Bab 12 - Perjanjian Suami Istri

Ning menggeretakan giginya geram setelah tahu alasan para pelayan istana dingin dicambuk. Dia pun segera berjalan ke luar dengan penuh kekesalan di hatinya menuju tempat Yuan Shi. Ningshuang tidak menyangka, Yuan Shi akan bertindak berlebihan hanya karena kakak iparnya itu ke luar dari istana dingin.

Ning berjalan menuju istana utama dan memanggil Yuan Shi dengan keras beberapa kali. Namun hanya para prajurit yang menemuinya karena Yuan Shi tidak ada di sana. Selang berapa lama, Yuan Shi akhirnya datang dari arah belakang Ningshuang, ia baru saja kembali dari perpustakaan kekaisaran dan hendak beristirahat.

Wajah Yuan Shi nampak pucat dan terlihat kurang tidur, sehingga membuat Ning menjadi khawatir. "Kakak, kamu tidak apa-apa? Kamu nampak pucat!"

"Kakak baik-baik saja Ning, ada apa menemuiku tengah malam begini?" tanya Yuan Shi sembari menautkan tangannya ke belakang.

"Kenapa kakak menghukum para pelayan dan penjaga istana dingin? Apanya yang salah dengan ke luar dari istana dingin? Apa kakak tidak merasa kasihan pada kakak ipar? Dia sungguh kesepian! Kakak bahkan tidak pernah mengerti, kakak tidak pantas disebut sahabat masa kecilnya jika kakak saja tidak mampu mengetahui keinginannya!" Ning berkomentar keras terhadap Yuan Shi membuat pria itu tertegun dan mulai mengintropeksi dirinya sendiri.

"Ada banyak hal yang tidak Ning mengerti, kakak harap Ning tidak ikut campur dalam masalah kakak dan permaisuri." Yuan Shi mengusap lembut pucuk rambut adiknya, namun ia juga tidak bisa menyembunyikan rasa sedih atas apa yang dikatakan Ning karena itu adalah fakta.

Selama ini Yuan Shi hanya terfokus pada urusan kekaisaran dan jarang sekali memperhatikan Qing 'Er yang mungkin merasa kesepian tanpa kehadirannya. Setelah mendapatkan sedikit pencerahan dari ucapan Ning, Yuan Shi meminta adiknya kembali ke paviliun. "Ning lebih baik istirahat, ini sudah malam. Permaisuri ada di kamarku dia baik-baik saja dan aman di sana."

Mata Ningshuang berbinar. "Benarkah? Aku merasa khawatir tadi karena sebelumnya kami ada janji bertemu di acara perayaan namun kakak ipar tidak datang setelah kutunggu lama. Kalau begitu, aku akan kembali ke paviliun."

Kaisar Yuan Shi mengangguk kemudian ia melanjutkan perjalanannya masuk ke dalam kamar untuk menemui Qing 'Er di sana. Tatkala langkah kakinya masuk ke dalam kamar, ia dapat menghirup aroma kayu yang terbakar mengharumi ruangan. Menatap Qing 'Er dari kejauhan yang masih terlelap di atas ranjangnya yang mewah.

Kemudian melangkahkan kakinya lebih dekat lagi hingga ke tepian ranjang. Menarik selimut miliknya dan menutup Qing 'Er dengan benda yang lembut itu. Yuan Shi menghela napas kemudian menarik kursi kayu yang kokoh berukir pheonix di bagian punggung kursinya dari pojokan kamar tidur. Memperhatikan Qing 'Er dengan seksama dan cukup lama, melihat wajah imut istrinya yang membuat dirinya merasakan ketentraman dan kedamaian yang jarang sekali ia rasakan.

Satu hal yang mengganggu pikirannya sekarang, apakah wanita di depannya cukup bahagia dengan semua hal yang ia berikan? Atau malah sebaliknya. Akhirnya semalaman suntuk Yuan Shi memikirkan kesalahannya sehingga ia tidak bisa tidur, mungkin tidak ada salahnya menerima tawaran permaisurinya kemarin sehingga ia bisa mengetahui motif apa yang sebenarnya sedang ratunya rencanakan.

Pagi harinya sinar matahari menyapu lembut jendela kamar Yuan Shi. Nemo sang sistem merasakan energi yang luar biasa pada dirinya sehingga dia muncul untuk membangunkan Su Mian. "Nona Su, kamu sepertinya telah berhasil meyakinkan kaisar lagi loh."

Qing 'Er membuka matanya secara perlahan dan malas, ia mendengus kasar dan melemparkan Nemo dengan bantal yang ia raih dengan tangannya. "Kamu selalu muncul disaat yang tidak tepat!"

"Ish.. Ish.. Ish.. Jika seperti ini, kapan kita bisa kembali ke masa depan? Kamu terlalu malas padahal tahu sendiri bahwa kehidupanmu bergantung pada keberhasilan misi kita kali ini. Jika tidak, kita berdua benar-benar akan mati!" Nemo nampak cukup cerewet bagi Su Mian, ia bahkan langsung menutup telinganya dengan selimut dan kembali tidur.

"Nona, kamu mendapat hadiah lima belas persen poin kesempatan hidup dan juga sebuah petunjuk plot!" ucap Nemo. "Ayolah Su Mian, bangun! Apa kamu tidak mau menunjukan kehebatanmu itu pada Yuan Shi? Bukankah kamu lebih suka mendominasi, cepat tunjukan padanya sekarang. Kurang dari sepuluh menit, dia akan sampai di kamarnya loh." Sistem Nemo langsung menghilang setelah memberikan hadiah pada Qing 'Er.

"Kamarnya?" gumam Qing 'Er. Seketika ia menengadahkan kepala dan melihat sekeliling, ornamen asing dan hiasan kamar yang jauh lebih cantik dari kamarnya ini membuat Qing 'Er kelabakan. Ia segera bangun dan mencari cermin melihat pantulan dirinya sendiri yang berantakan dengan pakaian seorang pria.

"Gawat, aku seharusnya tidak boleh meremehkannya. Bagaimanapun dia adalah seorang kaisar!" gumam Qing 'Er dengan cepat langsung ke luar pintu kamar Yuan Shi kemudian menoleh ke kanan kiri menyembulkan kepalanya dari pintu. "Aman," lanjutnya sehingga ia langsung berjalan cepat dan menjauh dari kamar pria itu.

Karena pandangan Qing 'Er hanya terfokus ke belakang tanpa disadari ia menabrak sebuah benda kekar yang membuat hidungnya kesakitan. "Permaisuri?" Yuan Shi menunduk untuk melihat wajah istrinya sembari menatap Qing 'Er dengan aura dingin.

Qing 'Er menyeringai. "Kepalaku pusing, sepertinya aku akan pingsan."

Qing 'Er melemaskan tubuhnya dan bersandar di dada Yuan Shi. Semua pengawal dan pelayan di sekeliling Yuan Shi langsung tersenyum riang, Yuan Shi pun tanpa ragu menggendong Qing 'Er dan membawanya kembali ke kamarnya di istana utama.

"Aku tahu kamu bersandiwara, cepat bangun!" kata Yuan Shi sembari melihat Qing 'Er di dekapannya.

"Nona Su kamu sungguh memalukan, apa kamu kira kaisar bisa goyah dengan trik kecil semacam ini?" protes Nemo yang hanya bisa didengar oleh Qing 'Er.

Qing 'Er bertekad jika Yuan Shi tidak mengizinkannya ke luar dari kamarnya maka dia akan segera mengeluarkan jurus tendangan pemutus keturunan yang ia miliki dan kabur dari pria itu. Namun dugaan Liu Qing salah, Yuan Shi malah menurunkannya ke ranjang dengan lembut lalu membantu dirinya melepaskan sepatu yang kotor kemudian menarik ember berisi air dingin yang sudah disediakan pelayan sebelumnya untuk mencuci kaki Qing 'Er.

Perlakuan Yuan Shi yang tidak terduga membuat Qing 'Er kehabisan kata-kata. Seorang kaisar mencuci kaki permaisurinya bukankah hal yang sangat jarang terjadi?

"Aku akan membasuh kakimu kemudian akan meminta pelayan membawakan pakaian baru untukmu. Setelahnya kamu bisa pilih ingin mandi bersamaku atau di istana dingin?" Yuan Shi menengadah ke arah Qing 'Er yang matanya membulat penuh, ia masih memegang kaki lembut nan halus milik permaisurinya.

"Begitu, ya? Jika bisa memilih aku akan dengan senang hati mandi bersama kiasar tapi, aku tidak berjanji bisa memastikan keselamatan kaisar nanti." Qing 'Er menunduk kemudian menyentuh dagu Yuan Shi dan balik menggodanya.

"Permaisuriku tidak perlu takut, aku akan menjaga diri dan dirimu selagi kamu mau bekerjasama membuat semuanya lancar dan tidak menimbulkan kegaduhan yang berlebihan." Yuan Shi masih menatap Qing 'Er dengan mata tajamnya yang pastinya dapat memikat semua gadis di dinasti.

Bagaimana tidak, Yuan Shi adalah sosok yang sempurna, dengan tubuh yang tidak kurang apapun serta latar belakang yang tidak biasa bahkan sejak kecil dia sudah menjadi idola para wanita tua dan muda. Siapa sangka di balik itu semua dia juga menyimpan masa lalu yang menyedihkan yang hanya diketahui oleh sahabat dekatnya, termasuk Qing 'Er.

"Jadi, kamu menyetujui penawaranku kemarin?" tanya Qing 'Er.

"Aku bisa menyetujuinya, namun masih perlu diyakinkan." Yuan Shi berdiri dan meraih tangan Qing 'Er untuk membantunya ke luar dari ember air.

"Aku bisa meyakinkanmu dengan cara membunuh tetua Klan Wu sekarang juga," jawab Qing 'Er menyeringai.

Yuan Shi menggeleng. "Aku tidak ingin permaisuriku mengotori tangannya sendiri hanya demi melawan penjahat rendahan seperti mereka. Aku sudah punya rencana yang lebih baik dan membutuhkan dukungan permaisuri."

"Aku pasti akan selalu mendukungmu selagi itu menguntungkanku, apa imbalannya?" Qing 'Er mendekatkan dirinya pada Yuan Shi dan pria itu langsung merangkul pinggang sang istri.

"Aku akan segera memindahkanmu ke paviliun di samping istana utama. Paviliun terbaik yang memang disediakan untukmu sejak awal," Kata Yuan Shi meyakinkan.

"Bagus, aku setuju." Qing 'Er tersenyum lebar.

"Tapi, beri aku waktu sampai perjalananku ke Beiming nanti selesai, setelahnya kamu bisa pindah ke paviliun itu." Yuan Shi memeluk Qing 'Er lebih erat dan menenggelamkan wajahnya ke tengkuk leher permaisuri.

Sengatan listrik yang dirasakan Su Mian tidak dapat ia kendalikan, bahkan jantungnya berdegup dengan cepat. "Ah sialan pria ini mencari kesempatan dalam kesempitan," batinnya.

"Ngomong-ngomong, soal masalah semalam. Siapa pria yang bersamamu?" tanya Yuan Shi penuh kecurigaan, tatapannya yang lembut tadi kini berganti dengan tatapan cemburu yang menakutkan.

"Ah, aku bahkan tidak ingat apapun. Kaisar, aku harus segera mandi dan membersihkan diri di istana dingin." Qing 'Er melepaskan pelukan Yuan Shi.

"Aku akan menemanimu," jawab Yuan Shi yang berjalan lebih dulu dari Qing 'Er.

"Untuk apa?" tanya Qing 'Er yang berjalan di belakangnya.

"Aku akan mengajakmu jalan-jalan setelahnya," kata Yuan Shi dengan nada datar.

Qing 'Er menghentikan langkahnya kemudian tersenyum tipis. Nemo sang sistem muncul di bahu Liu Qing dan ikut merasa senang dengan perubahan sikap Yuan Shi. "Nona hebat, hanya dengan berapa malam Nona sudah dijanjikan ke luar dari istana dingin dan bahkan kaisar begitu perhatian padamu."

"Belum seberapa, aku bahkan belum mengendalikan Yuan Shi sepenuhnya." Qing 'Er menyeringai puas.

"Permaisuri, apa perlu kugendong? Jalanmu cukup lambat," ejek Yuan Shi.

Terpopuler

Comments

_cloetffny

_cloetffny

alangkah baiknya kata "loh" ini dihilangkan 😭
soalnya kalo pas dia muncul tetep ada kata "loh" diakhir percakapan, rada kurang srek

2023-12-23

1

_cloetffny

_cloetffny

pencerahan nyenyenye padahal udah disinggung juga pada part awal kemana si otak lo

2023-12-23

0

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sabar

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!