Indonesia Pukul 7 pagi✨
Saat ini suasana dikamar Delkiza sedang tidak baik-baik saja karena kehadiran tamu yang tak disangka-sangka.
"Sudah berapa lama kamu kenal dengan putriku?!" Tanya Ayah datar dan tatapan tajam
Yang ditanya tersenyum lembut.
"Mungkin kemarin." Jawabnya singkat
"Yang benar aja! Mau modus kan sama adik gue." Sentak Denis tersenyum mengejek
"Itu pendapat anda." Sahutnya lagi penuh percaya diri
"Orang tuamu siapa?" Tanya Ibu Delkiza dengan tatapan dingin
"Saya dari keluarga Kholihan." Jawabnya langsung tanpa melepas tatapannya ke Delkiza
Melihat itu Denis langsung memposisikan agar Delkiza tak terlihat olehnya.
Mendengar kata 'Kholihan membuat kedua orang tua Delkiza terdiam.
Sedangkan Delkiza hanya cuek dan memilih bermain game di ponsel Denis tanpa mau pusing memikirkan tamu tak diundang itu.
"Sudahlah... Lebih baik kau pulang. Gue juga gak suka lu datang kesini." Celetuk Delkiza tiba-tiba
"Nice sister." Puji Denis merasa bangga dengan sikap acuh Delkiza
"Papah setuju. Silahkan keluar pintu dibelakang anda." Ucap Ayah Delkiza mengusir halus
Sedangkan pria yang kehadirannya tidak dianggap hanya bisa menahan kesal dan tetap berusaha mempertahankan senyumnya.
"Baiklah. Semoga cepat sembuh Delkiza." Ucapnya sebelum pergi
Brak!
Dengan kata lain pintu kamar rawat Delkiza menjadi sasaran empuk bagi tamu tak diundang itu.
"Prffff.... hahahahah..."
Tiba-tiba saja Denis tertawa terbahak-bahak setelah kepergian tamu itu sedangkan Kedua orang tua dan Delkiza menatap Denis heran.
"Abang udah gila ya? Gih, jauh-jauh." Ujar Delkiza tak terima berdekatan dengan Denis
Sedangkan Kedua orang tua mereka diam bak patung tanpa harus melakukan hal repot untuk Denis.
"Apa kamu bilang? Abang gila? Wahhh.... kamu minta diberi nih." Ujar Denis mulai aba-aba untuk menyerang Delkiza
Delkiza yang mendapat lampu peringatan mulai takut dan bersiap untuk kabur.
"Eyyy~~ Kamu mau ngapain hm? mau turun ya hm?" Tanya Denis lembut
Dan dengan otomatis Delkiza mengangguk.
"Tidak semudah itu Tuan putri. Kamu harus bermain dengan Abang mu ini. Setuju kan?"
Denis menatap Delkiza sambil tersenyum smirk membuat Delkiza semakin takut dan melempar tatapannya mengarah ke Ibunya.
Glek!
"Masa iya gue minta tolong Mama sih! Apa bakal semudah itu gue bisa akrab sama Mama." Pikir Delkiza
Sedangkan Denis yang tahu kemana arah pandangan Delkiza tersenyum penuh arti.
"Eitsss~ Tak ada yang menolong mu... Sudahlah nurut ya Tuan putri." Kata Denis terus berusaha untuk mengajak Delkiza main
"Gk mau!" Tolak Delkiza langsung dan menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut
1 menit hingga 10 menit kemudian Delkiza dibuat heran.
"Kok sepi." Gumam Delkiza karena seperti tidak ada siapapun didekatnya
"Apa mereka semua keluar?" Tanyanya pada diri sendiri
Karena penasaran Delkiza keluar dari selimut dan Ia bisa melihat bahwa hanya dirinya diruang rawat.
"lha... Pada kemana semuanya?" Bingung Delkiza bertanya-tanya
Disaat bingung keluarganya kemana Delkiza menatap langit-langit kamar dengan hampa dan tiba-tiba pintu terbuka lalu munculah Dokter.
"Selamat pagi Nona..." Sapa Dokter penuh kehangatan
Delkiza tersenyum canggung. "Pagi Dok." Jawabnya singkat
"Apa ada yang dirasa? Misalnya dibagian perut?" Tanya Dokter
Delkiza menggeleng. "Nggak ada Dok."
Dokter mengangguk paham. "Apa kamu sudah sarapan?" Tanya Dokter
Delkiza menggeleng.
Mendapati pasiennya belum makan dan minum obat Dokter langsung meminta tolong kepada suster untuk siapin sarapan dan obat untuk Delkiza.
"Anu Dok... Keluarga saya kemana ya? Kok, mereka perginya barengan." Tanya Delkiza penasaran
"Maaf saya kurang tahu. Saya tidak bertemu keluarga Nona tadi diluar." Jelas Dokter
Delkiza mengangguk. "Kapan saya boleh pulang Dok?
"Setelah kamu makan." Jawab Dokter
"Syukur deh, Saya gak betah lama-lama disini." Kata Delkiza
"Baiklah. Setelah makan Saya akan kasih resep obat untuk dibawa pulang. Untuk sekarang kamu tolong hindari makanan berpedas dan berminyak." Pesan Dokter
"Baik." Jawab Delkiza singkat
Melihat pasiennya diam sang Dokter memutuskan untuk keluar.
"Baiklah. Saya pamit undur diri." Kata Dokter dan pergi
Sekarang Delkiza pun sendirian lagi diruangan luas nan bau desinfektan.
Jelang 20 menit kemudian Delkiza semakin bosan dan suntuk Ia pun berpikiran untuk keluar dan pergi ke rooftop.
Sesampainya di rooftop Delkiza berjalan mendekat ke pembatas dan menatap sekeliling yang penuh bangunan-bangunan disekitar rumah sakit.
Menikmati keindahan pagi hari Delkiza menumpu kedua tangannya pada pembatas dan memejamkan matanya. Sambil menghirup udara segar dan pikiran Delkiza pun ikut segar dan tidak suntuk lagi seakan bebannya sudah pergi jauh terbawa angin.
Lain halnya dengan di kamar rawat Delkiza yang terlihat cukup memperihatinkan.
"Kemana putriku?" Kata Ayah bertanya saat tidak mendapati Delkiza dibrankar
"Apa mungkin Dia keluar?" Sahut Denis tetap tenang
"Mas kita cari Kiza. Aku gak mau dia kenapa-kenapa." Ucap Ibu dengan raut cemas
"Denis cari Kiza keseluruhan rumah sakit." Ucap Ayah
"Siap Pah." Balas Denis dan pergi
"Kamu tunggu disini dan kabari langsung jika Kiza kembali." Ucap Ayah kepada Ibu
Ibu mengangguk paham dan Ayah pun pergi mencari Delkiza bersama para bawahannya.
Disisi Denis✨
"Guys. Gue perlu bantuan kalian. Datang kerumah sakit sekarang." Ucap Denis melalui telepon
"Rumah sakit mana." Tanya temannya disebrang sana
"Gue Sherlock. Cepat!" Kata Denis dan langsung mematikan panggilannya sepihak
Sedangkan disebrang sana yang langsung diputus panggilannya hanya bisa mendengus.
"Kebiasaan banget nih orang. Gue belum selesai jawab udah main putusin aja, pantes jomblo terus." Gerutu teman Denis
"Ada apa Denis telpon?" Tanya temannya bernama Ethan
"Kita disuruh ke rumah sakit." Jawab Kemal yang tadi menerima panggilan Denis
"Ngapain?" Sahut temannya lagi bernama Lucas
"Mana Gue tau, tuh anak main matiin teleponnya. Eh ini Denis udah kirim gue lokasinya." Seru Kemal saat mendapati pesan dari Denis
"Yaudah. Langsung berangkat." Kata Ethan yang sudah siap
Lukas dan Kemal mengangguk dan meninggalkan basecamp.
Rumah Sakit Medika Melawai ✨
Delkiza yang sudah lebih baik dari sebelumnya memutuskan untuk kembali ke kamar rawat dengan menuruni tangga.
Saat tiba dilorong tak jauh dari kamar rawatnya Delkiza dibuat terheran-heran melihat Ibunya sedang menangis tersedu-sedu dipelukan Ayah.
"Ada apa ini? Baru kali ini gue lihat Mama nangis." Kata Delkiza pelan
Setelah sudah dekat dengan kedua orangtuanya.
"Pah Mah." Panggil Delkiza dan semua langsung menatap ke arah Delkiza
Seketika suasana sekitar menjadi hening dan
Grep!
Dari belakang Delkiza mendapat pelukan entah siapa yang memeluknya.
"Kamu dari mana?" Tanya Ayah datar
"Emm... Atap." Jawab Delkiza singkat
Bisa Delkiza lihat wajah Ibunya yang tidak terbaca membuatnya maresa tertekan apalagi tatapan Ayah yang tidak bersahabat itu, ditambah dengan orang yang belum kunjung melepas pelukan Delkiza.
"Gue takut." Bisik seseorang dipelukan Delkiza
"Siapa sih, lepas gak." Ujar Delkiza berusaha melepas tangan yang mengait dipinggangnya
Karena tidak ada komentar apapun Delkiza memutuskan untuk masuk dengan menggendong tubuh yang menempel di punggungnya.
"Ishhh.... lepasss berat ogeb." Sentak Delkiza mula kesal
Mendengar kata kasar yang keluar dari mulut Delkiza membuat sosok yang memeluk tubuh Delkiza melepaskan diri.
"Kamu ucap apa tadi." Katanya dingin dengan tatapan menekan
"Astaga! Bang Delvan."
Delkiza yang terkejut mendapati sosok yang selama ini jarang ketemu, sekarang sudah ada di hadapannya dengan tatapan tajam.
Btw. Mereka sudah didalam ruangan ya...
back!
Mendapati adiknya yang terdiam membuat Delvan menghela nafasnya.
"Sudahlah." Ucap Delvan singkat lalu pergi dengan membawa kekecewaan diwajahnya
"Kenapa seakan-akan gue yang salah. Ck aneh." Pikir Delkiza heran
"Kita pulang sekarang!" Kata Ayah dan langsung pergi meninggalkan Delkiza bersama Ibu
"Salin bajumu." Ujar Ibu Delkiza memberikan totebag kepada Delkiza
Delkiza menerima pemberian Ibunya dan pergi ke toilet.
5 Menit kemudian.
"Kalo sudah siap kita pulang." Ucap Ibu dan berjalan duluan meninggalkan Delkiza
Dalam diam Delkiza mengekor dibelakang Ibunya sedangkan 5 bodyguard dibelakang Delkiza.
Tepat didepan Delkiza dapat melihat Ayahnya bersama kedua Abangnya menuggu tapi ada 3 pria asing disamping Denis.
"Mungkin temannya Bang Denis." Pikir Delkiza
Selama perjalanan menuju mobil semua bungkam tak ada satupun yang bersuara sampai mereka tiba di kediaman Likila.
"Langsung istirahat." Ucap Ibu Delkiza sebelum keluar dari mobil
"Baik Mah." Jawab Delkiza singkat
Satu persatu keluarganya keluar dari mobil dan tersisa Delkiza seorang yang belum keluar.
"Nona." Panggil Bibi dan menyadarkan lamunan Delkiza
"Eh... ah iya Bi." Sahut Delkiza dan baru keluar dari mobil
"Nona kenapa? Kok, diam dimobil?" Tanya Bibi khawatir
Delkiza tersenyum kecil.
"Tidak apa-apa Bi. Aku masuk ya Bi." Balas Delkiza berusaha terlihat baik-baik saja
Saat masuk suasana sepi dan Delkiza berpikir mungkin semuanya sudah dikamar masing-masing hanya tertinggal Delkiza.
"Perasaan gue abis pulang dari rumah sakit .... tapi kok rasanya biasa banget kaya gak pernah terjadi apa-apa." Gumam Delkiza saat menaiki tangga
Delkiza terus saja bergumam meratapi nasibnya yang malang karena kelurga nya yang terlihat tidak peduli.
Sesampainya dikamar Delkiza langsung memposisikan untuk tidur dan beberapa detik kemudian Delkiza terlelap dengan pintu kamar yang terbuka sedikit.
TBC....
See you again 👋✨
Rilis : 21Juni2023#15.18wib☑️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments