Bab 11 - Rumah Hiburan

Suasana kerajaan semakin membosankan setelah acara kembang api selesai, Qing 'Er pun memutuskan turun dari atap dan langsung segera pergi ke rumah hiburan kekaisaran untuk mencari kesenangan di sana. Di masa depan mungkin lebih terkenal dengan sebutan diskotik, Su Mian biasanya selalu meluangkan waktunya untuk minum-minum sehabis melakukan tugas rahasia yang diberikan negara. Kinipun, ia akan melakukan hal yang sama.

Tapi satu hal yang ia perhatikan, selagi masih berkedudukan sebagai ratu dia pastinya tidak akan bertindak gegabah dan semaunya. Maka dari itu mau tidak mau iapun harus bersusah payah dengan menyamar sebagai seorang pria karena hanya dengan begitu dia bisa bebas melakukan apapun termasuk minum sampai mabuk.

Qing 'Er berjalan melalui keramaian yang menyesakkan ulu hatinya. Ia mencari celah sampai akhirnya bisa masuk ke rumah hiburan dengan napas yang tesenggal.

"Ah, sialan! Tidak dimana-mana, tempat hiburan selalu menjadi rebutan." keluh Qing 'Er kesal.

Tidak lama seorang wanita dengan dandanan mencolok menyambut Qing 'Er dengan semangat. "Tuan tampan ini, ada yang bisa kami bantu? Semua kesenangan yang kamu cari pastinya ada di sini." katanya sembari menyentuh lembut tangan Qing 'Er.

Qing 'Er berdecak sambil menggelengkan kepala pelan. "Bawakan minuman termahal kalian, aku akan menghabiskan uangku malam ini. Bawakan sepuluh botol sekaligus!"

"Wah luar biasa kami kedatangan tamu terhormat seperti Tuan. Baiklah Tuan, mohon tunggu sebentar di ruang khusus tamu terbaik di lantai atas kami akan segera membawakan pesanan Tuan." ucap wanita tadi.

Qing 'Er mengangguk kemudian berjalan langsung menuju lantai atas. Melihat tempat duduk yang sudah disediakan dengan rapih Qing 'Er merasa puas. Tempatnya persis seperti tempat bagi para tamu VIP di diskotik, tertutup dan lebih bersih daripada lantai bawah yang penuh dengan napas dan keringat segerombolan orang. Qing 'Er pun langsung menikmati waktu sendirinya dengan berkualitas.

Dia bersandar lega di kursinya sembari membentangkan tangan ke bahu kursi, ia tidak sabar untuk merasakan arak Zaman Dinasti Xia. Bagaimanapun, camilan yang saat itu ia beli dengan Liu Bai di pasar sangatlah lezat sampai tidak bisa membuatnya lupa dari keunikan aroma dan juga rasa yang tertinggal di lidahnya. Sehingga membuat ia ingin mencoba hal lainnya di sini.

Saat dirinya memejamkan mata dan mengkhayalkan camilan manis pasar, entah kenapa pikiran Qing 'Er malah beralih menjadi bayangan Yuan Shi yang sedang menciumnya di kediaman perdana menteri waktu itu. Qing 'Er kemudian membuka matanya sempurna sembari mencibir dirinya sendiri, ia bergidik dan kembali menekan kepalanya kuat. Sepertinya, pikirannya sudah cukup dipengaruhi oleh Yuan Shi.

Tidak berselang lama, para penjamu datang membawa sepuluh botol arak fermentasi biji-bijan yang tidak disuling atau bisa disebut Huang Jiu. Qing 'Er menggosokan tangannya seraya botol-botol arak itu diletakkan ke atas meja, ia mengangguk kegirangan dan segera meraih cangkir kecil menunggu penjamu menuangkan arak untuknya.

"Tuan, hari ini kami akan melayanimu," ucap salah seorang wuji. Wuji sendiri adalah sebuah pekerjaan seorang artis yang berbakat sebagai penghibur dengan cara menari maupun memainkan alat musik, namun bisa juga lebih dari itu.

