Dua insan pendosa itu akhirnya keluar dari kamar hotel setelah pukul 1 malam. Bima kembali mengantarkan Jenny dipinggir jalan, tempat dimana Jenny menitipkan motornya pada seorang pedagang kakilima yang mangkal hingga pukul 4 subuh.
Setelah Jenny turun dari mobil, Bima melajukan mobil yang dikendarainya dengan penuh kecepatan tinggi dan Ia harus terlebih dahulu sampai dirumah, sebelum kadar obat tidur yang diberikan kepada Ningrum habis dan wanita itu tersadar.
Sementara itu, Jenny mengambil motornya.dari akang penjual bandrek yang buka hingga 4 subuh, lalu mmeberikan uang tips untuk titip motornya.
Jenny masih kembali ke kosnya.
Sesampainya didalam kamar kosnya, Ia masih merasakan sisa-sisa percintaannya dengan suami majikannya. Ia sepertinya tergila-gila dengan pria tersebut.
Ia tak perduli jika Bima itu pria beristti. Ia sudah rela tubuhnya menjadi pelampiasan hasrat seorang Bima yang tanpa Ia sadari hanya untuk dimanfaatkannya saja.
Bima memarkirkan mobilnya digarasi. Dengan cepat Ia menutup pintu pagar dan masuk kedalam rumah, lalu mengunci pintu dan mengendap-endap memasuki kamar. Ia menutup pintu kamar dengan sangat pelan sekali, agar tidak menimbulkan suara dan Ia melihat Ningrum masih tertidur lelap.
Bima dengan cepat mengganti pakaiannya, dan beranjak ke atas ranjang lalu memeluk Ningrum yang masih terlelap.
Pria itu memprediksikan jika Ningrum akan tersadar sekitar 2 jam lagi, maka Ia harus segera membuat skenario agar saat Ningrum terbangun nanti Ia tampak sedang terlelap tidur.
Bima memejamkan matanya, saat ini Ia juga kelelahan karena hampir beberpa jam menggarap Jenny. Ia menjadikan Jenny tempat pelampiasannya karena Ia merasa sudah dua kali menikah mendapatkan janda, maka dari sebab itu Ia ingin merasakan bagaimana mendapatkan seorang gadis dan menembus mahkota yang bersegel.
Maka ketika melihat Jenny yang berbody aduhai, Ia tampak menginginkannya dan akhirnya merasakan bagaimana membuka segel yang sesungguhnya, sedangkan Ningrum? Ia adalah sumber kekayaan yang membuat hidupnya sangat nyaman.
Perlahan rasa lelah membuat Bima tertidur dan terlelap, Ia tidur dengan posisi memeluk Ningrum, agar nanti saat Ningrum terbangun, memberikan kesan romantis. Begitulah Bima dalam keahliannya yang membuat wanita sangat terpesona.
Pukul 3 pagi, Ningrum menggeliatkan tubuhnya. kepalanya masih terasa pusing dan Ia merasa sangat lapar, sebab Ia belum makan saat tertidur sejak sore tadi.
Tubuhnya terasa berat, sebab lengam kekar Bima memeluk tubuhnya yang ramping.
Ningrum menoleh kearah Bima yang tampak tidur terlelap sembari memeluknya. Ningrum menatap wajah tampan itu, lalu membelai rambut lebat milik Bima dan mengecupnya lembut.
Ningrum semakin merasa lapar, dan Ia ingin beranjak dari ranjangnya, lalu Ia menepiskan lengan Bima dengan sangat hati-hati dan tak ingin membuat pria itu terganggu tidurnya.
Setelah itu beranjak ke dapur untuk mencari makanan. Ningrum melihat mie instan dan juga telur, lalu Ia memutuskan untuk menumis mie instan dengan telur ceplok saja.
Setelah selesai, Ia menyantabnya dengan lahab. Setelah merasa kenyang, Ia kembali ke kamarnya dan melihat Bima masih tertidur lelap.
Ningrum gelisah karena tidak dapat tidur lagi. Lalu tanpa sengaja Ia melihat phonsel Bima diatas meja nakas. Dengan rasa kepo Ia membuka layar phonsel tersebut, namun Bima mengunci layar dengan kata sandi yang rumit.
Sebenarnya saat Ia menikah dengan Riffky dahulu, Ia dan mantan suaminya tidak pernah mengunci layar phonsel, karena mereka tidak memiliki rahasia apapun, sehingga keduanya bebas membuka phonsel pasangan masing-masing.
Namun saat Riffky mengenal janda beranak 3 tersebut, Riffky mulai mengunci layar phonselnya, hingga saat tiba pria itu menceraikannya begitu dengan mudah dan juga terkesan mendadak.
Maka saat melihat layar phonsel Bima terkunci, Ningrum merasa sangat khawatir. Ia tidak ingin jika kejadian serupa terulang lagi dan ini akan sangat menyakitkan.
Ningrum berharap pernikan ke duanya adalah pernikahan terakhirnya, karena Ia sudah lelah untuk memulai dan membuka hati untuk dapat lepas dari rasa trauma.
Namun Ia mencoba menepis segala kecurigaannya terhadap Bima, sebab pernikahan mereka masih seumur jagung dan perlu saling intropeksi diri dan saling memahami.
Apalagi Ningrum dan Bima adalah Janda dan Duda yang mana pernah gagal dalam mebina rumah tangga, oleh sebab itu, Ia berharap agar mereka salig menjaga untuk pernikahannya dan jangan sampai gagal lagi.
Selama ini Ningrum mencoba bersabar atas sikap Bima yang masih bermalas-malasan, Ia masih memberikan kesempatan kepada Bima untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki hidupnya.
Ningrum kembali meletakkan phonsel Bima diatas meja nakas. Ia mencoba membuang segala prasangkan buruknya terhadap sang suami barunya.
Ia memandangi wajah tampan dengan tubuh kekar tersebut yang tertidur dengan lelapnya.
Dalam hati Ia tidak memungkiri jika Bima adalah pria yang sangat begitu memesona dan dapat meluluhkan hatinya kapan saja.
Ningrum tak dapat lahi memejamkan matanya. Ia meraih phonselnya. Berseluncur di dunia maya dan melihat postinga yang lewat diberandanya.
Sesaat Ia melihat akun milik Andini yang mengunggah momen kebersamaannya bersama Rendy sang calon suami sahabatnya. Tampak sekali rona kebahagiaan yang terpancar diwajah Andini.
Rendy merupakan pria yang sangat baik dan juga penyabar. Ia pernah beberapa kali bertemu Rendy saat Andini memperkenalkan pria itu kepadanya.
Dari gestur tubuh dan sikapnya, Rendy adalah type pria yang setia hanya dengan satu wanita saja. Ningrum ikut senang jika sahabatnya itu menemukan pasangan hidup yang begitu mencintai dan menghargai, apalagi menjaga kesetiaannya.
Ningrum kembali menggulir phonselnya, Ia melihat akun sahabatnya Yamink.. Ia melihat sang sahabat juga tampaknya sudah menggelar lamaran. Ningrum tersenyum melihat hal tersebut. Ternyata kini kedua sahabatnya tidak lagi menjadi jomblo akut dan telah menemukan takdir pasangan hidup mereka.
Yamink melihat jika calon istri Yamink memiliki paras yang cantik, namun terlihat sederhan dan tampaknya wanita yang penyayang.
Yamink membagikan beberapa unggahan saat sesi lamaran.
Lalu Ningrum mencoba mengomentari unggahan tersebut "Kang.. Kalau resepsi nanti jangan barengan ma Andini, Ya.. Ntar Aku bingung mau kemana yang terlebih dahulu aku datangi" tulis Ningrum dengan nada bercanda.
Tiba-tiba saja Yamink membalasnya "Aman, tu.. Yang penting kadonya Lemari Es, Ya mbak.." balas Yamink dengan emot tertawa ngakak..
Ningrum melirik jam didinding kamarnya, Ia bingung mengapa Yamink dengan cepat membalas komentarnya. Ternyata sudah pukul 5 pagi dan sudah subuh.
Lalu satu balasan dari akun Andini yang juga ikutan Nimbrung "Kado untukku jangan lupa, Mbak.. Mesin cuci tabung 10 kg ya.." balas Andini dengan emot yang juga ngakak.
Ningrum menggelengkan kepalanya "Asem banget punya temen seperti kalian" balas Ningrum.
Lalu kedua sahabat itu memberikan emot ngakak menanggapi dari balasan komentar Ningrum, dan tampak tidak lagi ada balasan, mungkin keduanya melaksanakan ibadah shalat subuh. Lalu Ningrum menutup aplikasi media sosialnya dan beranjak mengambil wudhu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
Andini mnta Hadiah nya gak tanggung-tanggung ,, mesin cuci 10 kg ,, sxlian ja buka Laundry an 🤣🤣🤣🤣
2023-06-19
0
yamink oi
haha bisa aja kak @❤Lembayung Jingga❤ ......
2023-06-15
2