Suasana di sekitar istana sangat ramai dikarenakan beberapa pelayan sedang mendekor halaman dengan cukup besar-besaran. Bahkan hiasan naga besar yang terbuat dari kerangka bambu serta kertas hias merah terbilang cukup mewah dipajang di tengah halaman. Belum lagi, bunga segar yang ditanam di sana membuat tempat itu kian menawan. Qing 'Er melewati lorong istana kemudian dari kejauhan seorang wanita yang melambai kearahnya mulai mendekat.
Qing 'Er langsung mengenalinya ketika wanita itu sudah tinggal beberapa langkah darinya. Gadis itu adalah Ningshuang, adik kandung Yuan Shi. Satu-satunya orang di istana yang sangat menyukai Qing 'Er sepenuh hati, Putri Ning tanpa ragu langsung memeluk kakak iparnya dengan erat.
"Kakak, maaf Ning belum sempat menjengukmu!" kata Ning dengan nada mengeluh. "Ning mendapat titah dari Ibu Suri untuk melakukan pelatihan bahasa asing di Beiming. Sehingga baru dengar kabar pagi ini saat Ning kembali, apakah kakak ipar masih sakit?" tanya Ning penuh perhatian.
"Tidak Ning, aku sudah membaik," jawab Qing 'Er sembari tersenyum.
"Ning mendengar kabar yang sangat tidak menyenangkan. Ning kesal dan langsung pergi kesini untuk menenangkan diri." Ning menyilangkan tangannya di dada sembari mendengus kesal.
"Kabar apa?" tanya Qing 'Er sembari keduanya melanjutkan perjalanan menuju ruang utama perjamuan.
"Kabar mengenai Kakak Qing yang katanya ingin memberontak! Katakan jika itu tidak benar, iya ’kan?" Ning terlihat menunggu jawaban Liu Qing.
Qing ’Er menggeleng pelan lalu merangkul Ningshuang dan mengeratkan rangkulannya seraya berbisik. "Aku juga muak mendengar kabar ini, bagaimana jika Ning membantuku menghilangkan rumor itu?"
"Bagaimana caranya?" tanya Ning dengan polos.
"Jadi begini...." Qing 'Er menjelaskan pada Ning secara terperinci.
"Kakak yakin akan melakukan pertunjukan malam ini? Oh iya, setelah dilihat mengapa pakaianmu begitu berbeda?" Ning memperhatikan Qing ’Er dari atas sampai ke bawah.
"Ini pakaian hasil rombakanku sendiri, bagaimana? Apakah cantik?" Qing 'Er memutarkan tubuhnya untuk memperlihatkan pakaiannya yang cantik.
"Sungguh sangat cocok di tubuh kakak ipar yang menawan. Ning senang, karena kakak ipar terlihat begitu bahagia." Ning memeluk Qing 'Er dengan erat, sampai mereka berdua akhirnya berpapasan dengan ibu suri dan keduanya langsung memberikan hormat.
"Salam pada Ibu Suri," kata keduanya. Namun, hanya tatapan yang tidak mengenakan dari Ibu Suri yang mereka dapatkan.
"Permaisuri Liu Qing, bukankah seharusnya kamu berada di istana dingin?" tanya Ibu Suri sembari menaikan sudut alisnya.
"Kebetulan kaisar membawaku berkeliling, aku sangat bosan di dalam istana sehingga meminta kaisar membawaku ke luar untuk jalan-jalan," Qing 'Er menyeringai tipis.
"Yuan Shi yang membawamu ke luar istana?" tampang ibu suri terlihat tidak senang. Tanpa mengatakan apapun lagi ia kemudian kembali ke paviliun lalu meminta kasim memanggil Yuan Shi.
Dengan menekan keningnya ibu suri nampak marah besar menunggu kedatangan Yuan Shi. Namun, pria yang masih bersama Wu Zetian itu sedang berkeliling memeriksa pekerjaan para pelayan istana lainnya. Tidak lama seorang kasim suruhan ibu suri pun melaporkan permintaan ibu suri pada kaisar. "Mohon maaf Yang Mulia, ibu suri meminta Yang Mulia Kaisar untuk menemuinya!"
Wu Zetian menatap Yuan Shi kemudian mengaitkan tangannya ke lengan kaisar. "Kakak Yuan, sepertinya ibu suri marah. Mungkin salah seorang pelayan melaporkan kebersamaanmu dengan Ratu Qing tadi."
Yuan Shi memejamkan matanya kemudian menggeleng. "Hal itu bukan apa-apa, kenapa ibu suri harus memanggilku secara pribadi?" Yuan Shi mendengus pelan. "Tolong kabarkan pada ibu suri aku akan segera kesana!"
"Baik Yang Mulia," jawab sang kasim.
"Kaisar tenang saja, aku akan menemani kaisar untuk membantu menjelaskan hal yang sebenarnya." Wu Zetian menyandarkan kepalanya di bahu Yuan Shi.
"Selir Wu sebaiknya kembali, aku akan menemui Ibu Suri sendiri." Yuan Shi melepaskan kaitan tangan Wu Zetian kemudian berjalan menuju paviliun yang ditinggali ibu suri.
Di dalam paviliun suasana yang suram terlihat, terlebih di kamar ibu suri yang dipenuhi aura gelap serta minim pencahayaan. Kaisar Yuan Shi datang menemui ibu suri dan memberinya hormat. "Yuan Shi, aku tidak sengaja berpapasan dengan permaisurimu." kata Ibu Suei tanpa basa-basi.
Yuan Shi menengadahkan kepalanya pada ibu suri. "Benarkah? Dia memang sedang merasa bosan, sehingga aku mengajaknya ke luar istana dingin."
"Atas dasar apa? Kamu ingin memberitahu semua orang bahwa kalian pasangan yang harmonis?" tanya ibu suri dengan nada ketus.
"Kumohon ibu suri tidak lagi ikut campur dalam urusan rumah tanggaku!" kecam Yuan Shi yang kini berdiri di depan ibu suri membuat wanita tua itu mengerutkan alisnya kesal.
"Yuan Shi! Kamu pasti lupa, aku bisa dengan mudah menyingkirkan wanita itu!" kata ibu suri mengancam.
"Kumohon juga ibu suri tidak membesar-besarkan masalah, aku sendiri yang akan membawa Qing 'Er kembali ke istana dingin. Untuk saat ini, biarkan dia menikmati suasana luar, setelahnya aku tidak akan membiarkan dia ke luar sampai acara perjamuan selesai." Yuan Shi menunduk penuh penyesalan, untuk saat ini hal yang paling aman baginya adalah mengikuti perintah ibu suri demi keselamatan Qing 'Er dan juga takhtanya.
"Bagus, aku puas dengan jawabanmu. Pastikan kamu hanya didampingi oleh Wu Zetian selama acara berlangsung, kamu harus lebih memperhatikannya. Jangan lupa soal cucu yang aku minta, ini sudah bulan ke-lima setelah kamu menikahi Tian 'Er namun tidak ada tanda padanya ia akan hamil terlebih kamu jarang menemuinya!" ucap ibu suri penuh penekanan.
"Soal itu, biar aku yang mengurusnya sendiri. Ibu suri tidak perlu terlalu pusing memikirkan masalah keturunan, aku jelas masih muda dan masih bisa memimpin negeri ini. Aku juga tidak akan menyepelekan masalah itu, tapi apa jadinya jika aku memberi anak pada Wu Zetian sebelum Qing 'Er?" Yuan Shi mengepalkan pegangannya yang tersembunyi.
"Kamu tahu jelas mengenai kekuatan klan kami yang pastinya bisa menurunkanmu dari takhta!
Tentu saja, kami ingin seorang keturunan yang dapat mengembalikan kejayaan klan, Sebaiknya kamu tidak banyak menolak perintahku!" kecam ibu suri lagi.
"Jika ibu suri telah selesai, izinkan aku pamit karena masih banyak tugas yang harus kuselesaikan!" Yuan Shi melenggang pergi dengan amarah yang ia tahan di dalam hatinya. Seorang kaisar mendapat ancaman dari ibu suri yang memegang kendali klan sungguh keterlaluan, ia tidak akan pernah melupakan penghinaan ini sejak ia naik takhta.
Yuan Shi akhirnya ke luar dan mencari keberadaan Liu Qing, ia terlihat khawatir sekaligus ingin membawanya kembali ke istana dingin. Namun sudah berkeliling masih tidak menemukannya sehingga Yuan Shi kembali menuju perpustakaan kekaisaran dan menenangkan dirinya di sana. Yuan Shi mengeluarkan sebuah batu giok putih yang diberikan ibundanya, menatap benda itu cukup lama dan tidak sadar air matanya terjatuh.
Jenderal Ji kemudian mengetuk dan datang melaporkan suasana istana saat ini. Pria itu melihat sahabatnya menangis dan mendekati kaisar. "Ji, menurutmu bagaimana rasanya jika seseorang tidak bisa melindungi wanita yang dia kasihi?" tanya kaisar.
Ji terdiam, dia bahkan pernah merasakan hal itu ketika sahabat di depannya ini merebut kekasih masa kecilnya dan dijadikan permaisurinya secara paksa. Ji pun tertawa kecil, "kenapa kaisar menanyakan hal seperti ini pada hamba yang bahkan belum menikah?"
"Bagaimana perasaanmu ketika aku merebut Qing 'Er darimu?" tanya Yuan Shi dengan datar dan tepat memfokuskan pandangannya pada mata Ji.
"Kamu adalah seorang kaisar, aku tidak pantas bersaing denganmu!" jawab Ji penuh rasa sakit di dalam hatinya.
"Kamu benar, aku adalah seorang kaisar yang seharusnya bisa mendapatkan apapun yang kuinginkan." Yuan Shi tersenyum halus pada Ji membuat pegangan pria di depannya itu mengerat pada pedang yang ia genggam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
N___vt
misal kaisar berpengaruh, harusnya bisa memutar balikan fakta kalo klan wu mau kudeta kaisar, padahal aslinya emang mau kudeta itu si ibu suri
2025-01-21
0
N___vt
kenapa ga langsung racun aja ibu surinya
2025-01-21
0
_cloetffny
sebesar apasi sebuah klan itu?
lebih besar dari kekuatan militer kekaisaran? lebih besar dari kekuatan militer menteri² yang pro kaisar? lebih besar dari kekuatan militer kerajaan² tetangga yang pro kaisar?
agak ngga masuk akal, tinggal di bunuh aja tuh ibu suri kalo pengikutnya berontak tinggal dihukum massal sebagai contoh bagi rakyat yang berniat memberontak. Giliran keluarga permaisuri nya aja yang ngelakuin masalah kecil diasingkan, lawak banget.
2023-12-23
2