Sesampainya di istana, Yuan Shi sendiri yang membawa Liu Qing masuk ke istana dingin. Kali ini ia terlihat sangat marah dan tidak ingin istrinya itu keluar satu jengkalpun dari istana dingin. Yuan Shi menarik paksa permaisuri ke dalam kamar dan memberi peringatan padanya serta memperketat penjagaan. Suasana istana dingin kini semakin ramai akibat perketatan penjagaan yang dilakukan Yuan Shi, bahkan pria itu mengirim dua puluh pelayan lagi untuk melayani istrinya selama di dalam istana.
"Lepaskan! Beginikah caramu memperlakukan permaisurimu selama ini?" cibir Liu Qing.
"Aku tidak ingin kamu pergi kemanapun, patuhi perintahku kali ini! Selama aku menjalankan tugas kekaisaran kamu dilarang ke luar dari istana ini, semua kebutuhanmu akan disiapkan jika perlu aku akan membawa beberapa puluh pelayan lagi untukmu!" Yuan Shi menyentuh lembut pipi Qing 'Er.
Dalam hatinya, ia sangat merindukan ketenangan dan sikap damai yang selalu Qing 'Er tunjukan padanya. Tapi, entah kenapa sikap Liu Qing kali ini lebih terlihat tulus juga natural ketimbang dirinya dulu yang patuh dan selalu mengiyakan perkataan Yuan Shi bak boneka yang bisa kaisar atur sendiri. Yuan Shi juga tidak ingin mengurung Qing 'Er di istana dingin, namun keberadaan Liu Qing di dalam istana harem bisa membahayakan nyawa wanita itu sendiri, terutama di mata Klan Wu, klan yang memiliki kekuatan besar ibu suri di belakangnya.
Setelah meninggalnya kaisar terdahulu, Yuan Shi sebagai putra mahkota dan anak dari seorang selir harus menggantikan posisi ayahnya sebagai kaisar. Sedangkan ibu suri adalah janda kaisar terdahulu serta orang pertama yang tidak merestui hubungan Yuan Shi dan juga Liu Qing, karena harapan sesungguhnya ibu suri ada pada Wu Zetian yang berasal dari klan yang sama dengannya yaitu Klan Wu.
Namun Yuan Shi, selalu memegang teguh pesan ibundanya, ia harus terlepas dari segala hal yang membuatnya diatur oleh orang di belakangnya sekuat apapun mereka. Alih-alih menikahi adik sepupunya, Wu Zetian dan menjadikan ia sebagai ratu, Yuan Shi memutuskan untuk menikahi sahabatnya, Liu Qing sebagai syarat naik takhta yang harus ia lakukan pada saat itu.
Setelah adik kesayangan ibu suri yang tidak lain adalah ayah Wu Zetian sakit keras, Klan Wu kemudian mendesak Yuan Shi agar menikahi adik sepupunya. Wu Zetian memiliki kekuatan besar juga dukungan dari klan dan ibu suri, ia adalah wanita yang selalu di gembar-gemborkan sebagai selir kesayangan kaisar. Citranya di masyarakat sangat baik dan berbanding terbalik dengan citra Liu Qing yang selalu dianggap sebagai beban karena tidak pernah menunjukan keahliannya pada semua orang.
Liu Qing terbilang orang yang suka menyendiri, dia jarang sekali menghadiri acara resmi sekalipun ia berstatus sebagai ratu. Maka dari itu, ia terkenal sebagai ratu buangan yang menurut masyarakat adalah ratu yang bahkan sama sekali tidak pernah mendampingi dan dikenalkan oleh kaisar.
Setelah kedatangan Wu Zetian ke istana harem, Kaisar Yuan Shi langsung memberi perintah untuk memindahkan Liu Qing ke istana dingin serta segala urusan harem sepenuhnya dipegang oleh Wu Zetian. Bukan tanpa alasan, karena semua itu ia lakukan atas permintaan ibu suri, kecuali keputusan memindahkan Liu Qing ke istana dingin. Hal itu hanya satu-satunya cara yang dapat Yuan Shi lakukan untuk melindungi Liu Qing. Menurutnya, lebih sedikit Liu Qing berurusan dengan kekaisaran maka akan lebih aman baginya.
Sayangnya, Yuan Shi sendiri tidak pernah memikirkan perasaan Liu Qing. Ia mengurung Liu Qing sesuai keinginannya, bahkan jarang mengunjunginya dengan alasan tugas. Qing 'Er hidup di istana dingin tidak berbeda seperti burung dalam sangkar di genggaman Yuan Shi. Itulah, hal yang kini menyebabkan Su Mian marah pada Yuan Shi.
