Sudah Tidak Gila

Perubahan sikap Vesha selama satu bulan setelah putus dari Saga, sungguh membuat pria itu kelimpungan dan selalu gelisah. Bahkan pria itu selalu termenung dan sering kesal tidak jelas saat pikirannya tertuju pada Vesha yang selalu menatapnya dingin. Sikap Saga yang seperti itu, tentu saja membuat Aurel sedih dan juga kesal karena ia tahu apa yang menyebabkan kekasihnya bersikap seperti itu.

Bahkan Aurel bergumam dalam hatinya kalau dirinya sangat merutuki Vesha dan ingin sekali menghampiri gadis itu. Saga juga bingung dengan dirinya kenapa bisa memikirkan Vesha yang berubah sikapnya menjadi gadis dingin yang sulit tersentuh.

Sebegitu besarkah rasa sakit yang ditorehkan olehnya, hingga mampu merubah kepribadian seorang Vesha yang dikenalnya sebagai gadis periang dan murah senyum menjadi sosok gadis yang dingin. Vesha yang dulu tidak sama dengan Vesha yang sekarang. Itulah yang dirasakan oleh Saga.

Sudah dua Minggu ini, Saga memperhatikan Vesha yang sepertinya selalu menghindarinya. Saga merasa tidak terima, pria itu semakin kesal dengan sikap sok dingin Vesha terhadapnya. Selepas materi pembelajaran pertama selesai, Saga sengaja keluar terlebih dahulu. Vesha tidak peduli dengan itu, yang dipikirannya saat ini adalah kantin.

Chandra, Marvin dan Langit sempat menyapa Vesha. Namun seperti biasa gadis itu hanya tersenyum tipis menanggapi ketiganya. Vesha lewat arah toilet, memang kebetulan ia sedang ingin membuang air kecil.

Namun, saat ia hendak berbelok. Tiba-tiba tubuhnya ditarik dan mulutnya dibekap agar Vesha tidak berteriak. Vesha terus memberontak, hingga akhirnya tubuh Vesha dihimpit ke tembok. Mata Vesha membulat saat mengetahui siapa pelakunya.

"Saga," gumam Vesha dengan mulut yang masih tertutup oleh tangan Saga.

Saga menyatukan jari telunjuknya ke bibirnya. "Sstt, aku akan melepaskan tanganku ini asal kamu tidak berteriak. Jika kamu berteriak, maka aku akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu," ucap Saga dan segera dibalas anggukan kepala oleh Vesha.

Perlahan Saga pun menurunkan tangannya yang membekap bibir Vesha. Lalu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Vesha sendiri. Vesha mencoba kembali kabur, namun kalah cepat. Karena dengan cepat Saga kembali menarik dan mendorong tubuh gadis itu ke dinding.

Saga tersenyum smirk. "Kali ini kamu tidak akan bisa menghindar dariku, Vesha!" ucap Saga.

Vesha menatap tajam pada Saga. "Biarkan aku pergi, Tuan Sagara Dirgantara." ucap Vesha yang menekankan dalam menyebutkan nama Sagara.

Sagara menautkan kedua alisnya seraya tersenyum menyeringai. "Kenapa? kau ingin menghindariku lagi, heoh?" tanya Saga.

Vesha menaikkan satu alisnya. "Untuk apa aku menghindar darimu? Karena kamu bukan siapa-siapa dalam hidupku," jawab Vesha

Saga menyeringai. "Oh, ya? Bukankah dulu kamu sangat tergila-gila padaku, bahkan dulu kamu selalu menganggapku ini adalah bagian dari hidupmu," ucap Saga dengan percaya diri.

Vesha tersenyum getir sambil mengalihkan tatapannya ke sembarang arah sebelum ia kembali menatap Saga.

"Aku sudah tidak segila dulu, Sagara. Aku bukanlah Vesha yang selalu mengganggu hidupmu hanya untuk mendapatkan cintamu seperti dulu. Aku adalah Vesha yang sangat membenci dirimu. Karena aku sadar, kalau aku hanya dijadikan bahan taruhan antara kau dengan Marvin. Jadi untuk apa aku menghindarimu, hmm?" jawab Vesha dengan alis terangkat satu dan sedikit mengangkat dagunya.

Vesha membuktikan kalau dirinya tidak takut dengan pria di hadapannya itu. Saga tercengang mendengar jawaban Vesha, hatinya kembali merasakan sakit yang tak kasat mata. Cengkramannya pada lengan Vesha pun mulai mengendur, tatapan yang tadinya terlihat begitu kesal dan marah pada gadis itu berubah menjadi tatapan seakan penuh kekecewaan.

Vesha bergerak merapikan pakaian dan tas yang dikenakannya. Vesha masih menatap datar pada Sagara. Pria itu hanya memperhatikan apa yang Vesha lakukan, namun kesadarannya kembali saat Vesha menyentuh pundaknya.

Vesha lebih mendekat ke arah Saga. "Berbahagialah dengan pilihanmu," bisik Vesha sambil menepuk beberapa kali pundak Saga.

Gadis itu memilih pergi sebelum ada orang yang melihat dirinya sedang bersama Saga. Vesha kembali melangkah menuruni tangga dan segera menuju toilet yang ada di bawah sana. Vesha tidak ingin mengambil resiko atas kejadian tadi, Vesha tidak ingin dicap orang ketiga dalam hubungan Saga dan Aurel. Walau pada kenyataannya Aurel lah yang menjadi orang ketiga dalam hubungannya bersama Saga dulu. Hubungan yang dilandaskan atas cinta sepihak.

Saga tersadar kalau Vesha sudah tidak ada di hadapannya. Saga memukul tembok di depannya cukup keras, dan mengakibatkan tangannya terluka.

"Arghhh," teriak Saga.

Pria itu menarik rambutnya dan kembali memukul tembok di hadapannya. Emosinya kembali meluap, nafasnya pun terengah-engah. Sagara kembali menetralkan emosi nya sebelum ia keluar dari tempat tersebut.

Vesha berjalan keluar dari toilet lantai bawah. Namun saat hendak menuju taman, dia dihadang oleh Aurel. Vesha memutar bola matanya malas karena harus kembali berhadapan dengan gadis yang sudah membuatnya terluka.

"Kita harus bicara," kata Aurel.

"Ya sudah, bicara saja. Apa aku harus menggelar konferensi pers di kampus ini?" tanya Vesha.

Aurel mengatupkan bibirnya sambil mengepalkan kedua tangannya. Kemudian gadis itu tertawa sinis seraya menelisik penampilan Vesha.

"Pantas saja Kak Saga lebih memilih aku ketibang kamu," ucap Aurel.

"Lihatlah! Penampilan kamu saja tidak masuk dari kata sempurna, percuma cantik tetapi tidak bisa berpenampilan menarik. Setidaknya terlihatlah lebih menggoda supaya pria manapun menyukai dirimu," lanjut Aurel yang sengaja merendahkan Vesha.

Vesha terlihat tenang, lalu ia melipat kedua tangannya di depan dadanya. "Terlihat menarik agar banyak pria menyukai penampilanku? Tapi maaf, aku sedikit mengoreksi kata-katamu," jawab Vesha sambil mengangkat satu telapak tangannya.

"Seharusnya kata-kata yang baru saja kamu ucapkan itu hanya untuk kamu seorang, bukan untukku. Karena aku tidak pernah memaksa diriku berpenampilan menarik hanya untuk membuat pria manapun tertarik padaku. Bagiku cukup tunjukkan kualitas diri dari segi pemikiran dan juga hati,"

"Percuma penampilan cantik, modis dan kekinian ala-ala anak ABG jaman sekarang, kalau nyatanya ini dan ini tidak berfungsi dengan baik," Vesha berkata sambil menunjuk ke arah kepala dan dada kirinya sendiri.

"Aku yakin kamu paham apa yang baru saja aku katakan," ucap Vesha kembali.

Vesha memilih pergi dari hadapan Aurel, karena lebih baik menghindar daripada terus meladeni orang gila seperti Aurel. Gadis yang tidak pernah berpikir kalau dirinya memiliki kesalahan pada Vesha. Namun sebelum Vesha benar-benar pergi, ia berdiri tepat di samping Aurel.

"Aku bukanlah perempuan murahan yang mengandalkan kecantikan serta penampilanku hanya untuk memikat pria manapun," bisik Vesha yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Aurel.

Aurel mengepalkan kedua tangannya, ia sempat melihat punggung Vesha yang menghilang di balik tembok mengarah kantin.

"Awas kau," geramnya.

Aurel kembali membalikkan badannya, dan sedikit melangkah. Namun nahas lantai yang diinjak ya ternyata licin. Akhirnya ia terpeleset dan jatuh duduk. Tangannya tergores lemari besi yang ada di dekatnya. Seorang pria yang melihat Aurel terjatuh pun segera membantunya.

"Ya ampun Aurel, kamu nggak apa-apa?" tanya pria itu.

Aurel mendongakkan kepalanya. "Eum, sakit sih, Kak. Tolong bantu aku bangun, Kak!" jawab lirih Aurel.

Pria itu pun membantu Aurel untuk berdiri. Ia juga melihat tangan gadis itu sedikit tergores dan berdarah.

"Tangan kamu berdarah, aku akan ambilkan kotak P3K di mobilku. Kamu tunggu di kursi ini saja," ucap pria itu.

Aurel tidak menjawab ia hanya mengangguk. Pria itu pun segera pergi, tidak lama pria itu pergi Saga yang melihat Aurel sedang berjalan sedikit pincang pun segera berlari menghampiri kekasihnya.

"Aurel," panggil Saga.

Aurel pun menoleh dan tersenyum. Saga langsung mendekat, terlihat jelas wajah khawatirnya pada gadis itu.

"Apa yang terjadi padamu? Apakah ini ulah Vesha?" tanya Saga yang langsung mencurigai Vesha.

Aurel pun mengulum senyumnya. Lalu ia berpura-pura merasa tersakiti. Mungkin adalah kesempatan Aurel untuk membuat Saga semakin membenci Vesha. Saga melihat kekasihnya hanya diam dengan mata yang mulai menggenang air mata pun segera memeluk gadis itu.

"Apa yang dia lakukan padamu, heoh?" tanya Saga sambil menangkup wajah Aurel.

"Di-Dia mendorongku, Kak. Tanganku juga sakit," jawab Aurel dengan kepalsuan yang diciptakan olehnya.

Saga tercengang mendengar jawaban Aurel. Saga semakin mengeraskan rahangnya saat Aurel menunjukkan tangannya yang berdarah. Saga yang sudah tersulut emosi pun meninggalkan Aurel dan segera menemui Vesha.

Aurel terus memanggil nama Saga, namun sayangnya pria itu tidak menghiraukan panggilannya. Aurel pun dengan susah payah berjalan mengejar Saga.

Episodes
1 Taruhan
2 Menyatakan Cinta
3 Kencan Pertama
4 Kedatangan Shena
5 Sikap Freezer
6 Pengkhianatan
7 Mengakhiri
8 Perubahan Vesha
9 Sakit Hati
10 Menemui Vesha
11 Meminta Maaf
12 Berseteru
13 Perubahan Sikap
14 Sudah Tidak Gila
15 Fitnah
16 Rasa Malu atas Kebodohan
17 Keusilan Bryan
18 Ancaman Bunuh Diri
19 Aksi Gila Aurel
20 Kemarahan Ayah Darel
21 Pilihan Terbaik
22 Permintaan Maaf Sagara
23 Si Mulut Pedas
24 Kecemburuan Aurel
25 Sarang Semut
26 Bryan Heinzee
27 Pasar Malam
28 Ungkapan Perasaan
29 Syulit Bobo
30 Modus Sagara
31 Insiden Kecil
32 Kecemburuan Sagara
33 Perasaan Chandra
34 Penangkapan
35 Keputusan Orang Tua
36 Masa Lalu Aurel
37 Keputusan Hakim
38 Face To Face
39 Kecurigaan Naura
40 Menjadi Sekretaris Bryan
41 Bertemu Marvin
42 Pembegalan
43 Perjodohan
44 Tetap Dalam Pendirian
45 Kegundahan Hati
46 Kedatangan Gricella
47 Pertemuan Gricella & Chandra
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Mencari Vesha
58 Usaha Bryan Mencari Vesha
59 Keterkejutan Naura
60 Permintaan Maaf Naura
61 Kedatangan Bryan Ke Surabaya
62 Bicara Berdua
63 Kedatangan Sagara & Marvin
64 Merindu
65 Rasa Gugup
66 Diskusi
67 Tukar Cincin
68 Pendekatan (Gricella-Chandra)
69 Tebing Koja
70 Fitting Baju
71 Menjelang Pernikahan
72 Pernikahan
73 Sagara
74 Status Baru
75 Aruna Yang Galau
76 Makan Siang Bersama Gara
77 Aku Lebih Mencintaimu
78 Pesta
79 Musibah (Sagara & Aruna)
80 Melamar (Sagara & Aruna)
81 Fitting Baju (Sagara & Aruna)
82 Harta Warisan
83 Resepsi Pernikahan (Sagara & Aruna)
84 Kebahagiaan
85 Akhir Kisah
86 Bonus Chapter
87 Pengumuman Buku Baru
88 Bonus Chapter 2
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Taruhan
2
Menyatakan Cinta
3
Kencan Pertama
4
Kedatangan Shena
5
Sikap Freezer
6
Pengkhianatan
7
Mengakhiri
8
Perubahan Vesha
9
Sakit Hati
10
Menemui Vesha
11
Meminta Maaf
12
Berseteru
13
Perubahan Sikap
14
Sudah Tidak Gila
15
Fitnah
16
Rasa Malu atas Kebodohan
17
Keusilan Bryan
18
Ancaman Bunuh Diri
19
Aksi Gila Aurel
20
Kemarahan Ayah Darel
21
Pilihan Terbaik
22
Permintaan Maaf Sagara
23
Si Mulut Pedas
24
Kecemburuan Aurel
25
Sarang Semut
26
Bryan Heinzee
27
Pasar Malam
28
Ungkapan Perasaan
29
Syulit Bobo
30
Modus Sagara
31
Insiden Kecil
32
Kecemburuan Sagara
33
Perasaan Chandra
34
Penangkapan
35
Keputusan Orang Tua
36
Masa Lalu Aurel
37
Keputusan Hakim
38
Face To Face
39
Kecurigaan Naura
40
Menjadi Sekretaris Bryan
41
Bertemu Marvin
42
Pembegalan
43
Perjodohan
44
Tetap Dalam Pendirian
45
Kegundahan Hati
46
Kedatangan Gricella
47
Pertemuan Gricella & Chandra
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Mencari Vesha
58
Usaha Bryan Mencari Vesha
59
Keterkejutan Naura
60
Permintaan Maaf Naura
61
Kedatangan Bryan Ke Surabaya
62
Bicara Berdua
63
Kedatangan Sagara & Marvin
64
Merindu
65
Rasa Gugup
66
Diskusi
67
Tukar Cincin
68
Pendekatan (Gricella-Chandra)
69
Tebing Koja
70
Fitting Baju
71
Menjelang Pernikahan
72
Pernikahan
73
Sagara
74
Status Baru
75
Aruna Yang Galau
76
Makan Siang Bersama Gara
77
Aku Lebih Mencintaimu
78
Pesta
79
Musibah (Sagara & Aruna)
80
Melamar (Sagara & Aruna)
81
Fitting Baju (Sagara & Aruna)
82
Harta Warisan
83
Resepsi Pernikahan (Sagara & Aruna)
84
Kebahagiaan
85
Akhir Kisah
86
Bonus Chapter
87
Pengumuman Buku Baru
88
Bonus Chapter 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!