Bab 9 - Ancaman Ibu Suri

Suasana di sekitar istana sangat ramai dikarenakan beberapa pelayan sedang mendekor halaman dengan cukup besar-besaran. Bahkan hiasan naga besar yang terbuat dari kerangka bambu serta kertas hias merah terbilang cukup mewah dipajang di tengah halaman. Belum lagi, bunga segar yang ditanam di sana membuat tempat itu kian menawan. Qing 'Er melewati lorong istana kemudian dari kejauhan seorang wanita yang melambai kearahnya mulai mendekat.

Qing 'Er langsung mengenalinya ketika wanita itu sudah tinggal beberapa langkah darinya. Gadis itu adalah Ningshuang, adik kandung Yuan Shi. Satu-satunya orang di istana yang sangat menyukai Qing 'Er sepenuh hati, Putri Ning tanpa ragu langsung memeluk kakak iparnya dengan erat.

"Kakak, maaf Ning belum sempat menjengukmu!" kata Ning dengan nada mengeluh. "Ning mendapat titah dari Ibu Suri untuk melakukan pelatihan bahasa asing di Beiming. Sehingga baru dengar kabar pagi ini saat Ning kembali, apakah kakak ipar masih sakit?" tanya Ning penuh perhatian.

"Tidak Ning, aku sudah membaik," jawab Qing 'Er sembari tersenyum.

"Ning mendengar kabar yang sangat tidak menyenangkan. Ning kesal dan langsung pergi kesini untuk menenangkan diri." Ning menyilangkan tangannya di dada sembari mendengus kesal.

"Kabar apa?" tanya Qing 'Er sembari keduanya melanjutkan perjalanan menuju ruang utama perjamuan.

"Kabar mengenai Kakak Qing yang katanya ingin memberontak! Katakan jika itu tidak benar, iya ’kan?" Ning terlihat menunggu jawaban Liu Qing.

Qing ’Er menggeleng pelan lalu merangkul Ningshuang dan mengeratkan rangkulannya seraya berbisik. "Aku juga muak mendengar kabar ini, bagaimana jika Ning membantuku menghilangkan rumor itu?"

"Bagaimana caranya?" tanya Ning dengan polos.

"Jadi begini...." Qing 'Er menjelaskan pada Ning secara terperinci.

"Kakak yakin akan melakukan pertunjukan malam ini? Oh iya, setelah dilihat mengapa pakaianmu begitu berbeda?" Ning memperhatikan Qing ’Er dari atas sampai ke bawah.

"Ini pakaian hasil rombakanku sendiri, bagaimana? Apakah cantik?" Qing 'Er memutarkan tubuhnya untuk memperlihatkan pakaiannya yang cantik.

"Sungguh sangat cocok di tubuh kakak ipar yang menawan. Ning senang, karena kakak ipar terlihat begitu bahagia." Ning memeluk Qing 'Er dengan erat, sampai mereka berdua akhirnya berpapasan dengan ibu suri dan keduanya langsung memberikan hormat.

"Salam pada Ibu Suri," kata keduanya. Namun, hanya tatapan yang tidak mengenakan dari Ibu Suri yang mereka dapatkan.

"Permaisuri Liu Qing, bukankah seharusnya kamu berada di istana dingin?" tanya Ibu Suri sembari menaikan sudut alisnya.

"Kebetulan kaisar membawaku berkeliling, aku sangat bosan di dalam istana sehingga meminta kaisar membawaku ke luar untuk jalan-jalan," Qing 'Er menyeringai tipis.

"Yuan Shi yang membawamu ke luar istana?" tampang ibu suri terlihat tidak senang. Tanpa mengatakan apapun lagi ia kemudian kembali ke paviliun lalu meminta kasim memanggil Yuan Shi.

Dengan menekan keningnya ibu suri nampak marah besar menunggu kedatangan Yuan Shi. Namun, pria yang masih bersama Wu Zetian itu sedang berkeliling memeriksa pekerjaan para pelayan istana lainnya. Tidak lama seorang kasim suruhan ibu suri pun melaporkan permintaan ibu suri pada kaisar. "Mohon maaf Yang Mulia, ibu suri meminta Yang Mulia Kaisar untuk menemuinya!"

Wu Zetian menatap Yuan Shi kemudian mengaitkan tangannya ke lengan kaisar. "Kakak Yuan, sepertinya ibu suri marah. Mungkin salah seorang pelayan melaporkan kebersamaanmu dengan Ratu Qing tadi."

Yuan Shi memejamkan matanya kemudian menggeleng. "Hal itu bukan apa-apa, kenapa ibu suri harus memanggilku secara pribadi?" Yuan Shi mendengus pelan. "Tolong kabarkan pada ibu suri aku akan segera kesana!"

"Baik Yang Mulia," jawab sang kasim.

"Kaisar tenang saja, aku akan menemani kaisar untuk membantu menjelaskan hal yang sebenarnya." Wu Zetian menyandarkan kepalanya di bahu Yuan Shi.

"Selir Wu sebaiknya kembali, aku akan menemui Ibu Suri sendiri." Yuan Shi melepaskan kaitan tangan Wu Zetian kemudian berjalan menuju paviliun yang ditinggali ibu suri.

Di dalam paviliun suasana yang suram terlihat, terlebih di kamar ibu suri yang dipenuhi aura gelap serta minim pencahayaan. Kaisar Yuan Shi datang menemui ibu suri dan memberinya hormat. "Yuan Shi, aku tidak sengaja berpapasan dengan permaisurimu." kata Ibu Suei tanpa basa-basi.

Yuan Shi menengadahkan kepalanya pada ibu suri. "Benarkah? Dia memang sedang merasa bosan, sehingga aku mengajaknya ke luar istana dingin."

"Atas dasar apa? Kamu ingin memberitahu semua orang bahwa kalian pasangan yang harmonis?" tanya ibu suri dengan nada ketus.

"Kumohon ibu suri tidak lagi ikut campur dalam urusan rumah tanggaku!" kecam Yuan Shi yang kini berdiri di depan ibu suri membuat wanita tua itu mengerutkan alisnya kesal.

"Yuan Shi! Kamu pasti lupa, aku bisa dengan mudah menyingkirkan wanita itu!" kata ibu suri mengancam.

"Kumohon juga ibu suri tidak membesar-besarkan masalah, aku sendiri yang akan membawa Qing 'Er kembali ke istana dingin. Untuk saat ini, biarkan dia menikmati suasana luar, setelahnya aku tidak akan membiarkan dia ke luar sampai acara perjamuan selesai." Yuan Shi menunduk penuh penyesalan, untuk saat ini hal yang paling aman baginya adalah mengikuti perintah ibu suri demi keselamatan Qing 'Er dan juga takhtanya.

"Bagus, aku puas dengan jawabanmu. Pastikan kamu hanya didampingi oleh Wu Zetian selama acara berlangsung, kamu harus lebih memperhatikannya. Jangan lupa soal cucu yang aku minta, ini sudah bulan ke-lima setelah kamu menikahi Tian 'Er namun tidak ada tanda padanya ia akan hamil terlebih kamu jarang menemuinya!" ucap ibu suri penuh penekanan.

"Soal itu, biar aku yang mengurusnya sendiri. Ibu suri tidak perlu terlalu pusing memikirkan masalah keturunan, aku jelas masih muda dan masih bisa memimpin negeri ini. Aku juga tidak akan menyepelekan masalah itu, tapi apa jadinya jika aku memberi anak pada Wu Zetian sebelum Qing 'Er?" Yuan Shi mengepalkan pegangannya yang tersembunyi.

"Kamu tahu jelas mengenai kekuatan klan kami yang pastinya bisa menurunkanmu dari takhta!

Tentu saja, kami ingin seorang keturunan yang dapat mengembalikan kejayaan klan, Sebaiknya kamu tidak banyak menolak perintahku!" kecam ibu suri lagi.

"Jika ibu suri telah selesai, izinkan aku pamit karena masih banyak tugas yang harus kuselesaikan!" Yuan Shi melenggang pergi dengan amarah yang ia tahan di dalam hatinya. Seorang kaisar mendapat ancaman dari ibu suri yang memegang kendali klan sungguh keterlaluan, ia tidak akan pernah melupakan penghinaan ini sejak ia naik takhta.

Yuan Shi akhirnya ke luar dan mencari keberadaan Liu Qing, ia terlihat khawatir sekaligus ingin membawanya kembali ke istana dingin. Namun sudah berkeliling masih tidak menemukannya sehingga Yuan Shi kembali menuju perpustakaan kekaisaran dan menenangkan dirinya di sana. Yuan Shi mengeluarkan sebuah batu giok putih yang diberikan ibundanya, menatap benda itu cukup lama dan tidak sadar air matanya terjatuh.

Jenderal Ji kemudian mengetuk dan datang melaporkan suasana istana saat ini. Pria itu melihat sahabatnya menangis dan mendekati kaisar. "Ji, menurutmu bagaimana rasanya jika seseorang tidak bisa melindungi wanita yang dia kasihi?" tanya kaisar.

Ji terdiam, dia bahkan pernah merasakan hal itu ketika sahabat di depannya ini merebut kekasih masa kecilnya dan dijadikan permaisurinya secara paksa. Ji pun tertawa kecil, "kenapa kaisar menanyakan hal seperti ini pada hamba yang bahkan belum menikah?"

"Bagaimana perasaanmu ketika aku merebut Qing 'Er darimu?" tanya Yuan Shi dengan datar dan tepat memfokuskan pandangannya pada mata Ji.

"Kamu adalah seorang kaisar, aku tidak pantas bersaing denganmu!" jawab Ji penuh rasa sakit di dalam hatinya.

"Kamu benar, aku adalah seorang kaisar yang seharusnya bisa mendapatkan apapun yang kuinginkan." Yuan Shi tersenyum halus pada Ji membuat pegangan pria di depannya itu mengerat pada pedang yang ia genggam.

Terpopuler

Comments

N___vt

N___vt

misal kaisar berpengaruh, harusnya bisa memutar balikan fakta kalo klan wu mau kudeta kaisar, padahal aslinya emang mau kudeta itu si ibu suri

2025-01-21

0

N___vt

N___vt

kenapa ga langsung racun aja ibu surinya

2025-01-21

0

_cloetffny

_cloetffny

sebesar apasi sebuah klan itu?
lebih besar dari kekuatan militer kekaisaran? lebih besar dari kekuatan militer menteri² yang pro kaisar? lebih besar dari kekuatan militer kerajaan² tetangga yang pro kaisar?
agak ngga masuk akal, tinggal di bunuh aja tuh ibu suri kalo pengikutnya berontak tinggal dihukum massal sebagai contoh bagi rakyat yang berniat memberontak. Giliran keluarga permaisuri nya aja yang ngelakuin masalah kecil diasingkan, lawak banget.

2023-12-23

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!