Kediaman Likila
8 pagi di hari Minggu
Tok tok
"Non, ini Bibi. Non Kiza sudah bangun? Kalo sudah Bibi akan siapain sarapan sekarang." Ucap Bibi sambil mengetuk pintu kamar Delkiza
"..."
Bibi bingung karena tidak ada sahutan dari dalam kamar.
"Non.." Ulang Bibi siapa tahu tidak mendengar suaranya
Tapi.. Cklek
"Eh, nggak dikunci?!" Heran Bibi karena tidak biasa Delkiza tidak mengunci pintu kamarnya
"Non, Bibi masuk ya.." Izin Bibi memasuki kamar dengan gerakan pelan
Bibi terus menerus berucap tanpa ada balasan dari pemilik kamar dan detik kemudian Ia dikejutkan oleh kasur yang masih rapih dan tidak ada tanda-tanda sang pemilik berada dikamar.
"Apa Non Kiza sudah bangun ya?" Tanyanya pada diri sendiri dan berfikir positif
Karena tidak tahu harus ngapain saat Delkiza tidak ada ditempat Bibi memutuskan untuk pergi ke majikannya untuk melapor yang tak lain tak bukan adalah orang tua Delkiza.
Sesampainya dikamar Orang tua Delkiza Bibi mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Tok Tok Tok
"Tuan Nyonya. Maaf saya mengganggu, saya hanya ingin bertanya apakan Tuan dan Nyonya melihat Non Kiza?" Ucap Bibi didepan pintu dan detik kemudian pintu terbuka
"Maksud Bibi apa? Kiza tidak ada di kamarnya?" Tanya Ibu Delkiza sedikit cemas
Bibi tersenyum kecil.
"Iya, Nyonya. Saya sudah ketuk pintu berkali-kali tapi tidak ada sahutan dari dalam dan bahkan pintu kamar Non Kiza tidak terkunci." Jelas Bibi penuh hati-hati
Mendengar penjelasan Bibi Ibu Delkiza langsung berlari ke arah kamar Delkiza dengan raut wajah cemas dan mendapat firasat bahwa Ia harus segera ke kamar putrinya.
"Semoga pemikiran ku salah, nak Mama mohon kamu ada dikamar." Gumam Ibu Delkiza selama berjalan ke arah kamar Delkiza tanpa menghiraukan tatapan khawatir dari semua para pekerja di kediaman Likila
"Nyonya hati hati... " Seruan para pekerja memperingati Ibu Delkiza yang dibalas acuh olehnya
Bahkan suaminya yang ikut mengejar kelimpungan karena saking cepatnya laju lari Ibu Delkiza.
"Kalian fokus ke pekerjaan saja dan jangan ada satupun dari kalian yang lepas dari tanggung jawab." Ucap Ayah kepada bawahannya dan dibalas patuh oleh merek
"Baik Tuan." Serempak mereka dan kembali melaksanakan tugas masing-masing
Dengan penuh keyakinan Ibu Delkiza memegang gagang pintu dan dibuka pelan-pelan agar putrinya tidak terkejut atas kedatangannya, tapi seakan tak percaya Ibu Delkiza masuk pelan-pelan ke arah kasur yang rapih bahkan Ia merasa disetiap sudut kamar anaknya ada yang menghilang karena penasaran Ia memilih ke lemari pakaian dan DEG!
Ibu Delkiza terjatuh dan terduduk sambil memegang gagang lemari yang terbuka lebar dan bertepatan dengan Ayah dan para Kakak Delkiza.
"Mama/Sayang." Kompak Putranya dan suaminya mendapati Ibu Delkiza terduduk di lantai
"Mas... Lihat, sudah tidak ada." Ucap Ibu Delkiza sambil menunjuk kearah lemari yang terbuka
Ya. Mereka mandapati bahwa lemari Delkiza sebagian telah kosong bahkan dimeja belajar dan rias hanya ada ponsel genggam dan beberapa alat makeup.
Denis langsung mengecek setiap sudut kamar Delkiza dan Ia juga hafal semua ada didalam kamar adiknya ini bahkan tata letaknya Ia hafal juga.
"Mah. Ini gak salah lagi Kiza pergi Mah." Ucapan Denis sukses membuat Ayah dan Ibu syok mendapati bahwa putrinya pergi
"Apa kamu yakin?" Tanya Delvan serius
"Aku berani sumpah Bang. Lihat! dari semua buku hanya buku pelajaran yang ditinggal disini. Dari sepatu, baju, novel kesukaannya nggak ada ditempat sudah pasti Kiza membawanya." Jelas Denis yakin
Mendengar itu Ayah langsung menelpon seseorang dan memberi perintah untuk mencari Delkiza sedangkan Ibu Delkiza sedang menangis sejadi-jadinya dan sekarang sedang ditenangkan oleh Delvan dikasur.
"Ini salah Mama... Gara-gara Mama Kiza pergi..." Ucap Ibu Delkiza dan menyalahkan dirinya sendiri
"Nggak, Mah. Ini salah Abang yang nggak bisa jaga Adik dan jangan salahin Mama. Delvan gak suka lihat Mama sedih dan Delvan yakin Adik pasti pulang." Ucap Delvan yakin bahwa Delkiza pasti pulang
"Delvan... Mama mohon bawa adik mu kesini dan bilang Mama menyesal." Ucap Ibu Delkiza sambil terus menangis
"Ya. Delvan pasti akan cari Adik."
Delvan terus saja mengucapkan kata-kata penenang agar Ibu Delkiza tenang dan tak berselang lama Ibu Delkiza langsung tertidur karena terlalu lama manangis.
"Aku yakin Mah, pasti bisa bawa adik ke samping Mama dan Mama tidak sedih lagi." Ucap Delvan dan menyelimuti Ibunya dan memilih keluar
"Tolong awasin dan jangan sampai Mama pergi sendirian, kalo Mama bangun langsung kabarin." Pesan Delvan kepada Bibi
"Baik, Den. Bibi akan langsung cari Den Delvan jika Nyonya sudah bangun." Jawab Bibi
Setelah sudah puas memandangi wajah Ibunya yang tertidur pulas Delvan pergi keluar menyusul Ayah dan Denis yang sedang mengerahkan seluruh bawahannya untuk mencari keberadaan Delkiza.
"Yah..." Panggil Delvan setelah sudah sampai didepan Ayah
Ayah tak menjawab hanya fokus kelayar laptop yang menunjukkan CCTV di seluruh kediaman Likila.
"Dari pada kamu nggak ngapa-ngapain, cepat susul Denis dan cari keberadaannya sampai ketemu hari ini juga. Kamu paham." Ucap Ayah tegas tapi sedikit ada raut cemas dan takut diwajah Ayah
Delvan mengangguk dan mengurungkan niatnya untuk berbicara. "Baik, Yah."
Bersambung...
Terima kasih sudah mampir...
See you 🤗👋
Rilis : 20.34 WIB
17 Juli 2023
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments