Bab 3 - Pulang ke rumah

Keesokan paginya, matahari terlihat begitu cerah. Qing 'Er baru saja terbangun dari tidurnya yang panjang, setelah meluapkan emosi pada Yuan Shi ia merasa begitu lelah. Ia pun meregangkan tubuhnya dengan kuat kemudian suara lantang pelayan terdengar dari luar pintu.

"Selir Wu Zetian datang menemui permaisuri!" ucap pelayan di luar pintu kamar Qing 'Er.

"Cih! Lalu aku harus apa? Memberinya hormat?" gumam Qing 'Er sembari memutar bola matanya kesal.

"Persilahkan masuk!" lanjutnya dengan suara lantang.

Wu Zetian memakai pakaian sutra yang bahkan terlihat lebih cantik dari yang Qing 'Er miliki, masuk ke dalam kamar permaisuri seperti tuan rumah dengan aura angkuh yang terlihat jelas di wajahnya. "Salam hamba pada permaisuri, kakak kaisar bilang bahwa hari ini ia dan permaisuri akan berkunjung ke rumah perdana menteri. Hamba juga mendengar bahwa permaisuri sedang sakit, jadi hamba segera kesini serta hamba turut prihatin semoga permaisuri lekas sembuh.

Permaisuri tenang saja, seperti biasa segala urusan di istana harem akan aku kerjakan dengan baik. Tugas permaisuri sekarang adalah fokus pada kesembuhan Yang Mulia, ambil waktu selama mungkin demi memulihkan kesehatanmu." kata Selir Wu Zetian.

Qing 'Er hampir menyemburkan tawanya yang ia tahan dengan sekuat tenaga, ia sangat terhibur dengan sandiwara yang sangat berbakat dari orang di depannya itu. "Selir Wu, aku lihat kamu tidak seperti orang yang khawatir padaku dan ucapanmu barusan lebih terdengar seperti permintaan selamat tinggal untukku," timpal Qing 'Er dengan sinis.

"Hamba tidak berani seperti itu, kenapa Yang Mulia Permaisuri bisa menganggap hamba begitu buruk?" tanya Wu Zetian penuh kepalsuan., raut wajahnya dibuat-buat seolah bersedih dan tertekan, membuat Qing 'Er sedikit muak.

"Sudahlah, sudahi sandiwaramu! Aku harus bergegas pergi agar kamu semakin bebas mengatur istana, benar begitu?" tanya Qing 'Er sembari beranjak dari tempat tidurnya.

"Yang Mulia Wu, lebih baik kita pergi dari sini lagipula kehadiranmu tidak dihargai kenapa kamu masih mau begitu baik terhadap permaisuri?" tanya pelayan pribadi Wu Zetian.

"Ck sungguh luar biasa, bahkan pelayan rendahan sepertimu begitu tidak tahu aturan padaku!" Qing 'Er mencibir. "Pelayan Chun, apakah persiapan sudah dilakukan? Aku harus segera membersihkan diriku, jika terus berada di sini aku rasa akan semakin stress," lanjutnya.

Pemaisuri Qing 'Er meninggalkan kamarnya dan mengabaikan keberadaan selir Wu dan pelayan pribadinya. Selir Wu mendengus kasar. "kesombonganmu itu tidak akan bertahan lama Qing 'Er!" gumamnya.

"Dia benar-benar sombong," kata pelayan pribadi Wu Zetian.

Setelah membersihkan tubuhnya, Qing 'Er memakai hanfu resminya sebagai ratu dan segera menaiki kereta kuda yang sudah lebih dulu kaisar tunggangi. Ketika Qing 'Er melihat Yuan Shi sudah duduk santai di atas kereta, ia mengerutkan alisnya sembari mendengus pelan. Melihat wajah pria itu di pagi hari membuat suasana hatinya langsung buruk seketika.  "Kamu tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri!" ujar Qing 'Er.

"Aku tidak mungkin membiarkan permaisuriku pulang sendiri, lagipula aku tidak bisa menjamin bahwa kamu mau kembali setelah pulang ke kediaman ayahmu." jawab Yuan Shi sembari menoleh ke arah Qing 'Er di samping kanannya.

"Apa pedulimu? Kamu bahkan mengirimku ke istana dingin! Semua orang istana tahu hubungan kita tidak baik, jadi tidak perlu berpura-pura mesra di depan orang lain!" sindir Qing 'Er dengan frontal.

"Permaisuriku sudah pandai berbicara, aku tidak sedang berpura-pura. Aku benar-benar ingin memperbaiki hubungan kita yang telah rusak ini," ucap Yuan Shi.

"Sekalipun diperbaiki, hal itu tetap tidak akan sama seperti sebelumnya." Qing 'Er memalingkan wajahnya dari kaisar dan duduk menjauh dari pria itu.

Yuan Shi menghela napas panjang, " kita belum mencobanya, mungkin saja akan lebih hangat dari sebelumnya? Tapi, yasudah aku tidak ingin membuat perjalananmu menjadi tidak menyenangkan. Aku akan diam dan tidak akan mendebatmu lagi."

"Bagus, itu lebih baik! Anggap saja aku tidak ada seperti biasanya." gumaman Qing 'Er membuat Yuan Shi terkesiap sembari mengerutkan alisnya.

Entah mengapa, ia merasakan sakit di dadanya yang bahkan sama sekali tidak bisa dia jelaskan. Setelah satu jam perjalanan ke kediaman perdana menteri akhirnya merekapun sampai dan langsung disambut hangat oleh keluarga permaisuri. Semua kakak permaisuri dan juga kedua orangtuanya menyambutnya dengan gembira. Setelah menikahi Yuan Shi selama enam bulan, ia bahkan baru kali ini mengunjungi mereka.

Beberapa hari lagi adalah ulang tahun Qing 'Er yang ke tujuh belas tahun. Semua keluarga sudah menyiapkan segala kejutan dengan sempurna karena putri mereka akhirnya bisa merayakan ulang tahunnya di kediaman mereka.

"Salam dan hormat kami pada kaisar!" seluruh anggota keluarga dan budak kediaman pedana menteri memberi hormat pada Yuan Shi.

"Ayah mertua tidak perlu begitu formal, aku mengantarkan permaisuri karena kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Aku juga sudah menyiapkan tabib istana terbaik untuk merawatnya di sini, aku ingin kalian menjaganya memastikan segala keperluannya dan memperlakukan dia dengan baik!" pinta Yuan Shi.

"Kaisar tidak perlu khawatir, Permaisuri adalah bagian dari keluarga kami. Kami tidak akan lengah sedikitpun demi kebaikannya." Kakak tertua Liu Qing yang bernama Liu Bai menekankan soal kebaikan pada kaisar.

Sejak awal, Liu Bai tidak menyukai pernikahan adiknya dengan Yuan Shi mengingat pria itu adalah seorang kaisar dan pastinya akan mempunyai ribuan selir. Hal itulah yang membuatnya tidak setuju jika adiknya mendapatkan lelaki yang bahkan memiliki wanita dimana-mana.

"Bagus aku akan merasa sedikit tenang, untuk hari ini izinkan aku menginap di rumah ayah mertua untuk menemani istriku." Yuan Shi merangkul pinggang Qing 'Er mesra seolah pasangan yang romantis.

"Tentu saja Yang Mulia Kaisar, suatu kehormatan bagi kami menyambutmu di rumah ini," jawab Perdana Menteri.

Setelah bercakap cukup lama, perdana menteri membawa Qing 'Er dan Yuan Shi beristirahat. Mereka menempati kamar khusus untuk keduanya, di dalamnya terdapat banyak hiasan mewah bernuansa emas dan juga dupa wangi yang harumnya terasa lembut. Belum lagi, jendela kamar yang langsung menghadap ke pohon persik rindang yang buahnya bergelantungan di depan jendela. "Sangat nyaman, aku yakin kamu akan segera sembuh di sini. Setelah tiga hari ke depan, aku akan menjemputmu lagi."

Qing 'Er menatap Yuan Shi datar. "Tiga hari? Kupikir kamu akan selamanya membiarkanku di sini, apakah kamu bahkan tidak sama sekali mempertimbangkan permintaanku kemarin?"

"Permaisuriku, kumohon berhenti keras kepala! Aku menunda pertemuan dengan para menteri hanya untuk menemanimu kesini, jadi jangan membuat masalah baru!" pinta Yuan Shi lelah.