Setelah menelan satu tenggak angciu, Qing 'Er merasa tenggorokannya sangat panas dan kepalanya pusing. "Pemilik tubuh bahkan tidak bisa minum arak lebih dari secangkir? Sia-sia saja aku membeli sepuluh botol arak ini." wajah Qing 'Er merengut kecewa pada pemilik asli tubuhnya. Mengeluarkan uang banyak dan harus membayar para wuji malah berakhir mabuk hanya karena satu tenggak cangkir angciu, sungguh mengesankan.

Di sisi lain, Yuan Shi yang sedang sibuk mengantar tamu penting kekaisaran membawa mereka untuk ikut merasakan arak terbaik di kerajaan. Ia memasuki area hiburan kekaisaran dan menempati tempat VIP yang sama seperti Qing 'Er.

Qing 'Er yang sedang menggeletakan kepalanya ke meja pun tidak berdaya lagi, kepalanya sangat pusing dan sistem tidak mau membantunya sama sekali. Bahkan setelah dipanggil beberapa kalipun Nemo tidak muncul menemuinya. "Mo.. Mo, ne."

"Nona sungguh ceroboh, menggunakan tubuh orang lain untuk bersenang-senang. Rasakan sendiri akibatnya!" protes Nemo yang hanya mengeluarkan suaranya ke telinga Qing 'Er.

"Apa aku mengganggu?" suara berat seorang pria terdengar. Qing 'Er yang awalnya menelungkupkan kepala kini menengadah langsung ke arah pria di hadapannya. Pria itu berpakaian sutra, rambutnya berwarna putih dan tersisir rapih. Bahkan pembawaan diri yang amat mengesankan Qing 'Er dalam pandangan pertamanya.

"Tuan sepertinya tidak sanggup menghabiskan arak ini, aku paling tidak suka melihat orang membuang makanan atau minuman jadi, izinkan aku ikut membantu menghabiskannya." pinta pria tadi sembari menarik kursi dan langsung duduk tanpa persetujuan Qing 'Er.

"Ha-ha-ha, bilang saja kamu tidak punya uang dan ingin merebut minuman gratis dariku iya ’kan?" Qing 'Er mendekap sepuluh botol di depannya dengan erat seperti anak sendiri.

Pria di depannya itu tertawa kecil kemudian menyentil kening Qing 'Er pelan. "Atau aku akan mengatakan bahwa kamu seorang wanita pada semua orang di sini!"

Qing 'Er mengerutkan alisnya dan mengerjapkan matanya pelan. "Jangan mencoba memerasku!"

"Kamu sudah mabuk berat, tubuhmu tidak sanggup untuk melakukannya. Aku bisa melihat dari energi yang kamu miliki, sangat rapuh dan tidak bisa sembarangan mengkonsumsi minuman seperti ini!" jelas pria itu.

"Apa kamu seorang dokter? Jangan berlagak pintar di depan Su Mian!" ujar Qing 'Er asal bicara.

"Su Mian? Jadi namamu Su Mian?" tanya pria di depannya untuk memastikan. "Namaku Yun Shan, senang bertemu dengan Nona Su." Lanjut Yun Shan sembari mengulurkan tangannya pada Qing 'Er kemudian wanita itupun meraihnya dengan ragu.

Tidak lama, kaisar ke luar dari ruangan khusus setelah selesai mengantar tamunya masuk ke dalam. Kini pikirannya malah terfokus pada Qing 'Er yang sejak tadi siang belum ia temui lagi. Yuan Shi amat merasa bersalah karena ia tahu bahwa Qing 'Er sangat ingin melihat acara yang dia rayakan hari ini. Sehingga Kaisar Yuan Shi pun memutuskan untuk segera menemui Permaisuri Qing 'Er ke istana dingin untuk menghiburnya.

Belum sampai ke luar dari rumah hiburan, dengan samar Yuan Shi mendengar suara yang sama persis dengan Liu Qing dari ruangan samping. "Prajurit, cepat buka pintu yang di sana!" pinta Yuan Shi yang merasa curiga.

Namun, pemandangan yang terlihat hanyalah dua pria yang sedang beradu mulut mengenai siapa yang pantas memiliki botol arak di depan meja membuat Yuan Shi menggeleng kepala. Ketika Yuan Shi hendak berbalik dan pergi, Qing 'Er yang sedang menyamar malah tanpa sadar berdiri dan memaki Yuan Shi.

