Bab 19 Ruang Rahasia

Bagus terus berjalan menelusuri halaman belakang, seperti ada satu kekuatan yang mendorong pemuda itu untuk pergi, masuk lebih dalam ke area perkebunan.

"Ada apa di belakang bangunan ini kenapa aku selalu ingin masuk ke perkebunan itu?"

Semakin penasaran Bagus terus mengikuti perasaannya. Tanpa di sadari sosok bayangan hitam ada di balik rimbun pohon mengawasi langkahnya.

Semakin jauh masuk ke area kebun, Bagus semakin penasaran. Dia berhenti di sebuah lubang yang di tutup dengan papan kayu. Kakinya menginjak injak papan kayu dan mengetahui ada sesuatu di bawah sana.

Kemudian dia sadar, kalau dirinya saat ini tidak sendiri. Ada orang lain yang mengintainya dari satu tempat yang tersembunyi.

"Aneh, rasa rasanya aku sedang di buntuti seseorang, tapi dimana dia bersembunyi?"

Bagus mengawasi sekelilingnya, mata pemuda itu liar mencari, tapi dia tidak merasakan ada gerakan yang mencurigakan.

Karena penasaran Bagus berjalan memutar, lalu bersembunyi sambil berharap orang yang menguntitnya keluar. Tapi itu tidak terjadi. Cukup lama ia bersembunyi, namun tidak ada orang yang muncul disana.

Bagus lalu memutuskan membuka papan kayu itu. Dia sangat yakin ada sesuatu di bawah sana yang tersembunyi, dan dirahasiakan dari semua orang. Bahkan mungkin saja Herly tidak mengetahuinya.

Dengan belatinya Bagus berusaha membuka segel papan kayu, dan berlahan lahan, dia mulai berhasil mencongkelnya. Bagus terkejut, karena di balik papan kayu itu, ada anak tangga menuju satu tempat.

Karena penasaran, dia membuka papan kayu, kemudian mengintip ke bawah anak tangga tersebut.

"Benar dugaan ku, ada sesuatu yang di sembunyikan romo disini. Tapi tempat apa ini?"

Bagus menuruni anak tangga dan melewati lorong gelap. Dengan pemantik api yang selalu ia bawa. Bagus berjalan masuk ke dalam, dan ia menemukan sebuah obor yang terletak di dinding gua. Bagus lulu menyalakan obor terbut, dan dia melangkah masuk lebih dalam.

"Ini tempat ritual persembahan, ada

meja altar dan bekas lilin. Banyak tulang belulang manusia yang ditumpuk disana. Pantas saja aura rumah itu jadi dingin dan angker. Ternyata ayah Herly sudah lama memenjarakan jiwa jiwa orang yang dia tumbalkan."

"Ini tengkorak bayi, apa romo juga sesadis itu, aku harus keluar dari tempat ini, hawa di gua ini sudah mulai panas, sepertinya ada yang tak beres dengan tempat ini."

Bagus buru buru lari kembali naik ke atas. Di ujung anak tangga Herly telah berdiri menunggu dengan rasa resah. Tampak sekali Herly sedang gelisah menunggu Bagus muncul dari lorong gelap di bawah.

Sementara itu Bagus terus berlari, sosok mirip laba laba mengejar, hendak menerkamnya. Beruntung Bagus berhasil menggapai anak tangga. Cahaya matahari membuat mahluk itu kembali masuk ke dalam gelap.

"Lancang kamu Gus, tidak ada yang boleh masuk ke sana, kamu sudah membebaskan sesuatu yang jahat dari gua itu!"

Herly di bantu beberapa pekerja lalu segera menutup kembali lubang itu dengan papan kayu. Kali ini mereka menyegelnya dengan rantai besi.

Bagus yang kesal lalu mendorong Herly hingga pria kurus itu nyaris jatuh tersungkur ke tanah. Tapi ia beruntung karena salah seorang pekerja refleks menahan tubuhnya.

"Jadi selama ini, kamu bagian dari semua ini Her, kamu sudah tahu kalau romomu melakukan ritual sesat, iya kan?"

"Jaga kata katamu brengsek, aku sudah cukup sabar dengan sikap angkuhmu selama ini, tapi kali ini kamu sudah terlalu kelewatan Gus!"

"Jangan pernah menuduh romoku sekeji itu, kamu pikir siapa dirimu!"

Herly balik mendorong Bagus, lalu menunjuk wajahnya. Herly benar benar murka, emosinya tidak bisa di bendung lagi. Pria itu tidak suka ada orang yang menghina romo di depan matanya.

"Heh... kamu pikir aku bodoh, kamu kira aku buta, sampai sampai tidak bisa membedakan, mana yang benar dan salah?"

"Kamu tahu apa yang aku lihat di bawah sana, tempat itu adalah altar pemujaan iblis, dan apa kamu tahu yang aku temukan?"

"Dibawah sana banyak tercecer darah kering, tumpukan tulang tulang manusia, dan bahkan ada tengkorak bayi disana, apa namanya itu hah...?"

"Aku jadi mengerti semuanya sekarang, tak heran rumah itu diselimuti aura aura hitam. Apa kamu tahu, hari ini Jaka telah mendapatkan serangan dari sesok mistik di rumahmu?"

Fakta fakta yang diungkap Bagus membuat Herly tercengang, ia tak sadar selama ini ada yang tak beres di keluarga mereka. Dia jadi faham alasan kenapa pengacara keluarga mereka mendesaknya untuk cari orang lain untuk menerima beban ritual.

Ternyata masalah di balik surat wasiat romonya tidak sesederhana yang Herly pikirkan. Dia baru ingat tentang ritual tumbal purnama yang dikatakan pengacara itu.

"Jadi ritual tumbal itu benar adanya, aku tak tahu sama sekali masalah ini Gus, selama ini aku tidak tahu ada hal besar yang di sembunyikan romo."

"Kami selalu diwanti wanti untuk tidak datang kemari karena romo ku mengatakan lubang itu tempat terkutuk, ada roh jahat yang di ikat disana."

"Itu kenapa tidak ada orang yang boleh membuka lubang itu. Jujur aku sama sekali tidak tahu tentang isi lubang ini, karena lubang yang ditutup papan kayu ini memang sudah ada sejak aku lahir Gus."

Bagus masih belum yakin dengan pemaparan Herly, karena dia juga ikut mendengar percakapan Herly dengan pengacara romonya. Pria paruh baya itu jelas mengatakan perihal tumbal yang harus Herly lakukan, jika dia tak mau melepas hak atas properti di desa itu kepada orang lain.

Di tengah perdebatan mereka, tiba tiba dari balik pepohonan, seorang pria tua, muncul membawa sebuah keris di tangan kanannya. Ia datang menghampiri Herly dan Bagus yang nyaris baku hantam.

"Herly berkata benar anak muda, bukan dia, ataupun ayahnya yang melakukan ritual itu, tapi kakeknya. Setelah kakeknya tiada, aku yang menjaga mereka dari kutukan itu."

"Aku yang mengurung mereka disana, ayah Herly hanya wajib menyediakan sesajen agar mahluk mahluk itu tak mengganggu."

"Aku juga yang melanjutkan tumbal. Raden tidak tahu tentang masalah ini, karena kami menyembunyikan semuanya dari raden, dan warga desa ini. Semuanya untuk menjaga ketentraman desa."

Herly terkejut, dia dan warga desa tak pernah mengenal sosok pria misterius yang saat ini, tiba tiba saja muncul di hadapan mereka.

"Kakek ini siapa, kenapa anda bisa ada disini, dan mengetahui banyak rahasia keluarga kami, yang bahkan saya sendiri baru tahu sekarang."

"Tolong jawab saya, ada hubungan apa kakek dengan keluarga saya?"

"Aku Anom, anak terakhir keturunan abdi dalem kadipaten, yang sudah sejak turun temurun kami bertugas menjaga keluarga raden."

"Kakek Raden sudah menganggap saya sebagai adiknya sendiri, kami yang membawa kalian kemari, dan aku yang melarang romomu pergi dari desa ini, Darsih bisa mencium aroma keturunan adipati jika romo pergi meninggalkan desa ini."

