Jakarta
05.39 a.m
Kediaman Likila
Ruang keluarga ✨
Papah Kandung Delkiza Victor Igbonsky Likila dan Mamah Kandung Delkiza Desria Asfasfa Likila bersama Delvan dan Denish.
Mereka ber 4 memutuskan untuk berkumpul bersama dan situasi seperti ini sangat jarang mereka lakukan bahkan sebelum Delkiza pergi/kabur.
"Sudah sampai mana kalian mencari keberadaan Kiza." Tanya Victor dengan tatapan penuh lelah
"Seluruh Jakarta Pah. Dan sepertinya Delkiza sudah ke luar kota." Jawab Delvan tak kalah lelah
"Pah. Aku punya firasat kalo Delkiza benci kita, buktikan tidak ada satupun pengunjuk yang ditinggal semuanya terasa seperti Delkiza tak pernah tinggal disini." Sahut Denish menatap Victor penuh penyesalan di matanya
"Ini semua salah Papah yang terus menunda dan menghindari tanggung jawab. Maafkan Papah." Ucap Victor penuh penyesalan
Desria yang melihat sisi terpuruk dari suaminya merasa sakit dan sedih, karena semua ini bukan hanya salah Victor melainkan salahnya juga karena sebagai Ibu perannya lebih besar dari kepala keluarga.
"Pah, Mamah juga salah. Mamah gak seharusnya menahan diri dan membuat putri kita pergi." Ucap Desria dan memeluk Victor
Delvan dan Denish yang melihat sisi lain dari kedua orang tuanya hanya bisa menangis dalam diam.
"Pah. Aku akan cari kemanapun Adik berada jadi, Aku mohon jaga Mamah. Mungkin Aku gak akan pulang sebelum Adik pulang." Ucap Delvan dan pergi tanpa menunggu balasan Victor dan Desria
Denish tiba-tiba ikut berdiri. "Aku juga Pah. Selama Adik belum kembali Aku gak akan pulang dan Aku mohon sama Papah dan Mamah untuk tetap dirumah takut-takut Adik pulang." Ucapnya tersenyum kecil
Victor menatap putra keduanya penuh arti. "Kembalilah bersama Adik mu. Papah percayakan Adik sama kalian."
"Tapi, Pah. Mamah gak mau mereka bertiga pergi, Denish kamu dirumah aja ya biar bang Delvan aja yang cari." Mohon Desria penuh harap bahkan sampai meneteskan air matanya
Denish yang sudah membulatkan tekadnya bertumpu pada kedua kakinya dan menggenggam kedua tangan Desria.
"Mamah sama Papah ya... Aku yakin bakal pula emang bersama bang Delvan dan adik. Aku hanya butuh doa seorang Ayah dan Ibu agar Aku dan Bang Delvan cepat bertemu Adik. Sekali lagi mohon doanya Pah Mah." Mohon Denish
Victor mengelus rambut Denish dengan tatapan penuh arti. "Papah percaya kalian pasti membawa pulang Adik. Dan Papah juga akan ikut dalam pencarian agar mempermudah kalian berdua."
"Makasih Pah. Denish pergi dulu." Ucap Denish dan pergi
Desria yang tidak bisa membendung air matanya lagi langsung pecah dan tangisan pilu menjadi tangisan yang teramat pedih setelah 5 tahun berlalu.
Padahal Victor pernah berjanji pada dirinya sendiri yang dulu, Ia akan melindungi keluarga kecilnya dari berbagai macam masalah yang datang di keluarganya tapi, apa sekarang? Ia malah salah pilih jalan dan membuat Putri satu-satunya pergi meninggalkan rumah tanpa tahu kebenaran yang keluarganya simpan sejak putrinya menginjak usia 11 tahun.
"Papah yakin kamu sekarang sedang dikelilingi oleh orang-orang baik yang akan memberikan kasih sayang penuh tanpa memikirkan ego seperti kami. Papah harap kamu memaafkan keegoisan Papah Putriku." Batin Victor sambil menatap bingkai foto Delkiza yang terpasang ditembok bersama bingkai lainnya
Basecamp ✨
Brak!
"Gue butuh bantuan kalian." Ucapan Denish bersamaan dengan gebrakan pintu memenuhi seisi ruangan
"Wehh... Santai bro, kita bakal bantu kok. Jadi calm down." Ujar Dika sambil merangkul Denish
"Yoi, kita juga udah nunggu kedatangan lu. Jadi, kita akan cari Dia dari mana?" Tanya Fiko menaik turunkan alisnya minta jawaban
Sedangkan Denish menatap ke enam sahabat satu-persatu bahkan sahabatnya yang selalu tidak mau ikut campur ikut membantunya.
"Jangan sungkan." Ucap Radit dengan tatapan datar dan senyuman tipis
"Nah, kan. Paketu aja mau turun tangan. Masa lu sia-siain sayang doang nanti. Ya gak Bos." Sahut Galuh kepada Radit
"Hmm." Balas Radit dan kembali cuek
"Lha... Kembali ke awal lagi hahahaha..."
Dan pecah sudah tawa mereka melihat tingkah laku mereka yang random dengan sifat berbeda-beda.
"So?!"
Dika masih menunggu jawaban dari Denish yang sejak tadi diam dan tidak ikut ketawa.
"Gue punya firasat kalo Kiza di Yogya." Ucap Denish
"APA!!" Serempak mereka terkejut -Radit
"Brisik!" Bentak Radit dan seketika sunyi
"Gila. Lu yakin Dia di Yogya. Gak salah kan? Coba deh lu pikir-pikir ulang." Ujar Fiko yang disetujui lainnya
"Yang ragu mending pulang. Denish kita cabut." Ucap Radit dan langsung keluar
Bersambung...
Mohon dukungannya reader 🖤🤗
luv sekebon💕💕💕
Rilis : 21.03
19 Juli 2023
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments