Ning menggeretakan giginya geram setelah tahu alasan para pelayan istana dingin dicambuk. Dia pun segera berjalan ke luar dengan penuh kekesalan di hatinya menuju tempat Yuan Shi. Ningshuang tidak menyangka, Yuan Shi akan bertindak berlebihan hanya karena kakak iparnya itu ke luar dari istana dingin.
Ning berjalan menuju istana utama dan memanggil Yuan Shi dengan keras beberapa kali. Namun hanya para prajurit yang menemuinya karena Yuan Shi tidak ada di sana. Selang berapa lama, Yuan Shi akhirnya datang dari arah belakang Ningshuang, ia baru saja kembali dari perpustakaan kekaisaran dan hendak beristirahat.
Wajah Yuan Shi nampak pucat dan terlihat kurang tidur, sehingga membuat Ning menjadi khawatir. "Kakak, kamu tidak apa-apa? Kamu nampak pucat!"
"Kakak baik-baik saja Ning, ada apa menemuiku tengah malam begini?" tanya Yuan Shi sembari menautkan tangannya ke belakang.
"Kenapa kakak menghukum para pelayan dan penjaga istana dingin? Apanya yang salah dengan ke luar dari istana dingin? Apa kakak tidak merasa kasihan pada kakak ipar? Dia sungguh kesepian! Kakak bahkan tidak pernah mengerti, kakak tidak pantas disebut sahabat masa kecilnya jika kakak saja tidak mampu mengetahui keinginannya!" Ning berkomentar keras terhadap Yuan Shi membuat pria itu tertegun dan mulai mengintropeksi dirinya sendiri.
"Ada banyak hal yang tidak Ning mengerti, kakak harap Ning tidak ikut campur dalam masalah kakak dan permaisuri." Yuan Shi mengusap lembut pucuk rambut adiknya, namun ia juga tidak bisa menyembunyikan rasa sedih atas apa yang dikatakan Ning karena itu adalah fakta.
Selama ini Yuan Shi hanya terfokus pada urusan kekaisaran dan jarang sekali memperhatikan Qing 'Er yang mungkin merasa kesepian tanpa kehadirannya. Setelah mendapatkan sedikit pencerahan dari ucapan Ning, Yuan Shi meminta adiknya kembali ke paviliun. "Ning lebih baik istirahat, ini sudah malam. Permaisuri ada di kamarku dia baik-baik saja dan aman di sana."
Mata Ningshuang berbinar. "Benarkah? Aku merasa khawatir tadi karena sebelumnya kami ada janji bertemu di acara perayaan namun kakak ipar tidak datang setelah kutunggu lama. Kalau begitu, aku akan kembali ke paviliun."
Kaisar Yuan Shi mengangguk kemudian ia melanjutkan perjalanannya masuk ke dalam kamar untuk menemui Qing 'Er di sana. Tatkala langkah kakinya masuk ke dalam kamar, ia dapat menghirup aroma kayu yang terbakar mengharumi ruangan. Menatap Qing 'Er dari kejauhan yang masih terlelap di atas ranjangnya yang mewah.
Kemudian melangkahkan kakinya lebih dekat lagi hingga ke tepian ranjang. Menarik selimut miliknya dan menutup Qing 'Er dengan benda yang lembut itu. Yuan Shi menghela napas kemudian menarik kursi kayu yang kokoh berukir pheonix di bagian punggung kursinya dari pojokan kamar tidur. Memperhatikan Qing 'Er dengan seksama dan cukup lama, melihat wajah imut istrinya yang membuat dirinya merasakan ketentraman dan kedamaian yang jarang sekali ia rasakan.
Satu hal yang mengganggu pikirannya sekarang, apakah wanita di depannya cukup bahagia dengan semua hal yang ia berikan? Atau malah sebaliknya. Akhirnya semalaman suntuk Yuan Shi memikirkan kesalahannya sehingga ia tidak bisa tidur, mungkin tidak ada salahnya menerima tawaran permaisurinya kemarin sehingga ia bisa mengetahui motif apa yang sebenarnya sedang ratunya rencanakan.
Pagi harinya sinar matahari menyapu lembut jendela kamar Yuan Shi. Nemo sang sistem merasakan energi yang luar biasa pada dirinya sehingga dia muncul untuk membangunkan Su Mian. "Nona Su, kamu sepertinya telah berhasil meyakinkan kaisar lagi loh."
