"Apa yang kamu minum." Tanyanya datar dengan tatapan dingin sontak membuat Delkiza terdiam kaku ditempat
"Oh! Ini obat pereda nyeri." Jawab Delkiza setelah terdiam beberapa detik
"Berikan." Ucap Alzar menyodorkan tangannya
"Tapi... " Delkiza ragu-ragu saat Alzar meminta obatnya
Tapi, bukan Alzar namanya kalo tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.
Dan benar saja dengan kilat obat itu berpindah tempat ke tangan Alzar bahkan yang dibotol juga sudah berada di tangan Alzar.
"Sejak kapan?!" Heran Delkiza didalam pikirannya dan memilih untuk diam untuk memastikan mau diapakan obat itu ditangan Alzar
"Gue sita." Ucap Alzar setelah 3 menit memeriksa obat Delkiza
Sontak membuat Delkiza berdiri tegak dan menatapnya lurus dengan kobaran kekesalan dimatanya.
"Nggak! Sini balikin." Sentak Delkiza meminta kembali obatnya
Alzar langsung menyimpan obat tersebut dikantongnya membuat Delkiza dibuat kesal.
"Balikin gak!" Delkiza tetap masih kekeh meminta obat tersebut
Alzar yang ditatap tajam oleh Delkiza hanya cuek dan memilih pergi meninggalkan Delkiza di dapur.
"YA!" Bantak Delkiza langsung dan sukses membuat Delkiza semakin merasa nyeri di kepalanya
"Sial. Kepala gue makin pening." Delkiza terus menahan rasa nyeri itu tanpa bantuan obat
Dirasa sudah mendiang Delkiza menyusul kepergian Alzar sambil bertumpu pada tembok atau apapun itu untuk menjaga keseimbangannya.
Bisa dilihat dari wajah Delkiza yang sekarang pucat gegara kepalanya yang masih nyut-nyutan.
Delkiza yang sudah sampai dimana 8 orang sedang duduk santai dengan sisa tenaga yang Ia punya untuk sampai ke arah Alzar. Tapi, bukannya sampai dilangkah kaki ke 3 Delkiza tidak bisa mendapatkan keseimbangannya lagi dan dengan gerakan kilat Gibran menahan tubuh Delkiza yang hampir mengenai lantai.
"Astaghfirullah Kiza!" Teriakkan kaget dari Cantika, Prianka dan Viza
"Kamu pucat banget dik." Ucap Viza melihat wajah Delkiza yang pucat pasi
"Rumah sakit." Ucap Aksa yang langsung pergi keluar untuk menyiapkan mobil
Sedangkan Gibran langsung memapah Delkiza. Sisanya mengikuti dari belakang dan Viza tak lupa mengunci pintu.
Alzar dan Wilzar bertugas untuk memberi jalan agar tidak ada yang menghalangi mobil yang dikendarai Aksa dengan kecepatan tinggi, sedangkan dua V mereka bertugas untuk menyampaikan pesan kepada orang tua mereka masing-masing dan akan menyusul nanti untuk sisanya sedang bersama Delkiza untuk tetap memberikan kehangatan ditubuh Delkiza yang yang mulai mendingin.
Bahkan Cantika sampai menangis saking paniknya lihat kondisi Delkiza. Aksa, Gibran dan Prianka juga tak kala paniknya lihat kondisi Delkiza tapi, mereka bertiga menahan diri agar tidak terlalu panik karena jika semuanya panik Delkiza pasti tidak ada yang menjaga.
"Semua akan baik-baik saja. Kau harus berhenti menangis Tika." Ujar Prianka tegas
"Tapi, gue gak bisa. Gue terlalu takut." Jawab Cantika sesenggukan
Dan akhirnya mereka sampai dirumah sakit.
Alzar langsung membuka pintu mobil dan membiarkan motornya tergeletak mengenaskan dijalan. Sedangkan yang lain tak peduli karena yang lebih utama adalah Delkiza mau jadi apa nanti motor dan mobil mereka itu urusan nanti.
Ruangan UGD.
