Bima telah tiba dirumah, dan hanya berselisih sekian menit dari kepulangan Andini.
Pria itu memarkirkan mobil digarasi, dan kemudian mengunci pagar lalu masuk kedalam rumah.
"Hai, Sayang.." Sapa Bima dengan segala rayuannya yang membuat siapa saja meleleh hatinya.
Ia mencoba bersikap manis kepada Ningrum demi untuk menutupi kebusukannya.
Ningrum tersenyum tipis saat Bima mengecup keningnya.
" Bagaimana hasil pertemuannya, Mas?" tanya Ningrum dengan penuh penasaran.
Seketika Bima sedikit kelabakan "Emm.. Begini, Sayang.. Mereka meminta Mas untuk mendirikan CV sendiri yang mana nantinya akan mempermudah Mas untuk mendapatkan kontrak kerja dalam persaingan proyek" jawab Bima berlasan.
Ningrum terdiam sejenak "Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat CV?" tanya Ningrum .
"Emmm.. Sekitar butuh biaya 50 juta, Sayang.. Ditambah untuk modal biaya pengerjaan san gaji anggota juga 150 juta, jadi total 200 jutaanlah" jawab Bima yang melihat gelagat jika Ningrum siap jadi pemodal.
Ningrum tampak berfikir. Ia belum pernah bermain proyek, namun tak ada salahnya jika Ia mencoba terjun ke dunia bisnis bermain proyek, dan Ia berharap jika Suaminya yang mengelola akan lebih aman dan menguntungkan.
"Kalau begitu buat saja CV sendiri, nanti biar Ningrum yang biayai" ucap Ningrum mencoba membangun usaha bersama suaminya.
Seketika Bima membolakan matanya, Ia tak percaya dengan begitu mudahnya.
"Oh.. Sayangku, Cantikku, Kau begitu sangat baik sekali.." ucap Bima yang dengan sigap memggendong Ningrum dan membawanya naik ke lantai atas dan Ia ingin membuat sang wanita semakin terpedaya olehnya.
Ningrum lagi-lagi harus percaya dan menuruti segala apa yang diinginkan oleh Bima.
Pria itu kini memberikan cumbuan hangat pada Ningrum dan membuat wanita itu melayang dan melambung.
Pagi menjelang, Bima tampak bersiap dan penuh semangat untuk pergi kantor badan hukum dan notaris untuk melegalkan badan usaha yang ingin didirikannya agar mendapat proyek dari perusahaan yang telah dibidiknya.
Sembari tersenyum, Bima menghampiri Ningrum yang baru saja selesai mandi.
"Sayang.. Mas mau ke kantor notaris, uangnya apa sudah ada?" tanya Bima dengan nada yang begitu manis.
"Bentar, Mas.. Mana nomor rekening Mas, biar Ningrum transfer saja" ucap Ningrum sembari membenahi pakaiannya yang baru saja digantinya.
"Makasih, Sayang.. Tambah cinta deh sama Kamu" bisik Bima sembari mendekap tubuh Ningrum dari arah belakang.
Ningrum mencobq tersenyum, Ia berharap Bima benar-benar menjalankan usaha yang sudah dipercayakan padanya.
Ningrum meraih phonselnya, Lalu meminta nomor rekening Bima dan mencatatnya.
Lalu dengan hitungan menit, Ningrum mentransfer sejumlah uang yang diminta oleh Bima.
Melihat notifikasi masuk kedalam nomor rekeningnya, Bima rasanya ingin berlonjak kegirangan, namun Ia mencoba menahannya.
"Makasih, Sayang.. Kita berangkat bareng, Yuk.. Mas pinjam mobil kamu, Ya.. Kamu Mas singgahkan ke salon dan mobilnya Mas bawa ke kantor Notaris" ucap Bima dengan begitu lembut dan memabukkan.
Ningrum lagi-lagi hanya mengaggukkan kepalanya. Ia tak kuasa menolak apapun yang diinginkan oleh suaminya.
Kemudian mereka berangkat bersama. Bima mengantarkan Ningrum ke salon, lalu Ia membawa mobil itu ke kantor notaris dan mengurus pembuatan ijin legal untuk mendiirkan sebuah CV agar mendaftarkan diri disebuah perusahaan swasta untuk mendapatkan sebuah proyek.
Sesampainya dikantor Notaris, Ia membawa semua berkas yang diperlukan san hanya dikenakan biaya 10 juta rupiah saja, dan sisa uang yang diberi oleh Ningrum?? Maka Ia akan memakainya untuk berfoya-foya.
Ningrum menapaki anak tangga dan menuju ruangan kerjanya di lantai dua.
Saat itu Ia tanpa sengaja berpapasan dengan Jenny yang baru saja membersihkan ruang kerjanya.
Saat bertatapan dengan Ningrum, Jenny tampak tersenyum kikuk, ada seuatu yang berbeda dari Jenny, tapi Ningrum mengabaikannya, sebab hari ini Ia banyak pesanan bukket untuk acara wisuda si sebuah kampus ternama.
Ningrum terlalu fokus pada usaha dan pekerjaannya, sehingga Ia lupa untuk melihat hal-hal yang berbeda atau terlihat mencurigakan.
Sementara itu, disela-sela waktu senggang, Jenny asyik berbalas chat dengan Bima. Sepertinya gadis itu mulai menaruh hati kepada pria yang merupakan suami dari majikannya tersebut.
Sedangkan Bima hanya menjadikannya sebuah boneka untuk memenuhi hasrat belaka.
Bima membalas chat dari Jenny, karena memiliki uang banyak, maka mereka berjanji temu untuk bertemu disebuah hotel.
Jenny tampak sumringah, dan tak sabar untuk menanti jam pulang bekerja dan dapat memadu kasih dengan Bima yang selalu membuatnya mabuk kepayang.
Waktu menunjukkan pukul 5 petang, Ningrum sudah menyelesaikan tugasnya, dan semua pesanan sudah diambil oleh para pemesannya. Ia menghubungi Bima untuk menjemputnya.
Tampak balasan chatnya jika Bima sedang meluncur ke arah salon. Ningrum menunggu diruang tunggu sembari menyandarkan tubuhnya disandaran sofa.
Tak berselang lama, tampak mobil menepi didepan salon yang terlihat dari dinding kaca salon.
Bima masuk dengan langkah gagah dan penuh pesona. Lalu menghampiri Ningrum.
"Hai, Sayangku.. Bagaimana hari ini? Kamu lelah ya?" tanya Bima yang mencoba se romantis mungkin untuk menutupi kebusukannya.
Ningrum menganggukkan kepalanya dengan lemah.
"Ya sudah, sudah ayo pulang, nanti dirumah biar Mas pijati, Mas ini ahli pijat lho, juga ahli bikin enak" ucapnya sembari merangkul Ningrum san berjalan dengan tampak begitu romantisnya, namun saat bertatapan dengan Jenny, Ia sempatkan untuk mengedipkan matanya, dan Jenny membalas dengan senyum manjanya.
Lalu Bima membawa Ningrum pulang kerumah. Sesampainya dirumah, Ningrum teringat akan urusan Bima yang katanya akan mengurus CV untuk proyeknya diperusahaan swasta sebagai contractor and supplier.
"Mas.. Bagaimana dengan surat ijin badan usahanya? Apakah sudah selesai?" tanya Ningrum penasaran.
"Sudah Dong, Sayang.. Ini Dia buktinya" ucap Bima sembari memperlihatkan berkas yang dimasukkan dalam amplop berwarna coklat tersebut.
Ningrum membacanya dan ternyata Bima membuat nama CV itu atas namanya sendiri 'CV. BIMA SEJAHTERA' namun Ningrum tak mempersoalnkanya asalkan Bima bersungguh untuk menjalankannya.
Lalu Ningrum kembali menyerahkan berkas tersebut kepada Bima.
"Sini boar Mas pijat, Sayang..pasti kamu sangat capek sekali" ucap Bima yang duduk ditepian ranjang dan memulai memijat Ningrum dimulai dari ujung kaki Ningrum.
Pria itu begitu ahli dalam meluluhkan hati wanita dan membuat hati Ningrum meleleh dengan segala sikap romantis dan perhatian yang sebenarnya adalah palsu.
Ningrum mulai merasakan sedikit merasa rileks dengan pijatan yang diberikan oleh Bima, hingga tanpa sadar Ia mulai mengantuk san tertidur.
Hingga melewati waktu maghrib, Ningrum masih tertidur, dan kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Bima oleh Bima untuk men- chat Jenny agar bersiap menunggunya dipinggir jalan.
Bima telah memberi obat tidur kepada Ningrum saat didalam mobil menuju arah pulang tadi.
Maka Bima tidak perlu was-was Ningrum akan terbangun, sebab dipastikan Ningrum akan terbangun saat pukul 3 subuh nanti.
Lalu Bima mengendap-ngendap segera keluar dari rumah dan akan menemui Jenny.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
perlu di hajar nih Bima dan Jenny
2023-06-19
0