Yogyakarta
12.29 WIB
"Dah, siap..." Seru Delkiza saat semua masakannya sudah tersaji rapih diatas meja
Diatas meja tertata makanan simpel seperti nasi, telur dadar dan sayur bening bayam makanan kesukaannya saat masih tinggal bersama Nenek Herna.
"Huft... Gue pasti bisa dan ini bukan apa-apa pasti nanti semuanya akan berjalan seperti biasa dannnnn sekarang tinggal makan..." Ucap Delkiza yang diakhiri dengan seruan penuh semangat dan menyantap penuh nikmat masakan buatannya
Selagi sedang menikmati makanannya tiba-tiba bell rumah berbunyi.
Ting tong Ting tong...
"Ish, siapa sih yang namu? bukannya cuman Pak Eko dan Bu Sari yang tahu bahwa Aku disini?" Pikir Delkiza masih menikmati makanannya
Ting tong Ting tong...
Karena ngga sabaran dan bell rumah terus berbunyi Delkiza mau tak masu menunda kegiatan makannya dan dengan perasaan kesal berjalan ke pintu masuk.
"Ya! Sebentar!" Teriak Delkiza dari dalam bahkan sedikit ngebentak
Cklek!
"Siapa?" Bingung Delkiza saat mendapati 8 remaja berdiri dihadapan Delkiza
"Hai~ Gue Cantika. Cewek tercantik sedunia." Ucap Cantika penuh percaya diri dan berambut pendek
"Cih, cantik? Mimpi kali lo." Sahut pria berbandana "Gue Wilzar." Lanjutnya memperkenalkan diri
"Kalo gue, Aksa. Salam kenal." Ucap Aksa dengan kacamatanya
"Gue Prianka." Ucap Prianka berambut panjang coklat
"Kalo gue Verza dan ini adik gue Viza." Ucapnya memperkenalkan diri
"Kalian kembar?" Tanya Delkiza tiba-tiba
"Yup! Lu benar. kita kembar." Balas Viza tersenyum lembut
"Gue Alzar." Ucap Pria berwajah datar
"Gue Gibran." Ucap Pria berwajah dingin dengan luka di bagian alisnya
"Jadi. Kalian siapa?" Tanya Delkiza lagi setelah sesi perkenalan
"Kita nggak disuruh masuk dulu gitu? Pegel nih." Ucap Wilzar yang sedang membawa sekeranjang buah-buahan
Saat menyadari 3 orang sambil membawa barang yang lumayan berat Delkiza sempat ragu tapi saat tatapan tak sengaja mengarah ke Alzar detik kemudian Delkiza langsung memberi jalan kepada mereka semua seakan takut hanya tatapan dari seorang Alzar.
"Silahkan masuk." Ucap Delkiza sedikit dingin dan mempersilahkan semunya masuk
Dan tanpa menunggu lagi ke8 orang tersebut langsung masuk bersamaan bahkan sampai Delkiza berpindah tempat agar tidak tertabrak.
Dirasa sudah masuk semua Delkiza kembali menutup pintunya dan menyusul tamu tak diundang itu.
Sekarang suasana diruang tamu menjadi ramai berkat kehadiran mereka yang awalnya sunyi sekarang jadi bising / berisik karena mereka saling cekcok bersama.
Melihat tidak ada Cantika dan Prianka Delkiza langsung menuju ke dapur dan benar saja mereka berdua ada disana.
"Kalian kok tahu dimana letak dapur? bukannya kita baru ketemu ya?" Bingung Delkiza
Prianka dan Cantika tak menjawab mereka hanya tersenyum.
"Kamu tadi abis makan ya? Gimana kalo kamu habisi. Dulu baru kita jelasin." Jelas Prianka hangat
Delkiza tak berniat menolak bahkan Ia merasa nyaman dengan kehadiran mereka.
"Emm ok." Jawab Delkiza menurut
Delkiza diam sambil menatap Prianka dan Cantika yang sedang menata dan mengupas buah bahkan mereka membawa makanan / jajanan kaki lima kedalam dapurnya.
"Sebenarnya mereka siapa sih? Kok, seperti mereka sudah hafal semua ruangan disini bahkan aku sendiri tidak begitu hafal semua ruangan tapi, mereka seakan-akan sudah lama tinggal disini. Apa mereka kenal dengan Nenek?" Pikir Delkiza sambil menyantap sayur bayam tanpa melepas tatapannya dari Prianka dan Cantika
"Bisa tembus nih punggung gue ditatap terus. Tapi, gapapa gue ikhlas." Kata Cantik sambil memberi senyuman manis kearah Delkiza
Uhuk!
Dan jadilah Delkiza keselek yang disebabkan oleh senyuman maut milik Cantika.
"Astaga!" Teriak Cantika heboh dan langsung memberikan segelas minuman untuk Delkiza
"Pelan-pelan minumannya." Ucap Cantika cemas
sambil mengelus punggung Delkiza
"Sakit nggak tenggorokannya?" Tanya Prianka ikut-ikutan panik
Delkiza yang sudah selesai minum dibuat terkejut melihat reaksi dan tindakan mereka berdua yang terlihat sangat menggemaskan dirinya yang hanya keselek kuah bayam.
"Udah mendingan kok." Balas Delkiza canggung
"Alhamdulillah..." Lega mereka berdua dan langsung terduduk lemas dibangku
"Emm... Kalian gak berlebihan? Aku hanya keselek dikit kok." Ucap Delkiza mulai kembali sayur bayam yang tinggal sedikit lagi
Prianka dan Cantika langsung menegakkan tubuhnya dan menatap lurus Delkiza yang posisinya ditengah-tengah antara mereka.
"Kenapa? Benar kan cuma keselek doang." Ucap Delkiza lagi tanpa menatap Prianka dan Cantika
"Salah! Lu salah besar! Itu gak sepele dan itu ..." Cantika tak melanjutkan perkataannya karena Ia belum siap untuk berbicara dan menjelaskan semuanya
"Gue kedepan duluan." Ucap Cantika sambil membawa nampan berisi minuman botol dan jajanan kaki lima
Delkiza langsung menunjukkan raut wajah bingung sama perilaku Cantika yang awalnya ceria jadi panik dan sekarang terlihat muram.
"Sifatnya gampang berubah cepat macam bunglon." Celetuk Delkiza tiba-tiba dan membuat Prianka terkekeh kecil
"Terima kasih sudah datang." Ucap Prianka lalu menyusul Cantika setelah tadi Ia tertawa kecil dan mengelus rambut Delkiza lembut
Kepergian Prianka dan Cantika membuat pertanyaan besar dikepala Delkiza dan Ia pun meresa pusing memikirkan kejadian singkat tadi.
"Akhhh..." Delkiza meringis saat kilasan memori melintas dikepalanya
"Kenapa harus sakit sekarang." Gumam Delkiza dan berusaha berdir dan mencari obat yang selama ini Ia konsumsi
Sebelum menemukan itu obat ke dalam mulutnya tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang.
"Apa yang kamu minum." Tanyanya datar dengan tatapan dingin sontak membuat Delkiza terdiam kaku ditempat
Bersambung...
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca ceritaku ini yang masih amatiran dan See you 👋
Rilis : 20.48 WIB
17 Juli 2023
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments