Di dalam dapur istana dingin, pandangan Qing 'Er tidak dapat melihat dengan jelas karena kepulan asap hasil kegagalannya membuat ayam goreng krispi. Dia segera ke luar dan meminta pelayan mematikan tungku yang masih menyala, sedangkan ayam gorengnya berubah menjadi hitam legam karena gosong.
"Nona, sudah kukatakan bahwa ini bukanlah kompor pengatur suhu otomatis!" kata Nemo.
"Kamu bilang ini sama mudahnya dengan itu!" timpal Qing 'Er.
"He-he-he, awalnya kukira seperti itu tapi sebenarnya aku juga hanya mengada-ngada. Lagi, kamu bahkan tidak pernah masuk ke dapur masih mau mencoba membuat ayam goreng sendiri!" Nemo menggeleng kepalanya kuat.
"Lagipula untuk apa masuk ke dapur jika ada robot yang dapat memasakan makanan untukku di rumah?" tanya Qing 'Er.
Qing 'Er ke luar dapur sembari menyibakkan pakaiannya yang dipenuhi bau asap yang menyengat. Wanita itu berjalan dan kemudian melihat Yuan Shi yang menemuinya dengan wajah yang nampak pucat. "Kamu baik-baik saja?" tanya Yuan Shi yang langsung menarik Qing 'Er ke pelukannya.
Qing 'Er terdiam merasakan hangatnya pelukan kaisar, tidak sadar ia menyunggingkan senyuman kecil di balik dada Yuan Shi dan rasanya sangat nyaman. "Aku baik-baik saja," jawabnya kemudian sembari menatap Yuan Shi.
"Apa yang ingin kamu lakukan di dapur istana?" tanya kaisar.
"Aku memasak ayam goreng, apa kamu ingin mencoba masakanku?" tanya Qing 'Er yang berniat menjahili Yuan Shi.
"Apa ini masakan pertama Qing 'Er? Aku akan bersedia mencobanya untukmu." Yuan Shi mengelus lembut rambut Qing 'Er sedangkan wanita itu hanya terdiam menahan tawanya.
"Pelayan, bawakan hasil masakanku! Kaisar ingin mencobanya sebagai tanda cintanya padaku," ucap Qing 'Er dengan lantang.
Semua pelayan saling bertukar tatap, mereka tahu bahwa hasil masakan Qing 'Er gagal dan wanita itu dengan entengnya malah meminta kaisar untuk mencicipi masakannya tersebut. Ketika makanan sudah ada di depan Yuan Shi, pria itu terdiam dan tertegun melihat tampilan makanan yang gosong dan menyakiti matanya. Seketika Yuan Shi menyesal telah menyetujui untuk mencoba masakan pertama Qing 'Er.
"Nona Su, kamu sungguh kejam! Lihatlah ekspresi menyesalnya itu, kasihan sekali!" kata Nemo.
"Bagaimana apa kaisar masih ingin mencobanya?" tanya Qing 'Er sambil menatap Yuan Shi dengan seksama dan menahan tawanya.
Yuan Shi balik memerhatikan Qing 'Er dan menggeser makanannya ke arah wanita itu. "Aku akan mencobanya selagi bersama dengan ratuku, sehidup semati harus bersama. Mencoba makanan seperti ini juga harus bersama, itu baru yang namanya cinta sejati." Yuan Shi menyeringai puas, dengan disaksikan para pelayan Qing 'Er tidak dapat menolak permintaan Yuan Shi.
"Baiklah!" Qing 'Er hendak mengambil secuil potongan ayam gorengnya namun tangan Yuan Shi kemudian menahannya dan menggeleng pelan sembari tersenyum.
"Tidak perlu, kamu bisa mencoba memasaknya lagi nanti. Aku bahkan bisa mengajarimu memasak jika kamu mau!" Yuan Shi mengelus lembut punggung tangan Qing 'Er yang kini terdiam menatapnya.
Tidak berselang lama, Wu Zetian yang mendengar kabar mengenai kedatangan kaisar ke istana dingin langsung bergegas kesana serta ikut menyaksikan kehebohan apa yang sebenarnya terjadi di istana permaisuri. Sesampainya di sana, ia melihat Yuan Shi yang sedang mengelus punggung tangan Qing 'Er dengan mesra serta keduanya yang tertawa riang bersama.
Tanpa permisi, wanita ular itu langsung duduk di antara Qing 'Er dan juga Yuan Shi membuat senyum mereka seketika menghilang dari wajah menawan keduanya. Wu Zetian menatap Yuan Shi tanpa memedulikan Qing 'Er.
"Kak Yuan, ibu suri bilang dalam waktu dekat kamu akan berkunjung ke Beiming, beliau memintaku untuk ikut menemanimu." katanya sembari mengaitkan tangan ke lengan Yuan Shi.
Yuan Shi kemudian melihat Wu Zetian. "Tian 'Er, kunjunganku hanya beberapa hari dan tidak ada hal yang berarti. Perjalanan ke Beiming membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga takut membuatmu kelelahan, alangkah baiknya Tian 'Er tetap di istana saja menemani ibu suri." ia melepaskan kaitan tangan Wu Zetian dan menatap wanita itu dengan tegas.
"Kak Yuan, apa kamu mau melanggar perintah ibu suri? Apa kamu tidak takut dihukum? Aku tidak ingin Kak Yuan mendapat masalah dari ibusuri." sahut Wu Zetian sembari bernada manja.
Qing 'Er kemudian berdiri, rasa mual yang melonjak dari ulu hatinya ketika melihat Wu Zetian berbicara mendayu membuat ia tidak nyaman sehingga ia memutuskan untuk berkeliling ke taman istananya. "Yang Mulia Kaisar, silahkan melanjutkan perbincangan kalian aku akan berkeliling sebentar."
Wu Zetian melirik tajam Qing 'Er kemudian kembali mengaitkan tangannya pada Yuan Shi. "Juga tentang calon putra mahkota kita, ibu suri sudah ingin aku mengandung anakmu. Kamu tidak boleh beralasan lagi, malam ini kamu harus bermalam denganku!"
Langkah kaki Qing 'Er terhenti, ada kekesalan yang sedang ia tahan saat mendengar ucapan Wu Zetian.
"Tian 'Er, kita bisa membahas masalah ini di kediamanmu, kenapa harus di sini dan disaksikan banyak orang?" tanya Yuan Shi.
Di sisi lain, Qing 'Er melanjutkan perjalanannya melewati beberapa pepohonan yang rindang di taman istana dingin. Namun pemandangan itu nampak kurang segar di mata Qing 'Er sehingga, dirinya terpikir sebuah ide untuk menambahkan berbagai jenis bunga agar di tanam di sana nantinya untuk menghidupi suasana istana dingin.
"Nona, kamu terlihat sedih. Ingatlah ini hanyalah tugas, kamu tidak boleh mencintai pemeran utama pria misimu hanya menjalankan peran permaisuri dan membantunya kembali mendapatkan kekuasaan!" kata Nemo
"Siapa bilang aku mencintainya?" tanya Qing 'Er dengan risih.
"Aku dapat merasakan perasaanmu, bahkan sejak tadi kamu tidak dapat menghilangkan bayangan kemesraan kalian saat di kereta kuda ’kan?"
"Omong kosong macam apa itu? Jelas itu adalah ingatan pemilik asli dan bukan milikku." tegas Su Mian.
"Terserah kamu saja yang penting kamu harus segera menyelesaikan tugas agar kita dapat kembali ke masa depan!" pinta Nemo.
[ Misi rahasia : Mengatasi masalah di Beiming.]
"Nona, kamu mendapatkan misi rahasia lagi tapi kali ini lokasinya ada di Beiming sehingga sekarang kamu harus membujuk kaisar agar mau mengajakmu ke kota itu!" Nemo dengan semangat menjentikkan jarinya sehingga membuat Su Mian melangkah sesuai dengan arahan Nemo.
"Sistem sialan, memaksaku untuk membujuk orang lain, membuatku tidak bisa mengendalikan diri!" kata Su Mian yang kini tidak dapat mengendalikan tubuh Qing 'Er.
Qing 'Er berjalan mendekati kaisar yang masih berdebat dengan Wu Zetian, secara tiba-tiba Qing 'Er duduk di pangkuan kaisar atas kendalian Nemo dan merangkulkan tangannya ke leher pria itu. Bukan hanya pelayan dan Selir Wu yang membelalak, namun Yuan Shi juga sama terkejutnya dengan yang lain.
"Nemo sialan!" batin Qing 'Er seraya tubuhnya kembali normal.
"Permaisuri?" tanya Yuan Shi sembari penuh harap, ketika ia melekatkan pandangannya pada Qing 'Er menerobos ke dalam bola mata sang permaisuri Yuan Shi melihat samar cerminan seseorang di dalam sana membuatnya memalingkan wajah dari Qing 'Er dan terdiam seribu bahasa. "Kenapa permaisuri bertindak impulsif?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
EsTehPanas SENJA
nemo ini kadang jadi musuh dalam selimut 😂😂😂
2023-09-11
3
fifid dwi ariani
trus Semangat
2023-08-17
1
fifid dwi ariani
trus Semangat
2023-08-17
1