Qing 'Er membuka matanya secara perlahan dan malas, ia mendengus kasar dan melemparkan Nemo dengan bantal yang ia raih dengan tangannya. "Kamu selalu muncul disaat yang tidak tepat!"
"Ish.. Ish.. Ish.. Jika seperti ini, kapan kita bisa kembali ke masa depan? Kamu terlalu malas padahal tahu sendiri bahwa kehidupanmu bergantung pada keberhasilan misi kita kali ini. Jika tidak, kita berdua benar-benar akan mati!" Nemo nampak cukup cerewet bagi Su Mian, ia bahkan langsung menutup telinganya dengan selimut dan kembali tidur.
"Nona, kamu mendapat hadiah lima belas persen poin kesempatan hidup dan juga sebuah petunjuk plot!" ucap Nemo. "Ayolah Su Mian, bangun! Apa kamu tidak mau menunjukan kehebatanmu itu pada Yuan Shi? Bukankah kamu lebih suka mendominasi, cepat tunjukan padanya sekarang. Kurang dari sepuluh menit, dia akan sampai di kamarnya loh." Sistem Nemo langsung menghilang setelah memberikan hadiah pada Qing 'Er.
"Kamarnya?" gumam Qing 'Er. Seketika ia menengadahkan kepala dan melihat sekeliling, ornamen asing dan hiasan kamar yang jauh lebih cantik dari kamarnya ini membuat Qing 'Er kelabakan. Ia segera bangun dan mencari cermin melihat pantulan dirinya sendiri yang berantakan dengan pakaian seorang pria.
"Gawat, aku seharusnya tidak boleh meremehkannya. Bagaimanapun dia adalah seorang kaisar!" gumam Qing 'Er dengan cepat langsung ke luar pintu kamar Yuan Shi kemudian menoleh ke kanan kiri menyembulkan kepalanya dari pintu. "Aman," lanjutnya sehingga ia langsung berjalan cepat dan menjauh dari kamar pria itu.
Karena pandangan Qing 'Er hanya terfokus ke belakang tanpa disadari ia menabrak sebuah benda kekar yang membuat hidungnya kesakitan. "Permaisuri?" Yuan Shi menunduk untuk melihat wajah istrinya sembari menatap Qing 'Er dengan aura dingin.
Qing 'Er menyeringai. "Kepalaku pusing, sepertinya aku akan pingsan."
Qing 'Er melemaskan tubuhnya dan bersandar di dada Yuan Shi. Semua pengawal dan pelayan di sekeliling Yuan Shi langsung tersenyum riang, Yuan Shi pun tanpa ragu menggendong Qing 'Er dan membawanya kembali ke kamarnya di istana utama.
"Aku tahu kamu bersandiwara, cepat bangun!" kata Yuan Shi sembari melihat Qing 'Er di dekapannya.
"Nona Su kamu sungguh memalukan, apa kamu kira kaisar bisa goyah dengan trik kecil semacam ini?" protes Nemo yang hanya bisa didengar oleh Qing 'Er.
Qing 'Er bertekad jika Yuan Shi tidak mengizinkannya ke luar dari kamarnya maka dia akan segera mengeluarkan jurus tendangan pemutus keturunan yang ia miliki dan kabur dari pria itu. Namun dugaan Liu Qing salah, Yuan Shi malah menurunkannya ke ranjang dengan lembut lalu membantu dirinya melepaskan sepatu yang kotor kemudian menarik ember berisi air dingin yang sudah disediakan pelayan sebelumnya untuk mencuci kaki Qing 'Er.
Perlakuan Yuan Shi yang tidak terduga membuat Qing 'Er kehabisan kata-kata. Seorang kaisar mencuci kaki permaisurinya bukankah hal yang sangat jarang terjadi?
"Aku akan membasuh kakimu kemudian akan meminta pelayan membawakan pakaian baru untukmu. Setelahnya kamu bisa pilih ingin mandi bersamaku atau di istana dingin?" Yuan Shi menengadah ke arah Qing 'Er yang matanya membulat penuh, ia masih memegang kaki lembut nan halus milik permaisurinya.
