Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli

Kemarin malam, tubuh asli Qing 'Er mengalami gejala demam tinggi akibat berendam terlalu lama untuk mengikuti perintah kaisar. Sebelumnya, Qing 'Er meminta Yuan Shi untuk melepaskannya dan membiarkan ia pergi ke luar istana. Yuan Shi marah dan menghukum Qing 'Er atas permintaan tidak masuk akalnya dengan berendam di kolam pemandian. Setelahnya, Yuan Shi mengerjakan tugas kekaisaran hingga larut malam dan ia lupa bahwa Qing 'Er sedang menjalankan hukuman darinya.

Qing 'Er jatuh sakit dan pingsan, sampai pagi tadi ia baru tersadar dan malah jiwa aslinya menghilang berganti dengan jiwa masa depan Su Mian. Setelah kekacauan itu, rumor pemberontakan permaisuri mulai terdengar ke penjuru istana. Tentang bagaimana ia ingin ke luar dan menjalani hidup layaknya rakyat biasa, hal itu tidak pernah terjadi selama masa kekaisaran terdahulu. Apalagi beredar rumor juga bahwa Qing 'Er melakukan itu untuk bunuh diri. Reputasi Qing 'Er semakin buruk di kalangan masyarakat setelah banyaknya rumor beredar dan hal itu tentu saja langsung terdengar oleh telinga Yuan Shi.

Setelah mendengar penjelasan sang pelayan pribadinya, Su Mian yang kini telah mendapat ingatan Qing 'Er dari sistem, langsung bisa melihat masalah utamanya secara garis besar dan pandangan pemilik asli tubuh. Su Mian berdecak kesal, ia mendengus pelan kemudian berdiri dan membalikan tubuhnya seraya menatap kagum dirinya di depan cermin. "Woah," gumamnya terkejut.

Wanita yang luar biasa menarik, wajahnya terlihat mirip dengan jiwa Su Mian. Rahang yang kecil membuat wanita ini nampak imut, kulit yang seputih susu dengan rambut berwarna kecoklatan yang bergelombang. Warna mata yang terang bagai perhiasan yang murni keemasan membuat Su Mian tertegun menatap dirinya sendiri di depan cermin.

"Cih, memangnya siapa yang ingin berdekatan dengan kaisar buta tidak tahu diri! Memanfaatkan orang lain sebagai pion untuk naik takhta. Yuan Shi kamu benar-benar terkutuk! Wanita secantik ini saja kamu perlakukan sejahat itu!" geram Su Mian penuh kekesalan.

"Uhuk.." suara batuk yang terdengar dari ambang pintu membuat Su Mian mengerjap, seorang pria berjubah emas bergambarkan naga yang melambangkan kerajaan mereka berdiri tepat di sana dengan kedua tangan yang bertautan ke belakang. Kasim Huo tersenyum getir ke arah permaisuri Qing 'Er, ia sengaja tidak memberitahu kedatangan kaisar atas permintaan pria itu.

"Tolong tinggalkan kami berdua!" Pinta kaisar lalu Kasim Huo dan Pelayan Chun mengangguk dan meninggalkan kaisar juga Qing 'Er berduaan di ruangan.

"Permaisuriku, kudengar kamu sakit? Bagaimana keadaanmu? Apa aku harus memanggilkan tabib lain untukmu?" Yuan Shi menyentuh lembut pipi Qing 'Er namun dengan cepat wanita itu menepisnya dengan kasar.

"Kaisar masih punya waktu menemui hamba? Apa kamu tidak punya kesibukan lain? Hamba sangat menikmati waktu hamba di istana dingin ini kamu tidak perlu khawatir!" rasa kesal yang Su Mian rasakan untuk kehidupan pahit Qing 'Er ia tunjukan tanpa ragu, berani sekali pria yang begitu membuat pemilik asli tubuhnya menderita muncul di hadapannya dengan wajah tanpa dosa seperti itu.

"Permaisuriku, apakah kamu sakit? Nada bicaramu juga tatapan matamu terlihat berbeda dari biasanya." Ucap Yuan Shi sembari berjalan mendekat.

"Hm, mungkin kaisar telah salah mengira. Hamba baik-baik saja!" jawab Qing 'Er.

"Aku dengar, permaisuriku mengalami serangan dingin semalam. Maaf, karena aku baru bisa menemuimu sekarang, ini semua karena masalah kekaisaran yang semakin rumit." Yuan Shi membelai lembut rambut Qing 'Er.

"Permaisuriku, mengenai permintaanmu semalam. Aku dengan tegas tetap tidak bisa memberikan hal itu padamu. Kamu tidak boleh berpikir untuk meninggalkanku lagi, ini adalah perintah apa kamu mengerti? Kamu seharusnya tidak berendam mengikuti perintahku dan menyakiti dirimu sendiri." ucap kaisar dengan lembut.

Yuan Shi terlihat begitu menawan, berambut biru gelap dengan mata yang berwarna senada, juga bentuk rahang dan hidung yang tajam sempurna masih memperhatikan Qing 'Er begitu dalam.

"Perintah? Apakah nyawaku adalah milikmu?" tanya Qing 'Er.

"Benar, nyawa semua rakyat adalah milik kaisar!" jawab Yuan Shi dengan wajah tanpa ekspresi.

Qing 'Er berdecak kagum seraya mengejek. "Kamu benar-benar memiliki kekuatan itu. Luar biasa, kamu bahkan tidak pernah memikirkan perasaan permaisurimu sendiri!" timpal Qing 'Er. "Mengurungnya, tidak memedulikannya tapi juga tidak mau melepaskannya. Apa yang kamu mau darinya? Bukankah akan lebih baik jika sekarang aku memintamu untuk mengembalikan haknya sebagai permaisuri?" Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan tajam, ia tidak menyangka emosinya bisa meledak-ledak dan hatinya ikut merasakan sakit yang diterima Qing 'Er asli.

"Sehingga aku tidak perlu bersusah payah terkurung di zaman ini." batinnya.

"Kamu terlihat tidak sehat, kita akan bicarakan lagi nanti setelah kondisimu membaik. Aku akan pergi karena masih ada tugas yang harus aku selesaikan," kata Yuan Shi acuh tak acuh.

"Oh? Bermalam bersama Selir Wu Zetian? Silahkan saja, dengan senang hati melihatmu di sini hanya membuatku muak!" Caci Qing 'Er.

Sorot mata terkejut Yuan Shi terpana pada Qing 'Er, sejak kapan ucapannya menjadi begitu kasar dan tidak hormat padanya. Biasanya, sekalipun Qing 'Er marah ia tidak akan pernah sekalipun menatap Yuan Shi dengan tajam apalagi meninggikan suaranya.

Yuan Shi mengabaikan Qing 'Er dan keluar ruangan sembari menghela napas panjang. "Pelayan Chun, pastikan kamu rutin memberinya obat. Beri kabar pada tabib terbaik untuk memeriksanya lebih lanjut!" pinta Kaisar Yuan Shi.

"Yang Mulia Kaisar, apakah hamba boleh memberi saran?" tanya Pelayan Chun dengan ragu.

"Pelayan Chun kamu begitu lancang! Hanya penasihat kerajaan yang bisa memberi saran pada kaisar!" timpal Kasim Huo.

"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba pantas mendapat hukuman!" Pelayan Chun bersimpuh menyesali perkataannya.

"Kasim Huo, kamu tidak perlu terlalu kejam pada pelayan permaisuri!" kata Kaisar. "Apa saranmu?" Lanjutnya.

"Permaisuri sudah lama tidak pulang ke kediaman perdana menteri. Mungkinkah semua tingkahnya yang membangkang pada kaisar ini disebabkan ia merindukan keluarganya? Jika hamba boleh memberi saran, alangkah baiknya kaisar membiarkan Yang Mulia pulang untuk beberapa hari sekalian untuk memulihkan diri di sana. Ketimbang di istana dingin ini, Yang Mulia Permaisuri mungkin akan segera pulih jika berada di kediamannya sendiri." usul Pelayan Chun.

"Hm.. Baiklah, besok sediakan segala keperluan untuk pergi ke kediaman Perdana Menteri, aku akan mengantar Qing 'Erku langsung kesana untuk menginap beberapa hari!" jawab Kaisar lalu pergi bersama Kasim Huo.

"Baik terimakasih, Yang Mulia!" jawab Pelayan Chun.

Setelahnya, pelayan Chun masuk ke kamar Qing 'Er memberi kabar bahwa rencananya untuk pulang ke rumah perdana menteri telah disetujui Kaisar Yuan Shi. "Permaisuri, akhirnya kaisar mengizinkanmu pulang ke kediaman perdana menteri besok."

"Pulang?" tanya Qing 'Er ragu.

"Benar, bukankah kita sudah merencanakannya dengan baik? Karena masalah ini, Yang Mulia akhirnya bisa menemui orang tua dan saudara Yang Mulia Permaisuri. Aku merasa senang untuk Yang Mulia." Pelayan Chun memegang erat tangan Qing 'Er.

Qing 'Er menyeringai tipis, namun tiba-tiba tubuhnya merasakan udara panas yang membuatnya tidak nyaman.

[Peringatan! Peringatan!

Telah melakukan pelanggaran, membuat kaisar murka. Pengurangan poin kesempatan hidup 5% , tersisa 85%]

Qing 'Er mengerutkan alisnya. "Sial! Dasar sistem sialan!"

Terpopuler

Comments

end

end

Iya sistemx banyak menye2 ga jelas mlas ku baca

2024-09-03

1

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

ya...sistem kok malah pengurangan sih...ah enggak asyiikkk

2023-12-27

7

ninena

ninena

demi apa!!! selirnya udah pake gelar maharani dongg 😭😭

2023-09-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!