04 - FL

Pukul 8.32 pm

Delkiza baru saja pulang dari bermain bersama Nabila dkk dan seragamnya telah berganti dengan pakaian santai karena sebelum mereka pulang Nabila dkk dan Delkiza mampir ke mall dan shopping ala-ala anak muda zaman sekarang.

Berjalan pelan memasuki mansion yang sepi Delkiza tak merasa takut sedikitpun karena tampat yang Ia lewati sudah sering dilaluinya bahkan sejak Ia baru mulai berjalan tapi, langkah demi langkah membuat Delkiza terbawa emosionalnya karena mengingat masa lalu yang tidak gampang Ia lupakan.

Hahhh... Helaan nafas Delkiza keluar begitu saja dan Ia merasa sesak dibagian dadanya bertepatan dengan memori semasa kecil.

Gak! gue gak boleh kelihatan lemah Gue anak gadis yang kuat mau seberat apapun dan sesakit apapun yang gue tahan. Batinnya untuk tetap menghiraukan rasa sakit di dadanya

Tapi, itu semua bisa dilihat oleh Bibi Keli yang sudah menunggu kedatangan Delkiza sejak tadi.

"Nona." Panggil Bibi lirih dan membuat Delkiza menengok cepat

"Bibi..." Gumam Delkiza kaget karena Ia tidak sadar bahwa ada Bibi disana

"Nona ditunggu Tuan muda Denis dimakannya." Ucap Bibi tersenyum

"Sejak kapan?" Tanya Delkiza datar

"Dari jam 2 Nona." Jawab Bibi dan sukses membuat Delkiza melotot

Dengan gerakan cepat Delkiza langsung berlari menaiki lift karena Ia gak bakal sangkup berlari menaiki tangga yang terbilang cukup tinggi.

sial. sial. sial.

Delkiza terus saja bergumam kata 'sial sepanjang Ia berlari dan sampai di kamarnya. Setelah sudah siap dengan setelan biasa Delkiza baru bisa mendatangi kamar Denis yang berada di lantai 2.

Tok tok tok.

"Ini Aku." Ucap Delkiza datar

Cklek!

"Dari mana kamu." Kata Denis yang langsung berucap demikian saat pintu kamar baru terbuka

Delkiza nampak gugup karena tatapan yang Denis berika bukan main-main.

"Maaf." Cicit Delkiza tanpa memalingkan wajahnya

Denis bergeming dan menit kemudian menarik dan membawa Delkiza masuk lalu didudukkan di sofa panjang sedangkan Denis berdiri dihadapan Delkiza sambil menyilangkan kedua tangannya.

"Jelasin." Ucap Denis menuntun penjelasan dari Delkiza

Delkiza mengambil nafas lalu dihembuskan. Dan menit kemudian mengalirlah cerita Delkiza dari awal hingga tamat tanpa ada tambahan dicerita Delkiza karena Denis bakal tahu kalo itu cerita bohong dan akan semakin panjang ceritanya nanti.

Setelah selesai bercerita Delkiza langsung meneguk habis air susu yang disodorkan oleh Denis yang baru saja dianter oleh maid.

"Capek ya." Ujar Denis menatap lekat Delkiza

Delkiza memberengut dan menatap Denis tajam.

"Nggak kok." Jawab Delkiza tersenyum paksa

Denis yang mulai cape karena terlalu lama berdiri langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Delkiza dan menaruh kepalanya di pundak Delkiza sedangkan pemilik pundak semakin kesal oleh tindakan Denis yang seenaknya.

"Iiihhhh berat bang...." Keluh Delkiza berusaha mengangkat kepala Denis yang sayangnya berat itu

"Sebentar...." Gumam Denis karena Ia sedang memejamkan matanya menikmati harum wangi yang menguar dari tubuh Delkiza

"Kamu pakai sabun apa sih." Ucap Denis tiba-tiba bertanya dan menatap lurus Delkiza

Delkiza yang ditanya menaikkan alisnya bingung.

"Emangnya kenapa? ada masalah?" Balik Delkiza bertanya

Denis mengangguk cepat. "Iya dan wanginya enak."

"Gak pakai sabun khusus cuma sampo dan sabun biasa, banyak dijual diwarung-warung." Balas Delkiza santai

"Tapi, kok..." Denis ragu-ragu dan memilih untuk tidak membahas lebih lanjut

"Yaudah, sana ke kamar. Abang mau tidur." Ucap Denis dan berjalan ke kasur

Delkiza memandang Denis cuek dan kemudian berjalan keluar kamar Denis.

Kamar Delkiza✨

Saat ini Delkiza sedang mengerjakan tugas fisika bagian essai yang kalo dijawab anakannya pasti banyak.

Tepat pukul 00.21 malam Delkiza baru menyelesaikan tugas fisika dan biologi yang akan dibahas nanti supaya Ia paham terlebih dahulu apa yang akan Ia praktekkan nanti.

Delkiza tipe anak yang rajin dan cerdas, Ia tidak akan menunda-nunda pekerjaan apalagi meninggalkannya begitu saja. Dan untuk mengisi waktu luang Ia sempat memikirkan untuk mengikuti kegiatan diluar bukan hanya didalam semacam lomba, balapan dan sbg. Pikir Delkiza sebelum memejamkan matanya dan mulai terlelap dalam tidurnya.

Kamar Denis ✨

"Baik, Pah. Aku akan terus mengawasinya dan Aku ingin bertanya..." Ragu Denis berbicara lewat telepon

"Tanyalah." Balasan suara dari balik telpon

"Kalian kapan kembali." Ucap Denis setelah berfikir keras dan akhirnya ucapan itu keluar juga dari mulutnya

"1 Minggu. Apa sudah?"

"Sudah, Pah." Balas Denis cepat

"Papah tutup." Dan panggilan diakhiri dari sebrang sana dan Denis langsung melempar ponselnya disamping

Tatapan Denis kosong mengarah ke langit-langit kamar dengan pikiran yang entah apa itu. Padahal sekarang sudah pukul 2 pagi tapi Denis masih juga terjaga.

"Haah... Gue gak bisa tidur." Desah Denis karena tidak mengantuk sama sekali

Denis yang tak kunjung mengantuk memutuskan pergi ke balkon dan menghirup udara malam atau dini hari.

Hingga setengah jam kemudia Denis mulai merasa mengantuk dan langsung pergi ke kasur dan Denis pun terlelap dengan pulasnya.

Matahari telah keluar dari persembunyiannya dan menandakan semua manusia kembali melakukan aktivitas sehari-hari tak terkecuali Delkiza yang sudah siap mengenakan seragam sekolah lengkap.

Disaat sedang menatap rambut tiba-tiba ketukan pintu terdengar.

"Masuk." Ucap Delkiza karena tidak bisa membukakan pintu

"Maaf Nona. Saya hanya menyampaikan bahwa sarapan telah siap, dan Tuan Muda berpesan untuk Nona langsung sarapan dan tidak perlu menunggu." Ucap Maid bernama Meli

Delkiza mengangguk dan Meli izin keluar.

Setelah kepergian Meli Delkiza menatap dirinya dicermin dengan tatapan hampa terlebih Delkiza langsung murung saat matanya mengarah ke kalender dan disana ada tanda untuk mengingatkan nya tentang hari ini.

"Gak kerasa gue udah 16 tahun aja." Gumam Delkiza terkekeh kecil menatap kalender

"huh... Its okey. Semua akan berjalan seperti biasa." Ucap Delkiza berusaha menahan rasa sedihnya dan akan tetap stay cool

Ruang makan ✨

Delkiza sedang menikmati sarapannya sambil bermain iPad tanpa sadar bahwa Denis telah duduk disampingnya.

"Asik sekali sepertinya." Ujar Denis dan membuyarkan fokus Delkiza

"Ah! Abang sudah datang." Sahut Delkiza langsung dan kembali sibuk sendiri

Detik kemudian saat Denis baru menyuap makanannya Delkiza malah berdiri dan Denis melotot tak terima.

"Duduk." Ucap Denis dingin karena itu membuatnya kesal

Delkiza tahu bahwa peringatan Denis bukan main-main tapi, Ia harus segera berangkat.

"Untuk kali ini tolong maafkan. Aku janji bakal nurut." Ucap Delkiza yakin

Denis bergeming dan tetap menatap Delkiza dingin.

"Maaf." Ujar Delkiza langsung berlari keluar dan menghiraukan tatapan Denis

"Ikuti." Perintah Denis kepada Ajudannya

"Baik. Tuan Muda." Balas Ajudannya dan mengejar Delkiza

Skippp jalan raya.

"Nona apa hari ini Saya tidak perlu jemput Nona lagi?" Tanya Pak Hardi

"Jemput aja Pak. Tapi, jam 3 sore." Jawab Delkiza

"Baik Nona."

Setelah berbincang dikit mobil yang dibawa Pak Hardi hening karena Delkiza kembali berkutat dengan Ipad-nya bahkan sampai memakai kacamata karena terlalu lama didepan layar membuat mata Delkiza lelah.

Sesampainya disekolah...

Pak Hardi membukakan pintu mobil untuk Delkiza sedangkan Delkiza langsung keluar dari mobil tanpa lupa berterima kasih kepada Pak Hardi.

"Terima kasih." Ucap Delkiza kemudian masuk

Berbeda dengan Pak Hardi yang terdiam sambil tersenyum kecil mendapati Nona majikannya sedikit demi sedikit telah berubah menjadi ramah dan sopan.

"Semoga Nona selalu dikelilingi oleh kebahagiaan." Ucap Pak Hardi lirih lalu segera meninggalkan halaman sekolah

Dibalik pohon terdapat siswa berdiri dan tatapannya mengarah ke mobil Delkiza dan mendengar apa yang diucap Pak Hardi.

"Mungkin itu hanya sementara." Ucapnya tersenyum remeh dan pergi

Kelas 11 IPA 1

"Kiza sini gabung..." Teriakkan dari belakang kelas membuat Delkiza tak jadi duduk dan hanya menaruh tas lalu pergi ke belakang

"Kenapa?!" Tanya Delkiza heran

"Sini main sama kita. Pelajaran pertama kosong." Ucap Ghisell yang tadi teriak

Delkiza menatap ketujuh teman kelasnya yang sudah membuat lingkaran dilantai. Seakan tahu apa yang ditatap Delkiza Vina menggeser kesamping untuk memberi ruang untuk Delkiza.

"Sini." Ucap Vina dan Delkiza duduk diantara Vina Dan Hilda

Posisinya tuh Vina, Delkiza, Hilda, Nabila, Tiko, Farah, Bisma dan Ghisell membentuk lingkaran dan terdapat botol kosong dihadapan mereka.

"Kita main true or dare, dimulai dari Tiko yang duluan putar." Ucap Vina penuh semangat

"Ok." Balas Tiko percaya diri

"Gue putar ya..." Instruksi dari Tiko dan memutar botolnya

Setelah botol berputar dan berhenti tepat mengarah ke... Hilda.

"Waahhh... Hilda yang kena." Seruan heboh dari Vina dan Ghisell

"Lu milih apa?" Tanya Nabila antusias

"True." Balas Hilda cepat dan dari sebagian anak yang main menunjukkan wajah masamnya

"Ok. Gue yang tanya... Emm semalam lu jalan sama anak sebelah kan?" Ucap Bisma semangat

"Iya. Dari mana lu tahu?" Tanya balik Hilda

"Ehhh... lu gak boleh tanya Hil. Lanjut." Ucap Farah mulai siap-siap memutar kembali botolnya

"Bentar! Gue doang yang tanya?" Heran Bisma

"Udahlah, lagian Lo tahu sendiri Hilda anaknya kaya apa, mending lanjut." Ucap Farah dan diangguki Vina dan Ghisell

Setelah semuanya mengangguk Farah memulai untuk putar itu botolnya dan berhenti tepat di...... Tiko.

"Ok, Tiko. Gue kasih lu tantangan fufufu." Ujar Vina penuh siasat dan membuat Tiko seketika gugup

"Jangan aneh-aneh lu." Sahut Tiko yang sudah punya firasat buruk

Sedangkan anak lainnya seakan tahu isi pikiran Vina hanya tersenyum kecil dan menikmati raut wajah Tiko.

Delkiza sendiri mulai terbawa suasana dan menunggu apa yang akan Vina lakukan terhadap Tiko teman kelasnya yang terbilang cukup unik diantara yang lainnya karena biarpun dia berkacamata tebal kaya kutu buku tapi nyatanya tidak seperti orang-orang lihat karena Tiko adalah murid pecinta game dan film anime.

"Ok, gue tantang lu ... "

Rilis : 17Juni2023#10.12☑️

See you 🤗

Terpopuler

Comments

Daniela Whu

Daniela Whu

bisa jelaskan luka ap sih yg dialami x waktu kecil

2023-07-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!