Bab 20 Terlambat

Angga tiba di stasiun kota jam dua belas siang. Tepat sesuai dengan jadwal, dia segera mencari taxi online melalui aplikasi. Namun yang aneh, meskipun sudah cukup lama dia memesan via aplikasi, taxi online yang mereka harapkan, tak kunjung didapatkan. Bahkan tidak ada seorangpun driver taxi online yang mau menerima ordernya.

"Sial, aku lupa meminta Yono untuk menjemput kami. Tempat itu jauh dari peradaban, sudah pasti tidak ada yang mau mengantarkan kami ke desa Herly."

"Kenapa aku sangat ceroboh hari ini, harusnya aku bisa lebih fokus, sehingga kejadian semacam ini, tak perlu terjadi pada kami."

"Bagaimana kalau aku tidak bisa mendapatkan kendaraan sekarang, signal di desa Herly tidak bagus, dan saat ini sudah jam dua belas, apa mungkin dia mau menjemput kami?"

Angga menggerutu sendiri, pemuda itu merasa konyol, karena ia tidak menghubungi Herly lebih dulu. Om Bandi melihat bahasa tubuh Angga yang tampak gelisah, dia pun lalu mengajak Angga mencari rumah makan untuk istirahat makan siang, dan mencari informasi rental mobil terdekat.

Sementara itu Angga masih terus mencoba menghubungi Herly, dan Yono. Dia meminta om Bandi untuk menunggu sebentar, sampai dia dapat mengusahakan transportasi untuk mereka.

"Sudahlah Ngga kita cari makan siang dulu saja, mungkin kita bisa cari informasi mobil rent car di rumah makan, kalau tidak dapat juga, ya... terpaksa kita menginap semalam disini."

"Besok pagi pagi sekali, baru kita cari angkutan ke desa temanmu. Kamu masih ingat rute ke desa itu kan Ngga?"

Angga terkejut, dia baru sadar kalau dirinya tak begitu mengingat arah ke desa Herly. Pikiran Angga kacau, dia bingung harus bagaimana saat ini. Om Bandi lalu membujuk Angga mencari rumah makan terdekat.

Angga tidak bisa menolak lagi. Dia terpaksa harus mengikuti saran om Bandi untuk mencari warung, perut pemuda itu memang sudah terasa lapar, jadi mereka putuskan untuk mencari warung atau rumah makan terdekat.

"Ya sudah om, kita cari warung atau rumah makan, semoga om Bandi benar, kita bisa tanya tempat rent car mobil disana."

Setelah berjalan cukup jauh keluar stasiun, mereka menemukan satu rumah makan yang cukup ramai di sekitar stasiun tersebut. Setelah memesan makanan, Angga duduk di dekat jendela sembari mencoba menghubungi Herly dan Yono.

Jam dua siang, akhirnya telepon genggam Angga berdering. Suara Yono terdengar di ujung telepon. Mereka langsung berkomunikasi secara intent, dan Angga merasa lega karena Yono sedang dalam perjalanan menuju stasiun kota. Ia berjanji akan menjemput Angga dalam waktu satu jam.

"Akhirnya Kita akan di jemput om. Yono supir Herly meminta kita untuk tetap disini, menunggunya."

"Ok... syukurlah, tadinya om pikir kita tidak akan bisa kesana, untung temanmu itu mengangkat telepon, jadi kita tak perlu tersesat."

Om Bandi merasa senang dengan kabar tersebut. Pria itu kemudian memesan makanan ringan dan dua gelas kopi, sambil minta izin pada pemilik rumah makan untuk berada disana lebih lama, karena mereka sedang menunggu jemputan.

Seperti janji Yono, tepat jam tiga sore, mobil yang dikendarai Yono, parkir di depan rumah makan. Ia segera masuk dan melihat Angga baru saja menyelesaikan tagihan rumah makan.

Dengan sigap pemuda desa itu membantu Angga memasukkan barang bawaan mereka ke bagasi. Tapi kemudian Angga terkejut, karena ia melihat Ryo dan Jaka berada di dalam mobil.

"Kalian berdua kenapa bisa ada disini, mau kemana kalian?"

"Kita jalan dulu saja Ngga, nanti akan aku ceritakan semuanya, tapi sekarang kita cari penginapan di sekitar sini."

"Kamu tidak akan mungkin sampai di desa sebelum magrib, jadi ikuti saja kata kata ku. Aku berjanji, nanti begitu kita sampai dipenginapan, aku bakal ceritakan semua yang terjadi di desa."

Yono membawa mereka ke sebuah losmen kecil. Angga yang tidak sabar mendengarkan keterangan dari Ryo dan Jaka, lalu mengajak mereka duduk di cafetaria yang berada tepat samping losmen. Sedangkan om Bandi pergi ke meja resepsionis untuk memesan tiga buah kamar.

"Katakan sekarang apa yang terjadi disana, kenapa kalian bisa sampai disini, dan Bagus, apa yang terjadi dengan anak itu, kenapa kalian tak bersamanya?"

Jaka dan Ryo saling memandang, kemudian Jaka meminta agar Ryo yang bicara soal apa yang terjadi di desa itu pagi ini.

"Begini Ngga, sebelumnya aku mau minta maaf dulu sama kamu, sebab kami meninggalkan Bagus bersama Herly disana. Tapi terus terang saja, ini bukan kemauan kita, Bagus yang memutuskan untuk tetap tinggal di desa menemani Herly."

"Selama kamu pergi dari desa itu, ada banyak hal ganjil yang terjadi, dan puncaknya pada hari ini. Tadi pagi saat aku dan Jaka memeriksa ruangan di rumah itu, aku merasa diriku sedang diawasi oleh sesutu, kadang kala aku merasa ada orang yang meniup telingaku."

"Saat itu aku masih bertahan, tapi yang di alami Jaka membuat kami menyerah. Aku tidak mau mengambil resiko berat dengan mempertaruhkan nyawa kami di rumah angker itu Ngga."

"Kaki Jaka di cengkram oleh sosok mahluk penghuni rumah Herly, beruntung ada Bagus. Dia menyembuhkan luka memar di kaki Jaka, kalau tidak, mungkin dia sudah tidak bisa jalan sekarang."

"Gangguan mahluk di rumah itu sudah dalam taraf tidak wajar. Dia mulai melakukan kontak fisik, oleh karena itu aku memutuskan untuk pulang."

"Hari ini Herly telah memberikan jawaban kepada pengacara, bahwa ia akan mempertahankan seluruh aset milik romo, apapun resikonya."

"Aku tidak bersama dia saat itu, tapi Bagus sempat mendengarkan, apa yang mereka bicarakan, dan jujur aku kaget mendengar ini, dari anak itu. Bagus mengatakan, kalau leluhur Herly, mereka adalah pelaku pesugihan."

"Parahnya Bagus menemukan satu tempat di bawah tanah, yang mana tempat itu digunakan untuk ritual tumbal manusia, dan bila keluarga Herly ingin selamat, mau tak mau ia harus melaksanakan upacara saat purnama penuh tujuh tahun sekali, jika tidak, maka mereka yang akan jadi tumbal iblis berikutnya."

Mendengar cerita Ryo, Angga jadi resah, semua ini sama seperti yang ada dalam mimpinya. Bahkan om Bandi mengatakan hal serupa, saat mereka berada di kereta.

"Berarti Herly, istrinya, dan Bagus berada dalam bahaya sekarang, Seharusnya kamu tidak mengajak aku kemari, istri Herly sedang hamil saat ini, mahluk itu bisa merampas janin dari kandungan Yasmin."

"Kita harus pergi ke desa sekarang juga, kalau tidak, mereka semua bakal celaka, terutama bayi dalam kandungan Yasmin, kita harus bisa mencegah musibah ini Yo."

Angga segera bangkit dari tempat duduknya, dan pergi dari cafetaria, namun om Bandi berdiri di depan pintu, dan mencegahnya.

"Tenang dulu Ngga, kamu jangan gegabah. Masalah gaib seperti ini harus di pikirkan masak masak. Perkara gaib bukan hal remeh yang bisa kamu anggap enteng. Salah salah kita semua yang akan jadi tumbalnya."

"Benar kata bapak mas Angga. Kita tidak bisa pulang ke desa sore ini, terlalu berbahaya, hutan yang akan kita lewati dihuni oleh banyak lelembut, saya tidak berani kalau melewati hutan saat malam begini, takutnya malah pindah alam mas."

"Soal ibu Yasmin, mas Angga tidak perlu khawatir, sebab hari ini saya sudah antar beliau ke pondok pesantren."

"Pondok tempat pak Herly belajar semasa SMA. Saya yakin pak Herly tahu yang akan dilakukan gurunya untuk menjaga bu Yasmin."

Ucapan Yono membuat Angga jadi lebih tenang, dan mau mendengar nasehat om Bandi. Sore itu mereka membahas seputar sejarah dari keluarga Herly, mereka menyusun kembali cerita untuk menyimpulkan apa yang harus dilakukan untuk mencegah musibah itu terjadi.

"Ini sudah jadi keputusan Herly, yang bisa kita lakukan adalah menjaga temanmu itu, sampai ritual untuk melepas perjanjian berhasil. Dia harus mampu menyelesaikan ritualnya."

Tapi yang masalah utama, adalah sumber kutukan wanita bernama Darsih. Kita semua tidak tahu, bagaimana caranya menangkal kutukan itu."

Mereka termenung, masing masing berpikir keras, bagaimana caranya agar Herly bisa melakukan ritual, tanpa terganggu oleh wanita yang bernama Darsih.

"Percuma dipikirkan sekarang, kita harus tahu sejarah wanita ini, baru kita bisa menentukan langkah apa yang tepat untuk menyegel kutukan Darsih."

Om Bandi melihat jam tangannya. Sudah jam tujuh malam, Pria itu kemudian mengajak mereka untuk makan malam. Setelah itu istirahat, agar mereka bisa bangun pagi pagi sekali, dan berangkat ke desa Herly setelah mereka selesai sholat subuh.

Tepat jam delapan malam, mereka kembali ke kamar masing masing. Om Bandi dengan Angga, Ryo dan Jaka satu kamar, sedangkan Yono tidur seorang diri.

Tanpa ada beban sedikitpun Yono langsung tertidur pulas, sedang Angga masih sibuk mencari artikel tentang mistik melalui internet. Sementara om Bandi bermeditasi di ranjangnya, berharap menemukan petunjuk tentang kasus Herly.

Sedangkan di kamar lain, Ryo dan Jaka masih mengobrol tentang kejadian yang menimpa mereka hari ini.

Meskipun Ryo dan Jaka masih trauma, dan takut untuk kembali, namun kedua sahabat itu akhirnya memutuskan tidak jadi pulang ke Jakarta, dan malah ingin kembali ke desa bersama dengan Angga.

"Walaupun kedengarannya konyol, tapi aku akan ikut dengan Angga Jak, kalau kamu mau pulang besok pagi silahkan, aku cuma ingin minta tolong, jika nanti kami tidak kembai dengan selamat, tolong sampaikan permintaan maafku kepada mama papa."

"Dan ini kunci berangkas, di dalam ada beberapa surat berharga, dan sertifikat restoran, kamu lanjutkan bisnis kita ok..."

"Wow... Wow... Drama banget lu, kata siapa aku mau pulang sendiri, kalau kamu tidak pulang, maka aku juga tidak, kita pergi sama sama, jadi pulang juga sama sama bro."

"Apapun yang terjadi kita hadapi berdua, walaupun firasatku buruk soal keputusan kita, tapi sudahlah semoga saja apa yang kita lakukan mengurangi dosa dosa kita di masa lalu bray."