Untuk sekarang Delkiza sedang diperiksa oleh dokter dan beberapa perawat sedangkan yang lain sedang menunggu dibangku sambil terus menatap pintu yang didalamnya ada Delkiza.
10 menit kemudian Dua V datang bersama rombongan para orang tua.
"Apa yang terjadi Aksa?" Tanya Ibu dari Aksa
Plak! "Kau tidak bisa diandalkan." Ucap Ayah Aksa setelah menampar pipi Aksa
"Maaf Yah." Sesal Aksa
Sisi lain...
Bugh! Bugh!
"Tidak berguna." Ucap Ayah Alzar marah setelah memberi pukulan keras untuk Alzar dan Gibran
Melihat itu Ibu Alzar langsung memeluk Alzar dan Gibran bersamaan untuk menahan agar suaminya tidak memukul lagi wajah putranya dan keponakannya.
"Sudah Yah. Kiza pasti baik-baik saja. Jangan ada lagi kekerasan disini Ayah Aksa juga. Aku gak mau jika nanti Kiza takut lihat kalian yang kasar." Ucap Ibu Alzar
"Huh! Kalo terjadi sesuatu padanya kalian akan menerima konsekuensinya. Mengerti." Ucap Ayah Wilzar yang masih berkepala dingin
Ayah Cantika dan Prianka mereka hanya diam dengan raut wajah gundah, sedangkan Ibu mereka saling berpelukan.
Orang tua Dua V sedang diluar negeri dan akan langsung ke Yogyakarta setelah mendapat kabar dari kedua anaknya, sekarang Verza sedang menenangkan Viza yang menangis.
Mereka semua adalah keluarga walupun tidak kandung tapi mereka sudah seperti keluarga bahkan setelah saat Delkiza masih diusia balita mereka sudah bersama sejak saat itu dan mungkin saja hanya mereka yang ingat kenangan indah itu.
Beberapa menit kemudian pintu terbuka dan muncullah Dokter yang memeriksa Delkiza.
"Bagaimana Dok kondisi Anak/ Adik saya." Sepermpak semuanya bersamaan membuat Dokter kelimpungan karena dikerubungi oleh 17 orang sekaligus
"Mohon tenang. Saya hanya akan bicara salah satu dari kalian. Kalo tidak saya tidak akan bicara." Ucap Dokter tegas
Dan detik kemudian merek kembali tertib.
"Saya dong." Ucap Ayah Wilzar yang terlihat lebih dipercaya
"Baik. Anda bisa ikut dengan saya. Untuk sekarang hanya 3 orang yang bisa masuk jadi, mohon kalian masuk bergiliran. Saya permisi." Pesar Dokter sebelum meninggalkan tempat
Mungkin karena tahu merek akan masuk bersamaan dan akan memenuhi seisi ruang rawat makannya sang Dokter langsung memperingatkan mereka.
Dengan terpaksa mereka menurut dan masuk ke ruang rawat Bergantian.
Dari perempuan baru laki-laki itu saran dari Ayah Prianka yang bisa dibilang paling bijak.
Belum selesai mereka melihat kondisi Delkiza Ayah Wilzar telah kembali dengan raut wajah rumit tapi masih bisa tersenyum walau kecil.
"Kita harus pindahin Kiza keruangan yang lebih luas. Kau bisa kan." Ucap Ayah Wilzar kepada Ayah Alzar
Ayah Alzar tak menjawab Ia langsung menghubungi bawahannya dan beberapa perawat langsung berdatangan dan meminta izin untuk memindahkan Delkiza ke tempat yang lebih nyaman dan luas atau bisa dibilang ruang VVIP dilantai 7.
Delkiza digendong oleh Ayah Aksa dengan penuh hati-hati sisanya membawa alat dan berbagai keperluan untuk diruangan VVIP.
Yang tidak membawa apa-apa hanya mengikuti dari belakang dengan raut wajah beraneka ragam karena masih belum tahu tentang kondisi Delkiza yang sebenarnya.
Bersambung...
Alhamdulillah, lumayan lah ya menguras otak wkwk😋
Makasih sudah berkunjung 🤗
Rilis : 09.18 WIB
18 Juli 2023
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments