Bab11 Loak buku

Anggga duduk di meja makan menikmati nasi goreng buatan om Bandi. Jarum jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi, udara di kota Malang masih terasa sejuk, namun Angga tidak dapat menyembunyikan rasa gelisah dalam hatinya. Pelan pelan ia mulai mencoba untuk mengungkapkan tujuannya datang berkunjung kepada om Bandi.

"Maaf sebelumnya om. Ada hal serius yang ingin saya utarakan kepada om Bandi. Sejujurnya, selain ingin liburan dan mengunjungi om Bandi, saya sebenarnya ada tujuan lain datang ke kota ini om."

Om Bandi berhenti mengunyah nasi dalam mulutnya, lalu menatap lekat wajah Angga. Kening pria itu berkerut lantas meletakkan sendoknya di piring.

Sikap om Bandi seketika jadi serius. Dia menangkap ada sesuatu yang tidak biasa dari sikap pemuda tampan yang duduk di depannya.

"Ada apa Ngga, setelah dewasa, kamu kok malah jadi hati hati kalau mau bicara, seperti om ini bukan kerabatmu saja?"

"Ayo teruskan ada apa sebenarnya, mungkin kita bisa cari jalan keluarnya sama sama. Lagi pula, om Bandi sedang libur, jadi kita bisa ngobrol apa saja seharian."

Om Bandi menegaskan agar Angga tidak perlu ragu ragu. Dia sungguh penasaran dengan apa yang ingin di ungkapkan keponakannya itu.

"Sebenarnya ini bukan masalah saya om, melainkan seorang teman yang tinggal di Banyuwangi. Dia adalah putra saudagar kaya di desa."

"Belum lama ini, saya dan tiga orang teman mendapatkan undangan dari Herly, seorang kawan dimasa kuliah, dan saya memutuskan untuk datang memenuhi undangan. Tapi setibanya disana, saya merasa rumah itu penuh aroma mistis."

"Menjelang meninggalnya sang ayah, rumah itu jadi horor om. Saya melihat bayangan orang melayang yang naik ke kamar kosong di lantai tiga, lalu setelahnya, kami di teror oleh suara misterius, yang membuat kami tidak bisa tidur semalaman hingga pagi menjelang, dan keesokan harinya ayah Herly tiba tiba saja meninggal."

"Kejanggalan semakin terasa, saat pengacara keluarga tiba tiba datang membacakan isi surat warisan dan wasiat terakhir mendiang ayah Herly yang bagi kami tidak wajar."

"Surat wasiat itu, aneh dan kesannya sangat misterius. Saya tidak bisa membayangkan ada seorang ayah yang tega melakukan semua itu terhadap putra semata wayangnya."

Om Bandi merasa cerita Angga cukup menarik, dia benar benar kehilangan selera makan dan fokus mendengar ucapan Angga.

"Memangnya apa isi wasiat ayah anak itu, kenapa kamu sampai harus ikut repot memikirkannya?"

Angga menangkap keseriusan di wajah om Bandi. Dia merasa telah berhasil menarik perhatian omnya. Angga lalu melanjutkan penuturan tentang wasiat romo yang terkesan aneh.

"Jadi begini om, dalam surat wasiat itu, sang ayah meminta agar putranya melakukan sebuah ritual aneh yang selama ini ayah Herly tidak pernah sekalipun membahas mengenai ritual kepada anaknya."

"Herly bahkan tidak tahu kalau romo, pernah melakukan ritual, yang selama di ketahui Herly, ayahnya adalah pria hebat, pekerja keras yang berhasil membangun bisnis bidang pertanian."

"Dia hanya tahu kalau ayahnya adalah pria sukses, memiliki lahan luas, dan peternakan. Sangat wajar jika beliau di hormati warga desa dan memiliki kolega bisnis yang luas hingga ke luar kota."

"Namun sekarang setelah ayahnya tiada, Herly harus menerima fakta baru, sisi lain dari ayahnya yang di kenal sebagai sosok ramah dan dermawan."

"Pengacara keluarga yang di tunjuk oleh ayah Herly, telah menyiapkan sejumlah dokumen atas aset, di bank dan properti di luar negri untuk Herly. Tapi dengan dua syarat, pertama Herly harus membuat sebuah ritual sebagai syarat wajib untuk menerima haknya."

"Ke dua setelah menyelesaikan ritual terakhir, sang ayah meminta Herly untuk melepas semua hak atas harta yang ada di desa, lalu menyerahkan harta tersebut kepada orang lain yang sanggup meneruskan beban ritual."

"Dan yang terakhir, waktu saya akan pergi ke stasiun, saya melihat ada hal aneh, entah ini hanya kebetulan atau memang ada kaitannya, tapi yang jelas, waktu itu saya melihat ada beberapa orang aneh yang sedang mengawasi rumah Herly dari jarak yang cukup jauh."

Lantas saya berpikir lagi dan mulai meyakini, bahwa semua ini pasti ada kaitannya dengan surat wasiat yang dituliskan sang ayah. Apakah om Bandi tahu tentang hal hal semacam ini, atau pernah punya pengalaman serupa om?"

"Jujur saja saya penasaran, dan ingin cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebab Herly sendiri tidak pernah tahu soal perkara mistik ini. Sekarang dia sedang bimbang, apakah akan terus menuruti isi surat wasiat romo, atau mengabaikannya saja, dengan segala resiko yang kami tidak tahu."

Wajah om Bandi menjadi tegang, pria itu tampak berpikir keras, ada sebuah kecemasan di raut wajahnya, namun dia seperti enggan untuk membahas lebih lanjut masalah itu.

"Nasehat om, sebaiknya kamu pulang saja ke Jakarta, tidak usah repot ikut campur dalam masalah temanmu itu, biarkan saja dia yang menyelesaikan masalahnya sendiri."

"Masalah kutukan bukan ranah kita, salah salah kita terseret masuk di dalamnya. Sekali masuk kamu tidak akan bisa keluar lagi."

"Sudahlah, ayo ikut om, kita pergi jalan jalan. Kamu sudah lama tidak datang kemari, banyak hal baru di kota ini yang belum kamu ketahui."

Om Bandi lalu mengeluarkan motor besar kesayangannya dan mengajak Angga berjalan jalan di kota. Saat di jalur stasiun ia tertarik melihat kios tua penjual buku bekas yang cukup terkenal di eranya. Angga minta agar om Bandi menepi untuk mampir di kios kecil itu.

"Om kita mampir di kios loak buku ya, saya mau cari buku, barangkali saja ada komik jaman dulu yang langka di kios itu, hitung hitung nostalgia."

Om Bandi menuruti keinginan Angga, lalu menepikan motornya. Mereka masuk ke kios tua yang dulu sering di kunjungi kakek Angga. Pria tua pemilik kios langsung mengenali om Bandi, sebab kakek Angga sering kali membawanya membeli buku di kios itu saat ia masih kecil.

Angga langsung masuk memeriksa buku buku tua yang berada di rak, sebagian tidak tertata dengan rapi dan hanya di tumpuk di lantai beralas kertas koran.

Di luar, om Bandi dan pria tua pemilik kios sedang asik mengobrol tanpa menghiraukan Angga sedikitpun. Dia yang terobsesi dengan kasus Herly berencana akan mengajak om Bandi ke perpustakaan, atau museum setelah ini.

Tapi rencananya berubah, sebab Angga menemukan sebuah rak khusus yang berisi buku buku tua tentang budaya Jawa, ritual kuno, dan aksara aksara jawa tentang mantra.

Angga mulai membuka buku satu per satu dan menemukan beberapa kata kata bijak yang membuatnya tertarik. Namun kemudian sebuah buku jatuh dengan sendirinya, konsentrasi Angga langsung teralihkan pada buku yang nyaris menimpa kepalanya.

Karena penasaran dengan isi buku itu, Angga lalu membuka buku tebal yang berisi aksara jawa kuno. Dia terus saja melihat gambar gambar seram di buku itu, meskipun tidak mengerti isinya.

"Kamu baca apa nak, sepertinya buku itu sangat menarik, sampai sampai kamu tidak beranjak sedikitpun dari sana."

Suara pemilik kios menyadarkan Angga. Tanpa terasa, sudah hampir setengah jam dia berjongkok, dan fokus pada buku yang dipegangnya saat ini.

"Berapa harga buku ini mbah, saya mau beli, sepertinya saya berjodoh dengan buku tebal ini, entah apa isinya, tapi saya sangat tertarik untuk mengetahui apa yang terkandung dalam kalimat kalimat singkat di bawah gambar."

Wajah pria tua seketika berubah sinis. Pemilik kios buku itu, menatap wajah Angga dengan tatapan tajam, lalu tersenyum, seraya mengambil sebuah koran bekas.

"Buku tua ini tidak ternilai harganya, saya tidak menjualnya. Buku tua itu bertuah, saya sekalipun akan sulit mengetahui makna yang terkandung dalam buku itu."

"Ada banyak lambang, mitos, di buku yang penuh misteri. Saya tidak akan sarankan kamu untuk membeli buku tua itu."

"Tapi kalau kamu sungguh sungguh ingin belajar tentang isinya, terserah saja."

Angga melihat lagi buku di tangannya dan keinginan hatinya tak berubah. Meski tak mengerti isinya, namun dia tetap ingin membeli buku itu.

"Saya mau buku ini, berapa haganya mbah?"

"Gratis untuk kamu, saya akan beri buku itu sebagai hadiah. Suatu hari, jika kamu sudah bosan dengan buku ini, jangan di buang, kembalikan lagi kemari, atau dia akan menemukan jalan kembali ke kios ini."

Angga merasa ada yang aneh dengan perkataan pria tua pemilik kios, tapi Angga tak ingin menggubrisnya. Pria tua pemilik kios itu membungkus buku dengan kertas koran lalu memberikannya kepada Angga.

Om Bandi kembali berbincang bincang sedikit dengan pemilik kios, lalu mereka pamit, segera pergi meninggalkan kios, untuk selanjutnya pergi ke perpustakaan daerah.

Om Bandi, masih menyimpan ucapan pria tua pemilik kios dalam hatinya. Dia tak bicara apapun kepada Angga tentang ucapan pemilik kios, dan hanya melajukan motornya menuju perpustakaan daerah.

Terpopuler

Comments

Shyfa Andira Rahmi

Shyfa Andira Rahmi

si Angga ini orang nya terkesan cuek dgn pemikiran yg diluar nalar kayanya...

2025-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab I Cuti
2 Bab 2 Teror Dalam Kereta
3 Bab 3 Pertanda
4 Bab 4 Bagus
5 Bab 5 Romo
6 Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7 Bab 7 Wasiat Romo
8 Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9 Bab 9 Ritual Terakhir
10 Bab 10 Penasaran
11 Bab11 Loak buku
12 Bab 12 Sebuah Teka teki
13 Bab 13 Peringatan
14 Bab 14 Ganjil
15 Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16 Bab 16 Sebuah Firasat
17 Bab 17 Peta Desa Leluhur
18 Bab 18 Rahasia Romo
19 Bab 19 Ruang Rahasia
20 Bab 20 Terlambat
21 Bab 21 Merangkai Kenangan
22 Bab 22 Malam Genting
23 Bab 23 Hilang
24 Bab 24 Mengejar Herly
25 Bab 25 Menapak Kenangan
26 Bab 26 Ibu
27 Bab 27 Desa di Balik Kabut
28 Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29 Bab 29 Rumah Joglo
30 Bab 30 Firasat Yasmin
31 Bab 31 Hujan Darah
32 Bab 32 Tersesat
33 Bab 33 Petunjuk Kakak
34 Bab 34 Wanita yang Terbakar
35 Bab 35 Menit menit Penentuan
36 Bab 36 Balas Dendam Darsih
37 Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38 Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39 Bab 39 Pindah Alam
40 Bab 40 Kebaya Hitam
41 Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42 Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43 Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44 Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45 45 Segel Mati
46 Bab 46 Tangisan Yasmin
47 Bab 47 Keteguhan Hati
48 Bab 48 Gadis Misterius
49 Bab 49 Karyawan Baru
50 Bab 50 Namaku Ayunindya
51 Bab 51 Rumah Kosong
52 Bab 52 Lamaran Gaib
53 Bab 53 Jelang Pernikahan
54 Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55 Bab 55 Pernikahan beda Alam
56 Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57 Bab 57 Bersiasat
58 Bab 58 Rahasia Angga
59 Bab 59 Pria Misterius
60 Bab 60 Ruqyah
61 Bab 61 Mimpi Yasmin
62 Bab 62 Pesan dari Bagus
63 Bab 63 Mengejar Yasmin
64 Bab 64 Peringatan dari Herly
65 Bab 65 Janji Angga
66 Bab 66 Tapa Hening
67 Bab 67 Rahasia Angga
68 Bab 68 Bayangan Misterius
69 Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70 Bab 70 Memburu Bagus
71 Bab 71 Memori yang Hilang
72 Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73 Bab 73 Kemunculan Herly
74 Bab 74 Perburuan
75 Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76 Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77 Bab 77 Sosok Penolong
78 Bab 78 Pertarungan Terakhir
79 Bab 79 Kekalahan
80 Bab 80 Kemenangan Sumpah
81 Bab 81 Babak Baru
82 Bab 82 Jodoh yang Hilang
83 Bab 83 Hati untuk Angga
84 Bab 84 Penampakan di Cermin
85 Bab 85 Dia Bukan Ayu
86 Bab 86 Kuntilanak Merah
87 Bab 87 Kamuflase
88 Bab 88 Serangan Fisik
89 Bab 89 Penjara Roh
90 Bab 90 Tabir Misteri
91 Bab 91 Labirin
92 Bab 92 Dasimah
93 Bab 93 Kematian Dasimah
94 Bab 94 Kabar Baik
95 Bab 95 Aji Malih Jiwo
96 Bab 96 Bayangan Hitam
97 Bab 97 Penumpang Gelap
98 Bab 98 Mahluk Bayangan
99 Bab 99 Jebakan
100 Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101 Bab 101 Gerbang Neraka
102 Bab 102. Nyekar
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab I Cuti
2
Bab 2 Teror Dalam Kereta
3
Bab 3 Pertanda
4
Bab 4 Bagus
5
Bab 5 Romo
6
Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7
Bab 7 Wasiat Romo
8
Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9
Bab 9 Ritual Terakhir
10
Bab 10 Penasaran
11
Bab11 Loak buku
12
Bab 12 Sebuah Teka teki
13
Bab 13 Peringatan
14
Bab 14 Ganjil
15
Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16
Bab 16 Sebuah Firasat
17
Bab 17 Peta Desa Leluhur
18
Bab 18 Rahasia Romo
19
Bab 19 Ruang Rahasia
20
Bab 20 Terlambat
21
Bab 21 Merangkai Kenangan
22
Bab 22 Malam Genting
23
Bab 23 Hilang
24
Bab 24 Mengejar Herly
25
Bab 25 Menapak Kenangan
26
Bab 26 Ibu
27
Bab 27 Desa di Balik Kabut
28
Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29
Bab 29 Rumah Joglo
30
Bab 30 Firasat Yasmin
31
Bab 31 Hujan Darah
32
Bab 32 Tersesat
33
Bab 33 Petunjuk Kakak
34
Bab 34 Wanita yang Terbakar
35
Bab 35 Menit menit Penentuan
36
Bab 36 Balas Dendam Darsih
37
Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38
Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39
Bab 39 Pindah Alam
40
Bab 40 Kebaya Hitam
41
Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42
Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43
Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44
Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45
45 Segel Mati
46
Bab 46 Tangisan Yasmin
47
Bab 47 Keteguhan Hati
48
Bab 48 Gadis Misterius
49
Bab 49 Karyawan Baru
50
Bab 50 Namaku Ayunindya
51
Bab 51 Rumah Kosong
52
Bab 52 Lamaran Gaib
53
Bab 53 Jelang Pernikahan
54
Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55
Bab 55 Pernikahan beda Alam
56
Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57
Bab 57 Bersiasat
58
Bab 58 Rahasia Angga
59
Bab 59 Pria Misterius
60
Bab 60 Ruqyah
61
Bab 61 Mimpi Yasmin
62
Bab 62 Pesan dari Bagus
63
Bab 63 Mengejar Yasmin
64
Bab 64 Peringatan dari Herly
65
Bab 65 Janji Angga
66
Bab 66 Tapa Hening
67
Bab 67 Rahasia Angga
68
Bab 68 Bayangan Misterius
69
Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70
Bab 70 Memburu Bagus
71
Bab 71 Memori yang Hilang
72
Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73
Bab 73 Kemunculan Herly
74
Bab 74 Perburuan
75
Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76
Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77
Bab 77 Sosok Penolong
78
Bab 78 Pertarungan Terakhir
79
Bab 79 Kekalahan
80
Bab 80 Kemenangan Sumpah
81
Bab 81 Babak Baru
82
Bab 82 Jodoh yang Hilang
83
Bab 83 Hati untuk Angga
84
Bab 84 Penampakan di Cermin
85
Bab 85 Dia Bukan Ayu
86
Bab 86 Kuntilanak Merah
87
Bab 87 Kamuflase
88
Bab 88 Serangan Fisik
89
Bab 89 Penjara Roh
90
Bab 90 Tabir Misteri
91
Bab 91 Labirin
92
Bab 92 Dasimah
93
Bab 93 Kematian Dasimah
94
Bab 94 Kabar Baik
95
Bab 95 Aji Malih Jiwo
96
Bab 96 Bayangan Hitam
97
Bab 97 Penumpang Gelap
98
Bab 98 Mahluk Bayangan
99
Bab 99 Jebakan
100
Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101
Bab 101 Gerbang Neraka
102
Bab 102. Nyekar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!