Qing 'Er menatap tajam Yuan Shi. "Kaisar, aku tidak memintamu untuk ikut denganku. Lagipula, siapa yang suka jika terus di-awasi? Bukankah lebih baik jika aku memiliki kebebasan yang aku inginkan? Aku ingin melakukan apapun di dunia ini." Su Mian seharusnya bisa mengambil kesempatan lebih baik ketimbang harus menjadi permaisuri kaisar yang terkurung di istana dingin. Ia bahkan masih tidak mengerti kenapa sistem memberinya misi semacam ini.

Padahal dia yakin, bahwa Qing 'Er sendiri pasti tidak akan mau tinggal di samping Yuan Shi, betapa sialnya kehidupan Su Mian kali ini.

"Setelah menjadi ratuku kamu tidak lagi bisa memimpikan kebebasan yang kamu inginkan itu. mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja?" tanya Yuan Shi.

"Aku merasa seperti burung dalam genggamanmu! Kenapa tidak mengangkat selir kesayanganmu itu menjadi ratu?" tanya balik Qing 'Er dengan sinis.

"Permaisuriku, sudah cukup! Jangan membuat keributan dan membuat suasana hatiku semakin buruk. Kamu lebih baik fokus memperhatikan kesehatanmu. Tidak berarti tidak, segala ucapan kaisar adalah titah bagi rakyatnya tak terkecuali untukmu!" tegas Yuan Shi.

Seketika, tubuh Qing 'Er mengalami gejala dingin. Dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Setiap kali ia mendebat Yuan Shi, sistem akan memberinya peringatan dan mengurangi poin kesempatan hidupnya.

[Peringatan! Peringatan!

Mendebat kaisar dan membuatnya murka, poin kesempatan hidup di kurangi 5%. Sisa poin 80%.

Perhatikan baik-baik sikapmu wahai pemain!]

Qing 'Er mendengus pelan, Yuan Shi melihat keanehan Qing 'Er yang seketika menjadi diam dan mematung. Pria itu mendekat dan menyentuh lembut kedua bahu permaisurinya. "Kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan cemas.

Qing 'Er terlihat membiru karena ia merasa sangat dingin. Akhirnya Yuan Shi merebahkan tubuh permaisuri dan memberinya pelukan hangat, mendekapnya sampai Qing 'Er merasa kebih baik. Wanita itu merasakan pelukan Yuan Shi, ia memutuskan untuk tetap mempertahankan posisi mereka seperti itu sampai pagi mulai menunjukan sinar mentarinya.

Pagi harinya, tidak disangka kaisar terbangun lebih dulu dan sudah memakai pakaian resminya, namun dia masih terbaring di tempat tidur dan menatap wajah Qing 'Er dengan begitu lama. "Kamu sudah bangun? Apa masih dingin? Mau kupeluk lagi?"

Qing 'Er mengerjap duduk dan menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya yang sama sekali tidak terlihat sedikitpun. Ia hanya terkejut karena ini kali pertama di hidupnya tidur bersama seorang pria.

"Kenapa begitu terkejut? Apa aku mengejutkanmu? Tidak perlu merasa malu, bukankah aku sudah pernah melihatnya?" goda Yuan Shi.

Qing 'Er mengerutkan alisnya, pemikiran dan ucapan mesum yang di lontarkan kaisar membuatnya bergidik. Qing 'Er menggelengkan kepalanya. "Bagaimana bisa seorang kaisar berbicara dengan penuh nafsu seperti itu? Dasar mesum!" katanya sembari agak menjauh.

"Kenapa tidak boleh? Kamu permaisuriku!" Yuan Shi masih menatap Qing 'Er dengan begitu terpesona. Qing 'Er memanglah wanita cantik urutan pertama di Dinasti Xia, sudah banyak orang yang telah melamar dirinya sebelum Yuan Shi. Tapi syukurlah karena dia seorang kaisar, dia bisa mendapatkan Qing 'Er dengan mudah saat itu.

"Kaisar, lebih baik kamu kembali ke istana dan segera menemui para menteri. Bukankah kamu bilang bahwa kamu menunda pertemuan dengan para menteri? Menurutku itu bukan hal yang bijak!" kata Qing 'Er mengusir kaisar.

"Aku memang akan pergi, tapi aku merasa harus berpamitan padamu!" katanya sembari mendekatkan diri ke arah Qing 'Er.

"Kamu menungguku sudah lama?" tanya Qing 'Er.

"Lumayan, sebelum fajar menyongsong!" Yuan Shi duduk kemudian menarik pinggul Qing 'Er agar ia mendekat ke arah pria itu.

"Kenapa tidak membangunkanku?" mata Qing 'Er membulat, ia menyalahkan dirinya sendiri karena bangun terlambat jika ia bangun sejak satu jam yang lalu mungkin pria ini sudah tidak ada di pandangannya sekarang, sehingga ia bisa lebih bebas melakukan apapun.

"Baiklah aku sudah bangun, kamu sudah berpamitan. Silahkan pergi sekarang, silahkan!" Qing 'Er mendorong Yuan Shi dan berusaha lepas dari genggaman pria itu.

"Kenapa wajahmu begitu senang?" tanya Yuan Shi.

"Aku hanya merasa kamu perlu ke istana dan segera menyelesaikan tugasmu!" Seringaian senang tidak bisa disembunyikan dari wajah Qing 'Er. Namun hal itu membuat Yuan Shi mendengus pelan, ia merasa kecewa karena merasa tidak di-inginkan.

Seketika tangan Yuan Shi menarik lembut leher Qing 'Er dan mengecup bibirnya, matanya terpejam seolah menikmati sentuhan itu sedangkan Qing 'Er terkesiap sehingga ia mendorong Yuan Shi dengan kasar dan cepat. Dia bahkan menyeka ciuman dari kaisar dengan pakaiannya, melihat hal itu ada amarah dan rasa kecewa di hati Yuan Shi. Dia kemudian langsung berdiri dan menatap Qing 'Er tajam. "Jika kamu tidak menginginkanku maka aku akan pergi, jangan memintaku tinggal!"

"Aku tidak akan, tenang saja!" jawab Qing 'Er enteng.

Yuan Shi mendengus kasar dan pergi dari ruangan dengan cepat. Di dalam kereta kuda, Yuan Shi tidak dapat menahan amarahnya lagi. Ia memukul bagian dalam kereta beberapa kali dan mengepalkan tangannya keras. Bagaimanapun ia merasa marah dan kecewa atas perlakuan Qing 'Er yang semakin tidak menghargai dirinya.

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

pengen di hargai kok ra menghargai.....