"Yuan Shi kamu di sini? Mengurung permaisuri di istana dingin namun kamu sendiri malah pergi ke tempat seperti ini dasar egois, tidak tahu diri, brengsek!" geram Qing 'Er tidak sadar.

Prajurit yang mengawal Yuan Shi langsung mengeluarkan pedangnya dan hendak memberi pelajaran pada pria yang telah menghina kaisar. Tapi, Yuan Shi tahu jelas itu adalah suara Qing 'Er dan saat prajurit mulai maju beberapa langkah, Yuan Shi pun dengan sigap menghentikan tindakan mereka. "Berhenti!" serunya.

Begitupun dengan Pangeran Beiming yang ada di samping Qing 'Er, ia langsung berdiri melindungi Qing 'Er dari para prajurit yang hendak menyerangnya. Yuan Shi menatap tajam Yun Shan, tanpa pikir panjang pria itu segera mendekat ke arah ratunya. "Permaisuriku, kenapa kamu berada di sini?" tanya Yuan Shi.

Semua orang membelalak mendengar ucapan Yuan Shi, begitupun Yun Shan. Orang-orang di sana mulai riuh membicarakan ratu yang datang menyamar hanya demi menenggak arak berduaan bersama pria lain. Rumor tentang perselingkuhan permaisuri menyebar cepat ke lantai bawah bahkan lebih cepat dari cara kerja rumor di masa depan.

Tidak lama, Qing 'Er merasa kepalanya terasa sakit kemudian ambruk ke tubuh kaisar. Yuan Shi langsung menggendong Qing 'Er dan membawanya ke luar. Namun sebelum ke luar rumah hiburan, Yuan Shi dengan tegas memperingati semua orang. "Dengar! Siapapun yang berani menggunjing ratu terkait masalah hari ini, akan dihukum mati!"

"Kami tidak akan berani, Yang Mulia Kaisar!" semua orang tunduk pada ucapan Yuan Shi yang kini dengan begitu gagah menggendong Qing 'Er dalam dekapannya menuju istana dingin.

Yuan Shi berjalan menuju istana dingin diikuti beberapa prajurit, memasuki tempat itu dengan aura yang begitu menakutkan semua pelayan. "Hukum Pelayan Chun dan juga penjaga pintu istana sepuluh cambukan karena tidak dapat menjaga permaisuri dengan baik!" titah kaisar.

Alih-alih membawa Qing 'Er masuk, Yuan Shi malah membelokan tujuannya dan meneruskan perjalanannya sampai ke istana utama tempat di mana ia tinggal. Kemudian mengistirahatkan Qing 'Er di ranjangnya yang mewah, pria itu menatap Liu Qing dengan seksama.

"Qing 'Er, beraninya kamu ke luar tanpa seizinku dan memakai pakaian pria? Bahkan minum bersama pria asing alih-alih bersamaku. Qing 'Er, bagaimana aku bisa percaya padamu jika setiap hari sikapmu semakin membuatku khawatir?" Yuan Shi mendengus pelan kemudian bergegas pergi ke perpustakaan kekaisaran.

Perayaan ulang tahun kekaisaran sudah selesai dilaksanakan, kabar mengenai Yuan Shi bermalam dengan Qing 'Er sengaja disebar demi menutupi tentang masalah rumah hiburan.

Putri Ningshuang yang sudah lama menunggu permaisuri mulai khawatir dan segera pergi ke istana dingin untuk menemui ratu. Rencana mereka kali ini gagal karena Qing 'Er tidak dapat datang ke acara perayaan. Ningshuang berjalan dengan cepat sembari menaikan hanfu miliknya, tepat di ambang pintu Ning menatap tajam prajurit yang sedang mencambuk beberapa pelayan istana dingin.

"Tunggu, ada apa ini? Kenapa kalian menyiksa mereka?" tanya Ningshuang.

Terpopuler

Comments

Koey

Koey

peñasarañ sama ceritañya tpi piñdah dimeñsi pkai sistem tpi ooñ bikiñ mless lañjuttt, oñeñg

2023-12-16

0

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus bahagia

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!