Kedua bola mata mereka saling bertukar, Yuan Shi menarik lembut tangan Qing 'Er dan mendekat ke arah tempat tidur besar milik permaisurinya. "Aku selalu mencintaimu," ujar Yuan Shi.
"Jika kamu benar mencintaiku tidak mungkin aku akan terjebak di sini," Kata Qing 'Er. Namun yang sesungguhnya jiwa Su Mian maksud adalah dirinya yang kini terjebak di Zaman Dinasti Xia bahkan tidak bisa kembali ke masa depan demi melalukan misi mendapatkan kembali cinta dari kaisar yang tidak tahu diri di depannya itu.
"Tidakkah kamu percaya padaku?" tanya Yuan Shi.
"Buktikanlah, bawa aku kembali ke istana utama, kembalikan semua hal yang seharusnya menjadi milikku!" jawab Liu Qing.
"Aku tidak bisa!" Kata Yuan shi sembari memalingkan wajahnya. "Kekaisaran sudah berjalan seperti ini, akan tetap aman jika kamu berada di sini, aku berjanji akan menemuimu setiap hari asalkan kamu tidak banyak memberontak dan jangan pernah meninggalkanku!" lanjutnya.
"Kamu sungguh egois, apa kamu pernah memikirkan perasaan Qing 'Er? Terkurung seperti ini bak burung di dalam sangkar!" Su Mian bahkan tidak menyadari bahwa ia mengatakan hal sesuai hati pemilik asli tubuh, bahkan kini matanya terasa perih dan panas seolah akan mengeluarkan air mata.
"Beristirahatlah! Besok akan ada acara untuk merayakan ulang tahun kekaisaran! Kamu harus tampil sangat cantik dibanding yang lain." Yuan Shi beranjak dari duduknya kemudian menyentuh lembut pipi Liu Qing.
Liu Qing menyeka kasar air matanya yang bahkan tidak terjatuh dari kelopak matanya. "Aku akan menghadirinya, beri aku kebebasan untuk melakukan apapun selagi aku tidak mengurus istana harem!" pinta Qing 'Er.
"Baik, lakukanlah sesuai keinginanmu selagi tidak mempermalukan kekaisaran," jawab Yuan Shi.
Setelah Yuan Shi pergi, Liu Qing menaikan sudut bibir atasnya mencibir dirinya sendiri dan Yuan Shi. "Pemilik tubuh ini begitu sensitif dan lemah, aku hampir terbawa sifat aslinya." Keluh Su Mian sembari menepuk keningnya.
"Dan juga, pria itu! Caranya menunjukan cinta sungguh terkesan dominan dan menyebalkan. Tidak heran dia adalah seorang kaisar, tapi menahan orang yang ia cinta di istana dingin dan membiarkan wanitanya mendapat julukan sebagai ratu buangan sungguhlah kejam!
Dia tidak melakukan apapun, bahkan tidak membuat citra istrinya membaik di masyarakat. Sebenarnya siapa yang bekerja di belakang untuk menekannya? Kenapa dia terlihat seperti kaisar boneka yang tidak memiliki kekuatan apapun untuk membela istrinya sendiri?" sejuta pertanyaan terlintas di pikiran Su Mian yang kini sudah membaringkan tubuhnya sembari menikmati udara dari jendela kamar yang terbuka.
Seketika pandangannya tertuju pada seseorang yang sedang mengawasinya di balik pohon. Tanpa pikir panjang, Liu Qing langsung meraih pedangnya di pojokan ruangan kemudian menerjunkan dirinya ke luar jendela. Pria berpakaian hitam dengan topeng hitam tadi melesat cepat, namun untung saja gerakan Liu Qing juga tidak kalah cepat sehingga mampu mengejarnya. Saat pria itu hendak melompat ke atas tembok istana dingin, pedang Qing 'Er sudah lebih dulu menyayat betis miliknya dan ia pun terjatuh tepat di kaki Liu Qing.
Ujung pedang Liu Qing kini ia arahkan tepat ke leher pria yang terkapar di tanah. "Dengarkan, Qing 'Er Ini aku Ji!" ucap pria tadi sembari membuka penutup wajahnya.
Liu Qing mengerutkan alisnya, tetap melayangkan pedangnya pada pria itu. "Jenderal Ji? Apa yang kamu lakukan?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
N___vt
niat melindungi tapi salah cara
2025-01-21
0
Nur Hayati
kesel.... ngeyel banget....
2024-02-14
1
_cloetffny
cih, tetep aja gue kesel
2023-12-23
3