"Kaget ya?" Tanya Gadis bernama Bunga
"Cih." Delkiza berdecih sambil merolingkan kedua matanya
"Sorry sorry... Kaget ya Kiza-ku." Celetuk Ciko sang pelaku
"Tothepoin aja deh kalian. Ada apa kesini." Ucap Delkiza sambil menerima mie pemberian Bu Hesti
"Makasih Bu." Lanjut Delkiza kepada Bu Hesti
"Sama-sama."
"Ya elah... Basa-basi dulu boleh kali Za." Sahut Kevin yang mempunyai tindikan di telinga kiri
Delkiza diam membiarkan 3 temannya sedang cekcok bersama sedangkan dirinya yang menikmati Mie buatan Bu Hesti
"Bagi boleh?" Tanya Bunga sambil. membasahi bibirnya saat Ia melihat makanan Delkiza yang menggiurkan
"Beli sendiri!" Tolak Delkiza langsung
"Pelit." Cemberut Bunga dan pergi menghampiri Bu Hesti
"Nggak pedas ya?" Tanya Ciko meringis melihat mie berwarna merah
Delkiza menggeleng. "Mau coba?" Tawarnya menggeser piring ke Ciko
"Giliran Ciko aja ditawarin sedangkan gue? gak boleh minta, pilih kasih lu." Bunga kesal menatap tak suka ke arah Ciko
Delkiza mengedikkan bahunya cuek berbeda dengan Bunya yang memberengut kesal.
"Habiskan." Ucap Kevin tiba-tiba memberikan Delkiza segelas air susu
Delkiza menatap Kevin baru menerima gelas itu. "Oh... Makasih."
Ciko, Kevin dan Bunga terus memperhatikan Delkiza yang sedang menghabiskan susu putih hingga kandas.
"Perut gak sakit?" Tanya Ciko sambil menunjuk ke arah perut Delkiza
Diam sejenak lalu menggeleng. "Ngga terlalu, mungkin gegara susu ini." Balas Delkiza sambil menunjukkan gelas kosong ke arah Ciko
"Jadi? Ada apa kalian kesini?" Lanjut Delkiza bertanya setelah selesai menghabiskan makanannya dan menatap serius ketiga orang dihadapannya
"Gak terlalu penting sih ini, cuma mau kasih tahu aja kalo mingdep ada lomba balapan liar didekat hutan terlarang..." Jelas Ciko diangguki Bunga dan Kevin
"Balapan liar dikawasan itu? Apa mereka mencari mati?" Bingung Delkiza karena baru kali ini ada yang mau menyelenggarakan balapan dekat kawasan ekstrim macam hutan larangan
"Biar vibesnya menegangkan." Celetuk Bunga tersenyum smirk
Delkiza menatap tak percaya mendapati ketiga kenalannya beda dari yang lain.
"Kita lihat nanti Gue bakal join apa kaga." Sahut Delkiza menanggapi tatapan dari ketiganya
"Sip deh. Karena tujuan kesini sudah tercapai Gue cabut duluan ya..... Bye~"
Ciko pun langsung berpamitan pergi dengan riang gembira.
"Mau kencan ya?!" Celetuk Delkiza tiba-tiba
Bunga dan Kevin hanya tersenyum penuh arti.
"Maybe." Jawab keduanya bersamaan
Karena waktu semakin sore dan langit mulai berganti warna Delkiza langsung kembali pulang setelah berpamitan dengan Bu Hesti, sedangkan Bunga Dan Kevin ikut pulang juga setelah memastikan Delkiza aman masuk ke dalam rumahnya sendiri.
Taman belakang Mansion ✨
"Huft..... Syukur deh nggak ada yang sadar gue hilang beberapa jam. Untung punya keluarga cuek jadi gak ada yang bakal repot cariin gue gak ada dikamar." Ucap Delkiza merasa lega karena selama perjalanan ke kamar semua terlihat aman dan tenang
Cklek!
Pintu kamar Delkiza terbuka dan .... Deg!
"Abis dari mana saja kamu." Ucapnya dengan nada dingin dan aura yang mencekam menyelimuti seluruh kamar Delkiza
Delkiza tidak bergerak sedikitpun dari pintu sambil menatap lurus keluarganya kecuali tangannya yang bergetar hebat saat aura itu menyambut kedatangan Delkiza.
"Kurangi auranya." Ucap Delvan singkat kepada Ayah
Seakan sadar sudah membuat putrinya merasa takut dengan segera Ia menormalkan kembali auranya seperti biasa.
Dan bersamaan dengan itu Delkiza langsung terduduk dilantai membuat beberapa pasang mata membelalak sempurna.
"Hai... Kamu baik-baik saja?" Nada cemas dan khawatir terdengar jelas di telinga Delkiza membuatnya merasa kaku
"Apa ini mimpi? Kenapa wajah mereka terlihat khawatir? Padahal selama ini yg Aku tahu hanya wajah tanpa ekspresi yang mereka tunjukkan selama ini. Apa mereka berubah semenjak Aku masuk rs?" Pikir Delkiza dalam hati
"Bang! Apa aku sedang bermimpi?" Racau Delkiza dihadapan Denis yang sedang menuntun kearah sofa
"Maksudnya?" Bingung Denis sambil memberikan tatapan ke orang tua dan Delvan
"Ah! Tidak. Aku hanya lelah. Jadi, apa kalian bisa meninggalkan Aku sendirian disini. Aku butuh ruang untuk sendiri." Ucap Delkiza lemah dan diangguki mereka berempat
"Ya. Istirahatlah." Ucap Ayah singkat sebelum keluar lalu disusul dengan Ibu yang sempat memberikan senyuman tipis ke Delkiza
"Kalo butuh sesuatu jangan sungkan panggil Abang." Ucap Delvan lalu memberikan kecupan kecil ke Delkiza
Sontak Delkiza langsung terdiam kaku ditempat saat mendapatkan perlakuan manis dari Delvan yang biasanya bersiap dingin dan juga cuek.
"Wajah terkejut mu sangat imut. Abang menantikan ekspresimu yang lainnya. Selamat istirahat." Ujar Delvan dan benar-benar telah pergi
Denis yang sejak tadi diam hanya bisa mengembangkan senyuman kecilnya melihat keluarganya memberi perlakuan manis yang sudah sangat jarang mereka lakukan semenjak 'itu'.
"Sepertinya Abang juga harus keluar sekarang. Sweet dream adikku yang manis." Ucap Denis hangat tak lupa memberi kecupan di kening Delkiza
"Apa sejak tadi Abang disini?" Tanya Delkiza dengan wajah terkejutnya
"Apa?" Denis tak kalah terkejutnya dengan Delkiza
Plak!
Denis langsung menggeleng kepalanya pelan lalu pergi meninggalkan Delkiza.
Dibalik pintu kamar Delkiza...
"Adikku beda dari yang lain. imutnya..." Batin Denis sambil menatap pintu yang tertutup rapat dan pergi ke kamarnya
TBC...
See you again 👋 next part
Maaf jika ceritanya acak-acakan tapi, semoga suka hasil pemikiran ku ini yang aku tumpahin kesini... wkwk
Rilis : 25Jani2023#00.58wib☑️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments