Dua bulan berlalu...
Bima masih betah dirumah dengan bermalas-malasan. Semakin lama Ningrum merasa jika Bima tidak berniat untuk bekerja. Ningrum semakin gelisah, namun setiap kali Ningrum akan marah, maka Bima akan mencumbunya dan merayunya hingga membuat Ningrum luluh.
Hari ini Ningrum tidak ke salon. Ia merasa sangat lelah dan ingin beristirahat dirumah, sebab semalaman Ia pulang sedikit larut karena acara resepsi pernikahan seorang pengusaha terkenal dan menggunakan jasanya dalam sewa decornya.
Bima tampak merokok dengan santai. Ningrum mencoba menahan gejolak didadanya dan Ia ingin memberi kesempatan beberapa waktu lagi untuk Bima bekerja.
Sesaat terdengar suara seorang pria yang sedikit kasar dari arah luar rumahnya.
Ningrum yang penasaran mencoba untuk melihat siapa yang sedang berada diluar sana.
Saat Ningrum melihat keluar, tampak 2 orang pria bertubuh kekar dengan berpakaian preman menyambangi rumahnya.
"Maaf, Pak.. Cari siapa ya? Kenapa marah-marah gak jelas?" tanya Ningrum penasaran.
"Maaf, Mbak.. Kami ingin bertanya apakah orang bermama Bima Anggara ada disini?" tanya Kedua pria itu.
Ningrum menganggukkan kepalanya "Iya, saya istrinya.. Ada apa ya?" tanya Ningrum penasaran.
Kedua pria itu saling pandang dan saling memberi isyarat.
"Begini, Mbak.. Bapak Bima Anggara sudah 6 bulan tidak membayar angsuran motor sportnya dan menghilang begitu saja jika dihubungi. Kami dari Tim Showroom dan debcollctor menelusuri jejak dari pak Bima jika berada ditempat ini dan kami harus membawa motor itu sekarang juga, Mbak" salah seorang pria itu menjelaskan.
Seketika Ningrum terperangah mendengarnya. Ia tak habis fikir jika motor yang dipakai oleh Bima adalah credit dan tertunggak hingga 6 bulan lamanya.
"Bentar, Pak.. Silahkan dulu duduk dikursi teras, saya akan panggilkan Mas Bima sebentar" ucap Ningrum sembari beranjak dari tempatnya dan masuk kedalam rumah menemui Bima yang tampak bersantai sembari merokok dan bermain phonsel.
Ningrum menghela nafasnya, Ia sebenarnya kesal dengan sikap Bima yang tampak bersantai terus didalam kamarnya.
"Mas.. Ada yang mencarimu" ucap Ningrum dengan lirih, namun setiap kali Ia menatap Bima, hatinya kembali luluh. Kini Ia menjadi wanita plin plan yang tak memiliki pendirian menghadapi seorang Bima Anggara.
"Siapa, Sayang?" tanya Bima selembut salju yang melelehkan hati Ningrum.
"Tidak tahu, coba temui saja, mana tahu penting" jawab Ningrum berbohong.
Bima menganggukkan kepalanya, lalu beranjak turun dari ranjang dan menuruni anak tangga.
Ningrum mengekorinya dari arah belakang hingga sampai keteras tempat dimana dua orang pria itu menunggu.
Sesampainya didepan teras, Bima mengerutkan keningnya dan mencoba untuk mempertanyakan keperluan dari keduanya.
"Ada perlu apa ya, Pak?" tanya Bima masih merasa bingung.
"Maaf, pak.. Kami dari showroom dan pihak pembiayaan bekerjasama untuk menarik motor bapak karena sudah 6 bulan menunggak dan bapak sangat sulit dihubungi, maka Kami ingin menarik motor bapak" jawab seorang diantaranya.
Bima menggaruk kepalanya " Tapi saya belum ada uang, Pak.." ucap Bima yang membuat Ningrum tersentak.
Selama sebulan Ia berkenalan dengan Bima, pria itu tampak berpenampilan mewah, dan juga glamour, serta pekerjaannya yang tampak berkelas, namun mengapa angsuran motornya tidak terbayar?" Ningrum mulai gelisah.
"Maaf, Pak.. Kami sudah lama mencari bapak, dan kami harus menarik motor bapak, silahkan datang ke kantor jika ingin menebusnya" ucap Salah seorang diantaranya.
Tanpa menunggu lama, mereka menarik motor itu tanpa perlawanan.
Setelah kepergian kedua debcolector tersebut, Ningrum menatap Bima dengan seksama, dan seolah ingin meminta penjelasan. Namum lagi-lagi mulutnya seolah terkunci dan tak mampu mengeluarkan unek-uneknya.
Bima hanya mengkat kedua bahunya seolah tak ada permasalahan apapun yang terjadi.
Ningrum semakin bingung dengan semua yang Ia hadapi dalam permasalahan rumah tangganya.
Saat bersama Riffky, Ia tidak pernah mengalami masalah keuangan dan juga hal lainnya.
Mereka berpisah hanya karena sang suami terpikat janda beranak tiga dan langsung menceraikannya.
Jika bertengkar karena masalah hutang apalagi keuangan belum pernah terjadi, Sebab Riffky selalu berkecukupan masalah ekonomi karena Ia seorang pengusaha sukses.
Namun kali ini, Masalah rumah tangga yang dihadapi olehnya bersama Bima, sepertinya seputar ekonomi dan malasnya Bima untuk berusaha.
Pria itu dengan santainya masuk kembali kedalam rumah, dan memasuki kamar untuk mendekam diranjang seharian dan bermain phonsel sembari merokok dengan tanpa beban.
Ningrum duduk diteras rumahnya, meratapi nasibnya yang Ia rasa semakin hari semakin mengenaskan.
Ia ingin Bima segera bekerja, dan tidak bermalas-malasan untuk tetap bersantai dirumah terus, sedangkan Ia harus bekerja keras untuk menghasilkan uang, hingga pulang larut malam.
Niatnya ingin beristirahat kini terganggu setelah kedatangan dua orang debcolector tersebut.
Tak berselang lama, tampak Leli sang adik iparnya yang berdagang ayam geprek disimpang kompleks menuju rumahnya dengan mengendarai sepeda motornya.
"Siang, Mbak.. Bang Bimanya ada, Mbak?" tanya Leli dengan senyum tipis.
Ningrum menganggukkan kepalanya, lalu menelfon Bima dan memberitahu jika Leli mencarinya.
Bima kembali turun dari kamarnya, dan menemui adik perempuannya "Ada apa Lel?" tanya Bima yang tampak semakin berisi karena menganggur selama dua bulan.
"Bang.. Ibu kehabisan uang, bapak sudah seminggu tidak bekerja, tolong bantu buat belanja" ucap Leli dengan cepat.
"Abang belum kerja, Lel.. Mana ada uang" jawab Bima dengan santai.
"Istri abangkan kaya, cobalah pinjam sama istri abang, nanti kalau abang sudah kerja diganti" ucap Leli tanpa rasa sungkan sedikitpun.
Seketika Ningrum membolakan matanya. Ia tidak mengerti apa yang kini ada didalam jalan fikiran Leli, sebab Ia tidak memiliki rasa sungkan mengucapkan hal tersebut. Dua bulan Ningrum menanggung nafkah Bima, dan juga rokoknya, kini Ia juga harus menanggung beban keluarganya.
"Sayang.. Pinjam dulu 500 ribu, nanti kalau Mas sudah bekerja, Mas janji akan membayarnya" ucap Bima dengan rayuannya.
Ningrum yang semula kesal, kini seketika merasa luluh. Dengan cepat Ia membuka dompetnya, dan memberikan uang yang diminta oleh Bima.
Lalu Bima mengambil selembar uang tersebut tanpa sepengetahuan Ningrum dan memberikan sisanya kepada Leli.
"Makasih, Ya Mbak.." ucap Leli lalu beranjak pergi dam mengendarai sepeda motornya.
"Makasih ya, Cantikku, Mas janji akan membayarnya jika sudah bekerja nanti" ucap Bima dengan senyum misteriusnya.
Ningrum hanya mampu menganggukan kepalanya dan menghela nafasnya dengan berat.
Ia kembali duduk dikursi teras dengan lemah, namun tak berani memberontak.
Sementara itu, Bima kembali naik ke lantai dua dan bermain phonsel game online dan terkadang menggoda wanita di chat akun media sosialnya.
Ia merasakan hidupnya begitu sempurnah, hidup mewah dan hanya bersantai saja.
Seaat Ia menchat Jenny, berjanji bertemu malam ini dengan gadis polos itu, tentunya untuk menjadikan sang gadis sebagai pelampiasan hasratnya belaka, dan jika bosan Ia tinggal menggantinya saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
V3
hadeeewww ..... kdu cepat-cepat cari orang pintar nih , biar Ningrum sgra bebas dr ilmu pemikat nya Bima
2023-06-19
0
yamink oi
di racun aja tuh orang mba Ningrum 😂😂😂😂😂
2023-06-14
3
⍣⃝ꉣꉣAndini Andana
Bima benar2 pria Romantis.. Rokok Makan Gratis 😜😜
2023-06-13
3