Bab 16 Sebuah Firasat

Om Bandi telah membuka matanya, pertanda pria itu sudah kembali dari semedi. Angga yang melihat omnya sudah sadar, ingin cepat cepat bercerita tentang apa yang telah terjadi di mimpinya beberapa waktu lalu.

"Jangan ceritakan sekarang, om Bandi butuh sedikit waktu untuk tenang, dan memulihkan tenaga Ngga."

Angga yang mendengar penolakan omnya, bahkan sebelum ia sempat berkata kata, langsung terkejut dan memilih untuk diam. Ia cukup heran karena om Bandi seolah olah tahu apa yang ingin dia katakan.

"Aku memang tak cukup mengenal om Bandi, tapi aku rasa pria tua ini memiliki sesuatu yang spesial pada dirinya."

"Dia bahkan bisa menebak kalau aku ingin bercerita soal mimpi ku tadi, apa om Bandi sudah memiliki jawaban atas perkara ini, atau dia punya pengalaman yang sama dengan ku saat bermeditasi?"

Angga termenung dia menebak nebak, apa yang dipikirkan omnya saat ini. Pemuda itu merasa pria yang sedang duduk lemas di hadapannya sekarang, memiliki informasi tentang apa yang ingin ia sampaikan.

"Temanmu itu, bukan dari keluarga biasa, dia adalah keturunan terakhir dari terah keluarga bangsawan, tepatnya leluhurnya adalah seorang Adipati."

"Sayang sekali leluhur temanmu itu, mereka telah melakukan satu perbuatan menyimpang yang mengerikan di masa lalu, semuanya hanya demi menjaga kelanggengan dari terah mereka."

"Ada banyak kekejaman yang telah di perbuat sang Adipati hanya untuk menyingkirkan lawan, dan menjaga pengaruhnya. Dia bahkan membuat perjanjian darah yang membuatnya memiliki ribuan perewangan untuk sekedar menjadikan keluarga mereka kuat, disegani, dan berpengaruh."

"Perewangan itu yang saat ini terus melekat pada garis keturunan sang Adipati, terpelihara dengan baik sampai sekarang. Meskipun pada akhirnya, keluarga itu jadi terkena kutuk dari seorang wanita yang mereka jadikan tumbal Ngga."

"Dua generasi mereka berhasil di selamatkan, namun ingonnya tetap ikut dan selalu menagih janji. Hal ini tentu memberatkan. Tanpa tumbal, hidup mereka tidak akan tenang. Itu yang menurut om Bandi menjadi penyebab utama mereka memilih mengasingkan diri di desanya sekarang."

Angga terkesima dengan penuturan om Bandi, cerita om Bandi kurang lebih sama dengan kepingan kisah masa lampau yang di perlihatkan oleh sosok nenek berkebaya hitam dalam mimpinya.

"Lalu jika keluarga Herly bisa pergi menghindar dari kutukan di desa, bukankah kakeknya bisa melepas ingon yang mengikuti mereka, dan kenapa mereka harus tinggal di desa itu om?"

Pembahasan teka teki di balik misteri keluarga Herly semakin membuat Angga penasaran, dan ingin mengulik lebih jauh tentang mereka.

"Masalah gaib semacam ini sulit untuk di nalar, tapi kemungkinan desa itu mereka pilih, karena ada sesuatu di desa itu yang menjadi tameng bagi keluarga mereka."

"Semacam teritorial, yang itu tidak dapat di tembus mahluk dari luar teritori, atau dengan kata lain, desa itu dalam genggaman kekuasaan dari mahluk mahluk disana. Bisa jadi keluarga teman mu membuat perjanjian baru, mungkin juga itu masih dalam wilayah kekuasaan ingonnya."

"Entahlah, tapi sepertinya ayah dari temanmu itu sudah lelah dengan segala ritual yang menghantuinya, sehingga dia hendak mengakhiri semua ini dan segera bertaubat."

