Perjalanan pulang dan bersama Pak Hardi.
"Pak, didepan mampir ke supermarket sebentar ya. Ada yang mau dibeli." Ucap Delkiza setelah mengingat bahwa setokan makanan dikamar mulai habis
"Siap Non." Balas Pak Hardi ramah
Sesampainya didepan supermarket Delkiza langsung keluar dan berjalan masuk dengan senyuman yang mengembang indah diwajahnya.
Sontak membuat Pak Hardi yang melihat ikut tersenyum seakan senyuman Delkiza tak menular.
"Semoga semua akan baik-baik saja." Gumam Pak Hardi penuh arti
10 menit kemudian.
"Apa sudah semuanya Non?" Tanya Pak Hardi karena Ia yang memasukkan belanjaan ke dalam bagasi mobil
"Em... Sudah semua kok, nih trolinya kosong." Ucap Delkiza menunjukkan troli yang kosong
"Oh iya... Yaudah, Langsung pulang kan Non." Ucapan Pak Hardi langsung dibalas anggukan oleh Delkiza
Selama perjalanan pulang Delkiza mendengarkan musik melalui airpods dengan tatapan keluar jendela yang menampilkan suasana Jakarta yang padat akan kendaraan dan penduduk, apalagi gedung-gedung tinggi yang membuat siapa saja ingin tahu seperti apa pemandangan dari atas sana.
"Sepertinya itu menyenangkan." Pikir Delkiza saat memandangi gedung tingkat yang manjadi perhatiannya
Skippp Halaman Kediaman Likila ✨
Delkiza berjalan santai memasuki pintu utama sambil membawa belanjaan sendiri padahal Pak Hardi ngajuin diri buat bantu bawa belanjaan Delkiza tapi, ditolak keras oleh Delkiza sendiri.
Baru saja masuk beberapa langkah tiba-tiba kaki Delkiza terpaku ditengah jalan saat matanya mengarah ke sosok yang amat sangat Ia rindukan. Tapi, bukannya membalas tatapan Delkiza sosok itu malah menatapnya dingin lalu pergi seolah-olah Delkiza bukan apa-apa baginya.
"Kok nyesek ya." Lirih Delkiza pedih karena dicuekin oleh Ayahnya sendiri
Ayahnya? Ya, benar tadi Delkiza saling berkontak mata langsung dengan Ayah kandungnya saat baru saja keluar dari ruang makan dan bersitatap dengan Delkiza putri satu-satunya.
Delkiza yang tak mau ambil pusing akan sikap Ayahnya yang dingin dan cuek Ia tetap akan tersenyum walau kecil.
Tak berselang lama sosok Ibu muncul dari arah kebun saat Delkiza ingin naik ke tangga. Mata mereka saling bertemu tapi tak ada raut apapun di wajah mereka.
Tapi, tidak dengan hati Delkiza dan Ibunya.
"Bayiku ternyata sudah tumbuh besar." Batin Ibu Delkiza tanpa ekspresi
"Kenapa Mama menatapku seperti itu? Apa aku terlalu banyak belanja?" Pikir Delkiza overtingking
Setalah beberapa detik Ibu dan Anak saling tatap dan yang pertama memutus tatapan adalah Ibu Delkiza dan pergi.
Delkiza dibuat bingung oleh sikap kedua orang tuanya yang aneh, karena seperti biasa kalo mereka pulang dari dinas pasti diantara mereka tidak ada kontak sedikitpun saling tatap pun jarang seakan Delkiza tak pernah hadir kedunia, namun sekarang? Mereka memberikan tatapan langsung ke Delkiza dan itu membuat seluruh dunia seakan berhenti.
Karena tidak mau ketemu hal yang membuatnya semakin bingung Delkiza langsung berlari ke kamarnya dan langsung Ia kunci.
"Apa baru sekarang mereka anggap gue ada? Ck miris banget hidup gue. Ada orang tua tapi serasa nggak punya orang tua." Gumam Delkiza tertawa kaku
Diwaktu yang sama...
Ruang Kerja✨
"Sudah ada kabar dari Delvan?"Tanyanya kepada sekretaris
"Tuan Muda akan tiba di bandara besok pukul 11 siang.Tuan." Jawab Sekretaris setelah melihat jadwal penerbangan di iPad
"Persiapkan semuanya dan panggil Delkiza." Ucapnya dengan nada dingin
"Baik Tuan. Saya pamit undur diri." Izin sekretaris dan pergi keluar saat Tuannya mengangguk
Kembali ke sekarang ✨
Kamar Delkiza
Tok tok "Nona. Ini Saya."
"Buat apa sekretaris Papa kesini?" Pikir Delkiza
"Ya sebentar." Teriak Delkiza dan membukakan pintu
"Nona dipanggil Tuan."
"Sekarang?" Tanya Delkiza malas
"Iya, Nona. Tuan sudah menunggu di ruang kerja." Jawab Sekertaris sopan
"Kalo Aku gak mau?!" Ujar Delkiza datar
Bukannya kesal sekretaris Papanya ini malah tersenyum lembut.
"Saya akan sampaikan kepada Tuan bahwa Nona tidak-"
Belum selesai menuntaskan ucapannya Delkiza sudah mengangkat tangannya.
"Aku akan ke sana." Ucap Delkiza cepat dan pergi tanpa menutup pintu kembali
Skretaris yang ditinggal langsung menutup pintu anak Tuannya dan menyusul Delkiza.
Tok Tok.
"Masuk." Sahutan dari dalam
Mendengar itu Delkiza langsung masuk dengan gerakan pelan dan penuh hati-hati.
"Ternyata sudah datang. Kamu bisa langsung duduk." Ucap Ayah Delkiza
Delkiza menurut dan duduk disofa yang ada sambil menatap sekeliling yang penuh dengan dokumen yang terletak disetiap tempat bahkan dimeja pun terdapat dokumen bertumpuk.
"Banyak sekali dokumennya, apa nggak pusing setiap hari cuma lihat tumpukan kertas yang menggunung itu. hih!" Pikir Delkiza didalam hati sambil merinding membayangkan bila Ia diposisi Ayahnya
"Besok Delvan pulang dan kamu yang akan menjemputnya dibandara pukul 11." Ucap Ayahnya
"Baik Pa." Jawab Delkiza patuh
Sedangkan Sang Ayah yang mendapati putrinya menurut tanpa banyak bertanya terdiam sejenak.
"Hanya itu. Kamu bisa kembali." Akhir kata dari Ayah Delkiza
Delkiza langsung keluar tanpa sepatah kata sedangkan Sang Ayah hanya menghela nafasnya melihat putrinya yang semakin jauh dari jangkauannya.
"Maafkan Papa nak." Lirih Ayah Delkiza dengan tatapan dalam
Ke sisi Delkiza.
Dapur✨
Glek glek glek...
Setelah keluar dari ruang kantor Delkiza langsung menuju dapur dan meneguk air mineral dingin.
"Apa-apaan ini. Gue? disuruh jemput Dia? Cih, males banget." Sebal Delkiza setelah mendapat perintah menjemput Abang sulung
Delkiza semakin mengerutkan keningnya saat atensinya mendapat perhatian dari arah taman belakang.
"Ada apa disana." Pikir Delkiza dan berjalan ke taman belakang
Sesampainya ditaman Delkiza memangil maid yang lewat.
"Mereka sedang apa?" Tanya Delkiza kepada Maid menunjuk kearah samping dengan dagunya
Maid mengikuti kemana arah yang ditunjuk Delkiza.
"Oh. Disana akan ada taman bunga dan dibangun rumah kaca. Karena Nyonya ingin merubah taman itu (Kebun) jadi rumah kaca." Jalan Maid
"Rumah kaca..." Gumam Delkiza lirih
"Apa Nona perlu sesuatu lagi?" Tanya Maid setelah mendapati Nonanya diam
Delkiza menggeleng. "Tidak. Kamu bisa kembali."
"Baik Non. Saya permisi." Ujar Maid lalu pergi melanjutkan pekerjaannya
Delkiza terus menetap para pekerja yang sedang merenovasi kebun menjadi rumah kaca yang awalnya hanya hamparan rumput yang luas mungkin sebentar lagi akan diisi dengan rumah kaca yang dipenuhi tanaman beraneka ragam dan jenis.
Karena Delkiza tidak tahu harus ngapain Ia pun memutuskan untuk pergi ke atap (rooftop) tempat favoritnya.
Selang beberapa menit Delkiza sampai diatas dan memilih duduk ditepi pembatas sambil menikmati pemandangan sore hari dan semilir angin yang sangat menyejukkan hati.
Sambil menyegarkan pikiran Delkiza memutuskan untuk pindah dan tiduran dibangku kayu.
"Tidur sebentar gapapa kali ya..." Pikir Delkiza sebelum Ia memutuskan untuk memejamkan matanya
Karena saking sejuknya udara disekitar Delkiza langsung terlelap setelah beberapa detik Ia tiduran, mungkin saking mengantuknya Delkiza sampai tidak sadar bahwa bukan hanya dirinya saja yang berada diatap melainkan ada Denis yang sejak awal sudah disana. Sama halnya dengan Delkiza, Denis juga tidur diatas tapi setelah kedatangan Delkiza Denis pun tak bisa melanjutkan tidurnya dan memilih diam memandangi Delkiza.
"Sudah tertidur kah?!" Pikir Denis ragu-ragu dan mendekat menghampiri Delkiza
Setelah sudah berada disamping Delkiza Danis jongkok dan menatap wajah teduh Delkiza sambil terus mengusap pipi kiri Delkiza pelan.
"Gue akan selalu ada buat lu Dik. Dan maaf gue pernah bentak lu dulu, gue merasa bersalah sudah bikin lu sedih. Tapi, sekarang gue akan berusaha keras untuk ada buat lu mulai detik ini. Gue janji gak akan pernah kemakan omongan orang lain dan akan percaya apa yang keluar dari mulut adik gue sendiri." Ucap Denis lirih penuh keyakinan dan rasa kasih sayang yang teramat dalam saat menatap wajah Delkiza
Mungkin karena Delkiza sedang tidur itu membuat Denis terkekeh geli karena mengajak ngobrol orang yang sedang tidur.
"Sepertinya gue mulai gila. bisa-bisanya gue ajak ngobrol orang yang lagi tidur. Sudahlah mending gue cabut." Ujar Denis setelah puas menatap Delkiza
"Sweet dream adikku." Bisik Denis dan mengecup pelan pipi Delkiza dan pergi dari atap meninggalkan Delkiza yang tertidur
Skippp Makan Malam✨
"Delkiza mana?" Tanya Ayah Delkiza kepada Istrinya dan Denis
Seakan teringat Denis langsung berdiri panik dan berlari ke arah tangga dengan wajah yang terlihat khawatir karena Adiknya tak kunjung turun.
"Ada apa ini mas? Kenapa Denis wajahnya terlihat panik begitu." Cemas Ibu Delkiza
"Lebih baik kita ikuti Denis."
Setelah berucap demikian Mereka memutuskan untuk ikutin Denis ke atap...
Sedangkan diwaktu yang bersamaan...
"Ughh... Pala gue pusing..." Lirih Delkiza saat baru terbangun dari tidurnya
Dan disaat Ia ingin berdiri sontak saja kepalanya semakin sakit dan Delkiza tidak bisa menahan lagi tubuhnya dan berakhir jatuh kebawah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Bertepatan dengan Delkiza pingsan Denis sampai dengan keadaan ngos-ngosan karena berlarian menaiki tangga.
"DELKIZA!!!" Teriakan Denis saat mendapati Delkiza pingsan
"BAYIKU!!!!" Teriak Ibu Delkiza syok mendapati putrinya tak sadarkan diri dan langsung berlari mendekati tubuh Delkiza dipangkuan Denis
TBC....
See you 👋
Rilis : 19Juni2023#10.32wib☑️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments