Kemarin malam, tubuh asli Qing 'Er mengalami gejala demam tinggi akibat berendam terlalu lama untuk mengikuti perintah kaisar. Sebelumnya, Qing 'Er meminta Yuan Shi untuk melepaskannya dan membiarkan ia pergi ke luar istana. Yuan Shi marah dan menghukum Qing 'Er atas permintaan tidak masuk akalnya dengan berendam di kolam pemandian. Setelahnya, Yuan Shi mengerjakan tugas kekaisaran hingga larut malam dan ia lupa bahwa Qing 'Er sedang menjalankan hukuman darinya.
Qing 'Er jatuh sakit dan pingsan, sampai pagi tadi ia baru tersadar dan malah jiwa aslinya menghilang berganti dengan jiwa masa depan Su Mian. Setelah kekacauan itu, rumor pemberontakan permaisuri mulai terdengar ke penjuru istana. Tentang bagaimana ia ingin ke luar dan menjalani hidup layaknya rakyat biasa, hal itu tidak pernah terjadi selama masa kekaisaran terdahulu. Apalagi beredar rumor juga bahwa Qing 'Er melakukan itu untuk bunuh diri. Reputasi Qing 'Er semakin buruk di kalangan masyarakat setelah banyaknya rumor beredar dan hal itu tentu saja langsung terdengar oleh telinga Yuan Shi.
Setelah mendengar penjelasan sang pelayan pribadinya, Su Mian yang kini telah mendapat ingatan Qing 'Er dari sistem, langsung bisa melihat masalah utamanya secara garis besar dan pandangan pemilik asli tubuh. Su Mian berdecak kesal, ia mendengus pelan kemudian berdiri dan membalikan tubuhnya seraya menatap kagum dirinya di depan cermin. "Woah," gumamnya terkejut.
Wanita yang luar biasa menarik, wajahnya terlihat mirip dengan jiwa Su Mian. Rahang yang kecil membuat wanita ini nampak imut, kulit yang seputih susu dengan rambut berwarna kecoklatan yang bergelombang. Warna mata yang terang bagai perhiasan yang murni keemasan membuat Su Mian tertegun menatap dirinya sendiri di depan cermin.
"Cih, memangnya siapa yang ingin berdekatan dengan kaisar buta tidak tahu diri! Memanfaatkan orang lain sebagai pion untuk naik takhta. Yuan Shi kamu benar-benar terkutuk! Wanita secantik ini saja kamu perlakukan sejahat itu!" geram Su Mian penuh kekesalan.
"Uhuk.." suara batuk yang terdengar dari ambang pintu membuat Su Mian mengerjap, seorang pria berjubah emas bergambarkan naga yang melambangkan kerajaan mereka berdiri tepat di sana dengan kedua tangan yang bertautan ke belakang. Kasim Huo tersenyum getir ke arah permaisuri Qing 'Er, ia sengaja tidak memberitahu kedatangan kaisar atas permintaan pria itu.
"Tolong tinggalkan kami berdua!" Pinta kaisar lalu Kasim Huo dan Pelayan Chun mengangguk dan meninggalkan kaisar juga Qing 'Er berduaan di ruangan.
"Permaisuriku, kudengar kamu sakit? Bagaimana keadaanmu? Apa aku harus memanggilkan tabib lain untukmu?" Yuan Shi menyentuh lembut pipi Qing 'Er namun dengan cepat wanita itu menepisnya dengan kasar.
"Kaisar masih punya waktu menemui hamba? Apa kamu tidak punya kesibukan lain? Hamba sangat menikmati waktu hamba di istana dingin ini kamu tidak perlu khawatir!" rasa kesal yang Su Mian rasakan untuk kehidupan pahit Qing 'Er ia tunjukan tanpa ragu, berani sekali pria yang begitu membuat pemilik asli tubuhnya menderita muncul di hadapannya dengan wajah tanpa dosa seperti itu.
"Permaisuriku, apakah kamu sakit? Nada bicaramu juga tatapan matamu terlihat berbeda dari biasanya." Ucap Yuan Shi sembari berjalan mendekat.
"Hm, mungkin kaisar telah salah mengira. Hamba baik-baik saja!" jawab Qing 'Er.
"Aku dengar, permaisuriku mengalami serangan dingin semalam. Maaf, karena aku baru bisa menemuimu sekarang, ini semua karena masalah kekaisaran yang semakin rumit." Yuan Shi membelai lembut rambut Qing 'Er.
"Permaisuriku, mengenai permintaanmu semalam. Aku dengan tegas tetap tidak bisa memberikan hal itu padamu. Kamu tidak boleh berpikir untuk meninggalkanku lagi, ini adalah perintah apa kamu mengerti? Kamu seharusnya tidak berendam mengikuti perintahku dan menyakiti dirimu sendiri." ucap kaisar dengan lembut.
Yuan Shi terlihat begitu menawan, berambut biru gelap dengan mata yang berwarna senada, juga bentuk rahang dan hidung yang tajam sempurna masih memperhatikan Qing 'Er begitu dalam.
"Perintah? Apakah nyawaku adalah milikmu?" tanya Qing 'Er.
"Benar, nyawa semua rakyat adalah milik kaisar!" jawab Yuan Shi dengan wajah tanpa ekspresi.
Qing 'Er berdecak kagum seraya mengejek. "Kamu benar-benar memiliki kekuatan itu. Luar biasa, kamu bahkan tidak pernah memikirkan perasaan permaisurimu sendiri!" timpal Qing 'Er. "Mengurungnya, tidak memedulikannya tapi juga tidak mau melepaskannya. Apa yang kamu mau darinya? Bukankah akan lebih baik jika sekarang aku memintamu untuk mengembalikan haknya sebagai permaisuri?" Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan tajam, ia tidak menyangka emosinya bisa meledak-ledak dan hatinya ikut merasakan sakit yang diterima Qing 'Er asli.
"Sehingga aku tidak perlu bersusah payah terkurung di zaman ini." batinnya.
"Kamu terlihat tidak sehat, kita akan bicarakan lagi nanti setelah kondisimu membaik. Aku akan pergi karena masih ada tugas yang harus aku selesaikan," kata Yuan Shi acuh tak acuh.
"Oh? Bermalam bersama Selir Wu Zetian? Silahkan saja, dengan senang hati melihatmu di sini hanya membuatku muak!" Caci Qing 'Er.
Sorot mata terkejut Yuan Shi terpana pada Qing 'Er, sejak kapan ucapannya menjadi begitu kasar dan tidak hormat padanya. Biasanya, sekalipun Qing 'Er marah ia tidak akan pernah sekalipun menatap Yuan Shi dengan tajam apalagi meninggikan suaranya.
Yuan Shi mengabaikan Qing 'Er dan keluar ruangan sembari menghela napas panjang. "Pelayan Chun, pastikan kamu rutin memberinya obat. Beri kabar pada tabib terbaik untuk memeriksanya lebih lanjut!" pinta Kaisar Yuan Shi.
"Yang Mulia Kaisar, apakah hamba boleh memberi saran?" tanya Pelayan Chun dengan ragu.
"Pelayan Chun kamu begitu lancang! Hanya penasihat kerajaan yang bisa memberi saran pada kaisar!" timpal Kasim Huo.
"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba pantas mendapat hukuman!" Pelayan Chun bersimpuh menyesali perkataannya.
"Kasim Huo, kamu tidak perlu terlalu kejam pada pelayan permaisuri!" kata Kaisar. "Apa saranmu?" Lanjutnya.
"Permaisuri sudah lama tidak pulang ke kediaman perdana menteri. Mungkinkah semua tingkahnya yang membangkang pada kaisar ini disebabkan ia merindukan keluarganya? Jika hamba boleh memberi saran, alangkah baiknya kaisar membiarkan Yang Mulia pulang untuk beberapa hari sekalian untuk memulihkan diri di sana. Ketimbang di istana dingin ini, Yang Mulia Permaisuri mungkin akan segera pulih jika berada di kediamannya sendiri." usul Pelayan Chun.
"Hm.. Baiklah, besok sediakan segala keperluan untuk pergi ke kediaman Perdana Menteri, aku akan mengantar Qing 'Erku langsung kesana untuk menginap beberapa hari!" jawab Kaisar lalu pergi bersama Kasim Huo.
"Baik terimakasih, Yang Mulia!" jawab Pelayan Chun.
Setelahnya, pelayan Chun masuk ke kamar Qing 'Er memberi kabar bahwa rencananya untuk pulang ke rumah perdana menteri telah disetujui Kaisar Yuan Shi. "Permaisuri, akhirnya kaisar mengizinkanmu pulang ke kediaman perdana menteri besok."
"Pulang?" tanya Qing 'Er ragu.
"Benar, bukankah kita sudah merencanakannya dengan baik? Karena masalah ini, Yang Mulia akhirnya bisa menemui orang tua dan saudara Yang Mulia Permaisuri. Aku merasa senang untuk Yang Mulia." Pelayan Chun memegang erat tangan Qing 'Er.
Qing 'Er menyeringai tipis, namun tiba-tiba tubuhnya merasakan udara panas yang membuatnya tidak nyaman.
[Peringatan! Peringatan!
Telah melakukan pelanggaran, membuat kaisar murka. Pengurangan poin kesempatan hidup 5% , tersisa 85%]
Qing 'Er mengerutkan alisnya. "Sial! Dasar sistem sialan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
end
Iya sistemx banyak menye2 ga jelas mlas ku baca
2024-09-03
1
Shinta Dewiana
ya...sistem kok malah pengurangan sih...ah enggak asyiikkk
2023-12-27
7
ninena
demi apa!!! selirnya udah pake gelar maharani dongg 😭😭
2023-09-13
2