Setelah Yuan Shi pergi, Qing 'Er langsung beranjak dan membersihkan diri. Aura bahagia terpancar di wajahnya, akhirnya ia bisa berpetualang keluar istana mencicipi berbagai jajanan zaman kuno ini. Hal itu sangat membuatnya bersemangat, daripada mati dengan gelar ratu di dalam istana lebih baik ia berkeliling di luar istana walau tanpa tujuan dan gelar. Qing 'Er dan sang pelayan berjalan melewati lorong rumahnya, tanpa disengaja ia pun berpapasan dengan kakak tertuanya, Liu Bai.
"Qing 'Er, kamu hendak pergi kemana? Bukankah kondisi tubuhmu masih belum baik?" tanya Kak Liu Bai.
"Kakak tertua, aku ingin sekali pergi ke pasar. Pelayan Chun akan menemaniku," jawab Qing 'Er.
"Kalau begitu izinkan kakak saja yang menemani adik Qing 'Er berbelanja. Kamu pasti sudah lama menginginkan hal ini, dahulu kamu selalu meminta diajak ke pasar setiap satu minggu sekali padaku atau pada Liu Bao," ucap Liu Bai.
"Kakak tertua benar, Qing 'Er sangat bersemangat!" katanya dengan gembira.
"Baiklah, kalau begitu mari kita berpamitan pada ayah dan ibu terlebih dahulu!" usul Liu Bai.
Bagi Su Mian, keluarga Liu Qing sangatlah sempurna. Kedua orangtua yang lengkap, dengan dua kakak pria yang begitu memperhatikannya. Di kehidupannya dulu, ia bahkan tidak memiliki siapapun untuk dijadikan sandaran. Su Mian merasa senang karena diberi kesempatan untuk merasakan keluarga yang utuh seperti ini. "Salam pada ayahanda!" kata keduanya.
"Yang Mulia ratu tidak perlu memberi salam seperti itu!" jawab Perdana Menteri.
"Ayah! Qing 'Er adalah putri ayah. Sudah sepantasnya aku menghormati dirimu, sekalipun aku bergelar ratu, namun di rumah ini aku hanyalah Qing 'Er putri kalian." Liu Qing tersenyum dan mendekat ke arah orangtuanya.
Nyonya perdana menteri begitu tersentuh pada ucapan Qing 'Er, ia tidak kuasa untuk tidak memeluk putri kecilnya yang kini sudah dewasa. "Qing 'Er kecil kami, kamu pasti kesulitan di dalam istana, Apakah kamu menderita? Bahkan tubuhmu terlihat begitu lebih kurus dari sebelumnya," ucap ibundanya dengan sedih.
"Aku sangat bahagia Ibu, walau kadang Yuan Shi selalu menguji kesabaranku tapi dia tidak pernah lengah dalam memperhatikan kebutuhanku. Jadi, ibu tenang saja!" kata Qing 'Er sembari memeluk ibunya.
"Syukurlah nak, ada apa kalian menemui kami? Sepertinya kalian akan pergi?" tanya istri Perdana Menteri.
"Benar ibu, Qing 'Er memintaku untuk menemaninya ke pasar membeli jajanan," jawab Liu Bai.
Qing 'Er mengangguk. "Kakak benar, Qing 'Er sangat rindu jajanan pasar."
"Baiklah kalau begitu kami mengizinkan, namun kalian tetap harus berhati-hati!" kata ibunya.
Diperjalanannya menuju pasar, Qing 'Er tidak bisa mengabaikan pikirannya tentang ciuman Yuan Shi tadi pagi. Baginya, ini adalah hal pertama yang ia rasakan sehingga membuatnya merasa sesuatu yang aneh di bagian perutnya seperti ada kupu-kupu berterbangan di dalam. Melihat Qing 'Er melamun, Liu Bai menjahilinya dengan mencubit kecil hidung adiknya tersebut sembari menyeringai halus. "Adik Qing 'Er ada apa? Apa ada sesuatu hal yang mengganggu pikiranmu?"
"Tidak kakak tertua, aku hanya sedang memikirkan jajanan apa yang ingin aku makan he-he." Qing 'Er tersenyum getir, sungguh memalukan memikirkan hal tadi pagi apalagi kakaknya menyadari hal itu. Qing 'Er berjalan lebih dulu dari Liu Bai setelah melihat manisan buah yang dijual secara bebas di pasaran.
"Kamu mau itu?" tanya Liu Bai.
"Iya, kakak tertua ayo beli itu!" jawab adik kecilnya.
