Rumah sakit
"Aku yakin, adikku pasti kuat dan kembali tersenyum. Ya! Aku yakin itu." Batin seseorang dengan tatapan penuh keyakinan kearah gadis yang sedang berbaring di kasur bersama dengan alat medis yang menempel di tangannya
Sudah terhitung sejak 2 hari 9 jam sejak Delkiza pingsan dan sekarang dinyatakan koma. Orang tua dan mereka ber8 saling bergantian jaga jadi Delkiza tak pernah sendirian diruangan rawat.
Mereka yakin bahwa hari ini Delkiza akan sadar karena saat dini hari pukul 3 tangan Delkiza sedikit bergerak walau hanya 5 detik dan itu membuat semuanya menatap haru akan kuatnya Delkiza yang sedang berusaha untuk sadar dari tidur panjangnya.
Sekarang diruang rawat ada Viza, Ibu Cantika, Ibu Aksa dan Ibu Wilzar. Untuk para suami sedang berkerja dan hanya menemani Delkiza sebentar karena mereka sedang berusaha untuk yang terbaik dan memajukan perusahaan agar semakin besar. Sedangkan putra mereka Alzar, Verza, Gibran, Aksa dan Wilzar akan berjaga di shiff malam.
Sekedar informasi Mereka ber8 sudah kuliah dan Delkiza termasuk yang paling muda diantara mereka karenanya mereka memanggil Delkiza Adik.
Waktu terus berjalan dan sekarang sudah pukul 01.34 dini hari, 5 remaja tetap terjaga walupun ada yang manggut-manggut karena mengantuk yaitu Wilzar dan Verza.
"Kalian bisa tidur duluan Gue yang jaga." Ucap Aksa kepada Wilzar dan Verza
"Makasih Sa. Nanti kalo lu ngantuk bangunin gue ya." Ujar Verza dibalas anggukan Aksa
Detik kemudian Wilzar dan Verza tertidur pulas dan tinggallah Aksa, Alzar dan Gibran yang masih terjaga bakan mata mereka masih terlihat segar.
Pukul 3.20 dini hari Alzar dan Aksa mulai redup pandangan disebabkan mengantuk membuat Gibran mau tidak mau menyuruh mereka tidur duluan agar. Bisa bergantian dengannya.
Alzar tidur dengan posisi kepala disamping dekat tangan kiri Delkiza sedangkan Aksa dibagian kaki kanan Delkiza berbeda dengan Gibran yang duduk di sofa tapi tatapannya lurus ke arah Delkiza.
Setelah keduanya mulai terlelap Gibran mendekat dan mengelus rambut Delkiza lembut bahkan pipi Delkiza juga Ia usap pelan sambil bergumam 'Kami akan terus menunggu dan menjagamu jadi, Ku mohon kembali '
Tapi, seakan doanya terkabul mata Delkiza mulai menunjukkan tanda-tanda akan terbuka dan sontak saja membuat Gibran terkesiap ditempat.
"Enghh..."
Lenguhan kecil mulai keluar dari bibir ranum milik Delkiza membuat Gibran tak bisa menyembunyikan senyumannya.
"Ha-Haus..." Lirihan pelan keluar dari mulut Delkiza dengan sigap Gibran memberikan minum dan tak lupa membantu Delkiza duduk
Dengan gerakan yang dibuat Gibran sontak membuat Aksa dan Alzar terbangun dan mereka kompak langsung berdiri saat mendapati Delkiza telah sadar dari koma.
"Syukurlah kamu sudah sadar..." Ucap Aksa penuh keharuan mendapati Delkiza sadar
Mendengar itu semua orang yang tertidur ikut terbangun dan langsung mengerubungi Delkiza bersamaan dengan rentetan pertanyaan untuk Delkiza yang baru saja sadar.
"A-aku di-dimana?" Tanya Delkiza bertanya pada Gibran dan tidak mau menatap mereka selain Gibran bahkan Delkiza menunduk dan hanya menatap Gibran saja
Alzar dan lainnya menatap penuh kecewa dan menjauh dengan sendirinya agar mereka tidak membuat Delkiza semakin takut.
Gibran yang paham dengan perasaan mereka tersenyum lembut kearah Delkiza.
"Kenapa hm?" Tanya Gibran lembut dan penuh perhatian
Aksa, Alzar, Wilzar dan Verza memberengut ditempat melihat sikap Gibran yang lebih dulu Delkiza ajak bicara.
Berbeda dengan Delkiza yang menatap kosong ke Gibran karena baru kali ini ada yang berucap lembut kepadanya.
Glek!
"Tidak. Tidak jadi." Jawab Delkiza yang langsung tidur kembali bahkan memunggungi Gibran
Gibran yang tidak tahu menatap mereka ber4 yang sedang menahan tawanya.
"Kita senasib pfftt!" Celetuk Verza setelah Gibran duduk diantara mereka
"Diam kalian." Sungut Gibran pelan menatap kesal merek ber4
"Ekhm... Lebih baik kita panggil Dokter dan Verza hubungi orang rumah." Ucap Aksa dan beranjak berdiri untuk memencet tombol untuk memanggil Dokter
Beberapa saat kemudian Dokter pun langsung datang bersama 2 perawat dibelakangnya.
Sedangkan mereka berlima menunggu sang Dokter memeriksa kondisi Delkiza tanpa melepas pandangannya kearah Delkiza.
Delkiza sendiri yang ditatap intens oleh mereka hanya bisa memalingkan matanya kearah lain.
"Sebenarnya mereka siapa, kenapa juga ada disini? Bukannya terakhir kali gue cekcok sama itu orang tapi kenapa sekarang gue di rumah sakit. Akhhh bodolah gue pusing." Pikir Delkiza dan berusaha untuk tidak memikirkan apapun sebab jika Ia berpikir sedikit pasti kepalanya akan berdenyut
Gerakan Delkiza cepat dibaca oleh mereka ber5 dan Dokter.
"Jangan terlalu memaksa. Kamu akan segara membaik dan Saya akan memberikan resep obat untuk menghilangkan rasa kaku yang disebabkan oleh tidur panjang. Jadi, sehabis ini kamu makan dan langsung meminumnya." Jelas Dokter tersenyum hangat
Delkiza diam dan hanya mengangguk kecil.
"Tuan muda saya sudah selesai memeriksa Nona. Jadi, saya pamit undur diri dan untuk jelasnya akan saya beritahu saat semuanya sudah kumpul." Ucap Dokter
"Baik. Dok dan terima kasih." Ucap Alzar sambil mengantar Dokter keluar bersama perawat
Sedangkan Verza dan Wilzar sedang keluar untuk membawa makanan dan obat, sekarang diruang rawat tinggal Aksa dan Gibran.
Suasana cukup hening karena mereka tidak saling sapa hanya diam dengan pikiran masing-masing.
Bersambung...
Alhamdulillah selesai....
Yang sudah mampir walau sebentar... Terima kasih ya
See you next part🤗✌🏻 Mohon dukungannya reader
Rilis : 20.07 wib
18 Juli 2023
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments