02 - FL

Malam hari✨

"Bi... Kiza mau keluar sebentar." Ucap Delkiza sebelum mengambil kunci mobil

"Baik Non. Tapi, kalo Bibi boleh tanya Nona bakal pulang jam berapa?" Tanya Bi Keli

"Gak lama Bi." Jawab Delkiza lalu pergi tanpa menunggu Bi Keli lagi

Bi Keli hanya bisa menghela nafasnya pelan dan kembali ke dapur.

Delkiza sekarang sudah berada di dalam mobil pribadinya dengan outfit serba hitam dan jaket kulit bergambar bunga mawar.

Ting!

Baru saja ingin menghidupkan mobil Delkiza mendapatkan pesan.

"Taman Delima." Ucap Delkiza membaca isi pesan

Setelah selesai membaca Delkiza langsung menancapkan gas mobilnya meninggalkan basemen dan pergi ke arah Taman Delima.

10 menit kemudian...

Delkiza telah sampai di area parkir khusus mobil yang ada ditaman dan berjalan ke dalam. Bisa Delkiza lihat dari kejauhan bahwa taman masih ramai dengan pengunjung dan ternyata Delkiza paham kenapa ini taman ramai pengunjung karena diarea paling tengah di taman Delima terdapat pertunjukan/ ada seseorang yang ingin menunjukkan talentanya melalui musik yang akan Dia nyanyikan.

Sudah dekat ditempat Delkiza memilih berdiri agak jauh dari kerumunan tapi masih dapat Ia lihat sosok yang akan mempersembahkan suaranya.

"Lagi ini saya persembahkan untuk seseorang yang sangat spesial buat saya... Untukmu Kiza." Ucapnya lirih diakhir kata

Sedangkan Delkiza yang tahu gerak bibir sang penyanyi hanya tersenyum kecil.

"Kalian tidak ada kata menyerah ya... Keras kepala." Ucap Delkiza bersmirk dan berusaha tatap stay walaupun Ia tahu siapa yang telah mengirim pesan kepada-nya

Beberapa saat kemudian

Pertunjukan musik pun berakhir dan sekarang Delkiza ikut membubarkan dirinya agar tidak ada satupun yang mengetahuinya bahwa Ia datang diantara mereka.

"Tidak segampang itu kamu pergi Del.ki.za." Kata seseorang menahan pundak Delkiza

huft....

Helaan nafas Delkiza lolos dan berusaha untuk menurut dan tidak jadi pergi.

"Kita pindah lokasi." Ucap Jihan lalu membawa Delkiza pergi ke kafe tak jauh dari taman

Tring!

Suara lonceng pintu kafe.

Delkiza memilih sendiri tempat duduknya dibagian paling pojok.

"Sesuai keinginanmu Kiza." Ucap Jihan dan Delkiza merolingkan kedua matanya

Sekarang Delkiza telah duduk bersama kawan lamanya berjumlah 5 manusia yang sekarang sedang duduk diantara sisi dan kanannya.

"Gue kangen lu Za." Sahut pria bernama Kevin

"Ya, gue juga sama." Sahut Daniel

"Apa kamu masih belum bisa menerima kami kembali Kiza? Aku sedih jika setiap hari kami gak ada." Ucap Chelsea

"Lihat. Mereka sangat menyayangimu Kiza. please maafin kita." Ucap Jihan memohon

"Aku tidak begitu yakin apa yang keluar dari mulut kalian itu tulus atau ada niat terselubung. Tidak segampang itu." Balas Delkiza sinis

Bruk!

Dengan gerakan dadakan pria yang sejak tadi duduk diam disamping Delkiza langsung memeluk tubuh Delkiza erat, membuat sang empu terkejut oleh gerakan yang tiba-tiba.

"Lepas gak." Ucap Delkiza datar tanpa membalas pelukannya

"Nggak. nggak akan pernah." Ucap Pria tersebut

Berbeda dengan Kevin dan Daniel yang menahan kesal karena duluin.

"****! Kenan sialan." Umpat Kevin pelan menatap nyalang pria yang bernama Kenan

Kenan Syaputra Atmayazik putra kedua dari empat bersaudara sekarang sedang memeluk Delkiza sahabat kecilnya bahkan jauh sebelum mereka lahir keluarga Kenan dan Delkiza sudah dekat.

Kevin Wizard Asmaza putra tunggal keluarga Asmaza yang memiliki tambang berlian di negara ginseng dan akan menjadi pewaris di perusahaan Asmaza Company di Amsterdam.

Daniel Rudolf Dermangsa putra pertama dari pasangan suami istri Dermangsa dan memiliki adik perempuan yang masih duduk dibangku SMP. Daniel juga dikenal dengan sebutan Niel bagi gengnya yang bernama Asmodeus kumpulan anak motor se Indonesia.

Chelsea Wildia Kiranti Putri bungsu dari keluarga Kiranti yang memiliki perusahaan terbesar se-Indonesia dan di Jerman dan juga anak kesayangan keluarga Kiranti.

yang terakhir adalah Jihan Apriliana Sekar lahir di keluarga kaya yang memiliki aset dimana-mana bahkan Ia mempunyai jet pribadi pemberian Ayahnya diulang tahun ke 15. Jihan tidak memiliki adik tapi sepupu ada tiga dan semuanya laki-laki, sepupu Jihan disekolahkan ditempat yang beda tapi sering kali mereka akan kumpul bersama.

Ok, sekian dari perkenalan Kawan / mantan kawan Delkiza atau akan kembali menjadi kawan? Nantikan aja yaaa...

Kembali ke awal ✨

Delkiza yang terus didesak oleh mereka berlima memutuskan untuk berdiri.

"Jika kalian tidak diam Saya lebih baik pergi." Ucap Delkiza dengan bahasa formal dan melepas paksa genggaman tangan Kenan dan Chelsea

"Ok. Aku gak akan paksa kamu lagi. Tapi kami akan terus menunggu sampai kamu memaafkan kami." Ucap Jihan tulus

"Besok. Taman belakang." Ucap Delkiza sebelum pergi

Sontak Galang dkk tersenyum senang karena ada sedikit harapan untuk mereka berlima.

"Hati-hati dijalan Queen..." Teriak Galang dkk setelah Delkiza pergi menggunakan mobilnya

Yang diteriaki malah tersenyum kecil karena Ia sudah sangat lama tidak mendengar kata 'Queen' selama dua bulan mereka bermusuhan.

"Kalian tidak pernah berubah. Tapi, kenapa waktu itu kalian tidak ada satupun yang percaya kalo Gue bukan pelaku. ck, sial jadi keingat kan." Decak Delkiza saat memori dua bulan silam terlintas dipikirannya dan moodnya naik tiba-tiba

Perumahan Greenlin ✨

Delkiza mengernyitkan dahinya saat mendapati mobil asing terparkir dihalaman depan.

"Ada tamu? tapi Bibi tidak ngabarin apa-apa..." Gumam Delkiza sambil melihat ponselnya

"Eh... Non Kiza sudah pulang..." Sapaan hangat masuk ke indra pendengaran Delkiza

"Iya, Pak Gusro." Balas Delkiza kepada penjaga kebun dan menyerahkan kunci mobil ke pak Gusro

"Siapa tamunya?" Tanya Delkiza

"Didalam ada tamunya Tuan muda Non, tapi Tuan Muda masih diperjalanan. Kenapa ya Non." Ujar Pak Gusro

"Tidak." Jawab Delkiza dan masuk meninggalkan Pak Gusro yang terdiam

Disaat membuka pintu utama Delkiza dapat melihat siapa tamu Kakaknya yang sedang duduk disofa dan tenyata bukan hanya satu melainkan tiga.

Berjalan pelan sambil bermain ponsel Delkiza terus saja fokus ke layar tanpa minat mengetahui wajah dari ketiga tamu ataupun berkenalan dengan ketiga tamu Kakaknya.

"Apa kau adiknya Denis?" Tanya pria berpakaian biru dongker

"Entahlah." Balas Delkiza cuek dan lanjut pergi

Tapi, tak sampai disitu karena pria yang berpakaian maroon menahan Delkiza dengan menghalangi jalan menuju tangga.

"Apa seperti ini sikap adik dari seorang Denis kepada tamunya." Ucapnya tegas

"Maaf. Bisa minggir." Ucap Delkiza datar menghiraukan perkataan orang didepannya

Dan sekarang Delkiza malah dikepung oleh mereka bertiga dan bertepatan dengan kedatangan Bibi Keli.

"Ya ampun.... Non Kiza... Kok, Non baru pulang sih, Bibi khawatir, Non Kiza gak pulang-pulang." Heboh Bi Keli dan langsung memeluk Delkiza

Sedangkan ketiga tamu langsung menepi dan kembali duduk manis di sofa tamu.

Delkiza yang paham akan maksud dari Bi Keli tersenyum kecil.

"Maaf Bi. Aku lupa." Jawab Delkiza singkat

"Yaudah, Bibi maafin, sekarang Nona langsung masuk ke kamar dan bersih-bersih lalu tidur. Nanti Bibi anterin susu ke kamar Non Kiza." Ucap Bibi dengan nada lembut

Delkiza mengangguk dan melanjutkan langkahnya untuk menaiki tangga yang tadi sempat tertunda.

Selepas kepergian Delkiza Bibi Keli menghampiri ketiga tamu Denis. Tuan Muda kedua dari anak majikannya.

"Maaf Bibi hanya bisa menyajikan kudapan seadanya karena Bibi belum belanja." Ucap Bi Keli dan para maid menyajikan kudapan ringan dan teh hangat

"Tidak masalah Bi." Jawab Pria berjaket hitam

"Baik. Bibi tinggal ke belakang."

Setelah Bi Keli pergi pintu utama kembali terbuka dan muncullah sosok tinggi dan tampan berjalan masuk menghampiri ketiga tamu.

"Lama." Celetuk Pria baju biru

"Brisik." Balas Danis dingin dan duduk di single sofa

Denish Ghulam Likila Putra kedua dari pasangan suami istri Likila, sekaligus Kakak kandung Delkiza. Memiliki sifat dingin dan cuek. Tinggal di apartemen karena tidak suka terlalu lama di Mansion. Lebih memilih main diluar ketimbang bermain bersama adik bungsunya yaitu Delkiza.

Sedangkan ketiga tamunya bernama Vikram Chilk Wibisana (baju Biru) Lintang Likalsa Fizkal (baju maroon) dan Alvarix Drikkal Pritama (jaket hitam).

"Ternyata adik lu cantik juga ya Den." Celetuk Vikram sambil memakan kudapan

Mendengar itu Denis melotot tidak terima. "Apa yang sudah kalian lihat." Ucapnya dingin

"Wowww..... Rileks bro, kita cuma mau kenalan aja sama adik lu yang selalu dirahasiakan dari kita. Ya gak guys." Sahut Lintang dibalas anggukan Vikram dan Alvarix

"Sial." Umpat Denis dan pergi menaiki tangga

"Lha... pergi." Ucap Lintang yang malah ditinggal pergi Denis ke lantai atas

Disisi lain

Kamar Delkiza ✨

tok tok tok

"Buka." Ucap Denis didepan kamar Delkiza

Cklek....

"Ya?" Balas Delkiza dan mendapati Denis didepan kamarnya

"Kamu tadi abis dari mana?" Tanya Denis saat mendapati Delkiza belum mengganti pakaiannya

Delkiza menatap bajunya dan paham akan maksud dari perkataan Denis.

"Abis dari kafe. Kenapa? Mau diajak." Ujar Delkiza datar tanpa takut ditatap tajam oleh Denis

Ekhem! Denis berdehem dan langsung masuk kedalam kamar sedangkan Delkiza yang sudah biasa Kakaknya ini main masuk hanya diam dan ikut masuk.

"Sini duduk."

Denis menyuruh Delkiza untuk duduk disampingnya berhadapan dengan layar tv yang ternyata menampilkan tayangan kartun.

"Kamu masih suka nonton itu?" Tanya Denis menunjuk kearah layar tv

"Iya... kenapa? Gak ada yang salah kan." Balas Delkiza santai

"Abang ngapain kesini? Oh.... apa tamu yang dibawah nggak tahu kalo Abang tinggal di apartemen sekarang." Ucap Delkiza

"Gak. Abang juga gak tahu kenapa tuh anak tiga ada di sini." Balas Denis jujur

Delkiza memicing matanya mencari kebohongan dimata Denis.

"Kau tak percaya?" Tanya Denis

"Maybe..." Balas Delkiza mengedikkan bahunya cuek dan fokus ke layar

Rilis : 13Juni2023#18.32☑️

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!