"Om Bandi tidak tahu pasti apa alasan yang sebenarnya, tapi menurut om, Ayahnya sengaja melakukan ini, karena dia ingin menyelamatkan anak keturunan mereka, agar terlepas dari jerat perjanjian dengan iblis yang mengikat mereka turun temurun."

Sedikit sedikit Angga mulai bisa menalar alasan romo membuat surat wasiat, dan dia berfikir, jika memang itu demi pertaubatan, maka tidak layak bagi romo untuk mengorbankan orang lain untuk masuk jeratan iblis, hanya demi menggantikan keluarga mereka.

Meskipun Angga sendiri juga sadar, bahwa sifat manusia itu cendrung serakah, pasti akan ada orang yang terdorong untuk melakukan hal hal aneh demi harta dan tahta.

Dia sangat yakin, pasti akan ada saja orang orang di luar sana yang mau menerima beban ritual, seperti yang di inginkan romo dalam surat wasiatnya.

Jadi sangat wajar bila ayah Herly berfikir untuk mengalihkan kutukan kepada orang kain, yang memang mereka menginginkan jalan instan untuk meraih kejayaan.

"Masalah ini rumit sekali, awalnya aku berfikir liburan ini akan sangat menyenangkan buat ku, tapi tidak, bukan mengendurkan urat syaraf, aku malah di buat tegang dengan kasus Herly."

Angga terdiam dia larut dalam lamunannya sendiri, sementara om Bandi, memperhatikan sekeliling mereka. Dia tahu beberapa orang di dekat kursinya ikut menyimak apa yang menjadi bahan perbincangan mereka.

Sementara itu, di tempat berbeda, Herly, Yasmin, Ryo, Bagus, dan Jaka, mereka berlima tengah asik mengobrol di meja makan. Herly telah meyakinkan dirinya tidak akan mengalihkan properti milik keluarga mereka ke orang lain. Dia memilih akan menempuh opsi lain, dengan segala resiko yang terpaksa harus di tanggungnya.

Memutuskan perjanjian menurut Herly adalah langkah bijak yang paling tepat, meski dia tahu peluang untuk berhasil sangat kecil. Tapi dia dan Yasmin sudah memebuat keputusan, Herly akan tetap pergi ke tanah leluhur sang ayah, walaupun itu bertentangan dengan isi surat wasiat romo.

"Jadi apa keputusan kalian, apa kamu bersedia meninggalkan desa ini dan ikut kami ke Jakarta?"

Ryo coba mengorek informasi dari Herly, pria tambun itu, sebenarnya agak khawatir dengan situasi Herly sekarang. Apa lagi sejak mereka datang ke rumah itu.

Gangguan ganguan meta fisik yang kerap muncul menteror mereka, itu cukup menjadi alasan untuk pergi, tapi entah mengapa, Ryo, Jaka, dan Bagus, seperti berat meninggalkan rumah itu, apa lagi saat ini Herly, sedang dalam masalah rumit, yang mereka tidak tahu, apa konsekuensi dari masalah ini bagi mereka.

"Aku akan tetap mempertahankan aset romo di desa ini Yo, apapun alasannya, ini adalah jerih payah romo, tidak bijak rasanya melepas tanggung jawab kepada orang lain, yang mungkin saja itu berdampak buruk baginya."

"Sebentar lagi pengacara romo ku akan sampai, aku akan mengatakan semua rencana ku kepada beliau nanti."

"Sebelum itu, aku mau minta tolong kalian untuk menggeledah rumah ini. Aku yakin romo pasti masih menyimpan arsip, tentang silsilah keluarga kami."

"Semoga saja kita bisa menemukan jejak desa tempat para leluhur ku berada. Peta terakhir yang ada telah hilang bersama orang orang yang mengantarkan jenazah romo, tapi aku memiliki keyakinan, romo pasti memiliki salinan, sebab itu adalah bukti otentik dari keberadaan kami."

Ucapan Herly membuat Bagus jadi tak enak makan, entah apa yang di pikirkan pemuda yang dulu pernah mempelajari ilmu hitam itu, namun yang pasti dia langsung bereaksi, dengan menunjukkan wajah yang tak bersahabat kepada Herly.

"Bruak...!!"

"Kamu jangan bodoh Her, mendiang romo mu itu ingin keluarga kalian selamat, sebaiknya turuti saja apa isi surat wasiat itu, supaya kamu, istri, dan anak mu selamat!"

"Bukannya malah bersikap konyol, ingin menggali makam sendiri, apa kamu tidak memikirkan Yasmin, dan bayi dalam kandungannya?"

"Gus sudah gus, kamu harus bisa mengendalikan emosi, coba hargai keputusan Herly, dia pasti punya alasan sendiri, kenapa mengambil keputusan ini."

Emosi Jaka tersulut, pria kekar itu tak suka dengan sikap Bagus yang menurutnya sangat arogan. Walau dalam hatinya, Jaka setuju dengan pendapat Bagus, namun ini adalah masalah pribadi Herly, dia merasa tak perlu ikut campur, selain hanya mendukung apapun keputusannya.

"Maafkan aku teman teman, ini memang terdengar sangat konyol, tapi hati nurani ku tidak mungkin membiarkan orang lain masuk dalam bahaya yang keluarga kami ciptakan."

"Aku akan tetap melakukan ritual terakhir, lalu mencari cara melepas perjanjian. Pasti ada cara untuk mebalik mantra, dan membatalkan perjanjian yang sudah dibuat oleh para leluhur kami."

"Aku minta, setelah ini kalian pulang ke Jakarta, titip istri ku, antarkan Yasmin, ke pondok pesantren guru ku di Jember. Semoga beliau bisa menjaga mereka berdua, sampai anak ku lahir."

"Jika ini berhasil, aku akan segera pergi menyusul kalian, dan kita akan sama sama merancang masa depan di Jakarta."

Tiba tiba suasana menjadi hening, entah mengapa ucapan Herly, membuat Ryo merinding. Pemuda tambun itu seperti mendapat satu firasat buruk, akan terjadi kepada mereka semua.

Awalnya dia berniat akan pulang sesuai rencana mereka semula, tapi ucapan Herly malah membuat Ryo semakin yakin untuk tetap ada di desa itu, apapun yang kelak akan terjadi.

"Aku harap keputusan ku tepat kali ini, tapi aku akan tetap disini. Kita akan cari desa leluhur mu, setelah semuanya selesai, kita sama sama ke Jakarta memulai semuanya dari awal lagi."

Suasana di meja makan menjadi agak canggung, Jaka bingung akan mendukung Ryo, atau tetap memilih pulang sesuai rencana mereka di awal. Jaka sadar betul, jika ia tetap tinggal, maka akan banyak resiko yang tidak terduga, dapat menimpa mereka kapan saja. Tapi jika dia memilih untuk pulang, artinya Jaka akan pulang sendiri tanpa Ryo.

Sedangkan Bagus menyelesaikan makannya, lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka semua di meja makan, tanpa sepatah kata yang terlontar dari mulutnya.

Episodes
1 Bab I Cuti
2 Bab 2 Teror Dalam Kereta
3 Bab 3 Pertanda
4 Bab 4 Bagus
5 Bab 5 Romo
6 Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7 Bab 7 Wasiat Romo
8 Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9 Bab 9 Ritual Terakhir
10 Bab 10 Penasaran
11 Bab11 Loak buku
12 Bab 12 Sebuah Teka teki
13 Bab 13 Peringatan
14 Bab 14 Ganjil
15 Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16 Bab 16 Sebuah Firasat
17 Bab 17 Peta Desa Leluhur
18 Bab 18 Rahasia Romo
19 Bab 19 Ruang Rahasia
20 Bab 20 Terlambat
21 Bab 21 Merangkai Kenangan
22 Bab 22 Malam Genting
23 Bab 23 Hilang
24 Bab 24 Mengejar Herly
25 Bab 25 Menapak Kenangan
26 Bab 26 Ibu
27 Bab 27 Desa di Balik Kabut
28 Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29 Bab 29 Rumah Joglo
30 Bab 30 Firasat Yasmin
31 Bab 31 Hujan Darah
32 Bab 32 Tersesat
33 Bab 33 Petunjuk Kakak
34 Bab 34 Wanita yang Terbakar
35 Bab 35 Menit menit Penentuan
36 Bab 36 Balas Dendam Darsih
37 Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38 Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39 Bab 39 Pindah Alam
40 Bab 40 Kebaya Hitam
41 Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42 Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43 Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44 Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45 45 Segel Mati
46 Bab 46 Tangisan Yasmin
47 Bab 47 Keteguhan Hati
48 Bab 48 Gadis Misterius
49 Bab 49 Karyawan Baru
50 Bab 50 Namaku Ayunindya
51 Bab 51 Rumah Kosong
52 Bab 52 Lamaran Gaib
53 Bab 53 Jelang Pernikahan
54 Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55 Bab 55 Pernikahan beda Alam
56 Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57 Bab 57 Bersiasat
58 Bab 58 Rahasia Angga
59 Bab 59 Pria Misterius
60 Bab 60 Ruqyah
61 Bab 61 Mimpi Yasmin
62 Bab 62 Pesan dari Bagus
63 Bab 63 Mengejar Yasmin
64 Bab 64 Peringatan dari Herly
65 Bab 65 Janji Angga
66 Bab 66 Tapa Hening
67 Bab 67 Rahasia Angga
68 Bab 68 Bayangan Misterius
69 Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70 Bab 70 Memburu Bagus
71 Bab 71 Memori yang Hilang
72 Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73 Bab 73 Kemunculan Herly
74 Bab 74 Perburuan
75 Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76 Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77 Bab 77 Sosok Penolong
78 Bab 78 Pertarungan Terakhir
79 Bab 79 Kekalahan
80 Bab 80 Kemenangan Sumpah
81 Bab 81 Babak Baru
82 Bab 82 Jodoh yang Hilang
83 Bab 83 Hati untuk Angga
84 Bab 84 Penampakan di Cermin
85 Bab 85 Dia Bukan Ayu
86 Bab 86 Kuntilanak Merah
87 Bab 87 Kamuflase
88 Bab 88 Serangan Fisik
89 Bab 89 Penjara Roh
90 Bab 90 Tabir Misteri
91 Bab 91 Labirin
92 Bab 92 Dasimah
93 Bab 93 Kematian Dasimah
94 Bab 94 Kabar Baik
95 Bab 95 Aji Malih Jiwo
96 Bab 96 Bayangan Hitam
97 Bab 97 Penumpang Gelap
98 Bab 98 Mahluk Bayangan
99 Bab 99 Jebakan
100 Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101 Bab 101 Gerbang Neraka
102 Bab 102. Nyekar
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab I Cuti
2
Bab 2 Teror Dalam Kereta
3
Bab 3 Pertanda
4
Bab 4 Bagus
5
Bab 5 Romo
6
Bab 6 Wafatnya Sang Romo
7
Bab 7 Wasiat Romo
8
Bab 8 Maut Pengantar Jenazah
9
Bab 9 Ritual Terakhir
10
Bab 10 Penasaran
11
Bab11 Loak buku
12
Bab 12 Sebuah Teka teki
13
Bab 13 Peringatan
14
Bab 14 Ganjil
15
Bab 15 Jejak Dari Masa Lalu
16
Bab 16 Sebuah Firasat
17
Bab 17 Peta Desa Leluhur
18
Bab 18 Rahasia Romo
19
Bab 19 Ruang Rahasia
20
Bab 20 Terlambat
21
Bab 21 Merangkai Kenangan
22
Bab 22 Malam Genting
23
Bab 23 Hilang
24
Bab 24 Mengejar Herly
25
Bab 25 Menapak Kenangan
26
Bab 26 Ibu
27
Bab 27 Desa di Balik Kabut
28
Bab 28 Gadis Kerudung Merah
29
Bab 29 Rumah Joglo
30
Bab 30 Firasat Yasmin
31
Bab 31 Hujan Darah
32
Bab 32 Tersesat
33
Bab 33 Petunjuk Kakak
34
Bab 34 Wanita yang Terbakar
35
Bab 35 Menit menit Penentuan
36
Bab 36 Balas Dendam Darsih
37
Bab 37 Tewasnya Ryo dan Jaka.
38
Bab 38 Nenek Kebaya Hitam
39
Bab 39 Pindah Alam
40
Bab 40 Kebaya Hitam
41
Bab 41 Ritual Putus Kontrak Darah
42
Bab 42 Kembalinya Adipati Rekso
43
Bab 43 Bantuan Gaib Para Leluhur
44
Bab 44 Gadis Kerudung Merah
45
45 Segel Mati
46
Bab 46 Tangisan Yasmin
47
Bab 47 Keteguhan Hati
48
Bab 48 Gadis Misterius
49
Bab 49 Karyawan Baru
50
Bab 50 Namaku Ayunindya
51
Bab 51 Rumah Kosong
52
Bab 52 Lamaran Gaib
53
Bab 53 Jelang Pernikahan
54
Bab 54 Hari Hari yang Menegangkan
55
Bab 55 Pernikahan beda Alam
56
Bab 56 Ada Apa Dengan Angga
57
Bab 57 Bersiasat
58
Bab 58 Rahasia Angga
59
Bab 59 Pria Misterius
60
Bab 60 Ruqyah
61
Bab 61 Mimpi Yasmin
62
Bab 62 Pesan dari Bagus
63
Bab 63 Mengejar Yasmin
64
Bab 64 Peringatan dari Herly
65
Bab 65 Janji Angga
66
Bab 66 Tapa Hening
67
Bab 67 Rahasia Angga
68
Bab 68 Bayangan Misterius
69
Bab 69 Menembus Dinding Gaib
70
Bab 70 Memburu Bagus
71
Bab 71 Memori yang Hilang
72
Bab 72 Mencari Jejak Herly.
73
Bab 73 Kemunculan Herly
74
Bab 74 Perburuan
75
Bab 75 Tersembunyi Dalam Kabut
76
Bab 76 Mencari Jejak om Bandi
77
Bab 77 Sosok Penolong
78
Bab 78 Pertarungan Terakhir
79
Bab 79 Kekalahan
80
Bab 80 Kemenangan Sumpah
81
Bab 81 Babak Baru
82
Bab 82 Jodoh yang Hilang
83
Bab 83 Hati untuk Angga
84
Bab 84 Penampakan di Cermin
85
Bab 85 Dia Bukan Ayu
86
Bab 86 Kuntilanak Merah
87
Bab 87 Kamuflase
88
Bab 88 Serangan Fisik
89
Bab 89 Penjara Roh
90
Bab 90 Tabir Misteri
91
Bab 91 Labirin
92
Bab 92 Dasimah
93
Bab 93 Kematian Dasimah
94
Bab 94 Kabar Baik
95
Bab 95 Aji Malih Jiwo
96
Bab 96 Bayangan Hitam
97
Bab 97 Penumpang Gelap
98
Bab 98 Mahluk Bayangan
99
Bab 99 Jebakan
100
Bab 100 Menjerat Bayangan Hitam
101
Bab 101 Gerbang Neraka
102
Bab 102. Nyekar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!