Bab 4 - Pasar Tradisional

Setelah Yuan Shi pergi,  Qing 'Er langsung beranjak dan membersihkan diri. Aura bahagia terpancar di wajahnya, akhirnya ia bisa berpetualang keluar istana mencicipi berbagai jajanan zaman kuno ini. Hal itu sangat membuatnya bersemangat, daripada mati dengan gelar ratu di dalam istana lebih baik ia berkeliling di luar istana walau tanpa tujuan dan gelar. Qing 'Er dan sang pelayan berjalan melewati lorong rumahnya, tanpa disengaja ia pun berpapasan dengan kakak tertuanya, Liu Bai.

"Qing 'Er, kamu hendak pergi kemana? Bukankah kondisi tubuhmu masih belum baik?" tanya Kak Liu Bai.

"Kakak tertua, aku ingin sekali pergi ke pasar. Pelayan Chun akan menemaniku," jawab Qing 'Er.

"Kalau begitu izinkan kakak saja yang menemani adik Qing 'Er berbelanja. Kamu pasti sudah lama menginginkan hal ini, dahulu kamu selalu meminta diajak ke pasar setiap satu minggu sekali padaku atau pada Liu Bao," ucap Liu Bai.

"Kakak tertua benar, Qing 'Er sangat bersemangat!" katanya dengan gembira.

"Baiklah, kalau begitu mari kita berpamitan pada ayah dan ibu terlebih dahulu!" usul Liu Bai.

Bagi Su Mian, keluarga Liu Qing sangatlah sempurna. Kedua orangtua yang lengkap, dengan dua kakak pria yang begitu memperhatikannya. Di kehidupannya dulu, ia bahkan tidak memiliki siapapun untuk dijadikan sandaran. Su Mian merasa senang karena diberi kesempatan untuk merasakan keluarga yang utuh seperti ini. "Salam pada ayahanda!" kata keduanya.

"Yang Mulia ratu tidak perlu memberi salam seperti itu!" jawab Perdana Menteri.

"Ayah! Qing 'Er adalah putri ayah. Sudah sepantasnya aku menghormati dirimu, sekalipun aku bergelar ratu, namun di rumah ini aku hanyalah Qing 'Er putri kalian." Liu Qing tersenyum dan mendekat ke arah orangtuanya.

Nyonya perdana menteri begitu tersentuh pada ucapan Qing 'Er, ia tidak kuasa untuk tidak memeluk putri kecilnya yang kini sudah dewasa. "Qing 'Er kecil kami, kamu pasti kesulitan di dalam istana, Apakah kamu menderita? Bahkan tubuhmu terlihat begitu lebih kurus dari sebelumnya," ucap ibundanya dengan sedih.

"Aku sangat bahagia Ibu, walau kadang Yuan Shi selalu menguji kesabaranku tapi dia tidak pernah lengah dalam memperhatikan kebutuhanku. Jadi, ibu tenang saja!" kata Qing 'Er sembari memeluk ibunya.

"Syukurlah nak, ada apa kalian menemui kami? Sepertinya kalian akan pergi?" tanya istri Perdana Menteri.

"Benar ibu, Qing 'Er memintaku untuk menemaninya ke pasar membeli jajanan," jawab Liu Bai.

Qing 'Er mengangguk. "Kakak benar, Qing 'Er sangat rindu jajanan pasar."

"Baiklah kalau begitu kami mengizinkan, namun kalian tetap harus berhati-hati!" kata ibunya.

Diperjalanannya menuju pasar, Qing 'Er tidak bisa mengabaikan pikirannya tentang ciuman Yuan Shi tadi pagi. Baginya, ini adalah hal pertama yang ia rasakan sehingga membuatnya merasa sesuatu yang aneh di bagian perutnya seperti ada kupu-kupu berterbangan di dalam. Melihat Qing 'Er melamun, Liu Bai menjahilinya dengan mencubit kecil hidung adiknya tersebut sembari menyeringai halus. "Adik Qing 'Er ada apa? Apa ada sesuatu hal yang mengganggu pikiranmu?"

"Tidak kakak tertua, aku hanya sedang memikirkan jajanan apa yang ingin aku makan he-he." Qing 'Er tersenyum getir, sungguh memalukan memikirkan hal tadi pagi apalagi kakaknya menyadari hal itu. Qing 'Er berjalan lebih dulu dari Liu Bai setelah melihat manisan buah yang dijual secara bebas di pasaran.

"Kamu mau itu?" tanya Liu Bai.

"Iya, kakak tertua ayo beli itu!" jawab adik kecilnya.

"Iya-iya, tunggu sebentar jalan yang pelan!" peringat Liu bai.

Brukk..

Benar saja, baru diperingati untuk melambatkan langkahnya Qing 'Er sudah menabrak seseorang dan hampir membuat ia terjatuh. Beruntungnya, pria yang ia tabrak tadi dengan sigap menangkap Qing 'Er. "Adik, kamu tidak apa-apa?" Liu Bai segera berlari menuju Qing 'Er yang masih terpaku menatap pria di depannya.

"Permaisuri, apakah Yang Mulia Permaisuri baik-baik saja? Maafkan hamba lancang, anda boleh menghukumku!" Pria tadi langsung melepaskan pegangannya pada Qing 'Er setelah wanita itu berdiri seimbang dan bersimpuh untuk menerima pengampunan dari sang permaisuri.

"Eh.." Qing 'Er begitu terkejut melihat pria di depannya langsung bersimpuh bersama pedangnya. Ia bahkan tidak tahu siapa dia, namun sepertinya dia adalah pejabat istana jika dilihat dari pakaian yang dikenakan. "Kakak, dia siapa?" bisik Qing 'Er.

Liu Bai menatap Qing 'Er dengan heran, pria itu adalah Jenderal Ji yang di mana sejak kecil tumbuh bersama dengan Qing 'Er dan Yuan Shi. Mereka bertiga adalah sahabat dekat, bahkan Qing 'Er dan Jenderal Ji memiliki hubungan lebih dari sekedar itu sewaktu kecil, melihat Qing 'Er sama sekali tidak mengenali Ji, Liu Bai sadar bahwa adiknya memang sedang sakit. "Adik Qing 'Er, ini adalah Jenderal Ji."

"Oh jadi dia yang menyelamatkanku malam itu?" batin Qing 'Er.

"Yang Mulia hamba minta maaf!" Jenderal Ji masih dengan posisi bersimpuh menunggu pengampunan permaisuri.

"Jenderal Ji tidak perlu begitu, seharusnya aku berterimakasih karena kamu sudah menyelamatkanku dua kali. Bangkitlah!" pinta Qing 'Er.

"Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia Permaisuri." Ji menatap raut wajah Qing 'Er, tatapan itu bukan tatapan biasa melainkan tatapan penuh khawatir dan iba. Entah kenapa Ji merasa Qing 'Er sama sekali tidak sebahagia ini ketika berada di dalam istana.

Sedangkan Qing 'Er sempat terkesima dengan ketampanan Ji yang tidak masuk di akal. Tidak jauh berbeda dengan Kaisar Yuan Shi yang penuh wibawa, begitupun Ji dilihatnya. "Kemana kiranya permaisuri akan pergi? Hamba sedang mendapat tugas dari kerajaan, kupikir kaisar juga tidak akan keberatan apabila hamba menjaga permaisuri."

"Jenderal Ji, di sini aku bersama kakak tertua. Tidak akan ada yang berani menggangguku." Qing 'Er tersenyum halus. "Sekalipun ada yang mengganggu aku akan menghabisinya di tempat," batin Qing 'Er.

"Baiklah kalau begitu, semoga permaisuri menikmati waktu berharga ini. Hamba pamit dulu!" ucap Ji.

"Ya, tentu saja. Hati-hati Jenderal Ji," kata Qing 'Er

Setelah bercakap dengan Ji, Liu Qing dan Liu Bai kembali melanjutkan perjalanan mereka. Liu Bai yang merasa aneh sebab adiknya sangat bersikap formal pada Ji dan tidak seperti sahabat masa kecil. Padahal sebelumnya dia sangatlah akrab dengan pria itu. "Adik Qing 'Er, apa kamu tidak ingat masa bahagiamu bersama Ji?"

"Masa bahagia? Apa aku memiliki hal seperti itu?" Qing 'Er sadar, menurut sejarah Ji dan Qing 'Er adalah sepasang kekasih yang cintanya dihalangi oleh Kaisar Yuan Shi ketika masih muda. Jika memang benar hal itu seperti yang sejarah katakan, berarti sungguh Qing 'Er seharusnya lebih akrab dengan Ji.

Namun, karena sekarang jiwa Qing 'Er asli telah tiada dan digantikan jiwa baru Su Mian yang sama sekali tidak pernah ingin tertarik pada pria manapun karena ia beranggapan bahwa cinta bukanlah prioritas yang harus didapatkan. Hubungan mereka alangkah baiknya tidak dibuka kembali oleh Su Mian, lebih baik menjaga jarak agar tidak menimbulkan masalah lain di dunia yang sekarang ia tinggali.

Zaman di mana semua hal diatur oleh seorang kaisar, dengan menjadi Ratu Qing 'Er juga tidak dapat bertindak sembarangan kecuali, ia benar ingin melepas gelarnya dan hidup layaknya rakyat biasa. Tapi, akankah Yuan Shi melepaskannya?

"Qing 'Er dahulu sangat mencintai Ji sebelum akhirnya dinikahkan dengan Kaisar. Aku pribadi juga sebenarnya lebih mendukung hubunganmu dengan jenderal ketimbang kaisar, namun Kaisar tetaplah kaisar sekali mengeluarkan dekrit kekaisaran maka siapapun tidak dapat menolak!" kata Liu Bai.

"Aku mengerti, kurasa hatiku juga mulai terbiasa. Aku tidak ingin membuat Ji semakin terluka karena dekat dengannya berarti memberikan harapan untuknya. Aku tidak ingin ia memiliki harapan semu yang tidak seharusnya ia rasakan. Bukankah lebih baik mematahkan hatinya sekarang ketimbang berlarut menyakitinya secara perlahan?" tanya Qing 'Er. "Sekalipun terlihat kejam, namun hal ini efektif untuk membuat seseorang move on lebih cepat," lanjutnya.

"Move on?" Liu Bai mengerutkan alisnya.

"Itu istilah asing, kakak tertua harus menulisnya di dalam kamus besar Qing 'Er ha-ha!" Qing 'Er tertawa puas menggoda sang kakak. Memang apa yang dinyatakan Qing 'Er adalah benar, lebih baik tidak membuat harapan sama sekali untuk Ji.

"Apa adik Qing 'Er belajar bahasa asing di istana? Itu hebat! Apakah kelasnya di buka untuk umum?" tanya Liu Bai.

Qing 'Er hanya tertawa kecil dan tidak menjawab pertanyaan Liu Bai. Yang sedang ia pikirkan sekarang bagaimana agar ia kembali ke masa depan dan menyelesaikan misi dengan cepat.

Di tengah perjalanan, Qing 'Er melihat tusuk rambut berkilau yang amat cantik. Membuat pandangannya teralihkan dan fokus pada benda berkilau itu. "Berapa harga benda ini?" tanya Qing 'Er.

"Ini seharga 20 tael emas nyonya," jawab penjual itu.

Qing 'Er terdiam, ia menghitung persamaan dengan mata uang di masa depan dan hal itu membuatnya membelalak. "20 tael emas? Yang benar saja! Untuk jepit rambut seperti ini bukankah itu terlalu mahal?" tanya Qing 'Er heran.

"Adik Qing 'Er menginginkannya? Tidak usah khawatir, kakak akan membelikannya untukmu!" kata Liu Bai dengan lembut.

"Benarkah? Baiklah kalau begitu Qing 'Er akan sangat senang! Terimakasih Kak Liu Bai." bahkan Qing 'Er terpana oleh ketampanan kakaknya sendiri. Pria berhati lembut adalah kelemahannya sampai rasanya ia ingin membungkus Liu Bai dan membawanya ke dunia modern untuk dijadikan kakak sungguhan.

Setelah membeli jepit rambut, Qing 'Er membeli manisan buah juga beberapa jajanan lainnya seperti kue persik. Saat berada di gang sepi pasar, Qing 'Er merasa ada yang tidak beres begitupun dengan perasaan sama yang dirasakan Liu Bai, kakak tertuanya itu menoleh ke arah Qing 'Er.

"Adik Qing 'Er, segera pergi dari sini. Aku merasa ada yang aneh!" pinta Liu Bai.

Firasat mereka benar, tidak lama sekelompok bandit bersenjata mengepung keduanya hingga tidak ada jalan untuk kabur lagi. Dengan pakaian sutra mereka akan mudah dikenali sebagai bangsawan dan kini keduanya terjebak di tengah para bandit liar bersenjata.

"Qing 'Er, kamu harus bisa mengamankan diri. Kakak tidak akan membiarkan mereka menyakitimu!" Liu Bai segera menarik pedang di pinggangnya dan melakukan teknik pedang jurus milik keluarga mereka.

Terpopuler

Comments

EsTehPanas SENJA

EsTehPanas SENJA

tolong catat itu kak... move on 😅😂

2023-09-10

6

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trussehat

2023-08-17

0

ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ

ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ

tenang saja jiwa yang bersemayam di dalam tubuh adikmu ahli bela diri

2023-06-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!