Keesokan paginya, matahari terlihat begitu cerah. Qing 'Er baru saja terbangun dari tidurnya yang panjang, setelah meluapkan emosi pada Yuan Shi ia merasa begitu lelah. Ia pun meregangkan tubuhnya dengan kuat kemudian suara lantang pelayan terdengar dari luar pintu.
"Selir Wu Zetian datang menemui permaisuri!" ucap pelayan di luar pintu kamar Qing 'Er.
"Cih! Lalu aku harus apa? Memberinya hormat?" gumam Qing 'Er sembari memutar bola matanya kesal.
"Persilahkan masuk!" lanjutnya dengan suara lantang.
Wu Zetian memakai pakaian sutra yang bahkan terlihat lebih cantik dari yang Qing 'Er miliki, masuk ke dalam kamar permaisuri seperti tuan rumah dengan aura angkuh yang terlihat jelas di wajahnya. "Salam hamba pada permaisuri, kakak kaisar bilang bahwa hari ini ia dan permaisuri akan berkunjung ke rumah perdana menteri. Hamba juga mendengar bahwa permaisuri sedang sakit, jadi hamba segera kesini serta hamba turut prihatin semoga permaisuri lekas sembuh.
Permaisuri tenang saja, seperti biasa segala urusan di istana harem akan aku kerjakan dengan baik. Tugas permaisuri sekarang adalah fokus pada kesembuhan Yang Mulia, ambil waktu selama mungkin demi memulihkan kesehatanmu." kata Selir Wu Zetian.
Qing 'Er hampir menyemburkan tawanya yang ia tahan dengan sekuat tenaga, ia sangat terhibur dengan sandiwara yang sangat berbakat dari orang di depannya itu. "Selir Wu, aku lihat kamu tidak seperti orang yang khawatir padaku dan ucapanmu barusan lebih terdengar seperti permintaan selamat tinggal untukku," timpal Qing 'Er dengan sinis.
"Hamba tidak berani seperti itu, kenapa Yang Mulia Permaisuri bisa menganggap hamba begitu buruk?" tanya Wu Zetian penuh kepalsuan., raut wajahnya dibuat-buat seolah bersedih dan tertekan, membuat Qing 'Er sedikit muak.
"Sudahlah, sudahi sandiwaramu! Aku harus bergegas pergi agar kamu semakin bebas mengatur istana, benar begitu?" tanya Qing 'Er sembari beranjak dari tempat tidurnya.
"Yang Mulia Wu, lebih baik kita pergi dari sini lagipula kehadiranmu tidak dihargai kenapa kamu masih mau begitu baik terhadap permaisuri?" tanya pelayan pribadi Wu Zetian.
"Ck sungguh luar biasa, bahkan pelayan rendahan sepertimu begitu tidak tahu aturan padaku!" Qing 'Er mencibir. "Pelayan Chun, apakah persiapan sudah dilakukan? Aku harus segera membersihkan diriku, jika terus berada di sini aku rasa akan semakin stress," lanjutnya.
Pemaisuri Qing 'Er meninggalkan kamarnya dan mengabaikan keberadaan selir Wu dan pelayan pribadinya. Selir Wu mendengus kasar. "kesombonganmu itu tidak akan bertahan lama Qing 'Er!" gumamnya.
"Dia benar-benar sombong," kata pelayan pribadi Wu Zetian.
Setelah membersihkan tubuhnya, Qing 'Er memakai hanfu resminya sebagai ratu dan segera menaiki kereta kuda yang sudah lebih dulu kaisar tunggangi. Ketika Qing 'Er melihat Yuan Shi sudah duduk santai di atas kereta, ia mengerutkan alisnya sembari mendengus pelan. Melihat wajah pria itu di pagi hari membuat suasana hatinya langsung buruk seketika. "Kamu tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri!" ujar Qing 'Er.
"Aku tidak mungkin membiarkan permaisuriku pulang sendiri, lagipula aku tidak bisa menjamin bahwa kamu mau kembali setelah pulang ke kediaman ayahmu." jawab Yuan Shi sembari menoleh ke arah Qing 'Er di samping kanannya.
"Apa pedulimu? Kamu bahkan mengirimku ke istana dingin! Semua orang istana tahu hubungan kita tidak baik, jadi tidak perlu berpura-pura mesra di depan orang lain!" sindir Qing 'Er dengan frontal.
"Permaisuriku sudah pandai berbicara, aku tidak sedang berpura-pura. Aku benar-benar ingin memperbaiki hubungan kita yang telah rusak ini," ucap Yuan Shi.
"Sekalipun diperbaiki, hal itu tetap tidak akan sama seperti sebelumnya." Qing 'Er memalingkan wajahnya dari kaisar dan duduk menjauh dari pria itu.
Yuan Shi menghela napas panjang, " kita belum mencobanya, mungkin saja akan lebih hangat dari sebelumnya? Tapi, yasudah aku tidak ingin membuat perjalananmu menjadi tidak menyenangkan. Aku akan diam dan tidak akan mendebatmu lagi."
"Bagus, itu lebih baik! Anggap saja aku tidak ada seperti biasanya." gumaman Qing 'Er membuat Yuan Shi terkesiap sembari mengerutkan alisnya.
Entah mengapa, ia merasakan sakit di dadanya yang bahkan sama sekali tidak bisa dia jelaskan. Setelah satu jam perjalanan ke kediaman perdana menteri akhirnya merekapun sampai dan langsung disambut hangat oleh keluarga permaisuri. Semua kakak permaisuri dan juga kedua orangtuanya menyambutnya dengan gembira. Setelah menikahi Yuan Shi selama enam bulan, ia bahkan baru kali ini mengunjungi mereka.
Beberapa hari lagi adalah ulang tahun Qing 'Er yang ke tujuh belas tahun. Semua keluarga sudah menyiapkan segala kejutan dengan sempurna karena putri mereka akhirnya bisa merayakan ulang tahunnya di kediaman mereka.
"Salam dan hormat kami pada kaisar!" seluruh anggota keluarga dan budak kediaman pedana menteri memberi hormat pada Yuan Shi.
"Ayah mertua tidak perlu begitu formal, aku mengantarkan permaisuri karena kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Aku juga sudah menyiapkan tabib istana terbaik untuk merawatnya di sini, aku ingin kalian menjaganya memastikan segala keperluannya dan memperlakukan dia dengan baik!" pinta Yuan Shi.
"Kaisar tidak perlu khawatir, Permaisuri adalah bagian dari keluarga kami. Kami tidak akan lengah sedikitpun demi kebaikannya." Kakak tertua Liu Qing yang bernama Liu Bai menekankan soal kebaikan pada kaisar.
Sejak awal, Liu Bai tidak menyukai pernikahan adiknya dengan Yuan Shi mengingat pria itu adalah seorang kaisar dan pastinya akan mempunyai ribuan selir. Hal itulah yang membuatnya tidak setuju jika adiknya mendapatkan lelaki yang bahkan memiliki wanita dimana-mana.
"Bagus aku akan merasa sedikit tenang, untuk hari ini izinkan aku menginap di rumah ayah mertua untuk menemani istriku." Yuan Shi merangkul pinggang Qing 'Er mesra seolah pasangan yang romantis.
"Tentu saja Yang Mulia Kaisar, suatu kehormatan bagi kami menyambutmu di rumah ini," jawab Perdana Menteri.
Setelah bercakap cukup lama, perdana menteri membawa Qing 'Er dan Yuan Shi beristirahat. Mereka menempati kamar khusus untuk keduanya, di dalamnya terdapat banyak hiasan mewah bernuansa emas dan juga dupa wangi yang harumnya terasa lembut. Belum lagi, jendela kamar yang langsung menghadap ke pohon persik rindang yang buahnya bergelantungan di depan jendela. "Sangat nyaman, aku yakin kamu akan segera sembuh di sini. Setelah tiga hari ke depan, aku akan menjemputmu lagi."
Qing 'Er menatap Yuan Shi datar. "Tiga hari? Kupikir kamu akan selamanya membiarkanku di sini, apakah kamu bahkan tidak sama sekali mempertimbangkan permintaanku kemarin?"
"Permaisuriku, kumohon berhenti keras kepala! Aku menunda pertemuan dengan para menteri hanya untuk menemanimu kesini, jadi jangan membuat masalah baru!" pinta Yuan Shi lelah.
Qing 'Er menatap tajam Yuan Shi. "Kaisar, aku tidak memintamu untuk ikut denganku. Lagipula, siapa yang suka jika terus di-awasi? Bukankah lebih baik jika aku memiliki kebebasan yang aku inginkan? Aku ingin melakukan apapun di dunia ini." Su Mian seharusnya bisa mengambil kesempatan lebih baik ketimbang harus menjadi permaisuri kaisar yang terkurung di istana dingin. Ia bahkan masih tidak mengerti kenapa sistem memberinya misi semacam ini.
Padahal dia yakin, bahwa Qing 'Er sendiri pasti tidak akan mau tinggal di samping Yuan Shi, betapa sialnya kehidupan Su Mian kali ini.
"Setelah menjadi ratuku kamu tidak lagi bisa memimpikan kebebasan yang kamu inginkan itu. mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja?" tanya Yuan Shi.
"Aku merasa seperti burung dalam genggamanmu! Kenapa tidak mengangkat selir kesayanganmu itu menjadi ratu?" tanya balik Qing 'Er dengan sinis.
"Permaisuriku, sudah cukup! Jangan membuat keributan dan membuat suasana hatiku semakin buruk. Kamu lebih baik fokus memperhatikan kesehatanmu. Tidak berarti tidak, segala ucapan kaisar adalah titah bagi rakyatnya tak terkecuali untukmu!" tegas Yuan Shi.
Seketika, tubuh Qing 'Er mengalami gejala dingin. Dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Setiap kali ia mendebat Yuan Shi, sistem akan memberinya peringatan dan mengurangi poin kesempatan hidupnya.
[Peringatan! Peringatan!
Mendebat kaisar dan membuatnya murka, poin kesempatan hidup di kurangi 5%. Sisa poin 80%.
Perhatikan baik-baik sikapmu wahai pemain!]
Qing 'Er mendengus pelan, Yuan Shi melihat keanehan Qing 'Er yang seketika menjadi diam dan mematung. Pria itu mendekat dan menyentuh lembut kedua bahu permaisurinya. "Kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan cemas.
Qing 'Er terlihat membiru karena ia merasa sangat dingin. Akhirnya Yuan Shi merebahkan tubuh permaisuri dan memberinya pelukan hangat, mendekapnya sampai Qing 'Er merasa kebih baik. Wanita itu merasakan pelukan Yuan Shi, ia memutuskan untuk tetap mempertahankan posisi mereka seperti itu sampai pagi mulai menunjukan sinar mentarinya.
Pagi harinya, tidak disangka kaisar terbangun lebih dulu dan sudah memakai pakaian resminya, namun dia masih terbaring di tempat tidur dan menatap wajah Qing 'Er dengan begitu lama. "Kamu sudah bangun? Apa masih dingin? Mau kupeluk lagi?"
Qing 'Er mengerjap duduk dan menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya yang sama sekali tidak terlihat sedikitpun. Ia hanya terkejut karena ini kali pertama di hidupnya tidur bersama seorang pria.
"Kenapa begitu terkejut? Apa aku mengejutkanmu? Tidak perlu merasa malu, bukankah aku sudah pernah melihatnya?" goda Yuan Shi.
Qing 'Er mengerutkan alisnya, pemikiran dan ucapan mesum yang di lontarkan kaisar membuatnya bergidik. Qing 'Er menggelengkan kepalanya. "Bagaimana bisa seorang kaisar berbicara dengan penuh nafsu seperti itu? Dasar mesum!" katanya sembari agak menjauh.
"Kenapa tidak boleh? Kamu permaisuriku!" Yuan Shi masih menatap Qing 'Er dengan begitu terpesona. Qing 'Er memanglah wanita cantik urutan pertama di Dinasti Xia, sudah banyak orang yang telah melamar dirinya sebelum Yuan Shi. Tapi syukurlah karena dia seorang kaisar, dia bisa mendapatkan Qing 'Er dengan mudah saat itu.
"Kaisar, lebih baik kamu kembali ke istana dan segera menemui para menteri. Bukankah kamu bilang bahwa kamu menunda pertemuan dengan para menteri? Menurutku itu bukan hal yang bijak!" kata Qing 'Er mengusir kaisar.
"Aku memang akan pergi, tapi aku merasa harus berpamitan padamu!" katanya sembari mendekatkan diri ke arah Qing 'Er.
"Kamu menungguku sudah lama?" tanya Qing 'Er.
"Lumayan, sebelum fajar menyongsong!" Yuan Shi duduk kemudian menarik pinggul Qing 'Er agar ia mendekat ke arah pria itu.
"Kenapa tidak membangunkanku?" mata Qing 'Er membulat, ia menyalahkan dirinya sendiri karena bangun terlambat jika ia bangun sejak satu jam yang lalu mungkin pria ini sudah tidak ada di pandangannya sekarang, sehingga ia bisa lebih bebas melakukan apapun.
"Baiklah aku sudah bangun, kamu sudah berpamitan. Silahkan pergi sekarang, silahkan!" Qing 'Er mendorong Yuan Shi dan berusaha lepas dari genggaman pria itu.
"Kenapa wajahmu begitu senang?" tanya Yuan Shi.
"Aku hanya merasa kamu perlu ke istana dan segera menyelesaikan tugasmu!" Seringaian senang tidak bisa disembunyikan dari wajah Qing 'Er. Namun hal itu membuat Yuan Shi mendengus pelan, ia merasa kecewa karena merasa tidak di-inginkan.
Seketika tangan Yuan Shi menarik lembut leher Qing 'Er dan mengecup bibirnya, matanya terpejam seolah menikmati sentuhan itu sedangkan Qing 'Er terkesiap sehingga ia mendorong Yuan Shi dengan kasar dan cepat. Dia bahkan menyeka ciuman dari kaisar dengan pakaiannya, melihat hal itu ada amarah dan rasa kecewa di hati Yuan Shi. Dia kemudian langsung berdiri dan menatap Qing 'Er tajam. "Jika kamu tidak menginginkanku maka aku akan pergi, jangan memintaku tinggal!"
"Aku tidak akan, tenang saja!" jawab Qing 'Er enteng.
Yuan Shi mendengus kasar dan pergi dari ruangan dengan cepat. Di dalam kereta kuda, Yuan Shi tidak dapat menahan amarahnya lagi. Ia memukul bagian dalam kereta beberapa kali dan mengepalkan tangannya keras. Bagaimanapun ia merasa marah dan kecewa atas perlakuan Qing 'Er yang semakin tidak menghargai dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Oi Min
pengen di hargai kok ra menghargai.....
2024-01-04
3
Osie
mesti bgtvya kaisar punya byk bini..iisshh amit amit dah
2023-09-08
3
fifid dwi ariani
trus Semangat
2023-08-17
1