"Iya-iya, tunggu sebentar jalan yang pelan!" peringat Liu bai.
Brukk..
Benar saja, baru diperingati untuk melambatkan langkahnya Qing 'Er sudah menabrak seseorang dan hampir membuat ia terjatuh. Beruntungnya, pria yang ia tabrak tadi dengan sigap menangkap Qing 'Er. "Adik, kamu tidak apa-apa?" Liu Bai segera berlari menuju Qing 'Er yang masih terpaku menatap pria di depannya.
"Permaisuri, apakah Yang Mulia Permaisuri baik-baik saja? Maafkan hamba lancang, anda boleh menghukumku!" Pria tadi langsung melepaskan pegangannya pada Qing 'Er setelah wanita itu berdiri seimbang dan bersimpuh untuk menerima pengampunan dari sang permaisuri.
"Eh.." Qing 'Er begitu terkejut melihat pria di depannya langsung bersimpuh bersama pedangnya. Ia bahkan tidak tahu siapa dia, namun sepertinya dia adalah pejabat istana jika dilihat dari pakaian yang dikenakan. "Kakak, dia siapa?" bisik Qing 'Er.
Liu Bai menatap Qing 'Er dengan heran, pria itu adalah Jenderal Ji yang di mana sejak kecil tumbuh bersama dengan Qing 'Er dan Yuan Shi. Mereka bertiga adalah sahabat dekat, bahkan Qing 'Er dan Jenderal Ji memiliki hubungan lebih dari sekedar itu sewaktu kecil, melihat Qing 'Er sama sekali tidak mengenali Ji, Liu Bai sadar bahwa adiknya memang sedang sakit. "Adik Qing 'Er, ini adalah Jenderal Ji."
"Oh jadi dia yang menyelamatkanku malam itu?" batin Qing 'Er.
"Yang Mulia hamba minta maaf!" Jenderal Ji masih dengan posisi bersimpuh menunggu pengampunan permaisuri.
"Jenderal Ji tidak perlu begitu, seharusnya aku berterimakasih karena kamu sudah menyelamatkanku dua kali. Bangkitlah!" pinta Qing 'Er.
"Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia Permaisuri." Ji menatap raut wajah Qing 'Er, tatapan itu bukan tatapan biasa melainkan tatapan penuh khawatir dan iba. Entah kenapa Ji merasa Qing 'Er sama sekali tidak sebahagia ini ketika berada di dalam istana.
Sedangkan Qing 'Er sempat terkesima dengan ketampanan Ji yang tidak masuk di akal. Tidak jauh berbeda dengan Kaisar Yuan Shi yang penuh wibawa, begitupun Ji dilihatnya. "Kemana kiranya permaisuri akan pergi? Hamba sedang mendapat tugas dari kerajaan, kupikir kaisar juga tidak akan keberatan apabila hamba menjaga permaisuri."
"Jenderal Ji, di sini aku bersama kakak tertua. Tidak akan ada yang berani menggangguku." Qing 'Er tersenyum halus. "Sekalipun ada yang mengganggu aku akan menghabisinya di tempat," batin Qing 'Er.
"Baiklah kalau begitu, semoga permaisuri menikmati waktu berharga ini. Hamba pamit dulu!" ucap Ji.
"Ya, tentu saja. Hati-hati Jenderal Ji," kata Qing 'Er
Setelah bercakap dengan Ji, Liu Qing dan Liu Bai kembali melanjutkan perjalanan mereka. Liu Bai yang merasa aneh sebab adiknya sangat bersikap formal pada Ji dan tidak seperti sahabat masa kecil. Padahal sebelumnya dia sangatlah akrab dengan pria itu. "Adik Qing 'Er, apa kamu tidak ingat masa bahagiamu bersama Ji?"
"Masa bahagia? Apa aku memiliki hal seperti itu?" Qing 'Er sadar, menurut sejarah Ji dan Qing 'Er adalah sepasang kekasih yang cintanya dihalangi oleh Kaisar Yuan Shi ketika masih muda. Jika memang benar hal itu seperti yang sejarah katakan, berarti sungguh Qing 'Er seharusnya lebih akrab dengan Ji.
Namun, karena sekarang jiwa Qing 'Er asli telah tiada dan digantikan jiwa baru Su Mian yang sama sekali tidak pernah ingin tertarik pada pria manapun karena ia beranggapan bahwa cinta bukanlah prioritas yang harus didapatkan. Hubungan mereka alangkah baiknya tidak dibuka kembali oleh Su Mian, lebih baik menjaga jarak agar tidak menimbulkan masalah lain di dunia yang sekarang ia tinggali.
Zaman di mana semua hal diatur oleh seorang kaisar, dengan menjadi Ratu Qing 'Er juga tidak dapat bertindak sembarangan kecuali, ia benar ingin melepas gelarnya dan hidup layaknya rakyat biasa. Tapi, akankah Yuan Shi melepaskannya?
"Qing 'Er dahulu sangat mencintai Ji sebelum akhirnya dinikahkan dengan Kaisar. Aku pribadi juga sebenarnya lebih mendukung hubunganmu dengan jenderal ketimbang kaisar, namun Kaisar tetaplah kaisar sekali mengeluarkan dekrit kekaisaran maka siapapun tidak dapat menolak!" kata Liu Bai.
"Aku mengerti, kurasa hatiku juga mulai terbiasa. Aku tidak ingin membuat Ji semakin terluka karena dekat dengannya berarti memberikan harapan untuknya. Aku tidak ingin ia memiliki harapan semu yang tidak seharusnya ia rasakan. Bukankah lebih baik mematahkan hatinya sekarang ketimbang berlarut menyakitinya secara perlahan?" tanya Qing 'Er. "Sekalipun terlihat kejam, namun hal ini efektif untuk membuat seseorang move on lebih cepat," lanjutnya.
"Move on?" Liu Bai mengerutkan alisnya.
"Itu istilah asing, kakak tertua harus menulisnya di dalam kamus besar Qing 'Er ha-ha!" Qing 'Er tertawa puas menggoda sang kakak. Memang apa yang dinyatakan Qing 'Er adalah benar, lebih baik tidak membuat harapan sama sekali untuk Ji.
"Apa adik Qing 'Er belajar bahasa asing di istana? Itu hebat! Apakah kelasnya di buka untuk umum?" tanya Liu Bai.
Qing 'Er hanya tertawa kecil dan tidak menjawab pertanyaan Liu Bai. Yang sedang ia pikirkan sekarang bagaimana agar ia kembali ke masa depan dan menyelesaikan misi dengan cepat.
Di tengah perjalanan, Qing 'Er melihat tusuk rambut berkilau yang amat cantik. Membuat pandangannya teralihkan dan fokus pada benda berkilau itu. "Berapa harga benda ini?" tanya Qing 'Er.
"Ini seharga 20 tael emas nyonya," jawab penjual itu.
Qing 'Er terdiam, ia menghitung persamaan dengan mata uang di masa depan dan hal itu membuatnya membelalak. "20 tael emas? Yang benar saja! Untuk jepit rambut seperti ini bukankah itu terlalu mahal?" tanya Qing 'Er heran.
"Adik Qing 'Er menginginkannya? Tidak usah khawatir, kakak akan membelikannya untukmu!" kata Liu Bai dengan lembut.
"Benarkah? Baiklah kalau begitu Qing 'Er akan sangat senang! Terimakasih Kak Liu Bai." bahkan Qing 'Er terpana oleh ketampanan kakaknya sendiri. Pria berhati lembut adalah kelemahannya sampai rasanya ia ingin membungkus Liu Bai dan membawanya ke dunia modern untuk dijadikan kakak sungguhan.
Setelah membeli jepit rambut, Qing 'Er membeli manisan buah juga beberapa jajanan lainnya seperti kue persik. Saat berada di gang sepi pasar, Qing 'Er merasa ada yang tidak beres begitupun dengan perasaan sama yang dirasakan Liu Bai, kakak tertuanya itu menoleh ke arah Qing 'Er.
"Adik Qing 'Er, segera pergi dari sini. Aku merasa ada yang aneh!" pinta Liu Bai.
Firasat mereka benar, tidak lama sekelompok bandit bersenjata mengepung keduanya hingga tidak ada jalan untuk kabur lagi. Dengan pakaian sutra mereka akan mudah dikenali sebagai bangsawan dan kini keduanya terjebak di tengah para bandit liar bersenjata.
"Qing 'Er, kamu harus bisa mengamankan diri. Kakak tidak akan membiarkan mereka menyakitimu!" Liu Bai segera menarik pedang di pinggangnya dan melakukan teknik pedang jurus milik keluarga mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
EsTehPanas SENJA
tolong catat itu kak... move on 😅😂
2023-09-10
6
fifid dwi ariani
trussehat
2023-08-17
0
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
tenang saja jiwa yang bersemayam di dalam tubuh adikmu ahli bela diri
2023-06-29
1