2024-01-04

3

Osie

Osie

mesti bgtvya kaisar punya byk bini..iisshh amit amit dah

2023-09-08

3

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus Semangat

2023-08-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2 Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3 Bab 3 - Pulang ke rumah
4 Bab 4 - Pasar Tradisional
5 Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6 Bab 6 - Mata-mata
7 Bab 7 - Persiapan acara
8 Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9 Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10 Bab 10 - Menikmati kembang api
11 Bab 11 - Rumah Hiburan
12 Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13 Bab 13 - Istana Dingin
14 Bab 14 - Restoran baru
15 Bab 15 - Eksperimen gagal
16 Bab 16 - Pembunuh bayaran
17 Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18 Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19 Bab 19 - Kerajaan Beiming
20 Bab 20 - Dupa harum
21 Bab 21 - Senjata makan tuan
22 Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23 Bab 23 - Perbukitan Beiming
24 Bab 24 - Utusan Dewa
25 Bab 25 - Tenda kaisar
26 Bab 26 - Pulang
27 Bab 27 - Pengasingan Barat
28 Bab 28 - Rumor ahli sihir
29 Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30 Bab 30 - Kolam Pemandian
31 Bab 31 - Kutukan langit
32 Bab 32 - Paviliun baru
33 Bab 33 - Kilas balik
34 Bab 34 - Kepergian Su Mian
35 Bab 35 - Berkhianat
36 Bab 36 - Istana yang kacau
37 Bab 37 - Perpisahan
38 Bab 38 - Kematian Ji
39 Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40 Bab 40 - Jebakan
41 Bab 41 - Pewaris Takhta
42 Bab 42 - Kabar baik
43 Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44 Bab 44 - Suku Huo
45 Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46 Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47 Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48 Bab 48 - Pertemuan kembali
49 Bab 49 - Pernyataan cinta
50 Bab 50 - Malam bersama
51 Bab 51 - Penginapan
52 Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53 Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54 Bab 54 - Lukisan
55 Bab 55 - H-4 Penobatan
56 Bab 56 - Perjalanan kembali
57 Bab 57 - H-3 Penobatan
58 Bab 58 - H-2 Penobatan
59 Bab 59 - Istana Yuanqing
60 Bab 60 - Akhir peperangan
61 Bab 61 - Permaisuri
62 Bab 62 - Hari bahagia
63 Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64 Bab 64 - Akademi Yuanqing
65 Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66 Bab 66 - Rumor Panas
67 Bab 67 - Selir Murong
68 Bab 68 - Perayaan besar
69 Bab 69 - Aula leluhur
70 Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71 Bab 71 - Ruang Kaisar
72 Bab 72 - Hadiah Istimewa
73 Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74 Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75 Bab 75 - Su Mian
76 Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77 Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78 Bab 78 - Aku ingat
79 Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80 Bab 80 - Epilog
81 PROMOSI NOVEL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 - Terjebak di Dinasti Xia
2
Bab 2 - Mendapat ingatan pemilik asli
3
Bab 3 - Pulang ke rumah
4
Bab 4 - Pasar Tradisional
5
Bab 5 - Kecurigaan Yuan Shi
6
Bab 6 - Mata-mata
7
Bab 7 - Persiapan acara
8
Bab 8 - Mengelilingi istana utama
9
Bab 9 - Ancaman Ibu Suri
10
Bab 10 - Menikmati kembang api
11
Bab 11 - Rumah Hiburan
12
Bab 12 - Perjanjian Suami Istri
13
Bab 13 - Istana Dingin
14
Bab 14 - Restoran baru
15
Bab 15 - Eksperimen gagal
16
Bab 16 - Pembunuh bayaran
17
Bab 17 - Perjalanan ke Beiming
18
Bab 18 - Bola bubuk mesiu
19
Bab 19 - Kerajaan Beiming
20
Bab 20 - Dupa harum
21
Bab 21 - Senjata makan tuan
22
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga
23
Bab 23 - Perbukitan Beiming
24
Bab 24 - Utusan Dewa
25
Bab 25 - Tenda kaisar
26
Bab 26 - Pulang
27
Bab 27 - Pengasingan Barat
28
Bab 28 - Rumor ahli sihir
29
Bab 29 - Jebakan Ibu Suri
30
Bab 30 - Kolam Pemandian
31
Bab 31 - Kutukan langit
32
Bab 32 - Paviliun baru
33
Bab 33 - Kilas balik
34
Bab 34 - Kepergian Su Mian
35
Bab 35 - Berkhianat
36
Bab 36 - Istana yang kacau
37
Bab 37 - Perpisahan
38
Bab 38 - Kematian Ji
39
Bab 39 - Malam bersama Tian 'Er
40
Bab 40 - Jebakan
41
Bab 41 - Pewaris Takhta
42
Bab 42 - Kabar baik
43
Bab 43 - Kekecewaan rakyat
44
Bab 44 - Suku Huo
45
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1
46
Bab 46 - Perjalanan menuju penjara usang 2
47
Bab 47 - Pertolongan tak terduga
48
Bab 48 - Pertemuan kembali
49
Bab 49 - Pernyataan cinta
50
Bab 50 - Malam bersama
51
Bab 51 - Penginapan
52
Bab 52 - Tidak ada tempat aman
53
Bab 53 - Kediaman Jenderal Ye
54
Bab 54 - Lukisan
55
Bab 55 - H-4 Penobatan
56
Bab 56 - Perjalanan kembali
57
Bab 57 - H-3 Penobatan
58
Bab 58 - H-2 Penobatan
59
Bab 59 - Istana Yuanqing
60
Bab 60 - Akhir peperangan
61
Bab 61 - Permaisuri
62
Bab 62 - Hari bahagia
63
Bab 63 - Kepergian Yuan Shi
64
Bab 64 - Akademi Yuanqing
65
Bab 65 - Kelahiran Pewaris Takhta
66
Bab 66 - Rumor Panas
67
Bab 67 - Selir Murong
68
Bab 68 - Perayaan besar
69
Bab 69 - Aula leluhur
70
Bab 70 - Menonaktifkan sistem
71
Bab 71 - Ruang Kaisar
72
Bab 72 - Hadiah Istimewa
73
Bab 73 - Pergi dalam dekapanmu
74
Bab 74 - Tahun-tahun di Xia
75
Bab 75 - Su Mian
76
Bab 76 - Sang Putri Mahkota
77
Bab 77 - Peninggalan Sejarah
78
Bab 78 - Aku ingat
79
Bab 79 - Side story of Su Mian Xi Yuan
80
Bab 80 - Epilog
81
PROMOSI NOVEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!