"Begitu, ya? Jika bisa memilih aku akan dengan senang hati mandi bersama kiasar tapi, aku tidak berjanji bisa memastikan keselamatan kaisar nanti." Qing 'Er menunduk kemudian menyentuh dagu Yuan Shi dan balik menggodanya.
"Permaisuriku tidak perlu takut, aku akan menjaga diri dan dirimu selagi kamu mau bekerjasama membuat semuanya lancar dan tidak menimbulkan kegaduhan yang berlebihan." Yuan Shi masih menatap Qing 'Er dengan mata tajamnya yang pastinya dapat memikat semua gadis di dinasti.
Bagaimana tidak, Yuan Shi adalah sosok yang sempurna, dengan tubuh yang tidak kurang apapun serta latar belakang yang tidak biasa bahkan sejak kecil dia sudah menjadi idola para wanita tua dan muda. Siapa sangka di balik itu semua dia juga menyimpan masa lalu yang menyedihkan yang hanya diketahui oleh sahabat dekatnya, termasuk Qing 'Er.
"Jadi, kamu menyetujui penawaranku kemarin?" tanya Qing 'Er.
"Aku bisa menyetujuinya, namun masih perlu diyakinkan." Yuan Shi berdiri dan meraih tangan Qing 'Er untuk membantunya ke luar dari ember air.
"Aku bisa meyakinkanmu dengan cara membunuh tetua Klan Wu sekarang juga," jawab Qing 'Er menyeringai.
Yuan Shi menggeleng. "Aku tidak ingin permaisuriku mengotori tangannya sendiri hanya demi melawan penjahat rendahan seperti mereka. Aku sudah punya rencana yang lebih baik dan membutuhkan dukungan permaisuri."
"Aku pasti akan selalu mendukungmu selagi itu menguntungkanku, apa imbalannya?" Qing 'Er mendekatkan dirinya pada Yuan Shi dan pria itu langsung merangkul pinggang sang istri.
"Aku akan segera memindahkanmu ke paviliun di samping istana utama. Paviliun terbaik yang memang disediakan untukmu sejak awal," Kata Yuan Shi meyakinkan.
"Bagus, aku setuju." Qing 'Er tersenyum lebar.
"Tapi, beri aku waktu sampai perjalananku ke Beiming nanti selesai, setelahnya kamu bisa pindah ke paviliun itu." Yuan Shi memeluk Qing 'Er lebih erat dan menenggelamkan wajahnya ke tengkuk leher permaisuri.
Sengatan listrik yang dirasakan Su Mian tidak dapat ia kendalikan, bahkan jantungnya berdegup dengan cepat. "Ah sialan pria ini mencari kesempatan dalam kesempitan," batinnya.
"Ngomong-ngomong, soal masalah semalam. Siapa pria yang bersamamu?" tanya Yuan Shi penuh kecurigaan, tatapannya yang lembut tadi kini berganti dengan tatapan cemburu yang menakutkan.
"Ah, aku bahkan tidak ingat apapun. Kaisar, aku harus segera mandi dan membersihkan diri di istana dingin." Qing 'Er melepaskan pelukan Yuan Shi.
"Aku akan menemanimu," jawab Yuan Shi yang berjalan lebih dulu dari Qing 'Er.
"Untuk apa?" tanya Qing 'Er yang berjalan di belakangnya.
"Aku akan mengajakmu jalan-jalan setelahnya," kata Yuan Shi dengan nada datar.
Qing 'Er menghentikan langkahnya kemudian tersenyum tipis. Nemo sang sistem muncul di bahu Liu Qing dan ikut merasa senang dengan perubahan sikap Yuan Shi. "Nona hebat, hanya dengan berapa malam Nona sudah dijanjikan ke luar dari istana dingin dan bahkan kaisar begitu perhatian padamu."
"Belum seberapa, aku bahkan belum mengendalikan Yuan Shi sepenuhnya." Qing 'Er menyeringai puas.
"Permaisuri, apa perlu kugendong? Jalanmu cukup lambat," ejek Yuan Shi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
_cloetffny
alangkah baiknya kata "loh" ini dihilangkan 😭
soalnya kalo pas dia muncul tetep ada kata "loh" diakhir percakapan, rada kurang srek
2023-12-23
1
_cloetffny
pencerahan nyenyenye padahal udah disinggung juga pada part awal kemana si otak lo
2023-12-23
0
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-08-17
0