Ryo tertawa getir, mereka saling berpelukkan, lalu tidur di ranjang masing masing. Malam semakin larut, Om Bandi telah selesai dengan meditasinya, dia tersenyum melihat Angga yang tertidur lelap, sambil menggenggam ponselnya.

"Semoga saja kami belum terlambat menolong anak itu."

Om Bandi bergumam lirih, menghela nafas, lalu membaringkan tubuhnya di ranjang. Ada rasa khawatir dalam dirinya. Tapi ia harus mendukung keputusan Angga.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

semoga di perlancar segala urusannya. amin

2023-10-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab I Cuti
2 Bab 2 Teror Dalam Kereta
3 Bab 3 Pertanda
4 Bab 4 Bagus
5 Bab 5 Romo
6 Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7 Bab 7 Wasiat Romo
8 Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9 Bab 9 Ritual Terakhir
10 Bab 10 Penasaran
11 Bab11 Loak buku
12 Bab 12 Sebuah Teka teki
13 Bab 13 Peringatan
14 Bab 14 Ganjil
15 Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16 Bab 16 Sebuah Firasat
17 Bab 17 Peta Desa Leluhur
18 Bab 18 Rahasia Romo
19 Bab 19 Ruang Rahasia
20 Bab 20 Terlambat
21 Bab 21 Merangkai Kenangan
22 Bab 22 Malam Genting
23 Bab 23 Hilang
24 Bab 24 Mengejar Herly
25 Bab 25 Menapak Kenangan
26 Bab 26 Ibu
27 Bab 27 Desa di Balik Kabut
28 Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29 Bab 29 Rumah Joglo
30 Bab 30 Firasat Yasmin
31 Bab 31 Hujan Darah
32 Bab 32 Tersesat
33 Bab 33 Petunjuk Kakak
34 Bab 34 Wanita yang Terbakar
35 Bab 35 Menit menit Penentuan
36 Bab 36 Balas Dendam Darsih
37 Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38 Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39 Bab 39 Pindah Alam
40 Bab 40 Kebaya Hitam
41 Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42 Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43 Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44 Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45 45 Segel Mati
46 Bab 46 Tangisan Yasmin
47 Bab 47 Keteguhan Hati
48 Bab 48 Gadis Misterius
49 Bab 49 Karyawan Baru
50 Bab 50 Namaku Ayunindya
51 Bab 51 Rumah Kosong
52 Bab 52 Lamaran Gaib
53 Bab 53 Jelang Pernikahan
54 Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55 Bab 55 Pernikahan beda Alam
56 Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57 Bab 57 Bersiasat
58 Bab 58 Rahasia Angga
59 Bab 59 Pria Misterius
60 Bab 60 Ruqyah
61 Bab 61 Mimpi Yasmin
62 Bab 62 Pesan dari Bagus
63 Bab 63 Mengejar Yasmin
64 Bab 64 Peringatan dari Herly
65 Bab 65 Janji Angga
66 Bab 66 Tapa Hening
67 Bab 67 Rahasia Angga
68 Bab 68 Bayangan Misterius
69 Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70 Bab 70 Memburu Bagus
71 Bab 71 Memori yang Hilang
72 Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73 Bab 73 Kemunculan Herly
74 Bab 74 Perburuan
75 Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76 Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77 Bab 77 Sosok Penolong
78 Bab 78 Pertarungan Terakhir
79 Bab 79 Kekalahan
80 Bab 80 Kemenangan Sumpah
81 Bab 81 Babak Baru
82 Bab 82 Jodoh yang Hilang
83 Bab 83 Hati untuk Angga
84 Bab 84 Penampakan di Cermin
85 Bab 85 Dia Bukan Ayu
86 Bab 86 Kuntilanak Merah
87 Bab 87 Kamuflase
88 Bab 88 Serangan Fisik
89 Bab 89 Penjara Roh
90 Bab 90 Tabir Misteri
91 Bab 91 Labirin
92 Bab 92 Dasimah
93 Bab 93 Kematian Dasimah
94 Bab 94 Kabar Baik
95 Bab 95 Aji Malih Jiwo
96 Bab 96 Bayangan Hitam
97 Bab 97 Penumpang Gelap
98 Bab 98 Mahluk Bayangan
99 Bab 99 Jebakan
100 Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101 Bab 101 Gerbang Neraka
102 Bab 102. Nyekar
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab I Cuti
2
Bab 2 Teror Dalam Kereta
3
Bab 3 Pertanda
4
Bab 4 Bagus
5
Bab 5 Romo
6
Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7
Bab 7 Wasiat Romo
8
Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9
Bab 9 Ritual Terakhir
10
Bab 10 Penasaran
11
Bab11 Loak buku
12
Bab 12 Sebuah Teka teki
13
Bab 13 Peringatan
14
Bab 14 Ganjil
15
Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16
Bab 16 Sebuah Firasat
17
Bab 17 Peta Desa Leluhur
18
Bab 18 Rahasia Romo
19
Bab 19 Ruang Rahasia
20
Bab 20 Terlambat
21
Bab 21 Merangkai Kenangan
22
Bab 22 Malam Genting
23
Bab 23 Hilang
24
Bab 24 Mengejar Herly
25
Bab 25 Menapak Kenangan
26
Bab 26 Ibu
27
Bab 27 Desa di Balik Kabut
28
Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29
Bab 29 Rumah Joglo
30
Bab 30 Firasat Yasmin
31
Bab 31 Hujan Darah
32
Bab 32 Tersesat
33
Bab 33 Petunjuk Kakak
34
Bab 34 Wanita yang Terbakar
35
Bab 35 Menit menit Penentuan
36
Bab 36 Balas Dendam Darsih
37
Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38
Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39
Bab 39 Pindah Alam
40
Bab 40 Kebaya Hitam
41
Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42
Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43
Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44
Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45
45 Segel Mati
46
Bab 46 Tangisan Yasmin
47
Bab 47 Keteguhan Hati
48
Bab 48 Gadis Misterius
49
Bab 49 Karyawan Baru
50
Bab 50 Namaku Ayunindya
51
Bab 51 Rumah Kosong
52
Bab 52 Lamaran Gaib
53
Bab 53 Jelang Pernikahan
54
Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55
Bab 55 Pernikahan beda Alam
56
Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57
Bab 57 Bersiasat
58
Bab 58 Rahasia Angga
59
Bab 59 Pria Misterius
60
Bab 60 Ruqyah
61
Bab 61 Mimpi Yasmin
62
Bab 62 Pesan dari Bagus
63
Bab 63 Mengejar Yasmin
64
Bab 64 Peringatan dari Herly
65
Bab 65 Janji Angga
66
Bab 66 Tapa Hening
67
Bab 67 Rahasia Angga
68
Bab 68 Bayangan Misterius
69
Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70
Bab 70 Memburu Bagus
71
Bab 71 Memori yang Hilang
72
Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73
Bab 73 Kemunculan Herly
74
Bab 74 Perburuan
75
Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76
Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77
Bab 77 Sosok Penolong
78
Bab 78 Pertarungan Terakhir
79
Bab 79 Kekalahan
80
Bab 80 Kemenangan Sumpah
81
Bab 81 Babak Baru
82
Bab 82 Jodoh yang Hilang
83
Bab 83 Hati untuk Angga
84
Bab 84 Penampakan di Cermin
85
Bab 85 Dia Bukan Ayu
86
Bab 86 Kuntilanak Merah
87
Bab 87 Kamuflase
88
Bab 88 Serangan Fisik
89
Bab 89 Penjara Roh
90
Bab 90 Tabir Misteri
91
Bab 91 Labirin
92
Bab 92 Dasimah
93
Bab 93 Kematian Dasimah
94
Bab 94 Kabar Baik
95
Bab 95 Aji Malih Jiwo
96
Bab 96 Bayangan Hitam
97
Bab 97 Penumpang Gelap
98
Bab 98 Mahluk Bayangan
99
Bab 99 Jebakan
100
Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101
Bab 101 Gerbang Neraka
102
Bab 102. Nyekar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!