18 - FL

Jam makan malam✨

"Aku besok udah boleh pulang kan." Ujar Delkiza hati-hati tanpa berani menatap mata mereka

"Hei~ Kamu bicara sama siapa? Bukannya kami ada di depanmu bukan di bawah." Ucap Verza sedikit bercanda

Delkiza langsung mendongakkan kepalanya dan menepis ketakutan dibenaknya.

"Aku mau pulang." Ucap Delkiza dengan wajah melas

Mereka terdiam melihat ekspresi wajah Delkiza yang terkesan sangat menggemaskan dan lucu.

"Coba kamu bilang sama Papa. Kalo mereka ngizinin pasti kita juga akan kasih izin. Gimana?" Saran Viza tersenyum lembut

"Ta-tapi kan..." Delkiza ragu untuk bicara dengan para Papanya yang cukup tegas masih canggung

"Kenapa? Kami takut dimakan ya?" Celetuk Wilzar membuat Delkiza melotot

"Apa? Aku nggak mau." Delkiza langsung bersembunyi dibalik bantal

"Hahahaha... "

Pecah sudah tawa mereka melihat Delkiza yang sedikit percaya perkataan Wilzar.

Plak!

"Iseng banget sih jadi human." Omel Prianka tak lupa menggeplak punggung Wilzar

"Awww! Sakit elah. Pedes amat sih tangannya." Sewot Wilzar tak terima digeplak Prianka

Disaat mereka lagi cekcok Delkiza diam-diam turun dari kasur tanpa sepengetahuan siapapun.

Berjalan mendekat ke arah pintu yang terhubung ke ruangan sebelah sambil terus menatap waspada takut-takut ada yang menyadarinya tapi, mungkin ini hari keberuntungan Delkiza jadi tidak ada yang sadar.

Berhasil lolos dari pengawasan mereka Delkiza langsung bergegas menjauh dan tujuannya ada rooftop tempat favoritnya dikala sumpek dan badmood.

Cklek...

Akhirnya Delkiza sampai di rooftop dengan selamat dan aman. Berjalan mendekat ke pembatas membuat Delkiza dapat melihat pemandangan kota dan jalan raya yang dipenuhi cahaya dari pengendara motor dan mobil.

Sambil menghirup udara segar dengan rakus Delkiza merentangkan kedua tangannya dan mendongak agar kesannya kaya film Titanic (Bagi yg tahu).

Berkali-kali Delkiza mengambil nafas dan dihembuskan sampai Ia benar-benar lega dan menerima semua situasi yang hadir dih kehidupannya kedepan.

"Ini sangat menyenangkan." Ujar Delkiza tersenyum bahagia menatap langit malam yang dipenuhi bintang dan cahaya bulan

Lagi asik menikmati pemandangan dan semilir angin Delkiza dikejutkan oleh gebrakan keras dari arah belakang.

BRAK!

Glek!

Dari kejauhan Delkiza dapat melihat raut wajah seseorang yang baru saja mendongak paksa pintu rooftop menatap dirinya dingin bahkan membuat kaki Delkiza tak mampu bergerak.

"Apa yang kamu lakukan disini." Ucap Alzar hangat tapi masih tersirat tegas

"A-aku..."

"Kemari." Suruh Alzar agar Delkiza mendekat

Delkiza yang sudah bis bergerak berjalan pelan menghampirinya dengan tatapan kebawah. Setelah Delkiza melihat sepasang sepatu pantofel laki-laki tepat didepan matanya dengan gerakan pelan Ia mendongak untuk melihat ekspresinya.

"Aku minta maaf." Cicit Delkiza langsung dan berlari/ kabur

Dengan sisa tenaga yang dimiliki Delkiza Ia terus berlari menuruni tangga yang bahkan hampir terjatuh karena tidak bisa bertumpu dengan benar di anak tangga.

"Sial sial sial... Kenapa harus lari sih.... akhhh bodohhh!!!" Rutuk Delkiza didalam hatinya tanpa lelah menuruni tangga

Sedangkan Alzar langsung berlari mengejar Delkiza Ia gak mau terjadi sesuatu kepadanya, karena belum terhitung sehari Delkiza sadar dari koma.

Melihat Delkiza yang sedang mengambil nafas dan berhenti berlari Alzar langsung mengangkat tubuh ringkih Delkiza.

"Kyaaa!!!" Jerit Delkiza terkejut tiba-tiba digendong Alzar

Alzar dengan keringat yang membasahi wajahnya dan nafasnya ngos-ngosan.

Alzar langsung menuruni tangga kembali tanpa berkata apa-apa Delkiza yang mendapati keterdiaman Alzar mau gak mau bersembunyi di leher Alzar.

Sedangkan Alzar membiarkan dan memilih terus berjalan sampai di kamar rawat Delkiza.

Ruang VVIP!

Cklek

"Astaghfirullah Nak/Dek/Dik." Kompak semuanya melihat kehadiran Alzar dan Delkiza digendongnya

Mereka semua memberi jalan dan Alzar langsung membaringkan tubuh Delkiza dikasur. Tapi, bukannya melepas pelukannya Delkiza malah mempererat seperti tidak mau turun dari gendongan Delkiza

"Nggak mau ..." Cicit Delkiza ditelinga Alzar

Seakan paham kenapa Delkiza tak mau dibaringkan dikasur Alzar pun memilih naik ke aras kasur dan duduk menghadap keluarganya.

"Penjelasannya besok." Ucap Alzar sambil menepuk-nepuk punggung Delkiza agar tidur

Mereka semuanya hanya bisa mengangguk mengerti dan memilih untuk sabar dan menunggu ceritanya besok.

"Baiklah. Kalian jaga dengan baik jangan sampai terulang lagi. Kalian Mengerti." Ucap Papa Azkan tegas

"Mengerti Pah." Balas mereka ber8 kompak

Setelah yakin bahwa mereka dapat diandalkan para orang tua izin pulang dan akan datang lagi pagi dijam sarapan.

Sebelum para orang tua keluar mereka menyempatkan untuk mengecup singkat kening dan pipi Delkiza yang sedang memejamkan matanya. Delkiza sendiri yang mendapat kecupan tiba-tiba hanya bisa diam membeku dan menahan rasa geli diwajahnya sebab ini pengalaman pertama ada yang mengecup wajahnya lebih dari 1 kecupan.

Dirasa sudah tidak ada yang mengecupnya Delkiza membuka matanya sedikit demi sedikit bahkan bisa dibilang mengintip.

Dikira sudah aman sekarang Delkiza dibuat tak bisa berkutik saat semua pasang mata mengarahnya.

"Bisa bolong ini lama-lama ditatap tajam sama mereka." Batin Delkiza dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain

Alzar yang sedari tadi memperhatikan tingkah Delkiza hanya diam dan terus mengelus rambut panjang Delkiza dan menghiraukan tatapan 7 pasang mata yang mengarah ke Delkiza.

"Mau gantian gak?" Tanya Aksa dan ingin menggantikan posisi Alzar

Alzar tak menjawab Ia langsung mengangkat tubuh Delkiza dan sekarang Delkiza telah berpindah digendongan Aksa dalam hitungan detik.

Aksa yang sigap langsung menimang-nimang Delkiza seperti anak kecil.

"Ap-apa tadi badan gue berpindah tempat?! Ap**a gak berat?!" Pikir Delkiza yang tak mampu berkata-kata lagi dan memilih memejamkan matanya karena membuatnya merasa mengantuk dan detik kemudian Delkiza terlelap pulas digendongan Aksa

"Adik tidur." Ucap Cantika pelan

"Siapin kasurnya." Ucap Aksa yang langsung dilaksanakan Prianka

Bersambung...

Terima kasih sudah berkunjung ke cerita amatir Aku🤸🏻‍♀️🤗

See you next part 🥰🖤

Rilis : 19.31 WIB

19 Juli 2023

TBC

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!