Angin malam yang riuh menerpa wajah keduanya, Ji membuka penutup wajahnya dan menunjukan wajah tampan dengan mata cokelat terang yang ia miliki. Tiada orang lain selain mereka berdua, semua pelayan hampir sudah tidak terlihat batang hidungnya, terlebih mereka berdua sekarang sedang berada di bagian ujung istana dingin.
"Apa yang membuat Jenderal Ji memata-mataiku?" tanya Qing 'Er.
"Maaf karena kecerobohan hamba, namun bisakah Yang Mulia tidak terlalu formal seperti biasanya padaku? Melihat Yang Mulia bersikap seperti ini membuatku merasa ada jarak di antara kita." Ji menatap ujung pedang yang masih dilayangkan Qing 'Er ke lehernya.
"Apakah Jenderal Ji memata-mataiku atas perintah kaisar? Seperti, sebelumnya?" Qing 'Er menatap Ji dengan dingin, ia masih marah sebab karena Ji dirinya jadi tidak bisa keluar istana untuk menemui keluarga pemilik asli tubuh.
"Mohon maaf Yang Mulia, hamba tidak melakukan atas perintah kaisar--" Ji berdiri di depan Qing 'Er. "Namun, berhentilah membuat jarak di antara kita Qing 'Er, semenjak kamu bangun dari kejadian itu kamu terlihat begitu berbeda, seolah aku sedang melihat sosok lain dan bukan Qing 'Er yang kukenal dulu." Ji menepis pedang milik wanita itu.
Qing 'Er menghela napas panjang, menatap pria di hadapannya dengan lemah kemudian menurunkan pedangnya yang tajam. "Aku tidak mengerti maksudmu, bersikaplah secara formal. Tidakkah kamu takut, kaisar akan mengetahui sikapmu yang lancang terhadap permaisurinya?" tanya Qing 'Er tanpa ekspresi.
"Janjimu, apakah kamu tidak ingat janjimu satu hari sebelum peristiwa kemarin?" Ji meraih tangan Qing 'Er.
Wanita itu dengan cepat melepaskan tangan Ji. "Aku tidak ingat apapun, sebaiknya jenderal segera pergi dari istana ini. Aku tidak ingin mendapat masalah dan menimbulkan rumor yang tidak menyenangkan karena jenderal datang selarut ini!"
"Kamu berubah, satu hari saja kamu sudah melanggar janji yang kita buat. Aku akan pergi jika itu kemauanmu!" Ji melompati tembok tinggi istana dingin. Meninggalkan Qing 'Er yang terpaku di bawah pohon persik yang rindang. Qing 'Er duduk sebentar di sebuah batu, pikirannya terfokus pada janji yang dimaksud oleh Jenderal Ji.
Janji yang dibuat pemilik asli tubuh dengan kekasih masa kecilnya tersebut. Qing 'Er memanggil Nemo sang sistem. "Aku butuh bantuanmu!" ucap Qing 'Er.
"Nona, aku akan bersedia membantu. Tapi, tidak bisa melakukan hal yang banyak," jawab Nemo.
"Janji apa yang dibuat oleh dua manusia ini? Mengapa aku tidak mengingat hal apapun, janji apa yang dia maksud?" Qing 'Er termenung di bawah pepohonan itu.
"Nona, sistem tidak dapat menemukan informasi yang ingin anda caritahu. Lebih baik, anda mencari tahu sendiri dengan menyelesaikan satu persatu misi dari sistem!"
"Argh sialan! Sistem tidak berguna, aku akan memukulmu!" Qing 'Er beranjak dari duduknya kemudian berniat mengejar Nemo yang kini sudah menghilang dari pandangannya. Qing 'Er menekan dahinya keras, cukup menyulitkan hidup di zaman kuno, terlebih di tubuh seorang ratu.
Qing 'Er kembali ke kamarnya, kemudian menanggalkan semua pakaiannya dan mengganti dengan pakaian baru. Qing 'Er menyadari satu hal, formasi lingkaran surga seharusnya tercipta sejak Dinasti Xia, namun yang dia lihat tidak ada satupun orang dari dinasti yang percaya tentang adanya dewa ataupun dukun, sekalipun ada sihir sangatlah terlarang bagi rakyat dinasti untuk menggunakannya secara bebas.
Kini, ia juga samar-samar melupakan sejak kapan dan bagian mana yang ia lihat mengenai formasi lingkaran surga yang ia pelajari sebelumnya. Qing 'Er menghabiskan malamnya memikirkan hal yang masih menjadi misteri dan belum bisa ia pecahkan. Qing 'Er memutuskan untuk memeriksa meridian milik tubuhnya, melakukan meditasi dan melihat energi qi di dalam tubuh yang kini ia kendalikan.
Hampir setengah jam melihat dia merasa tidak ada yang ganjal, karena pemilik asli tubuh belum mengaktifkan energi di dalamnya sehingga tidak dapat mempelajari ilmu abadi. Dinasti Xia berarti bukanlah zaman para kultivator, melainkan dunia fana yang manusianya tidak memiliki kemampuan dewa atau apapun.
Qing 'Er menyelesaikan meditasinya, kemudian memutuskan untuk tidur setelah merasa lelah. Sistem yang tiba-tiba muncul kemudian kembali membangunkan Qing 'Er, membuatnya mengerjap dan duduk dengan wajah pucat.
"Nona, ada misi baru!" seru Nemo.
"Bisakah kamu tidak mengganggu tidurku yang berharga ini?" keluh Qing 'Er.
"Besok adalah perayaan ulang tahun kekaisaran! Jadi Nona harus bisa masuk dan ikut meramaikan acara, jika nona berhasil maka akan mendapatkan poin untuk membeli barang di sistem loh. Jika menolak, poin kesempatan hidup akan dikurangi sebanyak lima belas persen!"
"Kurangi saja, aku tidak mau hidup lagi!" Qing 'Er menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur dan menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.
"Nona, kamu benar-benar pecundang! Ingatlah misi kita, ini semua agar kita kembali ke masa depan!" seru Nemo lagi.
"Kenapa hanya aku yang berjuang? Kalau begitu jika aku berhasil kembali, aku akan meninggalkanmu disini!" geram Qing 'Er.
"Ha-ha, baiklah terserah padamu. Tapi sebelum itu terjadi, kamu harus merasakan hukuman dari sistem!" jawab Nemo.
Gemuruh tiba-tiba saja menggelegar dan petir terlihat begitu menyilaukan mata Qing 'Er. Seperti hukuman langit, Qing 'Er merasa ia akan mendapatkan masalah. "Baiklah, aku setuju. Tolong jelaskan misinya!"
[Misi tambahan : Membujuk kaisar agar Qing 'Er dapat menikmati perayaan istana!]
Qing 'Er mendengus pelan kemudian menggeleng, ia belum tahu bagaimana caranya membujuk seorang kaisar. Terlebih, ini adalah pengalaman pertamanya membujuk seorang pria. "Kenapa harus seperti ini, oh Tuhan?" Qing 'Er menenggelamkan wajahnya ke kasur kemudian terlelap tidur setelahnya.
Keesokan paginya, Yuan Shi sedang mempersiapkan segala hal untuk perayaan ulang tahun kekaisaran. Memeriksa segala persiapan yang sedang dilakukan oleh para pelayan, iapun dengan sengaja melewati istana dingin sembari berharap melihat permaisurinya yang cantik jelita.
Di keadaan lain, Pelayan sedang membujuk rayu Qing 'Er agar mau segera bangun dari tempat tidurnya. Qing 'Er meremas keras kain penutup tempat tidur dan menggeram kesal pada sistem yang memberikannya misi terkonyol dalam hidupnya. Qing 'Er meniup rambutnya yang menutupi setengah wajah menawannya, "Sistem kurang ajar!" ucapnya pelan.
"Nona, kaisar sering datang secara tiba-tiba akhir-akhir ini. Kuharap Nona mau segera membersihkan tubuh dan menggunakan pakaian yang cantik!" ucap pelayan pribadinya.
"Cih! Aku tidak pernah berdandan untuk seorang pria, terlebih lagi itu adalah Yuan Shi. Aku tidak mau!" geram Qing 'Er.
"Nona, ayolah! Aku memiliki beberapa pakaian yang bagus yang bisa kamu lihat!" kata sang pelayan.
Tiba-tiba, ide bagus terlintas di pikirannya. Qing 'Er menyeringai kemudian duduk dan meminta pelayan membawa beberapa pakaian yang akan ia pilih. "Bawakan semua pakaian yang kumiliki!" pintanya.
Dulu, Su Mian memiliki hobi lain dengan merancang pakaiannya sendiri. Ia lebih suka pakaian yang menonjol dan memamerkan lekuk tubuhnya yang indah. Karena hal itu selalu membuat pekerjaannya jadi lebih mudah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
_cloetffny
baru nyadar, kenapa manggilnya nona? bukan yang mulia?
2023-12-23
4
Syiffa Aulia
sistem gila
2023-09-12
1
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-08-17
1