17 - FL

Pukul 6 pagi - Yogyakarta

Saat ini diruang rawat Delkiza telah ramai dan hampir memenuhi seisi ruangan saking banyaknya orang disatu tempat.

Delkiza sendiri dibuat terdiam dengan kehadiran mereka karena seakan mereka mengenalnya tapi, Ia sendiri merasa asing dengan semua yang tiba-tiba muncul dan langsung memeluk dirinya bergantian.

Dirasa sudah mulai stabil Delkiza membenarkan posisi duduknya dengan dibantu Ibu Cantika dan Ibu Wilzar.

"Makasih Tante." Ucap Delkiza canggung dan mereka berdua langsung menunjukkan senyuman sedihnya

Delkiza tidak tahu apa sikapnya membuat kedua Ibu itu merasa sedih atau gimana sebab Ia bingung harus bersikap apa karena ini masih sangat baru baginya.

"Kalian siapa?" Tanya Delkiza setelah terdiam beberapa menit

"Kami keluarga mu El." Sahut Ayah Aksa tiba-tiba

"Maksudnya apa? Keluarga? Bukannya keluarga Aku ada di Jakarta. Ahh apa mereka tahu Aku disini." Ujar Delkiza dengan diakhiri kalimat pedih setelah mengingat bahwa dirinya kabur dari rumah

"Nak. Mau kan kamu kenal kami." Ucap Ayah Wilzar

"Ya. Benar. Gimana kalo kita saling kenalan dulu baru kami akan cerita. Kamu mau kan?" Tanya Cantika lembut

"Terserah kalian." Balas Delkiza cuek dan memilih duduk diam di kasurnya (brankar)

"Sebelumnya mau makan buah?" Tanya Prianka menyodorkan buah apel

Delkiza yang penyuka buah langsung mengangguk cepat, melihat ke antusias dari Delkiza membuat semuanya tersenyum sebab mereka tahu bahwa Delkiza sangat suka buah.

"Pelan-pelan cantik makannya." Ujar Viza saat mendapati Delkiza langsung meraup 2 potong apel bersamaan

Delkiza sendiri tak menggubris Ia hanya memelankan laju makannya.

"Sekedar kamu tahu aja ya, kamu panggil kita Abang dan Kakak dan orang tua kami Papa dan Mama. Yang pertama Aku Wilzar dan ini Papa Willy dan Mama Azzah." Ucap Wilzar

"Aska Papa Kemal dan Mama Lina." Ucap Aska

"Cantika Papa Gino dan Mama Tiara." Ucap Cantika

"Bang Verza dan Aku Viza bersama Papa ***** dan Mama Vira." Ucap Viza

"Alzar Papa Azkan dan Mama Arisa." Ucap Alzar

"Gibran, sepupu Alzar dan keponakan Mama Arisa." Ucap Gibran

"Prianka, Papa Rizal dan Mama Puspa." Ucap Prianka

"Gimana? Hafal tidak nama-nama kami?" Tanya Wilzar dengan tatapan penasaran

Delkiza tidak mengangguk ataupun menggeleng Ia hanya diam sambil menatap mereka satu-satu.

"Emm... Aku gak terlalu hafal nama Pa-papa dan emm Ma-mama karena kalian terlihat sama tapiii... Yang lain aku hafal kok." Ucap Delkiza cepat dan kemudian langsung menunduk

"Lucu deh kamu." Celetuk Viza dan langsung memberikan kecupan dipipi Delkiza

Sang pemilik pipi dibuat terkejut dan spontan memegang pipinya yang habis dikecup sambil mengedipkan matanya berkali-kali saking terkejutnya.

"Akhhhh...."

Dan tiba-tiba Cantika menjerit.

"Gak kuattttt..." Lanjut Cantika sambil memegang dadanya dan menatap Delkiza penuh binar

"Alay." Celetuk Prianka dan tak lupa memberikan dorongan dikepala Cantika

"Bangs-"

Belum selesai menuntaskan perkataannya Cantika langsung mendapatkan tatapan maut dari kedua orang tuanya.

"Duduk yang benar." Tegur Mama Tiara kesal

Setelah mereka duduk sambil mengelilingi Delkiza Cantika langsung mendapatkan cubitan sayang dari Viza.

"Mulutnya dijaga ya, Ada Kiza." Bisik Viza mengomel

"Maaf maaf..." Cicit Cantika merutuki kesalahannya

Delkiza yang sedari tadi hanya memerhatikan mereka tiba-tiba kilasan memori melintas dikepalanya dan membuat kepalanya berdenyut kembali.

"Sshhh..." Ringisan pelan langsung keluar dan semuanya langsung panik

"PANGGILKAN DOKTER CEPAT." Teriak Papa Azkan membuat Delkiza terkejut

Delkiza yang mendengar suara keras seperti bentakan tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat, sambil bergumam tidak jelas.

"Gak.... A-aku ga-gak salah hiks Aku janji hiks jadi hiks anak baik hiks..." Gumam Delkiza sesenggukan

Mama Lina dan Mama Puspa yang lebih dekat dengan Delkiza langsung memeluknya erat untuk memberi kenyamanan dan kehangatan agar Delkiza sadar disekelilingnya sangat menyayanginya melebihi apapun dan tidak akan ada yang menyalahkannya.

Berbeda dengan Papa Azkan yang baru sadar sudah buat Delkiza terkejut.

Dengan gerakan cepat Papa Azkan menggendong tubuh Delkiza macam boneka sebab tidak beran melainkan ringan.

"Maafin Papa nak.." Papa Azkan terus saja berbisik kata 'Maaf ditelinga Delkiza supaya tenang

Dan tidak butuh waktu lama Delkiza sudah tenang kembali bertepatan dengan kedatangan Dokter dan satu perawat.

Dokter langsung menangani Delkiza setelah direbahkan diatas kasur dan yang lainnya menunggu tanpa melepas tatapan mereka kepada Delkiza.

Bersambung...

Terima kasih sudah berkunjung 🤗 Semoga suka yawww,✌🏻🥰

See you next part 🤸🏻‍♀️

Rilis : 08.45 WIB

19 Juli 2023

Tbc

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!