05 - FL

Delkiza sendiri mulai terbawa suasana dan menunggu apa yang akan Vina lakukan terhadap Tiko teman kelasnya yang terbilang cukup unik diantara yang lainnya karena biarpun dia berkacamata tebal kaya kutu buku tapi nyatanya tidak seperti orang-orang lihat karena Tiko adalah murid pecinta game dan film anime.

"Ok, gue tantang lu buat bikin Sesil baper abis itu lu ghosting Sesil. Berani?" Ucap Vina menaik turunkan alisnya

Seketika Tiko melototkan matanya mendengar perkataan Vina yang membuatnya merinding.

"Gila! Gak! Sesil anak cabe itu?! Gak! yang lain." Tegas Tiko langsung berdiri dan menatap lurus Vina

Sedangkan Nabila dan yang lain seketika langsung terdiam karena tidak menyangka target yang Vina sebut adalah Sesil anak yang sukanya tebar pesona dan anak donatur walupun tidak sebesar Nabila dkk.

"Kenapa sama anak bernama Sesil?" Tanya Delkiza tiba-tiba dan membuat semua atensi menatap Delkiza tak percaya

"Sumpah lu gak kenal Sesil?" Takjub Ghisell heboh

Delkiza mengangguk.

"Gila." Celetuk Bisma gelang-gelang

Delkiza semakin mengerutkan keningnya bingung.

"Jelasin coba." Ucap Delkiza karena greget sama wajah teman kelasnya ini

"Kasih paham Hilda." Ucap Nabila yang lebih milih mengirim pesan ke grup kelas

Hilda yang sejak tadi diam menyimak menghela nafas lelah.

"Kenapa harus gue. Gue mager elah." Sungut Hilda membuat Farah dan Ghisell menatapnya

"Harus." Kompak Farah dan Ghisell

"Sini ikut gue dan gue jelasin apa yang gak lu tahu." Ucap Hilda bangun dari duduknya dan memilih duduk dibangkunya

"Sama ikut." Ucap Vina untuk menyuruh Delkiza ikuti Hilda

Sedangkan sekarang dilantai tinggal enam orang dan menunggu reaksi Tiko.

"Gimana? Takut lu." Ejek Vina penuh seringai

Tiko yang tidak tahu harus kasih alibi apa haha pasrah dan mengangguk.

"Ok. Gue jamin Sesil bakal klepek-klepek sama gue." Sahut Tiko percaya diri tapi tangannya mulai gemetar

"Cih. Buktikan dong." Celetuk Bisma tersenyum smirk

"Lu ya!" Sengit Tiko kepada Bisma

"Ya elah malah saling tatap, buru saperin si Sesil." Ucap Ghisell jengah karena Bisma dan Tiko saling memberikan laser melalui mata mereka

"Apa! Sekarang!" Seruan Tiko tak percaya

"Lha. lu kira emangnya kapan? Ya sekarang lah." Sahut Nabila setelah selesai bermain ponsel

"Abis ini pelajaran Pak Jhon kali! Besok." Ucap Tiko mutlak

Setelah di ingat kembali Nabila dan yang lain mengangguk karena tahu jika sekali tidak masuk dipelajan Pak Jhon sampai kapanpun gak bakal diterima masuk dijam pelajarannya jadi semua murid selalu hadir dijam pelajaran Pak Jhon.

Ok back.

"Ok, besok aja mulainya." Ucap Vina

"Udah kan? lanjut gak main?" Tanya Farah menatap teman-temannya

Nabila dan Bisma menatap jam di dinding.

"Udahan aja, bentar lagi jam pelajaran Pak Jhon." Ucap Nabila

Dan mereka semua pun kembali ketempat duduk masing-masing berbeda dengan Delkiza yang masih mendengar cerita Hilda sampai Pak Jhon datang dan mereka mengakhiri ceritanya.

Skippp Jam Istirahat ✨

Kring~ Kring~

Bell istirahat pun berbunyi dan seluruh murid berbondong-bondong keluar dari kelas tidak terkecuali Nabila dkk yang ikut menyerobot dan menabrak siapa aja yang menghalangi mereka.

Sedangkan Delkiza hanya diam menatap lurus keluar kelas tanpa minat bergerak sedikitpun sampai salah satu teman kelasnya menghampiri Delkiza.

"Gak ke kantin?" Tanya Riska bertugas sebagai Sekretaris

"Gak." Jawab Delkiza singkat

Riska menghela nafasnya pelan dan pergi keluar.

"Mau gue beliin sesuatu buat ganjal perut?" Ujar Riska ragu-ragu

"Tak perlu." Jawab Delkiza singkat dan membenami wajahnya dilipatan tangan

Riska kembali menghela nafasnya. "Keras kepala." Gumamnya dan benar-benar pergi

Delkiza kembali mendongakkan kepalanya dan menatap sekeliling yang sudah sepi hanya dirinya seorang dikelas.

Dengan mengukir senyuman tipis Delkiza berjalan ke jendela dan menghirup rakus udara yang masuk ke jendela sambil memejamkan matanya menikmati semilir angin menyapu wajahnya yang berseri-seri.

Untuk kali ini Delkiza berekspresi karena biasanya Ia tak pernah berekspresi dan ekspresi akan selalu datar dan santai tanpa ada raut emosional di diri Delkiza. Tapi, untuk kali ini sepertinya Delkiza akan menjadi lebih baik dan menunjukkan berbagai ekspresi.

Delkiza telah bertekad akan menjadi gadis yang baik dan menerima uluran tangan dari orang lain dan melupakan hal-hal yang membuatnya terpuruk.

Tanpa sepengetahuan Delkiza dibawah ada seseorang dengan senyuman manisnya menatap Delkiza penuh kasih.

"Kamu cantik. semoga kamu selalu tersenyum Del." Ucapnya lalu pergi setelah puas menatap Delkiza

💜

Kediaman Keluarga Likila✨

"Apa Dia belum pulang?" Tanya Pria paruh baya pada sekretaris

"Belum Tuan. Dan katanya Nona pulangnya sedikit terlambat." Jawab Sekretaris

"Baik. Kau boleh kembali."

"Saya permisi Tuan."

Setelah kepergian Sekretaris nya Pria paruh baya itu menatap foto anak perempuan yang Ia simpan di laci dengan tatapan kosong tanpa ada ekspresi sedikitpun hanya datar dan dingin.

Disaat sedang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba pintu terbuka dan muncullah sosok wanita yang amat sangat Ia cintai.

"Mas..." Sapa nya kepada suaminya

"Ya." Balas suami singkat

"Dia sudah 16 tahun." Ucapnya penuh arti

"Ya. Ternyata sudah selama itu." Balas suaminya sedikit sendu

"Apa kita tetap seperti ini? Aku merasa, bukan Ibu yang baik untuknya, Setiap mendengar kabarnya hati ini terasa sesak. Mas, Aku ingin memeluknya." Ucapnya sendu dan diakhir kalimat diucap lirih karena sudah terlalu lama memendam rasa rindu bahkan sampai bertahun-tahun

"Kita bicarakan lagi nanti. Apa kamu bisa menahannya hingga Delvan kembali. Aku akan siapin segalanya dan rindu kita akan terbayarkan saat itu juga, Apa kamu setuju?!" Ucapnya lembut kepada sang Istri

"Ya. Aku akan menunggu." Balas Istrinya dan mereka berdua saling berpelukan hangat dengan pikiran yang selalu memenuhi isi kepala mereka

Back to SCHOOL ✨

Jam pelajaran akhir Mapel Matematika 😵

Kelas 11 IPA 1

"Delkiza." Panggil Guru matematika

"Ya? Bu?" Jawab Delkiza langsung

"Apa kamu bisa mau dan jawab pertanyaan dipapan tulis?" Tanya Bu Eka Guru MTK

Delkiza tak menjawab Ia langsung berdiri dan mendekat ke papan tulis, melihat Delkiza berdiri dan tanpa ada keraguan sedikitpun membuat Bu Eka tersenyum kecil karena merasa bangga dengan muridnya itu.

"Apa saya boleh dengan cara yang saya tahu Bu?" Izin Delkiza sopan

"Bebas. Asalkan jawabannya tepat." Jawab Bu Eka cepat

Mendengar itu Delkiza tersenyum puas. "Terima kasih Bu."

Delkiza pun mengerjakan soal dipapan tulis sebanyak dua soal dengan rumus ringkas, padat dan mudah dipahami. Sontak saja membuat semua murid 11 IPA 1 terbengong-bengong apalagi Bu Eka menatap tak percaya apa yang Ia lihat di depan matanya itu.

"Kamu luar biasa Delkiza. Ibu bangga." Ucap Bu Eka dan memberikan dua jempolnya

Delkiza tersenyum kecil tanpa berkata-kata dan izin untuk kembali ke bangkunya.

Bertepatan dengan jam pulang Bu Eka langsung memberi Tugas kepada muridnya karena tidak bisa mengajar sampai jam pelajarannya habis.

"Bagi yang tidak mengumpulkan tugas hari ini besok, akan Ibu kasih sanksi. Sampai sini kalian paham." Ucap Bu Eka tegas

"Paham Bu..." Jawab anak muridnya cepat

"Baik. Ibu akhiri pembelajaran hari ini sampai jumpa besok." Ucap Bu Eka lalu pergi keluar

Sepeninggalnya Bu Eka murid 11 IPA 1 bersiap-siap untuk pulang cepat karena sudah tidak ada pelajaran lagi.

"Asikkkkk pulang cepat...." Seruan penuh kegembiraan dari arah belang

"Yoiii bro..." Sahut temannya yang sefrekuensi

Sebut saja Wildan dan Bisma anak super aktif bila diberi jam pulang cepat dan nggak lama kemudian kelas 11 IPA 1 pun kosong dalam kedipan mata.

TBC....

See you again reader 🖤🤗

Rilis : 17Juni2023#19.46wib☑️

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!