Sesampainya di istana dingin, Qing 'Er langsung meminta Pelayan Chun untuk menyiapkan segala kebutuhan mandinya. Mesti diketahui, istana dingin yang ditinggali Qing 'Er hanyalah bangunan yang sudah tidak terpakai. Biasanya bangunan ini digunakan untuk selir yang tidak lagi disukai oleh kaisar, namun sejak Qing 'Er mengisi istana dingin istana ini sepenuhnya berubah menjadi lebih baik dan terurus. Apalagi, Yuan Shi tidak begitu saja membiarkan permaisurinya yang juga sahabat masa kecilnya itu tinggal di sana jika keadaannya tidak layak.
Hanya saja lokasinya memang cukup jauh di belakang istana utama sehingga lebih mirip seperti tempat tersembunyi. Semua orang tahu bahwa di sana adalah istana dingin yang biasa dipergunakan untuk orang-orang buangan sehingga tak ayal semua orang menganggap ratu mereka sebagai ratu buangan.
Yuan Shi kini duduk pada kursi di bawah pepohonan rindang, para pelayan langsung menyambut kedatangan kaisar dan menjamunya dengan berbagai camilan dan juga teh. Sedangkan Qing 'Er sedang menikmati waktu menyendirinya di kolam pemandian, saat Pelayan Chun masuk dan menyiapkan pakaian ganti Qing 'Er melihat kejanggalan yang terjadi pada postur tubuh wanita itu, badannya sedikit membungkuk dan seperti sedang menahan rasa sakit.
"Pelayan Chun, ada apa denganmu?" tanya permaisuri.
"Tidak apa, Yang Mulia," jawab Pelayan Chun dengan ragu.
"Kemari!" pinta Qing 'Er. Kemudian wanita itu menarik pakaian Pelayan Chun dan meihat ke bagian punggungnya. Betapa terkejutnya Qing 'Er saat melihat bekas cambukan di punggung wanita itu.
"Kaisar menghukum kami atas ke luarnya ratu dari istana dingin." Pelayan Chun merasa bersalah karena harus menceritakan kejadian semalam pada ratunya.
"Yuan Shi!" geram Qing 'Er.
"Permaisuri, jelas ini bukan salah kaisar. Ini memang kesalahan kami yang tidak dapat menjaga ratu," ucap Pelayan Chun.
"Maafkan aku, karena aku kalian jadi mendapatkan hukuman. Aku akan memberikan kalian salep untuk mengobati luka kalian sesegera mungkin. Kamu boleh menungguku di luar!" Qing 'Er tertegun.
Dia sering lupa kalau ini adalah zaman kuno di mana semua peraturan yang dilanggar oleh para penguasa akan diberikan pada budak yang melayani mereka. Qing 'Er merasa bersalah, sehingga ia memanggil Nemo untuk membantunya meringankan luka yang telah pelayannya terima.
"Nemo, apa kamu memiliki salep penyembuh luka turbo?" tanya Qing 'Er.
"Tentu saja aku punya, satu olesnya bisa langsung menyembuhkan hanya dalam beberapa menit," kata Nemo.
"Baiklah berikan padaku!" seru Qing 'Er.
"Ini tidak gratis, kamu harus membayarnya!" ucap Nemo sembari menyeringai puas.
"Kamu adalah sistem yang sudah seharusnya membantuku. Kenapa sejak masuk ke zaman ini semuanya jadi tidak gratis?" Qing 'Er menggelengkan kepalanya.
"Karena energiku tidak stabil di sini, setiap kali menggunakan alat bantuan aku harus memulihkan diri lagi, karena tugas utama kita belum tercapai sehingga aku tidak bisa maksimal membantumu.
Lebih baik, kamu membuat kaisar sepenuhnya bertekuk lutut padamu dulu maka aku akan membantumu melakukan misi sisanya jika semua energiku sudah pulih." usul Nemo pada Qing 'Er yang kini menatapnya dengan tajam.
Namun seketika ia menyerah dan tak mendebat, dia akan semaksimal mungkin menjalani perintah sistem agar dapat segera kembali ke masanya dan dengan itu Nemo juga bisa cepat pulih. "Baiklah, aku akan membelinya."
[Tugas telah di terima : Misi rahasia negara, membuat trobosan baru membantu menguatkan takhta kaisar.]
Kemudian Qing 'Er pun mendapatkan salep penyembuh luka turbo dari Nemo, lalu memanggil kembali Pelayan Chun ke hadapannya. "Pakailah ini, oleskan setiap satu oles kemudian bergantian pakai dengan yang lainnya!"
Pelayan Chun membelalak, ia heran darimana ratunya itu mendapatkan salep disaat dirinya masih berendam di dalam pemandian. Namun, hal itu tidaklah penting yang penting sekarang adalah ia telah mendapatkan obat penyembuh lukanya. "Terimakasih, ratu. Oh iya, kaisar masih menunggu di luar."
"Baik, aku akan menyelesaikannya sekarang." Qing 'Er kemudian langsung beranjak dan berganti pakaian, ia memilih pakaian yang sudah ia rombak sebelumnya. Hanfu cantik berwarna biru dengan paduan warna putih yang senada dengan kulitnya.
Setelahnya ia menemui kaisar yang masih menikmati pemandangan istana dingin. Mata Yuan Shi kemudian tak dapat dialihkan lagi dari Qing 'Er yang kini berjalan mendekat ke arahnya dan wanita itupun memberi salam formal seperti permaisuri patuh pada umumnya. Di samping Qing 'Er ada Pelayan Chun yang setia menemani, begitupun dengan Yuan Shi yang selalu dikelilingi para kasim dan juga prajurit.
"Kita harus segera pergi ke restoran kerajaan yang baru saja dibuka," Yuan Shi mengulurkan tangannya kemudian menunggu Qing 'Er menggenggam tangan miliknya.
Siapa sangka, Qing 'Er tersenyum manis dan menautkan jari jemarinya pada Yuan Shi. Hal itu tentunya membuat kaisar sungguh senang karena merasa memiliki seseorang yang mendukungnya kembali. Mereka pun segera pergi dari sana menuju ke pusat pasar tradisional.
Di sisi lain, Wu Zetian nampak geram mendengar kabar Yuan Shi membawa Qing 'Er ke ranjangnya semalam sehingga ia langsung menemui ibu suri yang tidak lain adalah bibinya untuk membantunya menghalangi hubungan kedua orang itu yang terlihat semakin dekat. Apalagi saat mendengar Yuan Shi membawa Qing 'Er untuk melihat restoran baru kerajaan di pusat pasar tradisional, tanpa pikir panjang ia pun segera menyusul pasangan itu untuk mengacaukan keadaan.
Sebelum bergegas pergi, sayangnya Qing 'Er melupakan sesuatu yang ada di kamarnya. Ia segera berlari ke arah kamar miliknya di istana dingin dan meraih sebuah catatan yang dari jauh hari telah ia tulis. Namun ketika ke luar dari kamar, sebuah tangan kekar menahan pergelangan tangannya cukup kuat, Qing 'Er menatap pria itu sembari mengerutkan alisnya. "Kamu tidak boleh pergi!" ucap pria tersebut.
Suasana keduanya begitu tegang, Qing 'Er menepis genggaman pria itu dan menatapnya datar. "Jenderal Ji selalu melakukan ini, kaisar menungguku aku harus segera pergi."
Ji terdiam, sekali lagi dia dapat merasakan hal aneh pada orang yang dicintainya. Pria itu masih tetap kukuh menahan Qing 'Er dan kembali memegang pergelangan Qing 'Er dengan erat. "Bukannya kamu bilang sudah tidak ingin lagi berada di sampingnya?"
"Tidak pantas bagimu bertanya hal itu padaku, bagaimanapun kehidupan kita sebelumnya aku tidak ingin lagi memilikinya." Qing 'Er menatap Ji acuh tak acuh.
"Qing 'Er..." Ji terdiam melihat Liu Qing melenggang pergi menjauh darinya.
Qing 'Er kembali ke sisi Yuan Shi yang sedang menunggunya di dalam kereta kuda. Wanita itu segera menaiki kereta kuda dengan raut wajah yang tidak enak dipandang, Yuan Shi yang menyadarinya langsung memperhatikan ekspresi Sang Ratu dan mulai menggodanya. "Apa Qing 'Er sedang marah?"
"Benar, sampai ingin melahap manusia." Geram Qing 'Er yang malah membuat Yuan Shi tertawa.
Pria itu mengelus pucuk rambut permaisurinya dengan lembut. Qing 'Er pun menoleh ke arah Yuan Shi, dengan tangannya yang cepat Yuan Shi menekan leher Qing 'Er dan menyatukan kedua bibir mereka pada ciuman yang begitu intens. Mata Qing 'Er terbuka lebar, bedanya kali ini ia sama sekali tidak mendorong Yuan Shi dan malah menikmati setiap gigitan kecil yang diberikan kaisarnya.
Tidak berselang lama, seseorang menghentikan kereta kuda kaisar dan dia adalah Selir Wu Zetian. "Hentikan kerata kudanya!"
Mendengar hal itu, kaisar dan ratu melepaskan ciuman mereka kemudian Yuan Shi menyentuh lembut pipi Qing 'Er dan segera beranjak untuk melihat ke luar kereta kuda. Kaisar Yuan Shi berdiri gagah di luar kereta dan melihat Selir Wu Zetian yang berdiri di dekat kereta kudanya.
"Ibu suri bilang Kakak Yuan juga harus membawaku melihat restoran baru, sebab keluargaku berperan penting atas dibangunnya restoran ini. Jadi apakah kaisar tidak keberatan membawaku bersama kalian?" tanya Selir Wu Zetian.
Yuan Shi mendengus pelan. "Pengawal, siapkan kereta kuda baru untuk Selir Wu!"
"Kakak, aku sangat takut jika harus naik kereta sendirian. Bagaimana jika aku ikut bersama kakak?" Wu Zetian merengek tanpa tahu malu di depan semua prajurit dan pelayan yang ikut. Ia dengan sengaja berbuat seperti itu karena tahu Yuan Shi tidak akan menolak permintaannya karena ibu suri.
Tidak lama Qing 'Er ke luar dan berdiri di samping Yuan Shi. Semua mata pun tertuju pada kecantikan permaisuri yang kini menyilangkan tangannya di depan dada seraya berkata. "Tentu saja, Adik Wu boleh ikut masuk ke dalam kereta kami, lebih banyak orang lebih bagus. Benarkan, kaisar?"
Yuan Shi melirik tajam Qing 'Er seolah tidak senang karena permaisurinya mengizinkan Wu Zetian masuk ke dalam kereta. Namun, Qing 'Er malah menyeringai dan dengan sengaja mengejek Yuan Shi. "Baiklah, karena permaisuri sudah mengizinkan. Selir Wu bisa ikut naik," jawab kaisar dengan berat hati.
Wu Zetian mengerutkan alisnya, dia merasa kesal karena selama ini dia tidak pernah harus meminta izin siapapun untuk bersama kaisar. Semua prajurit dan pelayan memuji kebesaran hari ratu karena mengizinkan Wu Zetian naik ke kereta kudanya bersama kaisar.
"Ratu Qing sangat baik hati aku tidak akan sanggup jika menjadi dia," kata satu orang pelayan dengan pelayan.
Satu tindakan dapat merubah pandangan orang-orang pada Qing 'Er, semakin gegabah Wu Zetian semakin baik bagi Qing 'Er untuk mengambil kesempatan darinya.
"Kakak Qing, aku tadi melihat Jenderal Ji di luar kereta. Pantas saja dia pernah menjadi bagian hidupmu, rupanya jika dilihat dari dekat dia sangatlah tampan." Selir Wu Zetian dengan sengaja menguji kesabaran Qing 'Er.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
_cloetffny
sebanyak yang aku baca, ratu sama permaisuri itu beda kedudukannya.
tapi disini dibuat jadi satu jadi agak bingung
2023-12-23
2
fifid dwi ariani
trus Semangat
2023-08-17
0