"Kutukan Darsih itu masih berlaku, karenanya aku melarang romomu pergi. Sedang kamu berbeda, kamu bisa bebas keluar masuk desa ini, karena kamu lahir disini. Danyang desa ini melindungi tubuhmu ngger."

"Tapi bukan berarti kalian aman, itu sebabnya tumbal diberikan. Romo raden keras kepala, dia sudah tidak mau melanjutkan semua ini, jadi dia mengorbankan diri sendiri."

"Aku tidak bisa mencegahnya lagi. Mungkin ini sudah jalan takdirnya. Sekeras apapun kami berusaha, tapi takdir punya jalannya sendiri."

"Ya sudah, mungkin memang harus begini, supaya dendam masa lalu bisa terbayar lunas."

"Wong urip kae ngelakoni, opo sing wis dadi takdire, kabeh wis onok ceritane, awak iki mek iso upoyo, lan gusti pangeran sing dadi penentu nasib menungso."

Orang hidup itu menjalani apa yang jadi takdirnya, semua sudah ada ceritanya, kita hanya bisa berusaha, tapi nasib manusia Tuhan yang menentukan.

"Kalau kamu memang sudah yakin akan meutus perjanjian darah dengan para ingon, maka itu hanya bisa di lakukan di desa leluhurmu Ngger."

"Bawa tiga benda ini. Botol itu berisi darah sang adipati, tumpahkan di cawan ini, lalu baca mantra di kertas itu, saat melakukan ritual."

"Itu jalan satu satunya untuk lepas dari ikatan perjanjian, jangan lupa, bawa sajen yang biasa diletakkan oleh romomu."

"Isi sajen harus lengkap jangan ada yang kurang, atau semuanya akan menjadi sia sia."

"Ritual tidak akan berjalan dengan mudah, jadi siapkan mental, dan imanmu, hanya dengan keteguhan hati, kamu bisa melalui semua cobaan ini."

Herly menerima ketiga benda itu dengan ragu. Dia masih belum percaya dengan sosok kakek di depannya. Namun Herly tidak punya pilihan lain. Mau tidak mau dia harus melakukan semua itu agar bisa terlepas dari kutukan.

"Terima kasih untuk semua yang kakek lakukan demi keluarga kami, sungguh, saya tidak bisa membalas jasa kakek, selain berterima kasih.

"Sudahlah tak usah berterima kasih tubuhku sama kotornya dengan para leluhur kita. Sudah waktunya membersihkan diri, semoga gusti pangeran memberi pengampunan."

Pria berpakaian serba hitam itu memberikan kerisnya kepada Herly, kemudian pergi begitu saja. Herly yang tidak mengerti untuk apa keris itu. Lalu cepat cepat lari mengejar pria tua, yang meskipun telah renta, namun pria tua itu berjalan sangat cepat.

"Kakek maafkan saya, tapi jujur saya tidak tahu untuk apa anda memberikan keris ini kepada saya?"

"Kamu itu akan pulang ke tanah leluhur ngger, tanah yang terkutuk. Kutukan Darsih tetap melekat pada keturunan adipati. Dia pasti tidak akan melepaskanmu."

"Keris itu untuk berjaga jaga, aku akan mendoakanmu dari sini. Semoga kamu berhasil dalam ritual pelepasan itu."

Herly terdiam sembari menatap keris yang diberikan padanya, sementara kakek tua itu telah menghilang dari pandangan mata Herly.

Bagus menepuk pundak Herly, dia merasa tidak enak hati, karena telah menuduh Herly dan romonya. Walaupun agak segan, tapi Bagus akhirnya meminta maaf kepada Herly atas kesalah fahaman yang terjadi di antara mereka.

"Her aku benar benar minta maaf, jujur aku tidak mengira masalah keluargamu begitu rumit. Aku janji akan temani kamu ke desa nenek moyangmu."

"Kita selesaikan masalah ini sama sama, setelah itu kita mulai semua dari awal. Semoga saja tidak ada kendala saat melakukan ritual pelepasan."

"Terima kasih Gus, aku juga minta maaf, karena telah membuat kalian masuk dalam masalah keluargaku. Tapi kamu tidak usah ikut campur dalam masalah ini."

"Besok pagi Yono akan mengantar kalian ke stasiun, masalah ini biar aku tangani sendiri saja Gus."

Bagus tak menjawab, namun dia sudah bertekat akan tetap pergi menemani Herly, apapun resikonya.

"Keris itu milik adipati tusukkan itu di jantung Darsih, hanya pusaka kanjeng adipati yang bisa membunuh mahluk terkutuk itu!"

Tiba tiba suara kakek itu terdengar lagi. Herly mencari kesana kemari tapi dia tak menemukan sosoknya.

Mereka semua lalu kembali pulang ke rumah, Herly meminta agar dua orang pekerja yang ikut dengannya merahasiakan semua yang terjadi di perkebunan hari ini. Herly tidak mau masyarakat jadi takut bekerja, dan malah mengganggu kehidupan warga desa yang tentram.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

scream storiesss/Frown/

2023-10-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab I Cuti
2 Bab 2 Teror Dalam Kereta
3 Bab 3 Pertanda
4 Bab 4 Bagus
5 Bab 5 Romo
6 Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7 Bab 7 Wasiat Romo
8 Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9 Bab 9 Ritual Terakhir
10 Bab 10 Penasaran
11 Bab11 Loak buku
12 Bab 12 Sebuah Teka teki
13 Bab 13 Peringatan
14 Bab 14 Ganjil
15 Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16 Bab 16 Sebuah Firasat
17 Bab 17 Peta Desa Leluhur
18 Bab 18 Rahasia Romo
19 Bab 19 Ruang Rahasia
20 Bab 20 Terlambat
21 Bab 21 Merangkai Kenangan
22 Bab 22 Malam Genting
23 Bab 23 Hilang
24 Bab 24 Mengejar Herly
25 Bab 25 Menapak Kenangan
26 Bab 26 Ibu
27 Bab 27 Desa di Balik Kabut
28 Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29 Bab 29 Rumah Joglo
30 Bab 30 Firasat Yasmin
31 Bab 31 Hujan Darah
32 Bab 32 Tersesat
33 Bab 33 Petunjuk Kakak
34 Bab 34 Wanita yang Terbakar
35 Bab 35 Menit menit Penentuan
36 Bab 36 Balas Dendam Darsih
37 Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38 Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39 Bab 39 Pindah Alam
40 Bab 40 Kebaya Hitam
41 Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42 Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43 Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44 Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45 45 Segel Mati
46 Bab 46 Tangisan Yasmin
47 Bab 47 Keteguhan Hati
48 Bab 48 Gadis Misterius
49 Bab 49 Karyawan Baru
50 Bab 50 Namaku Ayunindya
51 Bab 51 Rumah Kosong
52 Bab 52 Lamaran Gaib
53 Bab 53 Jelang Pernikahan
54 Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55 Bab 55 Pernikahan beda Alam
56 Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57 Bab 57 Bersiasat
58 Bab 58 Rahasia Angga
59 Bab 59 Pria Misterius
60 Bab 60 Ruqyah
61 Bab 61 Mimpi Yasmin
62 Bab 62 Pesan dari Bagus
63 Bab 63 Mengejar Yasmin
64 Bab 64 Peringatan dari Herly
65 Bab 65 Janji Angga
66 Bab 66 Tapa Hening
67 Bab 67 Rahasia Angga
68 Bab 68 Bayangan Misterius
69 Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70 Bab 70 Memburu Bagus
71 Bab 71 Memori yang Hilang
72 Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73 Bab 73 Kemunculan Herly
74 Bab 74 Perburuan
75 Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76 Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77 Bab 77 Sosok Penolong
78 Bab 78 Pertarungan Terakhir
79 Bab 79 Kekalahan
80 Bab 80 Kemenangan Sumpah
81 Bab 81 Babak Baru
82 Bab 82 Jodoh yang Hilang
83 Bab 83 Hati untuk Angga
84 Bab 84 Penampakan di Cermin
85 Bab 85 Dia Bukan Ayu
86 Bab 86 Kuntilanak Merah
87 Bab 87 Kamuflase
88 Bab 88 Serangan Fisik
89 Bab 89 Penjara Roh
90 Bab 90 Tabir Misteri
91 Bab 91 Labirin
92 Bab 92 Dasimah
93 Bab 93 Kematian Dasimah
94 Bab 94 Kabar Baik
95 Bab 95 Aji Malih Jiwo
96 Bab 96 Bayangan Hitam
97 Bab 97 Penumpang Gelap
98 Bab 98 Mahluk Bayangan
99 Bab 99 Jebakan
100 Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101 Bab 101 Gerbang Neraka
102 Bab 102. Nyekar
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab I Cuti
2
Bab 2 Teror Dalam Kereta
3
Bab 3 Pertanda
4
Bab 4 Bagus
5
Bab 5 Romo
6
Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7
Bab 7 Wasiat Romo
8
Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9
Bab 9 Ritual Terakhir
10
Bab 10 Penasaran
11
Bab11 Loak buku
12
Bab 12 Sebuah Teka teki
13
Bab 13 Peringatan
14
Bab 14 Ganjil
15
Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16
Bab 16 Sebuah Firasat
17
Bab 17 Peta Desa Leluhur
18
Bab 18 Rahasia Romo
19
Bab 19 Ruang Rahasia
20
Bab 20 Terlambat
21
Bab 21 Merangkai Kenangan
22
Bab 22 Malam Genting
23
Bab 23 Hilang
24
Bab 24 Mengejar Herly
25
Bab 25 Menapak Kenangan
26
Bab 26 Ibu
27
Bab 27 Desa di Balik Kabut
28
Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29
Bab 29 Rumah Joglo
30
Bab 30 Firasat Yasmin
31
Bab 31 Hujan Darah
32
Bab 32 Tersesat
33
Bab 33 Petunjuk Kakak
34
Bab 34 Wanita yang Terbakar
35
Bab 35 Menit menit Penentuan
36
Bab 36 Balas Dendam Darsih
37
Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38
Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39
Bab 39 Pindah Alam
40
Bab 40 Kebaya Hitam
41
Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42
Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43
Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44
Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45
45 Segel Mati
46
Bab 46 Tangisan Yasmin
47
Bab 47 Keteguhan Hati
48
Bab 48 Gadis Misterius
49
Bab 49 Karyawan Baru
50
Bab 50 Namaku Ayunindya
51
Bab 51 Rumah Kosong
52
Bab 52 Lamaran Gaib
53
Bab 53 Jelang Pernikahan
54
Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55
Bab 55 Pernikahan beda Alam
56
Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57
Bab 57 Bersiasat
58
Bab 58 Rahasia Angga
59
Bab 59 Pria Misterius
60
Bab 60 Ruqyah
61
Bab 61 Mimpi Yasmin
62
Bab 62 Pesan dari Bagus
63
Bab 63 Mengejar Yasmin
64
Bab 64 Peringatan dari Herly
65
Bab 65 Janji Angga
66
Bab 66 Tapa Hening
67
Bab 67 Rahasia Angga
68
Bab 68 Bayangan Misterius
69
Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70
Bab 70 Memburu Bagus
71
Bab 71 Memori yang Hilang
72
Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73
Bab 73 Kemunculan Herly
74
Bab 74 Perburuan
75
Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76
Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77
Bab 77 Sosok Penolong
78
Bab 78 Pertarungan Terakhir
79
Bab 79 Kekalahan
80
Bab 80 Kemenangan Sumpah
81
Bab 81 Babak Baru
82
Bab 82 Jodoh yang Hilang
83
Bab 83 Hati untuk Angga
84
Bab 84 Penampakan di Cermin
85
Bab 85 Dia Bukan Ayu
86
Bab 86 Kuntilanak Merah
87
Bab 87 Kamuflase
88
Bab 88 Serangan Fisik
89
Bab 89 Penjara Roh
90
Bab 90 Tabir Misteri
91
Bab 91 Labirin
92
Bab 92 Dasimah
93
Bab 93 Kematian Dasimah
94
Bab 94 Kabar Baik
95
Bab 95 Aji Malih Jiwo
96
Bab 96 Bayangan Hitam
97
Bab 97 Penumpang Gelap
98
Bab 98 Mahluk Bayangan
99
Bab 99 Jebakan
100
Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101
Bab 101 Gerbang Neraka
102
Bab 102. Nyekar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!