Sebulan kemudian...
Sebulan setelah pernikahan. Bima memperlihatkan gelagat yang berbeda. Ia belum juga bekerja dan setiap hari hanya dirumah dan makan tidur saja, sedangkan Ningrum harus banting tulang mengurus salon dan juga mengurus usaha weeding organiziernya.
Bahkan setiap hari Ningrum harus menyediakan dua bungkus rokok yang harganya lumayan mahal.
Namun saat ini Ningrum masih memakluminya, sebab Bima selalu beralasan jika kontrak dari perusahaan yang sedang diajukannya belum ditandatangani oleh pihak perusahaan.
Alasan demi alasan yang diberikan oleh Bima setiap hari mencoba ditutupinya dengan terus memberikan kepua-San kepada Ningrum, agar wanita itu terus terlena dan tidak banyak menuntut.
"Jenn.. Tolong antarkan makaan siang Mas Bima, Saya ada keperluan penting" titah Ningrum kepada orang kepercayaannya itu.
Hari ini Ia mendapat pesanan jasa parcel hantaran lamaran yang cukup menyita waktunya, sehingga Ia tidak dapat mengantarkan makan siang untuk Bima dan mempercayakannya kepada Jenny.
Setelah menyodorkan seporsi nasi makan siang kepada Jenny, Ningrum kembali ke lantai dua dan melanjutkan pekerjaannya dilantai dua.
Jenny yang yeng mendapat perintah dari sang majikan segera mematuhinya.
Ia mengendarai sepeda motor matic dan menuju rumah milik sang Bos nya yang selalu baik kepadanya.
Jarak rumah dan salon memakan waktu 10 menit perjalanan.
Sesampainya didepan rumah, Jenny mencoba memanggil suami dari majikannya.
Namun lama memanggil tak ada jawaban. Jenny mencoba memasuki rumah, dan kebetulan pintu tidak terkunci.
Rumah yang sangat luas dan juga berukuran besar itu tampak sepi. Sepertinya asisten ruamh tangga sudah pulang karena hanya bekerja paruh waktu.
Jenny menuju dapur dan berniat untuk meletakkan makan siang yang diamanahkan oleh Ningrum diatas meja makan.
Jenny beranjak dari dapur, namun terdengar suara seseorang turun menapaki anak tangga menuju lantai dasar, dan ternyata itu adalah Bima.
Jenny sempat terkesima oleh penampilan dari suami baru sang majikannya. Namun Ia segera menepisnya dan buru-buru ingin pergi.
Saat mereka berpapasan, Jenny mencoba menyapa dengan ramah, karena menganggap Bima kini adalah suami dari majikannya.
"Pak.. Nasi untuk makan siangnya diatas meja dapur, itu pesanan dari Ibu" ucap Jenny lalu bergegas ingin pergi.
"Tunggu.. Saya ingin minta bantuan kamu sebentar" cegah Bima yang saat ini memindai tubuh Jenny dari ujung rambut hingga ujung kepala hingga ujung kepala.
"Hemm.. Bodynya bagus juga "guman Bima dalam hatinya.
"Minta bantuan apa, Pak?" tanya Jenny dengan polosnya.
"Tolong buatkan saya telur ceplok, saya lagi ingin makan dengan telur ceplok" ucap Bima.
Lalu Jenny kembali berbalik ke dapur dan memasak telur ceplok yang diminta oleh Bima.
Saat Ia sedang memasak, Bima terus memperhatikan Jenny tanpa kedip, dan beberapa saat kemudian, Ia menghampiri Jenny, lalu mematikan kompor dengan cepat.
Gadis itu terkejut. "Pak..telurnya belum mateng, kenapa kompornya dimatiin?" protes Jenny dengan cepat.
"Diamlah.. Jangan berisik" ucap Bima yang tanpa di duga oleh sang gadis sudah menedekapnya dari arah belakang.
"Pak.. Apa yang bapak lakukan? Jangan macam-macam ya..!" hardik Jenny yang berusaha meloloskan diri dari dekapan Bima. Namun sayang, tenaganya kalah kuat untuk dapat meloloskan diri.
Bima terus mencumbu sang gadis, yang mana semakin lama membuat gadis itu lemah dan berontakannya berubah menjadi rintihan yang memabukkan.
Melihat gadis itu sudah masuk dalam perangkapnya, Bima membawa Jenny dengan mudahnya ke meja makan yang kini menjadi saksi atas pengkhianatan Bima kepada Ningrum.
Bima mencoba menerobos mahkota sang gadis, namun Jenny tersadar karena merasakan sakit yang luar biasa saat Bima berusaha merusak mahkotanya "Jangan, Pak.. Saya bersegel.. Dan jika ibu Ningrum tau saya bisa dipecat" Jenny memohon.
"Karena kamu masih bersegel saya akan mencoba membukanya, sebab Ibu Ningrum sudah janda, dan tidak ada lagi sensasinya" jawab Bima seenaknya.
"Kalau Ibu bagaimana, Pak?" ucap Jenny ketakutan.
"Ya jangan sampai taulah.. Hanya kamu dan saya yang tau. Sudahlah, diam saja.. Nanti juga kamu akan kecanduan dengan saya" ucap Bima yang tak ingin membuang waktu dan terus berusaha merusak segel tersebut.
Setelah cukup lama, akhirnya Ia berhasil merusak segel milik Jenny dan perlahan memacunya dengan cepat.
Jenny sempat berteriak kesakitan saat Bima merusaknya, namun karena Bima sangat ahli dalam membuat wanita melayang, perlahan Jenny mulai merintih.
Keduanya akhirnya resmi melakukan pengkhianatan dibelakang Jenny.
Setelah membuat Jenny kelimpungan dan kecanduan, Bima membuang benihnya, agar Jenny tidak hamil. Sebab Ia tidak ingin bertanggungjawab dan kehilangan Ningrum sebagai tempat untuk menemukan misinya.
Jenny membenahi pakaiannya, dan menatap malu-malu pada pada Bima.
"Bagaimana rasanya? Enak bukan? Jika kamu butuh datang saja, saya akan memberikan lebih sebagai bonus. Yang terpenting kamu tidak bocor untuk membuka rahasia ini" ucap Bima, lalu menyalakan pemantik api dan menyulut rokoknya sembari menyesap nikotin tersebut.
Jenny tersenyum dan merapikan rambutnya, lalu beranjak keluar dengan jalan sedikit tertatih menahan perih karena mahkotanya telah dirusak oleh Bima dalam sekejap saja.
Bima menatap kepergian Jenny dengan senyum licik, lalu mengambil piring dan menuangkan nasi yang dibawa oleh Jenny dan menyantabnya.
Jenny kembali ke salon.
Sari yang melihatnya berjalan tertatih mencoba bertanya kepada sahabatnya itu.
"Kamu kenapa jalannya begitu, Jenn.. Pergi kenapa lama sekali?" cecar Sari dengan penasaran.
"Anuuh.. Tadi aku terjatuh waktu bawa motor, dan kakiku sedikit terkilir" jawab Jenny berbohong.
Sari menganggukkan kepalanya "Ntar pulang dari salon ke tukang pijat langsung, takutnya nanti ada yang salah urat bisa fatal" Sari mencoba menyarankan.
Jenny menganggukkan kepalanya."Ya.. Nanti aku akan ke tukang urut" jawab Jenny dengan cepat berharap sahabatnya itu tidak lagi bertanya.
Lalu keduanya beristirahat karena memasuki waktu jam istirahat.
Jenny memasuki kamar mandi. Karena masih seorang gadis, tentu hal yang dilakukan oleh Bkma padanya barusan membuatnya begitu kecanduan. Ia tersenyum-senyum sendiri membayangkan saat Bima mencumbunya tadi.
"Bu Ningrum beruntung banget ya dapat Pak Bima.. Udah tampan, tangguh lagi" guman Jenny dengan lirih.
Lalu terdengar suara ketukan dari pintu "Jenn.. Buruan dong.. Di kamar mandi lama amat.. Aku sah kebelet, Nih"omel Sari dari luar pintu kamar mandi.
"Iya, bentar" jawab Jenny, lalu membersihkan tubunya dengan cepat dan bergegas keluar.
"ngapain sih didalam kamar mandi lama-lama, dah kek ayam mengeram saja" omel Sari yang meringis menahan sakit perutnya.
Jenny memanyunkan bibirnya menanggapi omelan sahabatnya, lalu beranjak pergi.
Sementara itu, Bima merasakn mendapat mangsa baru sebagai pelampiasan hasratnya, dan Jenny tampakanya sangat begitu mudah diperdaya. Ia beranjak ke kaamrnya berbaring menik-mati fasilitas yang ada saat ini dengan begitu menyenangkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
Jenny oh Jenny.. kenapa kamu terperdaya rayuan jin iprit ??😤😤
2023-06-13
4