menemui penjaga istana dingin yang berjaga ketat di depan pintu masuk istana. Baru beberapa langkah, dirinya sudah di hadang dengan dua tombak kokoh yang menyilang satu sama lain, sekalipun penampilannya kali ini sangat membuat semua orang terkejut tetap saja tidak membuahkan hasil apapun. "Ratu Dinasti ingin lewat, apa kalian tidak tahu aturan?" tanya Qing 'Er.

"Ini titah kaisar, permaisuri tidak dapat meninggalkan istana dingin tanpa persetujuan Yang Mulia Kaisar," kata penjaga istana.

Qing 'Er menghela napas panjang, ia merasa kesal dan memutar bola matanya sembari mundur dan berjalan masuk ke istana tanpa ada niatan menerobos ke luar. "Sialan, Yuan Shi benar-benar mengurungku bak burung di dalam sangkar!"

Qing 'Er mengibaskan pakaiannya kemudian berjalan ke arah tembok istana dingin. Pelayan Chun begitu khawatir saat melihat ratunya langsung melangkah lompat beberapa kali sampai berada di atas tembok istana. "Aduh, Ratu Qing tolong berhati-hatilah! Jika sampai ada orang yang melihat atau ibu suri melihat hal ini kamu pasti akan berada dalam masalah!"

"Siapa itu ibu suri? Aku tidak peduli!" jawab Qing 'Er.

Saat melewati istana dingin, Yuan Shi dan beberapa pengawal begitu terkejut ketika melihat Qing 'Er berdiri di atas tembok besar istana dingin. "Kaisar, lihatlah permaisuri berdiri di atas tembok istananya!" ucap penasihat kerajaan.

Yuan Shi menggeleng dan mengerutkan alisnya, dia berpikir mungkin hal ini dilakukan Qing 'Er untuk memrotes dirinya. Pria itu mendekat dan berdiri di bawah Qing 'Er yang masih tidak mau turun dari atas sana. "Permasuri, apa yang sebenarnya kamu lakukan? Apa kamu tidak tahu bahwa hal ini sangat berbahaya? Cepatlah turun! Aku akan menangkapmu."

Ucapan kaisar membuat semua orang senang, nada penuh kelembutan serta perhatian menimbulkan harapan pada semua orang agar hubungan kedua sejoli ini dapat membaik. "Tidak perlu, aku akan turun sendiri!" kata Qing 'Er penuh percaya diri.

Namun seketika pijakannya menjadi tidak seimbang dan juga pandangannya kabur, Qing 'Er menjadi tidak bisa menyeimbangi tubuhnya sehingga ia tergelincir dan jatuh. Untungnya, Yuan Shi masih bersiap di bawah dan menangkap permaisurinya dengan mudah. Pria itu menatap datar Qing 'Er yang kini masih memejamkan matanya, Qing 'Er membuka matanya satu persatu dan melihat dirinya berada di pelukan Yuan Shi.

"Aku tahu kamu marah padaku, tapi jangan pernah lagi berniat melukai dirimu sendiri. Atau aku akan merasa sedih, kenapa kamu sangat ingin keluar dari kediamanmu sampai harus memanjat ke tembok yang tinggi ini?" Yuan Shi masih memeluk Qing 'Er dengan erat sembari menunggu jawabannya.

Dia kemudian memperhatikan pakaian yang Qing 'Er kenakan, mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu dan berbisik. "Pakaian ini? Kamu berani memakainya di tempat umum seperti ini, aku tidak akan memberimu ampun!" kecam Yuan Shi.

"Kaisar mengurung hamba dan tidak mengizinkan hamba keluar satu langkahpun. Hal apa lagi yang bisa hamba lakukan? Sedangkan, hamba sangat ingin melihat acara yang dirayakan kaisar. Apa hamba tidak pantas menikmati acaranya?" Qing 'Er dengan sengaja mengeraskan nada bicaranya agar semua orang tahu betapa kejinya kaisar mereka.

"Jika Qing 'Er ingin melihat persiapan acara, Qing 'Er dapat menikmatinya sesuka hati tidak perlu menaiki tembok dan mengendap-endap keluar. Mintalah pelayan istana untuk memberi kabar padaku maka aku akan menemuimu dan membawamu berkeliling." Yuan Shi menatap Qing 'Er tanpa ekspresi.

"Sekarang kaisar sudah tahu keinginan hamba, apakah boleh ikut bersama kaisar berkeliling?"  dengan nada menggoda Qing 'Er dengan sengaja menjahili Yuan Shi sembari mengelus lembut pundak pria itu dan menatapnya dengan nakal.

Melihat hal itu membuat kaki Yuan Shi bergemetar. Bagaimanapun, dia adalah pria normal melihat Qing 'Er dengan begitu menawan dan berusaha menggoda dirinya rasanya ia ingin segera menerkam permaisurinya tersebut. "Tentu, aku akan sangat senang ditemani oleh permaisuriku yang cantik," Yuan Shi menurunkan Qing 'Er dari pelukannya membuat semua orang tersenyum bahagia.

Keduanya berjalan beriringan dan berkeliling melihat persiapan yang dilakukan oleh para pelayan untuk acara ulang tahun kekaisaran malam ini. "Qing 'Er pasti merasa bosan di dalam istana, malam ini aku akan menemani Qing 'Er beristirahat." Yuan Shi menyeringai penuh arti pada istrinya.

"Tidak perlu, hamba tahu kaisar sibuk. Setelah ini, hamba pasti jauh merasa lebih baik." Qing 'Er memalingkan wajahnya kemudian mencibir Yuan Shi dengan gerakan bibir tanpa suara.

Yuan Shi tertawa kecil melihat reaksi permaisurinya, entah mengapa ia lebih suka Qing 'Er yang sekarang ketimbang Qing 'Er yang hanya patuh pada perintahnya. Yuan Shi lebih bisa melihat kehidupan di mata Qing 'Er, tidak seperti sebelumnya wanita itu selalu dipenuhi dengan tatapan kosong dan tidak bahagia. Yuan Shi menautkan tangannya pada Qing 'Er, membuat wanita itu tersentak kaget dan menatap Yuan Shi yang kini tersenyum manis.

Semua pelayan yang melihat Qing 'Er dan Yuan Shi jalan beriringan terlihat bersorak gembira. "Bukankah itu pemandangan yang langka? Lihatlah kaisar yang dipenuhi pandangan penuh cinta pada permaisuri! Ugh, sangat romantis." ucap salah seorang pelayan.

Pelayan pribadi Wu Zetian yang kebetulan melewati taman melihat kebersamaan Qing 'Er dan Yuan Shi. Ia segera melaporkan pada Wu Zetian yang sudah beberapa lama ini tidak pernah mendapatkan perhatian kakak kaisarnya.

"Nona, nona!" pelayan pribadinya berlari tergesa-gesa.

"Ada apa?" tanya Wu Zetian dengan dingin.

"Ratu Liu Qing dan kaisar terlihat begitu mesra mengelilingi istana utama!" info pelayan pribadinya.

Mata Wu Zetian membulat sempurna memperlihatkan sebuah kemarahan yang begitu menakutkan. Ia menghentakan tangannya ke meja dan bersumpah serapah. "Ratu keparat! Bisa-bisanya merebut perhatian kakak kaisar dariku!" keluhnya.

Wu Zetian segera keluar dari istananya untuk menemui Yuan Shi. Dalam perjalanannya ia selalu bersikap anggun dan tidak menunjukan emosi apapun, namun dalam hatinya ia ingin segera memberi perhitungan pada Qing 'Er. Tepat berada di istana utama di mana perayaan akan diselenggarakan di sana, Wu Zetian melihat Yuan Shi yang menatap Qing 'Er tanpa berkedip. "Kakak Yuan Shi bahkan belum menemani hamba berkeliling, tapi begitu beruntungnya ratu sudah bisa ditemani kakak Yuan Shi melihat persiapan acara lebih dulu."

"Ah Selir Wu datang tanpa memberi penghormatan pada kaisar, tapi tidak mengapa itu wajar karena kamu adalah kesayangannya. Kalau begitu, sebaiknya Kakak Yuan Shi tersayang ini menemani adik kesayanganmu untuk berkeliling juga. Jika tidak, aku khawatir dia akan berubah menjadi iblis galak!" kata Qing 'Er balik menyindir kemudian berjalan menjauh dengan cepat melepaskan pegangan tangan Yuan Shi dan lalu melambaikan tangannya pada mereka.

Yuan Shi masih dibuat terkesima oleh Qing 'Er sampai dia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari wanita itu dan masih diam memaku melihat tingkah permaisurinya.

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus berkarya

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!